
"Stella". Panggil Ipank yang ketika melihat Stella sedang berdebat dengan seorang wanita sontak saja membuat mereka berdua yang sedang berdebat pun kini menoleh kearah nya
Lelaki yang melihat para anggota Geng Punk pun merasa ketakutan sekali apalagi mereka mengenal wanita yang sedang bersitegang dengan nya
"Apa yang kalian lakukan dan kenapa Lo membentak dia?". Tanya Ipank
"Oh jadi dia Stella cantik sekali dia bahkan melebihi kecantikan Kinara". Batin Yuli
"Maaf tuan saya tidak bermaksud apa-apa hanya saja dia tadi menabrak mobil saya". Kata nya terbata-bata
Stella tidak memperdulikan orang itu yang dia lihat sekarang adalah mantan kekasih nya yang sedang menggandeng tangan seorang wanita. Yuli juga tidak menyadari jika Ricky menggenggam tangan nya
"Sebaik nya Lo pergi dari sini atau mau kita lakukan sesuatu kepada Lo". Kata Rere
Dia pun pergi dari tempat itu dengan cepat nya karena tidak ingin berurusan dengan Ricky dan anggota nya
"Kenapa kamu ada di sini?". Tanya Ipank
Stella masih diam dan menatap Ricky "Stella". Kata Ipank membuat Stella menoleh ke arah Ipank
"Aku memang ada di sini. Kenapa kalian semua bisa ada di sini?". Tanya Stella
"Kita liburan di sini". Jawab Rere
Arok dan yang lain nya memperhatikan ekspresi wajah Yuli dan mereka tidak melihat ekspresi wajah aneh sedikit pun sedang kan Ricky hanya diam saja sambil menatap Stella dengan tajam nya
"Kita pergi sekarang". Kata Ricky
"Jadi kamu sudah menemukan pengganti aku secepat itu". Kata Stella membuat langkah Ricky terhenti dan dia pun berbalik menoleh ke arah Stella
"Sudah lah Stella jangan membahas masa lalu. sebaik nya kita pergi saja sekarang". Kata Ken
"Kenapa kalau gue sudah mempunyai kekasih lagi apa ada masalah?". Tanya Ricky dengan dingin nya
"Tidak ada sama sekali. Oh ya kenalkan aku Stella". Kata Stella sambil mengulurkan tangan nya kepada Yuli sambil tersenyum
"Yuli". Kata Yuli sambil menjabat tangan Stella dan membalas senyuman dia
Suasana tegang pun tercipta di sini dan para sahabat Ricky merasa sangat waspada sekali meskipun mereka yang Ricky sangat mencintai Yuli tapi mereka juga masih penasaran dengan alasan Ricky yang tetap menyimpan barang mantan kekasih nya itu
"Kamu di sini dengan siapa? apa sendiri?". Tanya Rere
"Aku dengan sepupu ku Grace dan dia masih ada di sana membeli sesuatu". Jawab Stella
"Senang bertemu dengan Lo Stella mungkin lain kali kota bisa mengobrol bersama". Kata Yuli
"Kalau kita bertemu lagi di jalan kita bisa melakukan nya". Kata Stella
Ketegaran masih tercipta di antara mereka itu semua karena mereka merasa was-was sebab Ricky sedari tadi menatap Stella dengan tajam nya
"Mata nya gak copot pak bos di buat melihat seperti itu". Kata Yuli
"Lo mau bertemu dengan Stella kan kemarin ini sudah ada dia sebaik nya kita mengobrol bersama saja". Kata Ipank
"Boleh saja kalau tidak ada yang keberatan". Kata Yuli
"Tapi ini sudah malam jadi lain kali saja ya". Kata Stella
"Nanti aku bisa mengantar kan kamu pulang". Kata Ipank
"Tapi benar yang di katakan dia sudah malam sebaik nya kita pulang saja dan kalau ada waktu kita bisa bertemu lagi aku juga sudah capek kak". Kata Kinara
Tanpa berkata Ricky menarik Yuli untuk pergi dari tempat itu dan dia segera membawa kekasih nya kembali pulang untuk beristirahat
"Kami baik-baik saja?". Tanya Yuli
"Aku baik-baik saja sayang". Jawab Ricky lalu tersenyum
"Syukur lah kalau kamu baik-baik dan aku hanya khawatir saja kalau kamu kembali mengingat kejadian yang membuat kamu terluka". Kata Yuli
"Jika kamu pergi baru aku akan terluka". Kata Ricky
"Terus saja gombal seperti itu". Kata Yuli membuat Ricky menarik dia dalam pelukan nya
"Tidak usah cemburu dengan Stella karena di hati aku sudah ada nama kamu dan itu sudah permanen di sana tidak bisa di ganti kan oleh siapapun". Kata Ricky
"Aku tidak cemburu sama sekali". Kata Yuli
"Aku tahu itu karena di mata kamu hanya ada rasa percaya kepada Ku dan aku akan selalu menjaga kepercayaan kamu". Kata Ricky
"Semoga saja seperti itu Rick". Batin Yuli
Mereka berdua sudah sampai di villa dan di susul dengan yang lain nya juga
"Kata nya Lo mau ngantar Stella Pank kok di sini sekarang?". Tanya Yuli
__ADS_1
"Tempat dia menginap ternyata dekat dengan kita jadi sekalian jalan juga gue mengantar kan dia". Jawab Ipank
"Aku istirahat dulu ya ayo kalian gak istirahat juga". Ajak Yuli kepada para wanita sahabat nya itu.
Mereka semua masuk ke dalam dan segera menuju kamar nya masing-masing. Para sahabat Yuli tidak ingin menanyakan perasaan nya sekarang karena mereka bisa melihat jika Yuli benar-benar kelelahan dan butuh istirahat segera
Di lantai bawah Ricky dan para sahabat nya masih berkumpul bersama sedang kan Hiro dan juga Caesar sudah pergi tidur
"Ternyata dunia ini sempit sekali dan kita bertemu dengan Stella di sini". Kata Arok memecah keheningan
"Gue juga tidak menyangka jika Stella ada di sini. Apa mungkin dia memang sengaja di kirim kemari". Kata Ken
"Kita semua tidak ada yang tahu sama hal nya dengan rencana Ricky yang masih menyimpan barang milik Stella di villa ini". Kata Arok
"Apa yang Lo rencana kan Rick apa ini menyangkut Stella?". Tanya Ipank
"Rencana gue tidak ada hubungan nya dengan dia dan kenapa barang dia masih tertata rapi di sini itu karena ada alasan nya gue melakukan hal itu dan belum saat nya untuk kalian mengetahui nya". Kata Ricky
"Gue sudah menduga jika Lo memang merencanakan sesuatu menggunakan barang itu Rick". Kata Arok
"Jangan kalian pikir jika gue masih mencintai nya itu tidak mungkin karena di hati gue hanya ada satu nama yang terukir sekarang dan itu tidak akan mudah untuk di hapus". Kata Ricky
Tidak ada yang tahu jika Ricky mengukir nama kekasih nya di dada bidang milik nya karena dia juga tidak pernah bertelanjang dada di depan para sahabat nya dan di nama tersebut juga ada tanda cinta yang mengurung nama itu. Jika mereka tahu pasti tidak akan ada yang meragukan cinta Ricky
"Apa Lo tidak takut jika Yuli akan salah paham nanti nya?". Tanya Ken
Ricky terdiam karena itu juga masih menjadi pikiran nya sebab dia juga tahu jika Yuli agak sulit juga di tebak sama seperti diri nya
"Dia wanita Rick jadi pasti ada rasa cemburu meskipun hanya sedikit saja dan salah paham mungkin juga ada waktu nya dia akan salah paham kepada Lo nanti". Kata Arok
"Gue tahu itu dan gue akan memberitahu dia juga apa yang ada di kamar privasi itu nanti". Kata Ricky
"Tapi gue masih curiga kenapa kita bisa bertemu dengan Stella di sini". Kata Ken
"Lo jangan terlalu curiga Ken bisa saja kan ini adalah memang kebetulan". Kata Ipank
"Kebetulan yang sudah di rencanakan dengan baik". Kata Ricky
li"Apa maksud Lo Rick?". Tanya Rere
"Dia memang di kirim Hans ke Indonesia karena dia sudah tahu kalau kita akan berlibur di sini tapi Stella tidak tahu jika kita kemari". Kata Ricky
"Jadi benar Hans Masih mencari cela untuk menghancurkan Lo dan sekarang dia kembali menggunakan Stella untuk membuat Yuli jauh dari Lo ". Kata Ipank
"Benar dan kita ikuti saja permainan dia sebentar". Kata Ricky
"Gue setuju dengan apa yang di katakan Rere. Kekasih Lo itu sangat tidak suka kan menyakiti orang pasti dia akan merasa bersalah nanti". Kata Ken
"Jangan sampai dia tahu kalau begitu". Kata Ricky dengan santai nya
"Apa Lo tidak akan membuat serangan balasan untuk Hans Rick?". Tanya Arok
"Tentu gue sudah menyiapkan nya dan Sam juga sudah bersiap dia tinggal menunggu instruksi dari gue saja". Kata Ricky
Ipank pun bertepuk tangan ketika mendengar hal itu "Leader kita memang paling hebat". Kata Ipank
"Jika dia tidak hebat mana bisa kita menaklukkan dunia bersama". Kata Rere
"Tapi Rick tetap saja kan rencana Lo beresiko menyakiti seseorang nanti". Kata Ken
"Gue sudah punya antisipasi nya". Kata Ricky
"Bagaimana perasaan Lo ketika melihat Stella lagi?". Tanya Arok
"Dia makin cantik tapi cantik saja tidak cukup untuk menarik perhatian gue". Kata Ricky
"Ya dia memang semakin cantik dari sebelum nya dan jika Lo ingin melepaskan Yuli gue bersedia menerima dia untuk gue jadikan istri langsung". Kata Arok
"Jika Lo ingin mati lakukan hal itu". Kata Ricky
Dan mereka semua pun tertawa setelah nya. Sudah lama mereka tidak berkumpul dan juga mengobrol seperti sekarang ini dan ini juga momen yang sangat baik untuk mereka
"Cinta sekali dia sama Yuli hati-hati Rick bisa saja para musuh kita menjadikan dia target untuk menjatuhkan Lo dan Geng kita". Kata Rere
"Jika mereka bisa coba saja menyentuh kekasih ku". Kata Ricky dengan seringai devil nya
"Kenapa Leon yang membereskan Albert?". Tanya Ipank
"Arok harus ikut kita berlibur jadi dia tidak bisa datang ke tempat Albert jadi Leon yang melakukan nya". Kata Ricky
"Kenapa Lo tidak meminta gue saja untuk melakukan nya". Kata Ipank
"Felix saja belum Lo bereskan jadi gue tidak akan memberikan tugas lagi jika Lo belum menyelesaikan yang sebelum nya". Kata Ricky
"Lo pasti tahu Rick kenapa gue tidak membereskan dia sampai sekarang". Kata Ipank
__ADS_1
"Ya kita semua juga sangat tahu Pank". Kata Rere
"Tapi jika Lo terlalu lama dia bisa curiga karena Felix berbeda dengan yang lain nya dan jika saja dulu dia mau bekerja sama dengan kita mungkin dia tidak akan berakhir seperti ini". Kata Ricky
"Dia cerdas tapi tidak bisa memilih patner dengan benar". Kata Ipank
"Itulah bodoh nya para anggota King Devil". Kata Ricky
"Apa Leon termasuk dalam kelompok kita Rick hingga dia mau membereskan semua nya?". Tanya Ken
"Apa kalian tahu siapa Leon?". Tanya Ricky
"Kita tahu dia siapa". Kata Rere
"Anggota keluarga nya Serta ikatan keluarga nya dengan siapa saja apa Kalian tahu?". Tanya Ricky
"Apa dia memiliki hubungan dengan Galang?". Tanya Arok langsung
"Benar sekali dia sepupu Galang maka dari itu dia mau membantu meskipun tanpa hal itu juga mungkin dia juga akan tetap membantu kita karena dia adalah sahabat Hiro". Kata Ricky
"Hiro beruntung sekali memiliki sahabat seperti mereka sama seperti Arok dan yang tidak beruntung adalah Jonathan". Kata Ken
"Dia terlalu serakah hingga berakhir menyedihkan seperti ini". Kata Ricky
"Sudah malam sebaik nya kita istirahat saja Rick". Kata Arok
"Ya sudah kalau begitu kita istirahat saja". Kata Ricky
Mereka menuju lantai dua untuk beristirahat di kamar nya masing-masing. Langkah kaki mereka berlima terhenti ketika mendengar suara Yuli yang sedang mengobrol dengan seseorang melalui sambungan telepon nya
"Apa kekasih Lo selingkuh Rick kenapa Selarut ini dia masih mengobrol dengan seseorang". Kata Ken
"Tutup mulut mu ini Ken jika Lo tidak ingin gue merobek nya". Kata Ricky
Mereka pun kembali mendengar kan percakapan Yuli
"*Ayolah Bray kenapa Lo susah sekali sih di mintai tolong sekarang". Kata Yuli
"......"
"Apa terlalu susah untuk Lo membantu gue Bray". Kata Yuli*
Mendengar nada bicara nya seperti itu Ricky dan yang lain nya bisa menebak kalau Yuli sangat kecewa jika Bryan tidak ingin membantu nya
"*Lo ya apa harus gue meminta bantuan Galang tapi gue juga tidak mau nanti pasti dia akan mengadu pada Ricky". Kata Yuli
"...."
"Ah sudah lah gue maklum karena Lo mungkin sibuk di sana ya sudah gue tutup saja telfon nya". Kata Yuli*
Setelah berbicara dengan Bryan dia memutuskan untuk keluar dari kamar nya hendak mengambil minuman dan dia pun terkejut Ketika melihat ada Ricky dan para sahabat nya yang berada di depan pintu kamar yang dia gunakan
"Kalian mau kenapa di sini mau jadi satpam kalian?". Tanya Yuli
"Kamu mau kemana kenapa keluar kamar?". Tanya Ricky
"Aku haus jadi mau ambil minum kalian sudah lama di sini?". Tanya Yuli
"Kita baru saja ada di sini biar aku ambil kan minum nya". Kata Ricky
"Tidak perlu aku bisa sendiri kan aku juga punya tangan dan kaki jadi bisa melakukan nya sendiri". Kata Yuli sambil tersenyum
"Jangan tersenyum seperti itu karena di sini ada mereka". Kata Ricky yang tidak suka jika senyuman Yuli juga di lihat oleh sahabat nya
"Jangan seperti itu mereka kan sahabat kamu lagi pula senyum itu ibadah kali". Kata Yuli
"Jangan ambil minum di bawah di atas ada tempat persediaan minuman". Kata Ricky
Dia pun mengajak Yuli untuk mengambil minuman yang ada di dekat kamar nya
"Oh ternyata di sini ada juga minuman nya". Kata Yuli
"Kamu tadi mengobrol dengan siapa?". Tanya Ricky
"Dengan Bryan kenapa kamu pasti mendengar kan pembicaraan ku ya". Kata Yuli
Dia tidak percaya jika Ricky baru saja datang dan tidak mendengar perkataan dia dengan Bryan tadi
"Ya kita semua mendengar nya". Kata Ipank
"Sudah ku duga pasti kalian sudah lama berdiri di sana ". Kata Yuli
"Apa yang Lo bicarakan dengan dia?". Tanya Arok
"Kalian pasti sudah tahu apa yang gue bicara kan dengan nya". Kata Yuli
__ADS_1
"Mana kita tahu karena kita belum cukup lama di sana dan Lo sudah di mengakhiri panggilan nya". Kata Ken
Yuli memicingkan mata nya dan dia melihat mereka satu persatu dan mungkin saja Ken benar mereka belum mendengar semua nya