
Yuli masih terdiam di pelukan kekasih nya dan dia juga tidak berniat untuk membalas pelukan tersebut yang dia lakukan adalah menatap sekeliling villa itu yang sudah porak poranda dan dia tahu itu ulah siapa. Yuli melepaskan pelukan Ricky dan menatap dia
"Lanjutkan lagi bertengkar nya kan villa nya belum roboh jari jangan berhenti dulu". Kata Yuli
"Aku hanya terbawa emosi saja tadi karena kami tidak ada di sini dan mereka tidak becus sekali untuk menjaga kamu". Kata Ricky dengan lembut nya
"Terbawa emosi dan menghancurkan ini semua?". Tanya Yuli
"Iya. Cinta aku minta maaf dan aku berjanji akan melakukan apapun yang kamu minta dan inginkan". Kata Ricky
"Cinta nama aku Yuli bukan cinta dan lagi kamu terus saja terpancing dengan emosi mu itu apalagi ini kenapa sampai menghajar mereka semua padahal mereka juga tidak salah sama sekali". Kata Yuli
"Aku akan memanggil kamu cinta mulai sekarang karena aku memang cinta sama kamu dan untuk kalian semua gue minta maaf". Kata Ricky
"Maaf saja tidak cukup untuk membuat wajah mereka kembali seperti semula dan juga barang ini menjadi utuh kembali. Aku sudah sering mengingatkan kamu kan untuk menahan emosi kenapa kamu masih saja tetap seperti ini". Kata Yuli
"Iya cinta aku tahu aku salah dan aku sudah mengakui kesalahan ku dan jika mereka ingin memukuli ku Sekarang pun aku tidak keberatan sama sekali". Kata Ricky
"Tidak keberatan di depan ku tapi nanti kami menyuruh Sam untuk membalas nya nanti". Kata Yuli
"Tidak dan perkataan ku kepada kamu tidak pernah bohong kan jadi aku tidak akan membalas mereka jika mereka ingin memukuli ku". Kata Ricky
mereka yang melihat Ricky sangat lembut dan juga sudah tidak emosi lagi serta dia kini mau mengakui kesalahan nya untuk pertama kali nya pun di buat tercengang dengan semua nya
"Kalian tidak apa-apa maaf ya sudah membuat kalian semua menjadi khawatir dan terluka". Kata Yuli yang merasa bersalah
"Lo dari mana? apa Lo baik-baik saja ?". Tanya Caesar
"Gue baik dan tadi gue habis menemui sahabat kecil gue disini". Kata Yuli
"Jadi ada sahabat lain selain mereka bertiga?". Tanya Rere
"Iyalah dia sahabat gue sejak kecil dan sebelum gue pindah ke Jepang". Kata Yuli
"Apa tidak bisa Lo memberi tahu kita jika Lo mau pergi menemui nya Lo tahu kan bagaimana kekasih Lo ini". Kata Ipank
Yuli semakin bersalah setelah mendengar perkataan Ipank
"Iya gue tahu dan mungkin maaf gue juga tidak bisa mengembalikan semua nya ke tempat semula kan". Kata Yuli
"Sudah lah jangan membahas hal ini lagi kan Yuli juga sudah kembali dan sebaik nya kita obati saja luka nya". Kata Kikan
Stella yang sedari tadi diam saja dan melihat mereka semua pun kini mendapat kan tatapan dari Yuli
"Sudah lama di sini?". Tanya Yuli
"Tidak begitu lama hanya saja tadi ingin jalan-jalan dan mereka mengajak bergabung". Kata Stella
"Sebaik nya Lo pergi dari sini sekarang". Kata Ricky
"Jangan pergi lebih baik bantu saja Ipank untuk membersihkan luka nya". Kata Yuli
"Biarkan Stella pergi saja lagi pula gue bisa mengobati luka gue sendiri". Kata Ipank
"Jika dia bilang tidak usah pergi maka lakukan saja dan jangan terlalu banyak membantah". Kata Ricky
Mereka semua mengobati luka nya masing-masing dan Yuli membantu Caesar untuk mengobati luka nya
"Seharus nya kalian semua kabur saja ketika dia sedang mengamuk seperti Banteng". Kata Yuli
"Mana bisa kita menghindari nya kita berenam dan dia sendiri saja masih sulit menang apalagi menghindar pasti dia akan semakin marah kakak ipar". Kata Hiro
"Caesar apa Lo tidak bisa membersihkan luka Lo sendiri?". Tanya Ricky
Mereka semua tertawa mendengar apa yang di katakan Ricky "Memang kenapa kalau aku membantu dia kan semua ini juga atas kesalahan kita berdua". Kata Yuli
"Iya tapi dia kan bisa meminta bantuan yang lain nya". Kata Ricky dengan lembut
"Yang lain nya bagaimana apa kamu tidak lihat mereka semua juga sudah sibuk semua". Kata Yuli
"Kalau begitu biar aku saja yang membantu Caesar". Kata Ricky dia kini beralih untuk membersihkan luka Caesar namun Yuli menolak nya
"Jangan cemburu dengan hal yang seperti ini dan lagi dia kan adik ku jadi wajar saja jika aku membantu nya dan cemburu kepada adik ipar sendiri itu tidak baik ya". Kata Yuli lalu tersenyum kepada Ricky
"Ya sudah lakukan saja apa yang kamu mau". Kata Ricky
"Apa kalian semua masih ingin berlibur di sini,?". Tanya Yuli di sela mengobati Caesar
"Memang kenapa Yul apa ada yang kamu pikirkan?". Tanya Kikan
"Gue kangen sama bunda jika kalian masih betah di sini gue pulang saja ke Jepang duluan". Kata Yuli
__ADS_1
"Kita akan pulang besok siang". Kata Ricky
"Jangan memutuskan sepihak tanya dulu mereka apa mau pulang atau masih ingin jalan-jalan di sini". Kata Yuli
"Kita setuju jika pulang saja besok". Kata Arok
"Duh bisa ngamuk nanti Rachel jika dia melihat kekasih nya yang babak belur". Kata Yuli yang melihat kondisi Arok
"Dan Lo harus membayar ini semua nanti". Kata Arok
"Kalau membayar perawatan wajah Lo gue gak mampu kayaknya mending gue bayar dengan tenaga saja seperti membantu Lo merawat wajah Lo selama Lo sakit". Kata Yuli
"Itu sama saja Lo membunuh gue". Kata Arok
"Membunuh bagaimana kan gue merawat Lo bukan membunuh". Kata Yuli
"Jika Lo merawat gue pasti Ricky akan marah dan akan membunuh gue nanti". Kata Arok
"Apa kamu akan melakukan hal itu kepada manusia es ini?". Tanya Yuli sambil mengedipkan mata nya
"Tidak aku tidak akan melakukan apapun kepada nya". Kata Ricky
"Dan kita semua tidak yakin jika Lo tidak melakukan nya". Kata Ipank
"Dia itu pergerakan nya tidak dapat di baca jadi tidak mungkin juga dia diam saja jika kekasih nya dekat dengan orang lain apalagi itu cowok". Kata Ken
"Aku gak suka ya jika kamu membatasi aku berteman dengan siapapun sebab aku tahu juga batasan ketika aku jalan bersama dengan mereka". Kata Yuli
"Aku kan tidak pernah membatasi kamu jika berteman dengan siapapun kan selama ini jadi gak usah kemakan omongan Ken". Kata Ricky sambil menatap Ken dengan tajam nya
"Sudah Jangan bicara Mulu kalian sebaik nya selesai kan ini lalu istirahat oh ya Stella apa kita bisa bicara setelah ini?". Tanya Yuli
"Bisa". Jawab Stella
"Mau bicara apa Lo sama Stella?". Tanya Ipank
"Hanya ingin mengobrol saja dan Lo tenang saja gue gak akan berbuat jahat juga kali sama dia". Kata Yuli
Setelah selesai mengobati Caesar Yuli pun masuk ke kamar nya sebentar dia ingin mengganti baju nya
"Kira-kira sahabat dia cewek apa cowok ya?". Tanya Ken
"Gue hanya penasaran saja dan pasti nya Ricky juga penasaran kan". Kata Ken
"Gue tidak penasaran sama sekali dengan hal itu". Kata Ricky
"Gue gak yakin sama sekali jika Lo tidak penasaran". Kata Ken
"Tapi yang membuat gue bingung kenapa kita bahkan anak buah Lo tidak bisa menemukan dimana keberadaan nya tadi". Kata Rere
"Ya apa sahabat nya itu sama seperti kita Rick?". Tanya Ken
"Tidak dia hanya orang biasa saja dan gue sudah tahu siapa mereka". Kata Ricky
"Jika menyangkut Yuli cepat sekali ya Lo bertindak dan marah nya". Kata Arok
"Untuk wanita yang sangat spesial dalam hidup gue apapun akan gue lakukan dan cari tahu agar gue bisa membuat nya tetap bahagia". Kata Ricky
Stella merasa Yuli sangat beruntung sekali di cintai Ricky dengan begitu dalam nya dan ada rasa penyesalan ketika dulu dia meninggalkan Ricky
"Apa mereka baik dengan Yuli Rick?". Tanya Ipank
"Mereka sangat baik sekali dan bisa di bilang lebih baik dari orang tua angkat dan kandung nya". Kata Ricky
"Dia memang selalu beruntung sekali tapi sayang percintaan nya yang tidak pernah mulus". Kata Kikan
"Lo sebaik nya pulang saja sekarang". Kata Ricky kepada Stella
"Aku kan tadi bilang mau ngobrol dengan Stella kenapa kamu menyuruh dia untuk pulang". Kata Yuli
"Apa kamu tidak capek katanya mau istirahat". Kata Ricky
"Aku tidak lelah sama sekali dan aku memang ingin berbicara berdua saja dengan dia apa boleh?". Tanya Yuli kepada Ricky
"Tentu saja boleh Cinta ku". Kata Ricky sambil tersenyum bahagia
"Ya sudah Stella ayo kita ngobrol di Depan saja". Ajak Yuli
Kini mereka berdua pun pergi ke depan untuk mengobrol dan Ricky pun tidak merasa terganggu sama sekali dengan hal itu tapi para sahabat nya yang merasa sangat cemas sekali
"Apa Lo tidak penasaran Rick dengan apa yang akan di bicarakan mereka berdua?"
__ADS_1
Tanya Ken
"Tidak sama sekali mungkin saja cinta ingin memastikan sesuatu kepada Stella". Kata Ricky
"Gaya sekali Lo memanggil Yuli dengan sebutan cinta". kata Rere
"Karena dia memang cinta gue dan juga milik gue tidak akan gue biarkan siapapun mengambil nya dari gue". Kata Ricky
Di luar Yuli kini sedang mengobrol dengan Stella dan dia Terlihat Sangat santai sekali beda dengan Stella yang seperti nya masih canggung dengan Yuli
"Santai saja Lo dan gak usah canggung begitu kita kan mau mengobrol santai saja". Kata Yuli
"Apa yang mau kamu bicarakan dengan ku?". Tanya Stella
"Sopan sekali ya Lo. Apa Lo tinggal di Indonesia?". Tanya Yuli
"Aku di sini hanya menenangkan diri saja ". Kata Stella
"Menenangkan diri dari apa dan sebelum nya Lo tinggal di mana?". Tanya Yuli
"Aku sebenarnya tinggal di Inggris dan aku ke sini karena aku merasa kecewa dengan kakak aku Hans". Kata Stella sambil menunduk kan kepala nya
"Apa Lo menyesal telah meninggalkan dia dulu?". Tanya Yuli
Mereka berdua pun saling tatap dan Yuli tersenyum melihat Stella agar dia tidak canggung dan takut dengan pertanyaan nya tadi
"Lo jawab saja dengan jujur karena gue juga Paling gak suka di bohongi". Kata Yuli
"Kalau boleh jujur aku memang sangat menyesal sekali telah meninggalkan lelaki baik hati seperti Ricky dan aku rasa tidak ada lelaki yang seperti dia di Dunia ini". Kata Stella
"Dia memang baik sekali jika kita sudah dekat dengan nya meskipun wajah dia menakutkan". Kata Yuli membuat mereka berdua tertawa bersama
"Wajah menakutkan sekaligus Sangat tampan sekali". Kata Stella spontan tanpa sadar
"Jika di beri kesempatan apa Lo ingin kembali lagi bersama dia?". Tanya Yuli
"Aku rasa itu sangat mustahil sekali karena aku bisa melihat dengan jelas jika dia sangat mencintai kamu dan dulu saja aku tidak di perlakukan seperti itu sama dia". Kata Stella
"Apa Lo masih menyimpan rasa kepada nya?". Tanya Yuli
"Jika kamu mengobrol dengan ku hanya untuk memastikan cinta Ricky kepada kamu mungkin aku bisa memastikan kalau dia benar-benar mencintai kamu". Kata Stella
"Kalau itu gue juga sangat yakin sekali dan di sini gue hanya ingin memastikan saja bagaimana perasaan Lo kepada nya". Kata Yuli
"Jika aku masih mencintainya bagaimana?". Tanya Stella
"Ya tidak masalah itu kan hak Lo juga kan". Kata Yuli
"Apa kamu tidak marah sama sekali mendengar hal tersebut?". Tanya Stella
"Tidak sama sekali karena Lo juga berhak kan mencintai seseorang". Kata Yuli
Stella merasa memang Yuli sangat baik sekali dan mungkin juga ini alasan Ricky memilih dia menjadi kekasih nya dan begitu mencintai nya dengan dalam nya
"Kami benar sekali ya sudah aku pamit mau pulang dulu ya sudah malam juga". kata Stella
"Apa mau gue antar atau di antar Ipank?". Tanya Yuli
"Tidak usah lagi pula tempat tinggal aku dekat juga dari sini jadi aku bisa pulang sendiri". Kata Stella
"Kalau begitu Lo hati-hati ya di jalan". kata Yuli
Stella pun pergi dari villa Ricky menuju tempat penginapan nya sendiri
"Ya iyalah Lo gak bisa melupakan Ricky dia saja baik banget". Kata Yuli lalu dia kembali ke dalam villa tersebut
"Apa sudah selesai mengobrol nya dengan Stella dan apa kamu puas sekali sekarang?" Tanya Ricky
"Sangat puas sayang ku". Kata Yuli sambil duduk di samping Ricky
"Jadi kita semua sepakat untuk Pulang besok". Kata Ricky
"Kita pulang nya siang kan jadi sebelum pulang ayo kita pergi bermain-main sebentar di pantai". Kata Yuli
"Apapun untuk Cinta ku". Kata Ricky membuat mereka tertawa
******
Di Jepang Ayu sangat khawatir sekali bagaimana mungkin dia rela jika Yuli dalam bahaya meskipun dia tahu Ricky ada bersama nya tapi tetap saja dia masih merasa khawatir. Ya Ayu mendengar percakapan suami nya dengan seseorang bahwa mereka akan me jalankan sebuah rencana untuk melenyapkan Yuli dan hal itu yang membuat ayu Tidak mengangkat telfon anak nya itu karena dia pasti akan ketahuan jika sedang khawatir
"Semoga saja Ricky bisa menepati janji nya untuk melindungi kamu sayang". Kata Ayu
__ADS_1