Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Kesadisannya Muncul Kembali


__ADS_3

Ricky pun kini pergi ke rumah nya bersama dengan kekasih nya dan juga semua yang ikut berperang tadi karena ada hal yang akan dia bahas


"Kamu tenang saja bunda akan baik-baik saja karena Ken juga ahli dalam pengobatan". Kata Ricky


"Aku hanya tidak percaya saja kenapa mereka melakukan semua itu dan lagi aku juga tidak kenal dengan mereka tapi orang yang m nembak aku tadi kenapa wajah nya sangat mirip dengan Lo Caesar". Kata Yuli


Ricky merasa sudah waktunya juga untuk mengetahui semua nya sebelum dia akan menyiksa Rio dengan tangan nya sendiri karena dia sudah berani sekali mencelakai kekasih nya yang sangat dia cintai


"Dia memang papa gue". Kata Caesar


"Jadi dia papa Lo lalu apa hubungannya dia dengan gue dan lelaki tadi juga siapa?". Tanya Yuli


"Dia adalah Hans kakak dari Stella dan Rio adalah orang tua yang selama ini kamu cari". Kata Ricky membuat Yuli langsung menoleh kepada nya


"Jangan bercanda apa maksud kamu kalau dia papa aku itu gak lucu kali di saat seperti ini kamu bercanda". Kata Yuli


"Apa yang dia katakan memang benar dia papa kita dan Lo adalah kakak kandung gue". Kata Caesar


Bagaikan di sambar petir di siang bolong Yuli pun kaget dengan semua itu dari di buang hingga ingin di bunuh oleh papa nya sendiri apa sebegitu tidak di inginkan nya dia hingga mereka semua menginginkan kematian nya


"Jangan berpikir yang aneh-aneh aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi kepada kamu". Kata Ricky yang seakan tahu apa yang ada di pikiran kekasih nya itu


"Aku percaya dengan hal itu". Kata Yuli sambil tersenyum


"Jangan bersedih untuk lelaki yang seperti itu kamu tidak pantas mengeluarkan air mata untuk lelaki seperti dia cinta". Kata Ricky menghapus air mata kekasih nya yang jatuh


Melihat hal tersebut sebenarnya Ricky sangat emosi sekali namun dia berusaha untuk menahan nya dan melampiaskan nya nanti ketika dia sudah berada di markas nya.


"Jadi Lo benar adik kandung gue?". Tanya Yuli mencoba untuk memastikan nya lagi


"Benar gue memang adik Lo dan sorry yang menutupi identitas Lo selama ini adalah gue agar mereka semua tidak mengetahui termasuk papa kita". Kata Caesar


"Jadi untuk ini juga alasan Lo menutupi bahwa kita adalah kakak adik agar mereka tidak mengetahui semua nya". Kata Yuli


"Iya agar gue juga bisa melindungi Lo". Kata Caesar


mobil Ricky kini sudah sampai di rumah nya dan mereka semua pun segera masuk ke dalam sebab yang lain nya sudah menunggu di sana


"Kita masuk sekarang". Kata Ricky


mereka berjalan ke ruang tamu dan di sana ada sahabat Ricky dan kekasih nya yang sedang menunggu kedatangan mereka.


"Yuli kamu gak apa-apa kan?". Tanya Kinara


Yuli pun tersenyum "Gue tidak apa-apa kalian jangan khawatir". Kata Yuli


Mereka pun memeluk Yuli bersama karena rasa khawatir yang melanda tadi. Sebelum Sam pergi tadi Kinara sempat bertanya apa yang terjadi oleh sebab itu dia dan yang lain nya mengetahui semua nya


"Sebaik nya kalian semua istirahat di atas dan kamu cinta tidur saja di kamar aku". Kata Ricky


"Tidak aku tidak mau tidur di kamar kamu lebih baik aku tidur saja dengan mereka". Kata Yuli


"Kamu tidur saja di kamar kak Ricky lagi pula dia juga tidak akan tidur di kamar itu kali Yul jika kamu di sana". Kata Kikan


"Iya benar kamar kak Ricky itu pasti nyaman sekali loh dan kamu orang pertama yang boleh tidur di sana selain dia". Kata Kinara


"Aku juga ada urusan jadi kamu tidur saja di sana agar Lebih nyaman". Kata Ricky


"Sudah Yul ayo kita pergi istirahat sekarang". Kata Kinara


mereka semua pergi menuju lantai tempat yang akan di gunakan untuk istirahat dan Yuli juga di antar kan Ricky ke atas agar dia bisa masuk kamar nya.


Ricky membuka kamar nya dengan sebuah kode yang memang dia buat sendiri.


"Ayo masuk". Ajak Ricky


Bukan hanya Ricky dan Yuli saja yang di kamar itu tapi sahabat Yuli dan juga Rani pun ikut masuk karena ingin melihat bagaimana kamar Ricky. mereka sangat terkejut sekali ketika masuk ke dalam kamar itu begitu juga dengan Yuli


"Kamu penguntit ya Kenapa banyak sekali fotoku yang ada di sini?". Tanya Yuli


Memang benar banyak sekali foto dia di sana saat dia sedang di taman waktu itu dan juga saat dia bersama dengan teman-teman nya jalan-jalan.


"Aku memang sengaja mengambil foto kamu diam-diam dan aku pajang di kamar karena aku ingin sekali selalu memandang wajah kamu". Kata Ricky

__ADS_1


"Wah romantis sekali ya perasaan dulu dengan Stella tidak seperti itu". Kata Kikan


"Dulu dan sekarang beda kali Kikan apalagi cinta nya lebih besar". Kata Kinara


"Sudah mendingan kalian semua keluar aku mau istirahat kamu juga keluar saja". Kata Yuli yang merasa sangat malu sekali.


Mereka semua pergi dari kamar itu dan sebelum pergi Ricky mencium kening kekasih nya itu agar dia tenang


"Istirahat dan jangan memikirkan apapun". Kata Ricky


"Apa kamu akan melakukan sesuatu kepada papa ku?". Tanya Yuli


"Jika aku membunuh nya apa kamu akan marah?". Tanya Ricky


Yuli sebenar nya tidak ingin hal itu terjadi tapi mengingat bagaimana wajah Ayu tadi yang terluka cukup parah diapun hanya bisa pasrah saja jika Ricky akan membunuh papa nya itu


"Aku tidak akan marah dan lakukan saja apapun yang menurut kami benar". Kata Yuli


Ricky pun memeluk kekasih nya dengan erat sambil mengelus rambut nya


"Maaf sebenar nya aku ingin membiarkan dia hidup lebih lama tapi kesempatan yang aku berikan ternyata dia sia-sia kan". Kata Ricky


"Tidak apa-apa kamu lakukan saja apapun itu dan jangan memperdulikan perasaan ku". Kata Yuli


"Aku akan perduli dengan perasaan kamu dan juga untuk melakukan nya aku juga punya banyak pertimbangan sekali". Kata Ricky


"Ya sudah kamu pergi saja katanya ada urusan". Kata Yuli


Ricky pun kini meninggalkan kekasih nya itu di dalam kamar nya dan tak lupa juga dia memberikan kode kamar nya itu agar Yuli bisa dengan mudah keluar masuk di kamar nya dan juga dia memberikan akses keluar masuk rumah nya juga.


Ricky turun ke bawah dan dia kini juga melihat Sam dan yang lain nya sudah datang


"Bagaimana Sam apa Lo sudah membawa nya ketempat biasa?". Tanya Ricky


"Sudah bos dan di sana juga ada tuan Richard". Kata Sam


"Lalu bunda ayu bagaimana keadaan nya Ken?". Tanya Ricky


"Dia baik-baik saja Rick dan kini dia sedang istirahat juga dengan anak nya". Kata Ken


"Jadi dia hanya ingin tahu kekuatan kita saja Rick". Kata Ken


"Ya dan kita harus selalu waspada mulai saat ini. Biarkan saja mereka semua tinggal di sini sementara Waktu untuk keamanan mereka". Kata Ricky


"Dia ingin tahu seberapa kuat Lo sekarang Rick tapi terakhir kita melawan nya dia juga kalah kan". Kata Rere


"Dia memang selalu kalah jika melawan Ricky tapi gue heran kenapa tadi anak buah Leon ikut membantu kita padahal mereka kan sudah di bayar untuk membantu mereka?". Tanya Ken


"Itu bisa saja terjadi Lo tahukan bagaimana leader kita ini pasti dia sudah mengetahui semua nya maka dari itu dia santai sekali". Kata Ipank


"Siapkan saja diri kalian mungkin dalam waktu dekat kita akan melakukan hal sangat besar sekali dan gue juga tidak akan pernah melepaskan Justin karena dia berani membuat rencana penyerangan ini". Kata Ricky


"Kita tahu Lo pasti akan marah Rick tapi bagaimana dengan Rio apa yang akan Lo lakukan?". Tanya Arok


"Gue tidak akan membunuh nya hanya saja gue akan menyiksa dia hingga dia pun tidak akan sanggup untuk hidup dan gue akan memberikan kesempatan kepada Caesar untuk membunuh nya". Kata Ricky sambil menatap Caesar dengan tajam nya


"Jika Lo sudah selesai bermain-main dengan nya maka katakan kepada gue dan gue akan melakukan bagian gue nanti". Kata Caesar


"Ternyata benar sekali Lo bisa melakukan hal itu kepada papa Lo sendiri". Kata Ipank


"Kenapa tidak dan sedari dulu juga gue ingin melenyapkan nya namun gue tidak bisa melakukan nya karena mama gue tidak memperbolehkan nya". Kata Caesar


"Dan jika mama Lo tahu bahwa yang membunuh suami nya adalah anak kandung nya sendiri apa yang akan Lo lakukan?". Tanya Arok


"Gue akan mengatasi hal itu kalian semua tidak usah khawatir". Kata Caesar


"Gue pergi dulu bersama Sam kalian pergi saja dan jika ingin tinggal di sini juga silahkan saja tapi jangan mendekati kamar gue". Kata Ricky


"Tenang saja kita tidak akan melakukan nya dan Lo pergi saja selamat bersenang-senang di sana Rick". Kata Ken


Ricky pun pergi bersama dengan Sam dan anak buah dia yang lain nya dia suruh untuk menjaga rumah nya meskipun rumah dia di jaga oleh orang yang khusus tapi Ricky tidak masalah juga jika anak buah nya yang lain menjaga juga dia ingin mengelabuhi Justin dengan memperketat penjagaan di rumah nya.


"Bos apa kita langsung pergi ke markas?". Tanya Sam

__ADS_1


"Ya dan sudah lama juga kan gue tidak menemui Candra". Kata Ricky


"Iya sudah lama juga anda tidak bermain-main dengan nya bos". Kata Sam


"Apa ada hal yang sedang di rencana kan oleh Kevin anak Candra?". Tanya Ricky


"Tidak bos dia masih terlihat tidak melakukan apapun dan sebenar nya dia juga akan melakukan kerja sama dengan tuan Hans namun dia batal kan karena tuan Hans bekerja sama dengan tua Justin". Kata Sam


"Apa Lo sudah tahu di mana tempat Justin?". Tanya Ricky


"Sudah bos saya sudah mengetahui nya dan dia sekarang berada di Jepang". Kata Sam


Sam memberikan lokasi di mana Justin berada dengan sangat akurat sekali membuat Ricky tersenyum dengan hasil kerja Sam


"Lo memang selalu dapat gue andalkan Sam dan jika Lo mau berlibur silahkan kapanpun gue akan mengizinkan". Kata Ricky


"Saya sudah cukup berlibur bos ketika ada di Spanyol dulu". Kata Sam


"Dua hari lagi antar kan Rani ke Belanda Sam dan jangan lupa berikan penjagaan yang ketat di sana". Kata Ricky


"Anda tenang saja tidak ada yang tahu di mana keluarga anda tinggal bos". Kata Sam


Tidak terasa juga mereka sudah sampai di sana dan Ricky pun kini keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam. Para anak buah nya kini menunduk hormat melihat kedatangan Ricky dan Ricky pun segera memasuki tempat di mana Rio berada karena sedari tadi dia ingin sekali menyiksa Rio karena Berani menembak kekasih nya


"Apa kabar papa mertua". Kata Ricky membuat Rio menatap nya dengan kondisi yang lemah


"Kau memang sangat kurang ajar sekali dan jangan panggil aku papa mertua dengan mulut mu itu". Kata Rio yang masih terlihat ingin melawan Ricky dan Ricky pun langsung memukul wajah nya


"Bicara saja yang banyak sekarang karena setelah ini Lo juga tidak akan bisa menggunakan mulut Lo itu untuk berbicara.". Kata Ricky


Sam yang baru saja datang kini membawa beberapa peralatan yang di gunakan Ricky untuk menyiksa musuh nya. Rio yang melihat itu semua pun merasa sangat takut sekali


"Apa Lo sekarang sedang ketakutan Hem. Lo mau pilih yang mana untuk merobek mulut Lo dan memotong lidah Lo itu". Kata Ricky sambil memilih benda mana yang akan dia gunakan


"Kenapa kau tidak membunuh ku saja tadi apa kau tidak berani melakukan nya di hadapan Caesar atau kekasih mu itu". Kata Rio menantang Ricky


"Membunuh mu itu terlalu cepat tua bangka jika gue ingin itu sudah gue lakukan sejak dulu". Kata Ricky


"Sejak dulu jadi kau ingin membunuh ku sejak dulu?".. Tanya Rio


"Benar untuk apa juga Lo hidup terlalu lama. Sampah seperti Lo tidak baik juga jika di biarkan hidup telalu lama itu akan menambah beban saja dan gue membiarkan Lo hidup juga agar kekasih gue tahu wajah papa kandung nya yang tidak ingin dia hidup sedari dulu". Kata Ricky


Ricky sudah mengambil alat pemotong rumput sekarang dan dia pun mengarahkan nya ke Rio


"Apa yang ingin kau lakukan?". Tanya Rio dan Ricky pun tersenyum mendengar nya dia memberikan kode kepada Sam agar segera mengeluarkan lidah Rio dan Sam pun melakukan nya kini lidah itu dia potong dengan alat tersebut. Rio merintih kesakitan di buat nya apalagi tangan dia yang sedari tadi di tancapi pisau oleh Ricky itu menambah kesakitan nya


"Sam gantung dia dengan posisi kaki nya berada di atas". Kata Ricky


Tidak hanya sampai di situ saja Ricky kini terlihat menguliti Rio dengan pisau tajam nya dan juga dia melepaskan gigi Rio satu persatu dengan Paksa dan juga alat yang sudah dia Sediakan.


"Bagaimana rasa nya enak kan?". Tanya Ricky dengan seringai devil nya. Rio hanya bisa menggeleng saja dengan apa yang di lakukan Ricky kepada nya


"Kita akan bersenang-senang lagi besok jadi sekarang istirahat saja. Sam nyalakan api di bawah nya agar dia merasa panas karena udara di sini terlalu dingin". Kata Ricky yang sudah pasti akan membuat Rio semakin tersiksa seperti terpanggang sebab Ricky menyalakan api tepat di bawah kepala nya


Setelah Sam melakukan nya kini mereka berdua pindah ke Hans yang terlihat sangat mengenaskan sekali sekarang


"Lo memang tidak pernah kapok Hans dan juga kenapa Lo mengirim Stella dan juga Grace ke Indonesia apa Lo mau menghancurkan hubungan gue dengan kekasih gue yang sekarang? Tapi sayang nya itu tidak akan pernah terjadi karena kekasih gue yang sekarang jauh lebih pintar dari pada adik Lo dan juga gue akan membuat perhitungan kepada Grace nanti". Kata Ricky


"Apa yang ingin anda lakukan dengan nya Bos?". Tanya Sam


"Menurut Lo apa yang harus gue lakukan dengan nya?". Tanya Ricky kembali


"Sebaik nya kita rebus saja dia bos dan memotong bagian tubuh nya satu persatu untuk di rebus". Kata Sam


"Apa itu tidak terlalu sadis Sam?". Tanya Ricky berpura-pura


"Mungkin saja tidak bos apa anda ingin yang lebih sadis lagi?". Tanya Sam


"Apa Sam yang lebih sadis dari itu?". Tanya Ricky


"Kita biarkan saja dia menjadi santapan binatang peliharaan anda kita bagi tubuh nya dan kita berikan kepada buaya dan harimau serta ular peliharaan anda bos". Kata Sam


"Oh jangan Sam Lo terlalu sadis biarkan gue mencopot dulu kedua bola mata nya dan rebus itu lalu berikan kepada nya agar dia memakan nya". Kata Ricky

__ADS_1


Ricky pun memulai aksi nya dengan mengambil kedua bola mata Hans menggunakan gunting lalu dia menyuruh Sam untuk merebus nya kemudian dia memaksa Hans untuk memakan nya. Ricky tersenyum devil melihat Hans benar-benar tidak berdaya sekarang dan kini dia pun pergi meninggalkan Hans karena hari ini sudah cukup bagi dia untuk menyiksa mereka berdua


"Justin tunggu giliran Lo ". Kata Ricky sebelum meninggal tempat itu dan Hans pun terkejut ketika tahu bahwa Ricky ternyata sudah mengetahui jika Justin juga ikut terlibat


__ADS_2