
Galang pun kini sedang asik bersama mereka sekarang dan tampak mengobrol dengan santainya
"Kalian apa setiap hari bertengkar seperti ini? ". Tanya Galang
"Dia ini yang selalu gak mau dengar apa yang Gue katakan". Kata Bryan
"Sembarangan Lo ya. Lagian Biasanya Habis ngantar Gue Lo langsung balik ini kenapa pakai tebar pesona segala". Kata Yuli
"Tebar pesona gimana sih Yul? Gue turun itu karena lihat Galang ". Kata Bryan
"Hala alasan Lo ya". Kata Yuli
"Sudah kalian kalau berantem terus Gue Kawinin Nanti ". Kata Galang
"Nikah Lang Bukan Kawin". Jawab Mereka Kompak
"Tanda kalau kalian berjodoh ya gini, jawab aja kompak banget ". Goda Galang
"Gue jodoh sama Bryan, yang benar saja Lo. Bisa perang dunia setiap hari". Kata Yuli
"Mending Lo masuk gih biar gak telat, nanti pulang Gue jemput ".Kata Galang
"Lo yang jemput Dia Lang? ". Tanya Bryan
"Kita berdua yang jemput tapi pakai mobil Lo . Sekalian kita langsung ke tempat Latihan ". Kata Galang
"Ya gak bisa gitu Lang. Gue harus kerja dulu bro ". Kata Yuli
"Rick boleh kan Yuli pulang kerja nya lebih awal". Teriak Galang
mereka pun berjalan menghampiri ke tiganya
"Gue kemarin sudah bilang Kalau pekerjaan Dia sudah selesai boleh langsung pulang". Kata Ricky
" Kalau begitu nanti Gue dan Bryan bantu Lo kerja agar cepat selesai ". Kata Galang
"Gak bisa gitu bro, Lo kan bukan pegawai di sana. Jangan mentang-mentang Lo sahabat nya si Bos jadi se enak nya saja dan gue juga gak mau di perlakukan berbeda". Kata Yuli
"Itu baru pegawai profesional ". Kata Ipank
"Eh manusia kardus sudah lama ya kita Gak bertemu dan ngobrol bareng". Kata Yuli
"Lo terlalu sibuk jadi gue gak mau ganggu ". Kata Ipank
"Tumben Lo ngomong nya benar. Sudah dulu lah, Ayo kita masuk sebentar lagi kan Bel akan berbunyi ". Kata Yuli mengajak kedua sahabat nya itu
"Yul pulang nanti tetap Gue dan Bryan akan jemput Lo". Teriak Galang danndi tanggapi Yuli hanya dengan mengacungkan jempol nya saja.
Mereka bertujuh masih tetap berada di depan sekolah Yuli terlihat enggan beranjak sedikit pun
"Lo katanya ada urusan Rick, buruan berangkat sana". Kata Galang
"Dan Lo katanya mau ikut Gue. Ayo berangkat ". ucap Ricky
"Gue gak jadi ikut Lo karena ada Hal penting yang harus Gue bahas sama Bryan ". Kata Galang
"Ya sudah kalau gitu Gue pergi dulu". Kata Ricky
"Rick apa boleh nanti Bryan ikut ke kantor Lo sebentar? ". Tanya Galang
"Terserah Lo saja". Kata Ricky
"Kalian juga pergi sekarang ". Perintah Ricky pada para anggota Geng nya
Mereka pun Langsung pergi ke tempat tujuan masing-masing.
"Lo kenapa mau mengajak Gue ke Kantor Ricky? Cari masalah saja Lo ya". Kata Bryan sambil memukul lengan Galang
"Gue bersahabat dengan kalian berdua, jadi gak enak sekali rasa nya jika kedua sahabat gue terlihat tidak akur ". Kata Galang
"Tapi Lo gak seharusnya memperdulikan Gue karena itu bisa saja membuat persahabatan kalian berdua menjadi berantakan ". Kata Bryan
"Gue tahu Ricky itu orang nya seperti apa, jadi persahabatan Gue sama Dia Gak akan hancur dengan mudah hanya karena masalah sepele saja". Kata Galang
"Ya sudah kita pergi ke tempat latihan saja dulu. Nanti kita ke sini lagi jika Yuli sudah pulang ". Katanya Lagi
Mereka akhirnya pergi meninggalkan sekolah menuju tempat yang biasanya di gunakan untuk Latihan
__ADS_1
"Tempat nya jadi ramai banget Ya Yen". Kata Galang
"Lo tahu siapa yang mendekorasi ini semua hingga menjadi seperti ini? ini semua ulah si Yuli yang ingin tempat ini menjadi berwarna katanya" Ucap Bryan
"Dia itu memang spesies Langkah banget ". Kata Galang
"Ya dan Gue juga sangat beruntung sekali jadi sahabat nya". Kata Bryan
"Kita latihan sebentar Yen. Gue ingin tahu sejauh mana kemampuan Lo". Kata Galang
Mereka berdua memulai Latihan nya untuk mengukur kekuatan masing-masing
*****
Di sekolah para siswa siswi di sibuk kan dengan berbagai macam uji coba soal untuk menghadapi ujian yang semakin dekat
"Yul Lo tumben semangat banget hari ini? apa karena di antar Bryan Dan bertemu Kak Galang tadi?. " Tanya Kikan
"Gue harus semangat karena sebentar lagi Kita akan lulus". Kata Yuli
"Ujian juga belum di mulai sudah ngomong Lulus saja Lo ya". Kata Rachel
"Ucapan adalah Do'a Hel, Jadi Gue bilang seperti itu agar kita bisa Lulus pas ujian nanti ". Kata Yuli
"Terserah Lo saja lah Yul yang penting Lo bahagia ". Kata Kikan
mereka semua sangat serius dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian yang akan di jalani
"Kenapa setegang ini ya, padahal juga ujian hidup sudah Gue jalani dan gak se menegangkan itu ". Kata Tasya
"Emang Lo dapat ujian apa saja Tas dalam hidup Lo?." Tanya Yuli Asal
"Kepo Lo jadi anak"Kata Tasya
mebuat mereka semua tertawa. "Kalau Gak kepo bukan Yuli namanya". Kata Yuli yang membuat ruang kelas tersebut makin gaduh
"Kalian mau ujian bukan nya serius belajar malah bercanda Mulu" Kata ketua osis yang baru saja masuk ke kelas mereka
"Lo ngapain di sini. Ini bukan kelas Lo". Kata Kikan
"Sudah deh jangan berantem, Lo ngapain ke sini? ". Tanya Yuli
"Gue ada perlu sama Lo". Kata nya
"Gue lagi sibuk belajar". Jawab Yuli
"Lo gak dengar ya, Gue bilang sebentar ". Kata nya memaksa
"Apa lo gak lihat Gue lagi sibuk belajar ". Kata Yuli dengan nada tinggi nya
Dia pun langsung pergi begitu saja setelah beberapa kali mendapatkan penolakan dari Yuli
"Gila si ketua osis itu ya, sudah di tolak masih saja mengejar Lo terus ". Kata Kikan
"Resiko cewek alay banyak yang naksir". Kata Tasya
"Songong Lo ya sekarang. dulu aja pendiem sekarang sudah jadi orang wow banget ". Kata Yuli
"Gue seperti ini juga gara-gara berteman sama Lo". Kata Tasya
"Siapa suruh Lo dekat sama Gue". Kata Yuli
Perdebatan kecil seperti itu membuat kelas itu menjadi lebih seru dan momen seperti itu juga akan menjadi kenangan buat mereka juka nanti sudah lulus
******
Di kampus Ricky sedang berada di ruangan Dekan nya dan Dia terlihat sedang berbicara serius dengan nya
"Lakukan apa yang Gue perintah kan Tadi dan jangan membuat Gue kecewa ". Kata Ricky
"Baik, akan saya lakukan sesuai dengan perintah anda". Jawab Sang Dekan
"Pasti kan Gak ada yang tahu tentang rencana ini". Kata Ricky
"Saya berjanji akan menjaga rahasia ini dengan baik". jawab nya
"Kalau begitu Gue pergi dulu. Tugas yang di berikan Sudah Gue kerjakan dan Gue kirim ke para Dosen". Kata Ricky lalu pergi dari ruang Dosen
__ADS_1
"Dir gue segera kesana dan persiapkan mereka semua di ruangan eksekusi ". Kata Ricky
"Baik Bos, saya akan membawa mereka sekarang juga". Kata Dira
"Suap kan juga segala peralatan yang Gue butuhkan. Nanti Gue kirim di chat Lo". Kata Ricky lalu menutup panggilan telfon nya
Babyak sekali mahasiswi yang sangat kagum akan ketampanan serta kecerdasan yang di miliki oleh Ricky, mereka juga sering mengejar Ricky. Ada yang secara terang-terangan dan ada pula yang tidak langsung karena takut padanya
Tatapan memuja dari para kaum hawa sudah sering Ricky dapat kan jadi dia hanya bersikap dingi. kepada mereka semua tanpa ingin menanggapi satu pun dari mereka
Ricky menuju mobil nya dan pergi begitu saja tanpa menghiraukan yang lainnya. Dia segera pergi ke markas karena ingin menyelesaikan urusan dengan para musuh yang membuat Dia jengkel kemarin
Mobil yang di Kendari melaju dengan kecepatan di atas rata-rata. Dia tidak takut sama sekali meskipun keadaan jalanan sangat ramai karena Ricky memang ahli dalam mengemudikan mobil dengan sangat baik.
Tidak menunggu waktu lama mobilnya sudah sampai di markas khusus yang Dia punya
"apa mereka sudah siap?". Tanya Ricky
"Sudah Bos". Jawababak buah nya
Ricky pun berjalan menghampiri mereka dengan langkah tegas nya dan tak lupa seringai tipis serta tatapan tajam Juga Dia layangkan kepada mereka
"Kenapa wajah kalian seperti? apa kalian sedang melihat hantu? ". Tanya Ricky
Tidak ada yang berani menjawab nya karena mereka memang sangat takut sekali sekarang
"Seharusnya pikirkan akibat dari apa yang kalian lakukan sebelum memulain nya". Kata Ricky sambil memulai aksi nya kepada satu persatu orang yang telah di tangkap anak buah nya
Ricky tidak akan memperdulikan jerit tangis serta permohonan mereka karena bagi nya menentang Dia sama hal nya mengantarkan nyawanya sendiri.
Satu demi satu mata para musuh nya di keluarkan dengan cara yang sangat sadis. Setelah Mata Ricky berganti ke jari tangan mereka, Dia mbakar satu persatu jari tangan para musuhnya hingga habis
"apa kalian senang dengan hadiah yang ku berikan? ". Tanya Ricky
Sebelum ada yang menjawab nya Ricky kbali merobek mulut mereka dengan pisau pemotong daging serta memotong lidah dan mencabut gigi mereka satu persatu
"kalian akan lihat juga bagaimana Gue melakukan hal yang sama pada seluruh anggota keluarga kalian". Kata Ricky
Dua memberikan isyarat pada Dira agar segera memanggil Betran kemari
"Bos". Sapa Betran
"Bawa mereka semua kemari. dan untuk Lo Greg siapkan Tempat untuk memasak mereka hidup-hidup ". Kata Ricky
Mereka yang di suruh langsung bergerak cepat.
Ricky memulai aksinya, sebelum memasak mereka dia memotong dulu bagian tubuh mereka agar bisa masuk kedalam panci yang sudah di sediakan
"ini lah akibat yang akan di dapat kan jika mencoba menyerang orang yang Gue sayangi. Ini belum seberapa tapi ini hanya awal permulaan. Jika ada lagi yang melakukan hal bodoh maka Gue gak akan segan untuk melakukan hal lebih gila dari ini". Kata Ricky
"Kirimkan mayat mereka kepada Bos nya dan juga sebarkan apa yang Gue lakukan tadi ke para anggota Geng agar mereka berfikir beberapa kali untuk melakukan hal ini lagi ". Kata Ricky
Dia pun pergi membersihkan diri agar terlihat segar kembali
"Kalian bertiga bereskan ini dan jangan lupa kirimk dan sebarkan apa yang Gue lakukan tadi. Gue mau ke kantor dulu". Kata Ricky lalu pergi meninggalkan mereka bertiga yang masih membereskan semuanya
"Benar-benar Hebat Bos Besar kita dalam mengeksekusi para penghianat ". Kata Betran dengan Kagumnya
*****
"Akhirnya kelar juga sekolah kita. Siap-siap ah habis ini Kerja ". Kata Yuli
"Lo langsung kerja? ". Tanya Rachel
"Iya lah. Kan mau ngumpulin uang yang banyak biar bisa naik pesawat ". Kata Yuli sambil tertawa
"Ayo kita keluar sekarang, siapa tahu sudah di jemput ". Kata Kikan
dan mereka pun pergi keluar sekolah melihat-lihat apa sudah di jemput atau belum
"Kok belum ada yang jemput kita ya? ". Tanya Kikan
"Kalian berdua saja kali yangdi jemput Gue mah enggak". Kata Yuli
"Hala nanti juga Lo di jemput para bodyguard Lo yang ganteng itu ". Kata Rachel
Terlihat beberapa orang menghampiri mereka dan Diantaranya ada sang ketua osis di sekolah tersebut ikut juga.
__ADS_1