
"Ternyata dia semakin kuat dan tak kenal ampun sekali pada siapapun". Katanya yang masih fokus melihat berita tersebut.
"Benar bos dan berita tersebut usaha ilegal milik Dimitri Di hancurkan oleh nya dalam sekejap saja". lapor orang kepercayaannya
"Jadi benar dugaan orang-orang kalau dia yang melakukan hal tersebut". Kata Hans
"Iya bos. Dia melakukan hal itu karena tahu bahwa Dimitri akan melakukan hal buruk pada Kinara dan saya mendengar banyak yang ingin menyerang mereka tapi sekarang sudah mundur teratur setelah mendengar kabar tersebut". Kata Sendi menjelaskan
"Dia semakin kuat dan kita batalkan juga rencana penyerangan kepada anggota geng punk". perintah Hans pada tangan kanannya itu
Banyak kelompok yang ingin menyerang mereka dan sekarang menjadi mundur semua karena mendengar berita tersebut bahkan para pengusaha yang ingin melengserkan keluarga Hartama dari jajaran pebisnis pun ikut mundur dari pada berurusan dengan sang Leader. Mereka sudah mendengar bahwa bisnis keluarga Hartama akan di kelola oleh orang kepercayaan Ricky
*******
Brak
Gebrakan meja terdengar sangat keras di sana dan wajah kekesalan pun terlihat sekali pada orang yang menggebrak meja tersebut
"Apa dia sudah gila hingga melakukan hal tersebut pada kedua orang tuanya." Kata Galang yang merasa geram dengan ulah sahabatnya itu
"Mungkin ada hal yang di rencanakan Tuan Ricky sehingga dia melakukan hal tersebut Tuan". kata Dimas
"Mungkin saja ada hal yang dia sembunyikan dari gue, Si gila itu kan penuh dengan misteri". kata Galang
Dan Dimas hanya mengangguk kan kepalanya saja pertanda dia memahaminya
"Apa Lo gak bisa melacak keberadaan mereka semua?". tanya Galang
"Ma'af Bos untuk hal itu saya tidak bisa menemukan nya, Tuan Ricky melakukan nya dengan sangat bersih sekali tanpa jejak satu pun". jelas Dimas
"Dia memang selalu sempurna dalam melakukan segala hal dan itulah sebabnya orang sulit untuk mengalahkan dia". ucap Galang
******
Dalam perjalanan ke sekolah Yuli masih mencari angkutan dan belum juga menemukan nya dan dia melihat mobil berhenti menghadang jalannya
"Yul Bareng gue yuk". Teriak Kikan dari dalam mobil nya
Yuli pun menoleh kan kepalanya "Eh kok Lo lewat sini sih". Tanya Yuli
"Iya ini tadi kak Rere ada perlu sebentar jadi lewat di sini. Sudah ayo masuk". Kata Kikan
Yuli pun ikut ke dalam mobil tersebut dan terlihat Rere sendiri yang mengemudikan mobilnya
__ADS_1
"Apa kabar Re?". Tanya Yuli
"Gue baik. Kalau Lo sendiri?". Tanya Rere balik
"Kan Lo lihat gue di sini berarti gue sehat lah". jawab Yuli
Rere pun hanya mengangguk kan kepalanya tanpa berniat untuk menanggapi omongan Yuli karena dia masih memikirkan kejadian di keluarga Sahabat nya itu.
Yuli sebenarnya ingin bertanya pada Rere tapi dia ragu apa Rere mau menjawab pertanyaan dia.
"Apa Lo mau tanya sesuatu pada gue?". Tanya Rere membuat Yuli tersentak kaget karena dia tahu apa yang di pikirkan nya
"Lo kayak dukun saja bisa tahu pikiran orang." kata Yuli
"Di muka Lo sudah jelas sekali terlihat. Tanyakan saja apa yang ingin Lo tahu". ucap Rere
Sedangkan Kikan hanya mendengar sambil memainkan handphonenya tanpa ingin menyahuti obrolan mereka berdua.
"Apa berita hari ini itu Benar?". tanya Yuli
"Seperti yang Lo lihat dan Lo dengar. Itu adalah kenyataan nya, tidak mungkin orang berani memberitakan hal bohong tentang Ricky". kata Rere
"Iya juga sih, mana mungkin ada yang berani menyebarkan gosip hoax tentang pak bos, tapi dia benar-benar tega sekali dengan keluarganya sendiri". kata Yuli
"Lo gak tahu apa-apa tentang kehidupan Ricky dulu jadi Lo bisa berkata seperti itu tapi gue sarankan sebaiknya Lo jangan coba-coba membuat masalah dengan dia". kata Rere memepringatkan Yuli
"Kikan sekolah dulu ya kak Rere bye". Pamitnya pada Rere dengan melambaikan tangannya
Mereka berdua berjalan menuju kelas dan terlihat Rachel juga sudah menunggu di depan pintu gerbang
"Hel apa Lo tahu berita yang lagi trending hari ini?". tanya Yuli
"Iya gue tahu tapi gue gak ingin ikut campur urusan tersebut". Kata Rachel
"Apa Arok tidak mengatakan sesuatu pada Lo ?." tanya Yuli
"Gak, Yul gue kasih tahu ke Lo sesuatu. Ricky itu orang nya tak kenal ampun pada siapapun dan juga dia paling tidak suka melihat orang yang dia sayang di usik jadi dia akan melakukan sesuatu hal agar mereka yang di anggap Ricky penting dalam hidupnya aman dan tenang". kata Rachel
"Oh tapi apa yang membuat dia sampai melakukan hal tersebut kepada keluarga nya sendiri? apa anggota keluarga nya melakukan sesuatu pada orang yang dia sayangi?". tanya Yuli
"Lo pasti tahu Kinara kan Yul? Dan dia adalah sosok yang sangat di sayang oleh Ricky dan kakak Ricky melakukan hal yang membuat Kinara terganggu jadi lah kejadian ini terjadi". jelas Rachel
"Jadi semua ini ada kaitannya dengan Kinara adik kak Arok?". Tanya Kikan yang sejak tadi hanya menjadi pendengar mereka
__ADS_1
"Iya, Ricky melakukan hal itu untuk membuat mereka semua jerah karena selalu menargetkan Kinara agar Ricky menjadi lemah". ucap Rachel
Mereka pun masuk kelas dan memulai pelajaran karena mereka sudah kelas dua belas dan sebentar lagi akan ujian juga jadi mereka terlihat sangat sibuk sekali belajar nya
****
Sementara di kediaman Ricky terlihat mobil para sahabatnya baru saja masuk ke dalam halaman rumah dan mereka segera turun dari mobil masing-masing
"Dia masih ada di rumah ternyata". Kata Ipank
"Tenang sekali dia setelah melakukan hal yang membuat heboh seluruh dunia". kata Ken
"Sebaiknya kita temui dia sekarang". ucap Arok yang berjalan lebih dulu masuk rumah sepupunya itu. Dan mereka melihat Ricky sedang berada di meja makan bersama bik na pembantu sekaligus orang yang dia anggap keluarga sendiri
"Enak banget hidup Lo Rick, setelah semua yang Lo lakukan semalam ". kata Rere dengan kesalnya
"Apa Lo ke sini minta ganti rugi pada gue?". tanya Ricky dengan santainya
"Apa ganti rugi saja cukup untuk membayar semua yang di lakukan anak buah Lo yang s****n kemarin?". tanya Rere dengan nada yang semakin kesal
Ricky menyunggingkan senyum di bibirnya karena di tahu mengapa mereka semua kesini sepagi ini.
"Kalau sudah selesai bik na boleh kembali". kata Ricky
Mereka beralih ke ruangan Rapat yang ada di rumah itu dan berada di lantai dua.
"Rick Lo taruh di mana mereka semua?". tanya Arok
Dia merasa bersalah dengan uncle dan aunty nya karena Kinara mereka sampai menghilang seperti ini.
"Kalian ke sini hanya untuk hal tersebut, tapi gue tahu pasti kalian tahu Jawabannya kan". kata Ricky masih dengan santainya sambil menghisap rokok di tangannya
Ya mereka tahu pasti bahwa Ricky tidak akan memberi tahu keberadaan keluarga nya pada siapapun.
"Rick gue merasa bersalah pada orang tua Lo karena kejadian ini". kata Arok
Ricky pun tertawa hingga membuat mereka heran sekali. "Lo lemah sekali Rok, Gimana Lo bisa melindungi Rachel jika Lo seperti ini". kata Ricky dengan tatapan tajam nya
"Gue sedang tidak membahas Rachel Rick dan Lo jangan mengalihkan pembicaraan". kata Arok
Suasana di sana terlihat tidak baik sekali karena mereka saling beradu argumentasi.
"Kalian seharusnya bisa mengontrol perasaan agar tidak lemah seperti ini". kata Ricky
__ADS_1
"Lo gak usah menasehati kita dan kita pasti bisa menjaga orang yang kita sayang tapi dengan cara kita sendiri". kata Ipank
Ricky pun tersenyum penuh misteri. "Ok kalau begitu lindungi sendiri orang yang kalian sayang dan gue pastikan gak akan membantu kalian lagi kecuali soal Kinara". kata Ricky dengan serius nya dan mereka tahu Ricky tidak akan pernah bisa untuk di bantah sedikitpun