
Di rumah Ricky mereka semua kini sibuk dengan urusan masing-masing karena hari sudah sore mereka pun bersantai ria
"Kenapa dari tadi gue gak melihat Ricky dan yang lain nya ya". Kata Yuli
"Mungkin mereka masih berolah raga". Kata Kikan
"Wah olahraga gak ngajak gue benar-benar ya mereka itu". Kata Yuli
"Kamu kan sudah jago Yul bela diri nya jadi gak usah latihan lagi kali lagi pula kan kamu sekarang jadi ratu banyak yang jagain". Kata Kinara
"Ratu dari Hongkong". Kata Yuli
"Dari Jepang kali Yul kan kamu tinggal nya di Jepang". Kata Kikan
"Rani apa Lo sudah mempersiapkan untuk perjalanan besok?". Tanya Yuli
"Sudah kak Rani sudah mempersiapkan segala nya jadi besok tinggal berangkat saja". Jawab Rani
"Sebenar nya gue ingin sekali ngobrol dan jalan-jalan dengan Lo lebih lama lagi tapi kayaknya tidak bisa sekarang ya sebab Lo juga harus segera kembali ke Belanda". Kata Yuli
"Mungkin lain waktu kita bisa bertemu dan mengobrol lagi kak". Kata Rani sambil tersenyum ramah kepada calon kakak ipar nya itu
"Selama kamu di sana jaga diri baik-baik ya dan jika perlu sesuatu hubungi saja kita". Kata Kinara
"Iya kak Kinar makasih ya atas perhatian nya". Kata Rani
"Tidak usah berterima kasih kan memang wajar jika kita saling membantu". Kata Kinara
Mereka pun kini terlihat asik sekali mengobrol dan juga tertawa bersama apalagi di meja itu banyak sekali cemilan yang memang tadi di beli Ricky untuk kekasih nya.
"Kakak pasti sangat beruntung sekali ya mendapatkan cinta kak Ricky". Kata Rani
"Ya gue memang orang yang sangat beruntung mendapat kan cinta dia yang begitu besar nya". Kata Yuli
"Jangan sampai kakak menyia-nyiakan kesempatan itu sebab kak Ricky tidak akan pernah bisa melupakan penghianatan dalam hidup nya". Kata Rani
"Mungkin jika dengan Yuli ku rasa dia bisa Ran". Kata Kikan
"Tapi tidak mungkin kak karena kak Ricky kan paling benci dengan penghianatan". Kata Rani
"Ya kita semua tahu jika kak Ricky memang sangat tidak suka dengan penghianatan tapi kita juga tidak tahu kan bagaimana jika Yuli yang melakukan nya apa kak Ricky juga akan membenci dan melukai nya". Kata Kikan
"Aku rasa sangat mustahil sekali jika kak Ricky akan melukai Yuli karena cinta nya begitu besar sekali dan lagi Yuli sekarang adalah satu-satunya wanita yang bisa menghentikan kemarahan kak Ricky yang dari dulu susah sekali untuk di jinakkan". Kata Kinara
Apa yang dikatakan oleh Kinara memang benar bahwa Yuli adalah orang pertama yang bisa meluluhkan emosi Ricky yang sangat besar itu bahkan kekasih nya yang terdahulu pun tidak bisa melakukan nya begitu juga dengan keluarga nya.
"Kalian ini kenapa sih ngomongin aku Mulu dan di depan aku lagi ngomong nya". Kata Yuli yang kini sudah mengganti panggilan nya dari lima gue menjadi aku kamu kepada mereka semua
"Yaelah Yul bagus lah jika kita ngomong nya di depan kalau di belakang kami itu yang bahaya". Kata Kikan
"Oh ya Kikan kamu kenapa gak lanjut kuliah juga sama seperti Rachel?". Tanya Yuli
"Aku sudah daftar Yul tapi di batalkan sama kak Rere katanya belum waktunya aku berangkat Kuliah". Jawab Kikan
"Oh mungkin Rere masih ingin kamu tinggal di sisi nya kali kan jika ada kamu dia tidak akan kesepian ". Kata Yuli
"Benar juga sih tapi mungkin juga ada alasan lain nya karena kak Rere juga ingin nya aku pergi kuliah di New York padahal aku ingin di Prancis". Kata Kikan
"New York bukan nya tempat tinggal Hiro ya. Wah mungkin saja kamu akan di jodohkan dengan Hiro Kikan bagus juga Rere sepupu nya gak dapat Ipank di pasangkan dengan Hiro sekarang". kata Yuli
"Yul gak usah mikir yang aneh-aneh ya mana mungkin juga aku sama Hiro". Kata Kikan
"Ya mungkin saja atau mau sama Caesar atau gak Bryan". Kata Yuli
"Gak sekalian kak Galang juga". Kata Kikan dengan Kesal nya
__ADS_1
"Jangan dong kalau Galang sudah ada yang punya tuh di sebelah mu". Kata Yuli membuat Kinara tersenyum malu di buat nya
"Jadi kak Galang kekasih nya kak Kinara? apa kak Arok setuju kak?". Tanya Rani dengan polos nya
"Sangat setuju sekali Rani kan Galang juga sangat hebat sama seperti manusia es dan lagi dia kan juga sahabat kakak kamu pasti di setujui lah". Kata Yuli
"Belum tentu kali Yul kak Arok setuju dengan kak Galang kan kamu tahu sendiri bagaimana mereka berdua jika bertemu sama seperti bagaimana kamu jika bertemu kak Arok seperti tikus dan kucing yang suka berantem". Kata Kinara
"Jadi jika Arok setuju kamu menerima Galang dong?". Tanya Yuli
Kinara tidak berani menjawab nya dan dia hanya diam saja karena dia juga tidak tahu harus menjawab apa
"Kenapa Nar diam bingung ya". Goda Yuli dan mereka pun tertawa bersama sekarang
Di ruang olahraga milik Ricky kini mereka terlihat sedang berlatih dengan serius nya apalagi Rere dia terlihat sangat antusias sekali latihan kali ini sebab sudah lama mereka tidak latihan bersama lagi karena sibuk dengan urusan nya masing-masing
"Pank bagaimana dengan Felix apa Lo masih ingin membiarkan dia hidup lebih lama lagi?". Tanya Ken
"Ya mungkin saja dia berguna untuk kita nanti". Kata Ipank
"Pintar juga Lo bisa membuat dia takluk kepada Lo Pank". Kata Rere
"Gue memang ingin sekali bekerja sama dengan dia dari dulu karena dia juga orang yang genius sama seperti kita hanya saja tempat nya yang salah". Kata Ipank
"Lo harus hati-hati Pank bisa saja keadaan berbalik dan Felix hanya memanfaatkan kedekatan nya dengan Lo saat ini". Kata Ricky mengingat kan
"Gue sangat berhati-hati Rick Lo tenang saja gue juga tahu semua gerak gerik Felix". Kata Ipank
"huft gak bisa ya tenang dan gak ada pertempuran". Kata Ken
"Apa Lo lelah dan mau menyerah Ken?". Tanya Rere
"bukan begitu maksud gue tapi kenapa ada saja orang yang mau menyerang kita padahal jika mereka tidak memulai kita tidak akan melakukan apapun kan". Kata Ken
"Kita melakukan banyak sekali bisnis apalagi kita juga memiliki sebuah kelompok dan banyak aliansi jadi sudah wajar jika kita melakukan ini Ken dan jika Lo lengah musuh akan mudah menumbangkan Lo dan jika Lo ingin mundur silahkan saja ". Kata Ipank
"Jangan heran Ken karena leader kita adalah Ricky musuh terbesar para kelompok lain nya. Kita semua tahu sejauh ini Ricky masih paling atas dan tidak ada yang bisa menggoyahkan posisi nya". Kata Arok
"Latihan kali ini sudah selesai". Kata Ricky lalu pergi dari ruangan tersebut
Memang benar sejauh ini Ricky masih di takuti dan di segani oleh kelompok lain nya dan mereka semua juga pasti maju mundur jika ingin melawan Ricky apalagi jika tahu sendiri bagaimana ke sadisan nya dalam mengeksekusi lawan nya pasti mereka semua akan sangat takut sekali
Di lain ruangan Yuli dan yang lain nya masih mengobrol dan bercanda sama seperti tadi dan dia kini menjadikan Arok sebagai bahan obrolan mereka
"Galang itu lebih keren loh Nar dari pada kak mu Manusia es itu apalagi dia juga humoris Loh gak akan bosan jika hidup dengan dia". Kata Yuli
"Kak Galang memang sangat humoris sekali dan dia juga sangat baik hati juga". Kata Rani
"Kamu suka juga sama Galang?". Tanya Yuli langsung
Melihat dari cara bicara dan sikap Rani seperti nya memang dia menyukai Galang
"Tidak kak Rani hanya kagum saja". Jawab Rani
"Bagus kalau kamu kagum dengan sosok yang seperti Galang jangan kagum dengan orang yang seperti Arok ya dia sudah gak pernah mau senyum muka nya menakutkan dan selalu tegang dan juga gak asik lagi". Kata Yuli. Dia sebenarnya hanya bercanda saja mengatakan hal itu dan benar saja mereka semua pun tertawa di buat nya tanpa mereka sadari Arok mendengar semua itu begitu juga dengan yang lain nya
"Awas Yul nanti Rachel marah jika kamu menjelek-jelekkan kekasih nya dan juga dulu kan kamu ingin sekali dengan Arok". Kata Kikan
"Dulu mah cuma bercanda saja dan juga seharusnya ya Rachel itu sama Ipank saja oh tidak Rachel sama Ken saja atau sama Rere". Kata Yuli
"Gak sekalian sama kak Ricky saja". Kata Kinara
"Oh jangan dong Ricky kan punya Yuli dan Arok adalah musuh Yuli". Kata Yuli membuat mereka semua kembali tertawa
"Hati-hati loh musuh bisa jadi cinta Yul". Kata Kikan
__ADS_1
"Kalau dengan Arok gak mungkin cinta gue yang ada perang Mulu dengan dia kan Arok memang cocok jika di ajak untuk bertengkar". Kata Yuli
"Kak Arok itu hampir sama dengan kak Ricky sebenar nya Yul jika kamu bisa memahami nya dengan baik". Kata Kinara
"Gue tahu Kinara kalau dia memang Sebenar nya lembut tapi gue suka saja jika berdebat dengan Arok dia kan jarang bicara jadi gue mau memancing dia agar berdebat dengan gue". Kata Yuli
"Oh jadi Lo suka sekali jika berbicara dengan Arok pengagum rahasia dia dong Lo Yul ". Kata Ken kini berjalan menghampiri Yuli dan yang lain nya
"Ya kan dia jarang sekali bicara jadi gue suka saja jika mengajak nya berdebat memang ada masalah buat Lo". kata Yuli
"Gue tidak bicara juga karena memang gak ada yang harus di bicarakan". Kata Arok
"Mana ada kayak gitu perasaan setiap kali kalian kumpul Lo hanya menjadi pendengar saja". Kata Yuli
"Itu terserah gue lagi pula tidak ada yang keberatan juga jika gue tidak bicara kenapa Lo jadi keberatan". Kata Arok
"Ya jelas gue keberatan karena Lo memang berat sekali dan gue gak kuat jika Lo suruh gendong ". Kata Yuli
"Lo memang satu-satunya cewek yang resek dan bawel sekali Yuli". Kata Arok
"Bawel juga sahabat Lo cinta sama gue". Kata Yuli
"Mungkin dia buta gak bisa lihat kalau Lo itu cerewet sekali maka nya Sekarang dia jadian sama Lo dan kalau dia sudah sadar pasti juga gak akan sama Lo ". Kata Arok
"Lo pikir Ricky pingsan apa gak sadar segala yang ada Lo yang akan di bikin gak sadar oleh kekasih gue yang sangat hebat ini". Kata Yuli sambil mengedipkan mata nya
"Ngidam apa mama Lo hingga Lo se bawel ini". Kata Arok
"Mungkin ngidam makan Lo kali ". kata Yuli dengan santai nya
"Yul sudah lah gak usah berdebat Mulu dengan kak Arok". Kata Kinara
"Dia yang mulai Nar jadi ya gue layani saja obrolan nya". Kata Yuli
"Kalau gue mulai Lo bisa kan diam saja gak usah menjawab". Kata Arok
"Gak bisa karena gue bukan Lo ". Kata Yuli
"Loh ya benar-benar untung saja Lo bukan kekasih gue coba kalau iya". Kata Arok
"Berharap sekali ya kalau gue jadi kekasih Lo ". Kata Yuli
"Tidak sama sekali". Kata Arok
"Yakin Lo tidak suka sama gue". Kata Yuli menggoda Arok. Dia suka jika Arok terlihat marah dan kesal karena dia sebab marah nya Arok membuat wajah nya semakin menyeramkan dan Yuli suka sekali melihat nya
"Lihat Rick kelakuan kekasih Lo itu suka sekali menggoda cowok". Kata Arok
"Wah Lo tergoda sama gue. Cantik dong gue bisa menggoda Lo ". Kata Yuli lagi dan itu berhasil membuat Arok kembali emosi
"Sudah Yul sebaik nya Lo diam saja apa Lo tidak lihat bagaimana kesal nya Arok. Untung Lo kekasih Ricky jika tidak Lo pasti sudah tinggal nama saja". Kata Rere
"Lo berani sama gue Rok jika gue bukan kekasih Ricky wah cowok kok berani nya sama cewek sekalian saja kita main Barbie Bareng". Kata Yuli lalu Tertawa dengan yang lain nya
"Gak usah perduli kan dia Lo tahu sendiri kan bagaimana dia kalau bicara". Kata Ricky kepada Arok
"Benar-benar kekasih mu itu Rick lebih dari Galang". Kata Arok yang masih kesal di buat nya
"Tapi dia beda dari yang lain nya termasuk cewek Lo Rok. Dia tidak bisa di bandingkan dengan yang lain nya apalagi dalam mengontrol emosi nya dia sangat pandai sekali". Kata Ricky
"Untuk itu gue juga setuju sekali". Kata Ipank
"Bukan cuma emosi saja yang bisa dia kontrol kesedihan nya pun bisa dia tutupi". Kata Rere
"Wah lihat tuh Nar kakak Lo ngomongin gue dia lihat saja lirikan mata nya rasa nya ingin gue copot saja itu mata agar tidak jelalatan". Kata Yuli
__ADS_1
Hal itu sangat membuat Arok terlihat kesal sekali dan mereka yang melihat hanya tersenyum puas sebab Arok bisa dengan mudah nya emosi karena Yuli