Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Kekesalan Yuli


__ADS_3

Canda tawa dari keduanya memenuhi mobil dan Yuli tak henti-hentinya menggoda Bryan serta mengeluarkan segudang cara agar Bryan bisa tertawa dan tidak memikirkan dia lagi


"Bray antar gue nya jangan sampai di tempat nya ya, agak jauh dikit saja gue turunnya, agar si Ricky gak liat kalau gue Lo yang antar". kata Yuli


dan Bryan menuruti keinginan dia. mobil Bryan Sudah sampai di coffe shop dekat bengkel Ricky dan dia segera memberhentikan mobilnya itu.


"Lo hati-hati ya, dan jangan lupa apa yang gue katakan tadi". kata Bryan sambil mengacak rambut Yuli


"Ih Bray, berantakan ini rambut gue. ngeselin Lo ya". kata Yuli sambil menjambak rambut Bryan lalu keluar dari mobil dan berlari pergi menuju bengkel tempat dia bekerja


Ricky yang sudah sampai Disana menunggu kedatangan cewek itu di ruangan biasanya dia gunakan untuk memantau anak buahnya. Dan dia melihat kedatangan Yuli sedang berlari kecil sambil tersenyum kepada para pekerja di sana


"Sam, suruh dia kesini sekarang". perintah Ricky


Sam pun berjalan pergi keluar untuk memanggil Yuli agar ikut dengannya menemui bossnya


*****


sementara mereka yang tadi makan bersama Ricky masih ada di restoran tersebut karena Kikan dari tadi belum selesai makannya. Dia sibuk berbicara mengenai sahabatnya itu.


"kak Lo mau gak bantu Yuli, suruh dia kerja di restoran ini saja gitu". kata Kikan yang mulai Lagi membahas sahabatnya.


"Lo dari tadi ngomong Mulu, gak kelar-kelar makannya. Dan kita dari tadi nungguin Lo Kikan". kata Ken kesal


"Sabar dong kak Ken, kalau kalian mau pulang duluan ya silahkan". kata Kikan dengan santainya


"Kita gak bisa pulang duluan, tadi kan kita satu mobil". jawab Ipank


"Oh iya ya. Kak Re gimana?". tanya Kikan yang masih berusaha


anak Buah Ricky yang ditugaskan untuk mengantar kunci mobil telah mendekati mereka


"Tuan Arok". sapa nya dengan sopan


mereka langsung melihat asl suara tersebut dan ternyata dia adalah Dira orang yang juga menjadi kepercayaan Ricky setelah Sam


"Kenapa Lo kesini Dir?". Tanya Ken


"Saya hanya ingin mengantar kunci mobil saja. Sesuai perintah dari bos". jawab Dira lalu memberikan kuncinya pada Arok


"Makasih ya Dira Sudah report mau mengantar mobilnya". kata Rachel


"Itu sudah menjadi tugas saya nona jika bos memerintahkan hal itu". jawab Dira lagi dengan tenang

__ADS_1


"Dir Lo tahu gak kemana bos Lo sekarang?". tanya Rere


"Saya tidak tahu tuan Rere, tadi bos hanya menyuruh mengantar saja ke tuan Arok. Dan si bos pergi bersama Sam". jelasnya


"Jadi dia bersama Sam. Apa mungkin terjadi sesuatu hal yang tidak kita ketahui ya, atau ada musuh yang akan bergerak. Karena jika Ricky Sudah berada bersama Sam maka pasti ada sesuatu yang akan terjadi". kata Ken menerka-nerka


"Sama permisi dulu tuan". pamit Dira pada mereka


"Gila, anak buah kak Ricky ganteng-ganteng banget ya". celoteh Kikan yang dari tadi memperhatikan Dira sampai dia pergi pun masih tetap dia lihat


"Lo itu ada-ada saja ya Kikan. sudah habis makanan Lo?". tanya Rachel dan dijawab dengan anggukan kepala nya.


"Kak Lo belum jawab gue Lo tadi". kata Kikan mengingatkan Rere


"Kikan, meskipun kita semua ber sahabat dengan Ricky. Itu tidak bisa menjadikan alasan untuk menentang dia dan menyuruh dia seenaknya. Kita tetap masih di bawah Ricky". Kata Rere


Memindahkan Yuli ke restoran dia sama saja dengan membuat lubang hitam. Karena Ricky tidak pernah ingin di bantah dan di perintah. Jika Rere nekat makan sudah bisa dilihat konsekuensi yang akan dia terima yaitu kehancuran beberapa bisnis nya.


"Tapi kak Ricky bisa seenaknya gitu sama kalian. Gak adil banget ya". kata Kikan


"Bukannya gak adil. Ya memang itulah Ricky, bisnis kita semua berkembang dengan cepat dan tidak tergoyahkan juga semua karena dia. Jadi kita menghormati dia bukan tanpa alasan". kata Ipank


"Kalau Lo Sudah selesai, mendingan kita pulang sekarang". kata Arok yang langsung berdiri berjalan keluar dari restoran dan di ikuti mereka semua


"Pank, Lo bareng gue apa Rere?". tanya Arok ketika sudah berada di parkiran khusus untuk mereka


Dan Arok segera pergi untuk mengantar kekasih nya pulang dan Rere juga pulang bersama mereka bertiga.


*******


Sam melihat Yuli yang sedang mengamati para pekerja di sana


"Yul, Lo sudah sampai?". tanya Sam


"Lo tuh gak bisa lihat apa Sam. Gue sudah di sini dan Lo bicara sama gue itu artinya kan gue sudah datang dan gak telat". kata Yuli lalu tertawa membuat mereka senang karena selalu mendapat hiburan sejak kedatangannya ke bengkel itu.


"Lo sekarang ikut Gue. bos meminta Lo untuk ke ruangannya". kata Sam


"Kenapa lagi? gue kan gak telat. kenapa harus bertemu si sombong itu". kata Yuli


mereka yang ada di sana tidak habis pikir dengan sikap Yuli kepada bos mereka. Setahu mereka banyak sekali perempuan yang rela melakukan apapun demi bisa mendekati Ricky, namun Yuli malah selalu terlihat ingin menghindari dia dan selalu saja mengajaknya ribut.


"Lo ikut saja agar tahu jawabannya". kata Sam

__ADS_1


Dan Yuli mengikuti dia menuju ruangan sang bos besar berada.


ketukan pintu dilakukan oleh Sam dan terdengar Ricky menyuruh mereka untuk masuk menemui dia.


"Bos, say sudah membawa Yuli kemari". kata Sam


"Ya iyalah Lo Sudah kemari sama gue dan pasti bos Lo juga tahu Sam. Gak usah bilang kali, kecuali kalau bos Lo itu buta". kata Yuli sambil tertawa


"Lo berani kurang ajar sama gue?". kata Ricky


"Ma'af bos , gue gak kurang ajar kok, yang gue katakan memang faktanya kan". jawab Yuli


"Yul, jangan menjawab perkataan bos jika dia tidak memerlukan jawaban Lo ". kata Sam mengingatkan


"Gini Sam, kalau ada orang bertanya itu kita wajib menjawab nya. Dosa Lo kalau mengabaikannya apalagi yang bertanya bos kita sendiri. Bisa di pecat gue nanti". kata Yuli tersenyum manis


"Gue tahu Lo tadi ke sini diantar Bryan dan gue gak suka hal itu". kata Ricky


Yuli terkejut mendengarnya, kenapa dia bisa mengetahui bahwa Bryan yang telah mengantarkan dia. Dia berpikir apa Sam yang memberi tahunya.


Yuli memang tidak mengetahui bahwa saat Sam menelfon dia Ricky berada di sana bahkan Sam menelfon nya juga atas perintah Ricky.


"Gue di antar Bryan juga gara-gara Lo. Gue baru saja perjalanan pulang bareng dia eh dapat kabar kalau harus kerja dadakan hari ini. Pakai kasih waktu tiga puluh menit segala. Lo gak tahu apa jarak ke sini itu jauh dan macet. Jadi terpaksa gue minta bantuan Bryan". kata Yuli menjelaskan


"Apa Lo Lupa dengan apa yang gue katakan waktu itu?". tanya Ricky


"Iya gue ingat, kan sudah gue bilang kalau gue terpaksa Ricky". kata Yuli sedikit meninggi kan nada bicaranya


"Lo bisa menggunakan taxi untuk datang kemari". kata Ricky


"Ya ngapain pakai jasa taxi jika gue sudah ada dalam mobil Bryan, kan buang-buang duit saja". kata Yuli


"Kayaknya Lo memang gak pernah menanggap omongan gue serius". kata Ricky dengan dinginnya


"Kenapa juga harus di permasalahkan, lagian Bryan juga gak ngantar gue sampai sini, dia hanya mengantar sampai coffe shop saja. Ayolah ma'af kan kesalahan gue sekali ini saja". kata Yuli


meskipun dia tidak yakin kalau Ricky bisa memanfaatkan dia tapi setidaknya dia mencoba dulu


"Lo pikir gue akan memaafkan Lo? apa Lo tahu kalau gue itu...."


"Lo itu tidak kenal kata maaf dan Ampun. Tapi meskipun gue tahu tapi gue tetap ingin mencoba, lagian gue juga gak tahu Lo Sama sekali dan gue hanya mendengar dari kata orang. jadi gue ingin buktikan sendiri apa kata orang tentang Lo itu benar apa salah". ucap Yuli


"Lo terlalu banyak omong dan gue gak suka hal itu". kata Ricky

__ADS_1


"Lah si b**o, Lo tanya makannya gue jawab, jadi kalau gue banyak omong bukan salah gue dong". ucap Yuli kembali kesal


Entah apa yang sekarang ada di pikiran dan rencana Ricky, dia selalu suka jika bisa membuat Yuli kesal padanya dan dia juga selalu ingin berbicara dengan Yuli walaupun mereka selalu berdebat


__ADS_2