
Yuli tidak menyangka Dengan apa yang dia lihat sekarang ini dan dia melihat banyak sekali barang perempuan tertata rapi di sana
"Kamar siapa ini?". Tanya Yuli
"Dulu ini adalah kamar Stella dan barang di sini adalah milik dia". Kata Ricky
"Jadi ini kamar Stella dan semua barang di sini milik nya lalu kenapa masih kamu simpan barang milik nya?". Tanya Yuli
"Karena ada hal yang akan aku lakukan menggunakan barang ini". Kata Ricky
"Apa kamu akan menggunakan barang ini untuk menyakiti nya?". Tanya Yuli
"Mana mungkin aku akan menyakiti dia". Kata Ricky
"Oh jadi kamu tidak mungkin melakukan hal itu berarti masih ada rasa kamu dengan dia". Kata Yuli
"Tidak sama sekali. Sayang aku menunjuk kan kepada kamu kamar ini agar tidak terjadi salah paham lagi di antara kita dan juga aku tidak ingin menyembunyikan sesuatu dari kamu". Kata Ricky
"Kalau kamu tidak ingin menyembunyikan sesuatu katakan padaku apa yang akan kamu lakukan dengan barang ini semua". Kata Yuli
Sesak terasa di hati nya dan ini juga lebih sesak di banding kan mendengar obrolan dia tadi padahal dia sudah mencintai Ricky namun hati nya tidak sanggup ketika melihat semua itu
"Sayang kamu baik-baik saja kan?". Tanya Ricky yang kini melihat raut wajah sedih di kekasih nya sekarang
"Aku tidak apa-apa dan jawab saja apa yang aku tanyakan tadi". Kata Yuli
"Aku akan menggunakan semua barang ini untuk menghancurkan kakak Stella karena dia juga dulu memperalat Stella untuk menghancurkan ku". Kata Ricky
"Apa kamu tidak rela jika dia memanfaatkan Stella?". Tanya Yuli
"Bukan nya tidak rela tapi dia terlalu baik untuk di jadikan umpan". Kata Ricky
Dia tetap melihat Yuli yang kini tetap saja berekspresi sedih dan sekarang Ricky pun memeluk Yuli dari belakang
"Ya dia memang baik dan aku ingin bertanya kepada kamu dan kamu harus jawab pertanyaan ku dengan jujur". Kata Yuli sambil berusaha melepaskan pelukan nya dari Ricky
"Apa yang ingin kamu tanya kan tanya saja dan aku akan menjawab nya dengan jujur". Kata Ricky
"Stella memang Korban dari kakak nya dan jika aku dan dia mengalami sesuatu hal di luar dugaan dan hanya kamu yang bisa menolong kita berdua maka siapa yang kamu pilih untuk kamu tolong terlebih dahulu?". Tanya Yuli
"Pertanyaan macam apa itu jelas sekali aku akan menolong kamu". Kata Ricky
"Dan membiarkan Stella terluka?". Tanya Yuli
"Tidak mungkin juga dia terluka karena ada Ipank yang akan melindungi nya". Kata Ricky
"Jika Ipank tidak bisa kan tadi aku bilang hanya kamu yang bisa menolong kita berdua". Kata Yuli
"Sayang tidak mungkin juga hal itu terjadi dan aku juga tidak akan membiarkan apapun terjadi kepada kamu". Kata Ricky
"Dan kalau aku minta kamu membuang ini semua sekarang bagaimana?". Tanya Yuli
"Kamu yakin mau aku membuang nya?". Tanya Ricky
"Menurut kamu?". Tanya Yuli
"Aku akan membuang itu semua sekarang dan itu adalah bukti ketulusan cinta ku kepada kamu". Kata Ricky
Ricky sekarang mengambil kardus untuk di gunakan membuang barang milik Stella namun sebelum dia menyentuh barang yang tertata rapi di sana Yuli menghentikan nya
"Jangan di buang biarkan saja barang itu di sana dan lakukan saja rencana kamu asal itu tidak menyakiti Stella sebab aku yakin sekali kalau dia wanita yang baik". kata Yuli
"Aku akan membuang nya agar kamu tidak salah paham". Kata Ricky
"Tuh kan kamu tidak mendengar kan ku tadi aku suruh tidak usah membuang tapi kamu malah ingin membuang nya ya sudah terserah kamu saja dan aku mau istirahat dulu capek aku". Kata Yuli sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan kamar itu
"Jika kamu memang masih ada rasa dengan dia mungkin sebaik nya aku mundur saja dari pada hati ini kembali merasakan sakit yang begitu dalam lebih baik mundur sebelum terlambat". Batin Yuli yang kini berjalan menuju kamar nya
Sedangkan Ipank dan yang lain melihat Yuli keluar dari kamar Stella segera pergi menuju kamar tersebut
"Ada apa Rick? kenapa Yuli tadi keluar dari kamar ini?". Tanya Rere
"Gue memang menunjukkan kamar ini kepada nya agar dia tidak salah paham". Kata Ricky
"Dan nyatanya itu membuat dia semakin terluka". Kata Arok
"Rick sebaik nya Lo buang saja barang ini semua". Kata Ken
"Dia tidak ingin gue membuang nya". Kata Ricky
"Padahal tadi kita lihat kalian berdua sudah akur tapi gue rasa dia kembali ragu dengan Lo Rick". Kata Ipank
Ricky tidak ingin mendengar kan omongan mereka semua dan kini dia memutuskan untuk pergi dari rumah itu sekedar menenangkan diri.
"Rick Lo mau kemana". Teriak Ken namun Ricky tidak menggubris nya dan kini dia sudah pergi dengan mobil nya dan juga melajukan mobil nya dengan sangat kencang
__ADS_1
"Gue takut jika Ricky berbuat onar di luar sana". Kata Rere
"Jika itu terjadi kita masih bisa menghentikan dia sekarang". Kata Arok
"Menghentikan dia sama saja kalau bunuh diri apa Lo masih ingat kejadian di bandara waktu itu dan juga kejadian di tempat wisata di Jepang". Kata Rere
"Gue ingat dulu memang Stella dan kita pun tidak bisa menghentikan nya tapi sekarang gue yakin jika Ricky sedang marah pasti Yuli bisa menenangkan dia sama seperti waktu dia berantem dengan Lo kemarin Pank". Kata Arok
"Semoga saja dia tidak berbuat ulah di luar". kata Ken
"Siapa kak yang berbuat ulah?". Tanya Kikan
membuat mereka semua melihat ke arah nya Sekarang
"Kamu ngapain di sini?". Tanya Rere
"aku lapar mau cari makan kak Oh ya kak Ricky kemana?". Tanya Kikan
"Dia baru saja pergi untuk menenangkan diri". Kata Ken
"Menenangkan diri memang apa yang terjadi?". Tanya Kikan
"Kelihatan nya dia bertengkar dengan Yuli ". kata Rere
"Wah benar-benar kak Ricky tega sekali menyakiti hati Yuli awas saja nanti pasti Bryan gak akan tinggal diam jika dia tahu". Kata Kikan
"Bukan nya dia berniat untuk menyakiti nya tapi mereka mungkin hanya salah paham saja". Kata Rere
"Kak aku kasih tahu satu hal kalau Yuli itu jika di sakiti dia tidak akan mau mengulangi berhubungan lagi dengan orang yang sama". Kata Kikan
"Ya kakak akan mengingat Ricky tentang hal itu dan kita semua bisa menjamin jika Ricky tidak akan menyakiti nya". kata Rere
"Ya sudah aku turun ke bawah dulu untuk mencari makanan". Kata Kikan
Dia pun menuju dapur untuk mencari cemilan yang bisa dia makan.
"Loh kok kamu di sini Yul ngapain?". Tanya Kikan
"Gue lapar kan apa gak boleh kalau gue makan". Kata Yuli dengan bercanda nya
"Ya boleh kali masak pemilik villa gak di bolehkan makan di tempat nya sendiri". Kata Kikan
"Lo bisa saja. oh ya gue mau ke pantai sebentar". Kata Yuli
Kikan pun mengangkat jempol nya untuk Mengiyakan kata Yuli barusan. Tanpa para sahabat Ricky tahu Yuli kini pergi sendiri keluar dari villa itu dia bukan nya pergi ke pantai tapi dia memilih pergi ke tempat lain nya yang letak nya juga lumayan jauh dari villa
Kafe yang indah dan desain nya yang seperti mereka berada di hutan dan kafe tersebut mempunyai dua ruangan ada yang terbuka dan tertutup dan tempat itu adalah tempat tujuan Yuli dia sudah sampai di sana
"Yuli sudah lama kita tidak melihat Lo". Kata Intan anak pemilik kafe tersebut yang memang dekat dengan Yuli bukan cuma Intan saja tapi orang tua dia juga sudah menganggap Yuli sebagai anak nya sendiri
"Iya sudah lama kita tidak bertemu dan kamu juga mengganti nomer telpon kan". Kata Yuli
"Iya maaf handphone aku hilang jadi aku tidak bisa menghubungi kamu". Kata Intan
"Mama kemana kok gak kelihatan?". Tanya Yuli
"Mama ada di dalam Lo masuk saja pasti mama dan papa Sangat bahagia bisa melihat kamu di sini". Kata intan
Yuli pun masuk ke dalam kafe dan dia mencari di mana keberadaan mama Intan
"Ma Pa lihat siapa yang datang". Kata intan
"Kenapa kamu teriak-teriak sih kayak di hutan saja". Kata mama Flo lalu berjalan menghampiri anak nya.
Dia terkejut ketika melihat Yuli berdiri di hadapan nya sambil tersenyum
"Sayang kamu akhirnya datang juga kemari mama kangen sekali". Kata Flo berjalan cepat lalu memeluk Yuli
"Mama bisa saja aku gak yakin jika mama kangen dengan Yuli". Kata Yuli dengan bercanda
"Kamu masih sama seperti dulu tetap suka bercanda". Kata Flo sambil tersenyum
"Dia datang kemari pasti ada yang membuat nya terluka kalau tidak mana ingat dia dengan kita Ma". Kata intan dan Flo pun memukul kepala anak nya itu
"Kamu kalau bicara jangan ngawur sudah jangan dengar kan dia. Kami mau makan atau minum sayang?"". Tanya Flo
"Gak usah ma nanti kalau Yuli ingin bisa ambil sendiri masih gratis kan kalau buat Yuli ma". Kata Yuli kembali bercanda
"Gratis semua jika buat kamu". Kata Flo
"Bisa bangkrut mama gue jika Lo datang setiap hari kemari". Kata intan
"Lo masih sama pelit sekali kepada gue". Kata Yuli
"Dan Lo juga tetap sama masih saja suka numpang makan dan minum di tempat gue". Kata Intan
__ADS_1
"Ya kan rumah Lo rumah gue juga". Kata Yuli
mereka pun kini tertawa bersama dengan lelucon dan perkataan yang mereka lakukan bersama. Intan adalah sahabat Yuli sejak kecil dan mereka berteman sudah sangat lama sekali dan mereka terpisah ketika Yuli harus ikut orang tua nya untuk pergi ke Jepang
"Mama tinggal dulu ya kamu bersantai saja di sini". Kata Flo
"Siap mama". Kata Yuli
Flo pun kembali ke dalam untuk melanjutkan pekerjaan nya yang belum selesai
"Lo mau apa biar gue ambil kan karena jika nanti Lo mengambil makanan nya sendiri bisa-bisa habis semua Lo makan". Kata intan bercanda
"Gue gak mau makan dulu nanti saja oh ya papa Lo kemana ?". Tanya Yuli
"Dia lagi di atas mungkin tidak tahu kalau Lo ada di sini kalau tahu pasti dia akan lebih heboh dari pada mama". Kata intan
"Ya sudah gue mau ketempat biasa nya apa tempat gue masih ada dan tidak Lo bongkar?". Tanya Yuli
"Sudah gue bakar itu ayunan yang biasa Lo Pakai untuk tidur". Kata Intan Bercanda
Yuli tidak perduli dan kini dia menuju tempat yang dulu dia gunakan untuk bersantai sekaligus menenangkan diri
"Oh akhirnya gue bisa juga menggunakan tempat tidur gue ini". Kata Yuli
"Awas Lo Yul kalau talinya putus jatuh Lo nanti". Kata Intan
"Kalau gue jatuh kan ada Lo yang nolong gue nanti". kata Yuli
"Wah percaya diri sekali sahabat gue ini". Kata intan
"Kalau gue gak percaya diri bisa-bisa Lo akan meledek gue terus nanti". Kata Yuli
"Lo ada masalah apa?". Tanya Intan langsung
Yuli pun menceritakan semua nya tanpa dia tutupi sama sekali kepada Intan.
"Jadi Lo kekasih nya sang Leader dunia itu sekarang". Kata intan
"Iya ". Jawab Yuli
"Mungkin saja Lo salah paham Yul dengan nya sudah jangan membahas itu kalau begitu Lo istirahat saja di tempat kesayangan Lo ini". Kata intan
"Lo memang sahabat gue yang pengertian oh ya kita tukar nomer ponsel yuk". Kata Yuli
"Lo istirahat saja dan tenangkan diri Lo Yul jika butuh apa-apa telfon saja gue". Kata Intan
"Menghabiskan pulsa gue saja jika gue telfon Lo kan kita juga dekat ngapain gue telfon Segala. Ya sudah gue mau menenangkan diri dulu Lo kembali bekerja sana". kata Yuli
Yuli pun kini tidur di ayunan dari kain yang dulu dia gunakan. Kafe milik orang tua intan ini memang sangat nyaman jika di outdoor tempat nya sangat sejuk sekali karena banyak sekali pepohonan seperti di hutan dan jika di indoor mereka dapat melihat pemandangan yang indah di laut.
Di villa Ricky mereka belum menyadari jika Yuli tidak ada di sana dan mereka semua kini memutuskan untuk bersantai di depan sambil menikmati indahnya pemandangan
"Kak Stella". Panggil Rani Ketika melihat Stella
Stella pun berjalan menuju mereka semua "Kalian semua masih di sini belum kembali?". Tanya Stella
"Iya kak. Kakak mau kemana?". Tanya Rani
"Aku mau bersantai sejenak". Kata Stella
"Gabung saja di sini biar kamu gak sendirian". Kata Kinara
"Apa tidak apa-apa jika aku gabung bersama kalian di sini?". Tanya Stella
"Kalau kamu takut dengan Yuli tenang saja dia orang nya baik sekali kok". Kata Kinara
"Di mana dia kenapa gue tidak melihat nya dari tadi?". Tanya Caesar
Merekapun kini menyadari jika Yuli tidak ada bersama mereka sedari tadi
"Oh tadi dia bilang mau keluar sebentar ke pantai". Kata Kikan
"Dia pergi sendiri ke sana?". Tanya Arok
"Iya tadi waktu aku mengambil makanan ketemu dengan nya dan dia bilang ingin pergi ke pantai sebentar". Kata Kikan
"Kenapa kamu gak bilang itu sudah beberapa jam yang lalu Kikan". Kata Rere dengan panik nya
Bukan hanya Rere yang panik tapi mereka semua juga panik
"Kita cari dia sekarang di pantai". Kata Ipank
mereka semua berpencar untuk mencari di mana keberadaan Yuli dan hasil nya nihil Yuli tidak ditemukan di manapun akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke villa
"Sial bisa-bisa Ricky marah jika Yuli tidak ada bersama kita apalagi dia pergi sendirian". Kata Ipank
__ADS_1
"Siapa yang pergi sendirian?". Tanya Ricky yang baru saja datang menghampiri mereka semua