
Yuli pun segera mencari tempat duduk yang aman dan agak jauh dari mereka, namun dia tidak menemukan nya. Dan dia Bingung harus berada di mana
"Yul mendingan Lo gabung sama kita. Kan Ricky juga menyuruh Lo kerjakan di sini". kata Ken
"Ya sudah kalau begitu, ma'af ya jika keberadaan gue mengganggu kalian bisa anggap gue gak ada". kata Yuli dan Dia mulai melakukan pekerjaannya
Sedangkan mereka berlima Masih terlihat sangat serius, entah apa yang akan mereka bahas, Hanya Ricky yang tahu karena mereka ke sini juga atas perintah sang Leader
"Rick apa ada hal yang penting sehingga Lo menyuruh kita berkumpul di sini?". tanya Rere
"Apa Lo Sudah tahu Re kalau bisnis ilegal Dimitri hancur?". tanya Ken
"Apa ? bisnisnya hancur? siapa yang bisa dan berani melakukan hal itu? ". tanya Rere kaget
"Apa yang Lo maksud dari siapa yang berani? apa Lo kira kita tidak berani dengannya?". tanya Ipank
"Kita semua juga tahu kalau Dimitri bukan lawan yang bisa di anggap remeh, kalau kita bersatu sudah bisa di pastikan kita akan menang. Tapi kalian tahu kan bagaimana liciknya dia". kata Rere
"Lo jangan lupa di sini ada Ricky, Dia bisa melakukan segalanya dalam sekejap. Dan juga kita semua sudah jauh lebih kuat dibandingkan dia sekarang". kata Arok
Yuli tidak perduli dengan obrolan mereka, walaupun dia mendengar jelas apa yang mereka bahas dan katakan namun dia hanya fokus pada kerjanya saja agar bisa cepat pulang
Kriiiiing kriiiiing kriiiiing
handphone miliknya berbunyi membuat mereka menatap Yuli dengan tajamnya
Tertera nomer telpon rumah nya yang menghubungi dia dan dia segera mengangkatnya.
"Halo Bun, ma'af Yuli tadi belum sempat bilang ke bunda. Yuli lagi ada perlu sama Bryan". katanya berbohong
Dan tatapan mereka masih sama, melihat Yuli dengan tajamnya dan Yuli pun merasa tidak enak.
"Iya Bun, Yuli akan segera pulang kalau urusan nya sudah beres dan bunda tenang saja Yuli sudah makan siang.". kata Yuli menjawab pertanyaan sang bunda
"........"
"Iya, bunda tidak perlu menghawatirkan Yuli dan sekarang mendingan bunda istirahat. Love you bunda". kata Yuli yang langsung menutup telfonnya dan segera menghubungi Bryan
"Halo Bray gue Butuh bantuan Lo nih". kata Yuli
"Bantuan apa? tumben banget Lo ". tanya Bryan
"Gue tadi bohong sama bunda kalau sekarang gue sedang sama Lo , jadi nanti kalau bunda tanya jawab iya aja ya. Soalnya gue sekarang lagi kerja". jelas Yuli
"Lo pulang sekolah langsung kerja? gila ya bos Lo Yul, mendingan Lo keluar dari tempat kerja Lo dan bekerja sama gue atau di tempat Galang saja". kata Bryan menawarkan pekerjaan untuk nya
__ADS_1
"Ayolah Bray, kita kan sudah sepakat kalau gue gak mau kerja di tempat punya sahabat gue sendiri karena gue rasa itu tidak akan membuat gue mandiri.". kata Yuli
"Ok gue akan bantu Lo , tapi gak selamanya Juga gue harus berbohong sama bunda Lo ". kata Bryan
"Iya gue bakal jujur ke bunda Kalau gue sudah pindah kerja, tapi gak sekarang. Lo tahukan kakak gue Gimana orang nya? dia pasti akan cari gara-gara dengan mempermasalahkan pekerjaan gue. Dan bahayanya kalau sampai bunda gak mengizinkan gue bekerja sedih gue Bray". kata Yuli dengan wajah memelas nya.
Sang kakak memang selalu mencari kesalahan Yuli, apalagi jika dia tahu Yuli bekerja di tempat yang seharusnya hanya ada karyawan cowok saja, bisa habis dia di hina sama kakaknya itu.
"Ya sudah, Lo kerja yang giat biar cepat terkumpul uang Lo ". kata Bryan
"Kalau giat bekerja itu pasti Bray, karena gue harus mewujudkan impian gue agar bunda bisa bahagia. Sudah dulu ya dan makasih selalu bantu gue. Bye sayang ku". kata Yuli mengakhiri panggilan telepon nya dengan tertawa
"Ma'af ya gue ganggu kalian". kata Yuli merasa tidak enak karena pembahasan mereka terhenti akibat dia melakukan panggilan telepon nya.
"Gak masalah Yul, Oh ya jadi Lo belum bilang sama keluarga Lo kalau sekarang Lo kerja sama Ricky?". tanya Ken
"Ya mana mungkin gue bilang, apalagi kerjanya di tempat yang notabennya cowok semua, pasti bunda nanti khawatir". kata Yuli sambil mengerjakan pekerjaan nya.
"Gue denger tadi Lo punya kakak, apa dia juga bekerja seperti Lo ?". ganti Rere yang bertanya
"Kalian diam saja dulu dan jangan banyak tanya, gue kalau jawab kalian nanti lupa lagi sama hitungan nya ini". kata Yuli yang masih serius bekerja
"Jadi apa benar Rick Lo yang melakukan itu semua?". tanya Rere
"Iya. Itu pelajaran untuk Dia agar tidak mencoba melawan gue lagi". kata Ricky dengan tegas nya
Dia tahu pasti Dimitri telah menyerang orang kesayangan atau terdekat Ricky, jika tidak pasti Ricky hanya menghancurkan sedikit saja tidak sampai bisnisnya itu menghilang selamanya seperti sekarang ini.
"Benar kata Arok, Lo gak akan menghancurkan orang hingga sebegitu nya jika mereka tidak mengusik orang terdekat Lo ". kata Ipank yang juga mulai penasaran
"Apa kalian takut dengan Dimitri?". tanya Ricky
Dia tidak menjawab pertanyaan para sahabatnya namun mereka malah mendapat pertanyaan balik dari sang Leader
"Kalau gue gak takut dengan dia karena sekarang Dimitri tak sekuat dan setajam dulu. Dia sudah tergeser dengan banyak orang, apalagi anak buah Lo Sam dan Dira, gue rasa dia juga sebanding dengan Dimitri". kata Arok
"Kita juga gak takut sama Dia Rick, lagian Lo kan selalu melatih kita menjadi semakin kuat tiap harinya". jawab Ipank
ketika mereka sedang serius berbicara, terlihat Yuli sedang kebingungan dengan berkasnya
"Dira bisa minta tolong gak? Gue gak ngerti sama laporan yang ini". kata Yuli sambil mengangkat laporan nya.
"Baik, apa yang gak Lo mengerti biar gue jelaskan sesuai instruksi bos tadi". kata Dira
Dan Dira mulai menjelaskan kepada Yuli apa yang tidak dia mengerti dan ketahui oleh nya
__ADS_1
"Gue ngasih di pelajaran karena dia berani merencanakan sesuatu pada Kinara". kata Ricky
Hal itu membuat Arok kaget, kenapa mereka harus mengincar adiknya jika ingin menjatuhkan Ricky
"Rick mungkin Lo jangan terlalu dekat dengan Kinara agar mereka tidak selalu mengincar nya". kata Ipank khawatir
"Lo siapa berani perintah gue?". kata Ricky dengan dinginnya
"Dia sahabat Lo dan dia hanya mengasih saran saja. Lagian kenapa musuh lo harus nargetin Kinara?". kata Yuli ikut menimpali percakapan
Yuli sudah selesai mengerjakan pekerjaan nya dengan bantuan Dira dan dia mendengar tentang Kinara sahabatnya yang menjadi target musuh sang bos merasa tidak terima
"Lo sudah selesai?". Tanya Ricky
"Sudah, Nih berkasnya". kata Yuli sambil menyodorkan map berkasnya
"Lo pulang sekarang". perintah Ricky
"Beneran gue pulang? Enak banget kerja sama Lo ya bos. Tapi gaji gue gimana? nanti Lo kurangin lagi?." tanya Yuli
"Seperti kata gue sebelum nya, gaji Lo tiga kali lipat dari tempat kerja Lo sebelum nya". kata Ricky
Yuli sebenarnya senang jika dia mendapatkan gaji besar, namun dia tidak ingin menerima jika kerjaan yang dia lakukan tidak sebanding dengan gajinya
"Bos gue seneng banget Lo gaji segitu,gue juga tidak dapat memungkiri kalau gue butuh uang juga, tapi jika kerjaan gue hanya seperti ini dan Lo gaji gue sebesar itu, Gue merasa makan gaji buta tahu gak Lo". kata Yuli dengan serius nya
"Apa yang Lo mau?". tanya Ricky
"Gue mau kerjaan yang jelas gitu jam dan kerjanya apa, dan untuk gaji Lo juga harus sesuai kan dengan kerjaan gue. Yasudah gue pulang dulu bye semua". kata Yuli
Sebelum dia keluar dari ruangan itu langkah nya terhenti ketika Ricky kembali memanggilnya
"Lo biar diantar pulang sama Dira". kata Ricky
"Gak usah bos, gue mau pulang sendiri, lagian Dira juga pasti banyak pekerjaan". kata Yuli
"Perintah bos adalah pekerjaan bagi gue". kata Dira
"Tapi nih ya, kalau Lo antar gue malah jadi masalah. Apa kata tetangga kalau gue diantar orang yang berbeda-beda Mulu". kata Yuli
"Bungkam mulut tetangganya jika berani berbicara seperti itu?". perintah Ricky
"Apaan coba, jangan Dira, mending Sam saja yang antar gue. Bos ya?". kata Yuli memohon
"Ya sudah Yul, Lo tunggu saja Sam di sini. Dia kan belum kembali ". kata Rere
__ADS_1
Dan akhirnya Yuli duduk kembali di tempat nya dan kembali mendengar obrolan mereka. Dia kembali satu ruangan dengan para anggota inti Geng Punk yang menakutkan itu