
"Kerja sama apa yang ingin Lo lakukan dengan gue?". Tanya Ricky
"Yang pasti kerja sama itu akan menguntungkan untuk kita berdua". Kata Kenzo
"Apa jaminan nya jika kerja sama kita akan menguntungkan sekali?". Tanya Ricky
Kenzo tersenyum mendengar apa yang di katakan Ricky barusan dan sedari tadi memang Ricky dan Kenzo terlihat sangat tenang sekali seperti tidak ada permusuhan di antara mereka padahal mereka sama-sama tahu jika mencintai wanita yang sama meskipun wanita Tersebut sekarang menjadi kekasih Ricky
"Kau pandai dan tidak pernah ingin rugi juga ya". Kata Kenzo
"Semua orang pun pasti juga tidak akan ingin rugi dalam bisnis nya begitu juga dengan Lo ". Kata Ricky
Perkataan Ricky memang terdengar sangat santai sekali namun juga bisa melukai hati seseorang yang mendengar nya. Ricky memang lah orang yang seperti itu, sekali bicara namun mampu membungkam semua nya hal itu juga sama kan dengan kekasih nya dan mungkin saja mereka memang jodoh atau mungkin Yuli akan kembali dengan cinta masa lalu nya.
"Memang nya Lo punya bisnis apa?". Tanya Yuli
"Aku hanya berbisnis properti saja". Jawab Kenzo yang tentu saja tidak di percaya oleh Yuli sebab dia juga sudah pernah membohongi nya
"Yakin hanya itu saja". Kata Yuli
"Kenapa malah jadi bahas bisnis kan kita di sini mau makan jadi sebaik nya habiskan saja makanan nya lalu kita pulang". Kata Kinar
Kinara terlihat sangat tidak nyaman sekali apalagi ketika melihat tatapan Kenzo yang menatap sahabat nya itu dengan penuh arti membuat Kinara sangat jengkel saja
"Benar juga, kita habiskan semua lalu pulang kasihan bunda di rumah tidak ada teman nya". Kata Yuli
"Apa kabar dengan bunda Ayu, apa dia baik-baik saja?". Tanya Kenzo
"Bunda sangat baik". Kata Rere
Mendengar Rere juga memanggil Ayu dengan sebutan bunda membuat Kenzo sebenar nya tidak suka sekali apalagi Rere dan yang lain nya seperti nya sangat dekat sekali dengan Ayu.
"Apa boleh aku mampir ke rumah kamu untuk bertemu dengan bunda Yul?". Tanya Kenzo
"Tidak dan lagi Ricky pasti tidak akan mengizinkan Lo untuk berkunjung ke rumah nya". Kata Yuli
Membuat Kenzo sedikit terkejut ketika Yuli berkata bahwa dia tidak akan bisa mengunjungi rumah Ricky dan tentu saja memang dia tidak akan bisa datang ke sana tapi yang membuat dia terkejut kenapa ayu ada di sana
"Yuli dan bunda nya tinggal di rumah Ricky". Kata Arok
"Apa kalian sudah menikah hingga nona Yuli tinggal di sana?". Tanya Erick
"Apa Lo tidak ada kerjaan hingga mengurusi urusan orang lain". Kata Yuli
Yuli sudah menghabiskan minuman nya dan kini dia pun tampak beranjak dari duduk nya serta menggandeng tangan Ricky agar dia berdiri juga
"Kita pulang sekarang dan terima kasih atas minuman Serta makanan nya". Kata Yuli
"Mungkin lain kali kita bisa bicara lagi Kenzo dan Lo Erick mungkin Sam akan senang sekali jika bekerja sama dengan Lo lagi". Kata Ricky lalu pergi menyusul kekasih nya dan Kenzo hanya tersenyum saja serta dia tidak beranjak sedikit pun dari tempat duduk nya
"Bagaimana kau bisa tidak tahu dia tinggal di rumah Ricky". Kata Kenzo
"Ma'af kan saya tuan, sama seperti anda informasi mengenai tuan Ricky sangat sulit sekali di dapat kan bahkan saya sudah melakukan banyak cara". Kata Erick
"Ya sudah kita pulang saja sekarang". Kata Kenzo
Memang Erick tidak bisa masuk ke ranah hukum Ricky begitu juga dengan Kenzo namun jika beradu kekuatan mereka sangat seimbang sekali.
"Apa kau bisa mengawasi kediaman Ricky dari jauh?". Tanya Kenzo yang sudah berada di mobil nya untuk pergi menuju rumah nya
"Mungkin bisa tuan. Saya akan melakukan hal itu". Kata Erick
"Apa kau takut jika bertemu dengan Sam?". Tanya Kenzo
"Tidak tuan, saya tidak akan pernah takut dengan dia sama sekali". Kata Erick
Mereka pun menyudahi obrolan nya dan terlihat sekali Kenzo sedang berkirim kabar dengan seseorang.
"Tuan, kita ada pertemuan dengan tuan Justin untuk membahas persenjataan yang akan dia beli". Mata Erick mengingat kan Kenzo
"Kau saja yang datang, hari ini aku ingin beristirahat lebih awal dan jangan mengganggu ku". Kata Kenzo
__ADS_1
Jika bukan gal penting Kenzo tidak akan mau bertemu dengan orang yang membeli barang dan bekerja sama dengan nya, Dia akan selalu menyuruh Erick untuk menemui nya dan melakukan transaksi itu.
Sementara itu Ricky dan yang lain nya yang sudah sampai di rumah pun kini mereka terlihat bersantai saja seperti tidak ada yang terjadi sama sekali.
"Yul bagaimana dulu kami berpacaran dengan nya?". Tanya kinara
"Ah itu, sudah lah jangan di bahas hal itu aku tidak mau mengingat nya". Kata Yuli
Bukan nya dia tidak ingin membahas nya tapi dia juga tidak ingin mengingat hal yang membuat dia dulu sangat benci dengan cinta hingga akhir nya Ricky datang dan membuat dia jatuh cinta kembali. Ricky adalah penyembah luka bagi Yuli dan Yuli ingin menjadi seorang yang dapat membuat Ricky merasa bahagia di dunia ini
"Tidak usah di ceritakan jika itu hanya akan membuat kamu semakin terluka". Kata Ricky yang tahu sekali bagaimana kisah mereka dulu dan hal itu juga yang membuat nya sulit sekali mendapat kan Yuli
"Maaf ya aki tidak menceritakan kisah ku padahal kamu saja menceritakan kisah kamu dulu". Kata Yuli
"Tidak perlu cerita pun aku sudah tahu bagaimana kisah kamu dulu". Kata Ricky sambil tersenyum kepada sang kekasih
"seru sekali sih membahas apa sih kalian". Kata Ayu yang sudah turun dari lantai atas
"Bunda sendiri, apa Sam pergi?". Tanya Yuli
"Sam ada di ruang kerja tadi dia terlihat sangat sibuk sekali. kisah apa sih yang kalian bahas barusan?". Tanya Ayu
"Kisah Yuli dengan Kenzo bunda". Jawab Kikan membuat dia mendapat kan tatapan tajam dari Rachel dan Kinara
Ayu terkejut ketika mereka mengatakan nama Kenzo dan dia pun terlihat sangat cemas sekali mendengar nama itu lagi. Kenzo orang yang membuat putri nya terpuruk dan juga membuat mereka harus meninggal kan Indonesia juga. Kini nama tersebut kembali Ayu dengar lagi membuat nya kembali meningkat kenangan pahit nya dulu
"Kamu bertemu dengan dia sayang?". Tanya Ayu
"Iya Bun, tadi Yuli tidak sengaja bertemu dengan dia". jawab Yuli
Ayu terlihat semakin gelisah sekali di buat nya apalagi dia juga tahu bagaimana sikap keluarga Kenzo terutama papa nya yang sangat berpengaruh itu
"Bunda tidak perlu cemas kan ada Ricky yang akan selalu menjaga bunda dan Yuli". Kata Ricky
"Terima kasih Ricky dan bunda harap kamu memang benar-benar bisa melakukan nya". Kata Ayu
"Oh ya Yuli punya hadiah untuk bunda. hadiah sangat spesial untuk wanita yang spesial sekali". kata Yuli
"Terima kasih sayang, kenapa kamu selalu saja memberikan bunda barang yang mahal seperti ini". Kata Ayu
"Ini juga tidak seberapa dengan pengorbanan bunda yang selalu sabar merawat Yuli sedari dulu. terima kasih Bunda ku yang tercinta". Kata Yuli sambil memeluk bunda nya kembali
"Sama-sama sayang". Kata Yuli
Momen ini sangat lah membuat Ricky senang ketika melihat ekspresi bahagia sang kekasih dan lagi-lagi cara membuat dia bahagia hanya sederhana sekali.
"Wah bunda terlihat sangat cantik sekali memakai nya". Kata Rachel
"Ah kamu bisa saja. Lebih cantik kamu Rachel dari pada bunda". Kata Ayu
"Bunda juga masih cantik kok". Kata Kikan
mereka semua mendekati bunda lalu memeluk nya juga dengan penuh sayang
"Bunda bahagia melihat Yuli mempunyai sahabat seperti kalian dan juga kekasih yang sangat tulus mencintai dia". Kata Ayu
"Dan juga Yuli punya bunda yang sangat hebat seperti bunda Ayu". Kata mereka semua dengan kompak nya
Tawa di rumah itu pun terdengar bahkan mereka juga bercanda bersama di ruang tamu membuat kebahagiaan di rumah itu terasa nyata sekali
"Kita berkebun Yuk Bun di depan". Ajak Kikan dan ayu oun menyetujui nya.
mereka kini berjalan menuju taman rumah Ricky untuk berkebun di sana dan Yuli pun mendekati Ricky sekarang
"Rumah ku yang dulu, bagaimana keadaan nya?". Tanya Yuli
"Rumah itu sudah menjadi markas anak buah ku ". Kata Ricky dengan santai nya bahkan meskipun Yuli terkejut Ricky tetap saja Santai sekali
"Apa? kamu jadikan rumah aku yang belum lunas bayar nya itu sebagai markas kamu ah tega sekali pacarku ini". Kata Yuli dengan ekspresi cemberut no a membuat Ricky gemas sekali lalu mencubit nya
"Jangan hanya di cubit Rick sebaik nya cium saja bibir nya itu". Kata Ken membuat Yuli menutup mulut nya dan Ken pun mendapat tatapan dari Ricky
__ADS_1
"Ingin mati Lo Ken". Kata Ricky sambil memukul lengan Ken
"Sorry Rick gue hanya bercanda saja". Kata Ken sambil meringis kesakitan
"Awas saja kalau kamu berani melakukan hal tersebut". Kata Yuli lalu pergi menyusul yang lain nya ke taman rumah Ricky.
Selang beberapa menit Sam pun turun dari lantai atas dan dia membungkuk hormat kepada Ricky
"Selamat datang Bos". Sapa Sam
"Seperti nya Sam lebih baik dari pada Erick". Kata Ipank
Ricky berjalan keluar menuju halaman rumah nya dan dia memilih untuk duduk di gazebo yang ada di halaman sambil mengamati mereka yang sedang berkebun
"Saya sudah membuat perusahaan keluarga nona Haruka menjadi tidak stabil bos, namun saya juga membuat nya stabil jika dia mencari bantuan ke perusahaan yang lain nya". Kata Sam
Hal itu dia lakukan agar Kenzo tidak curiga dengan pergerakan nya apalagi dia juga mengawasi Haruka sekarang ini dan mungkin juga dia tahu jika Ricky akan balas dendam kepada Haruka
"Lakukan saja Sam semua nya asal Lo bisa membuat dia menderita gue akan menyetujui nya dan jangan lupa juga bahwa gue ingin merobek mulut nya dengan tangan gue sendiri". kata Ricky
"Baik bos, saya akan memberikan nona Haruka nanti kepada anda". Kata Sam
"Apa Lo tidak merindukan Erick, Sam?". Tanya Ipank
"Gue rasa dia tidak merindukan nya Pank dan juga apa yang Lo katakan tadi mungkin benar bahwa Sam memang lebih baik dari pada Erick". Kata Rere
"Mungkin tuan salah menilai karena Erick sekarang sudah jauh lebih hebat". Kata Sam
"Tapi memang Lo yang masih lebih hebat Sam dari pada dia". Kata Ipank
Ricky hanya mendengar kan saja sebab memang apa yang di katakan sahabat nya tentu lah benar. Ricky beruntung mendapat kan Sam dan meskipun Kenzo kuat pun tidak akan jadi masalah bagi nya karena dia tahu pasti Kenzo akan sedikit kesulitan mencari tahu tentang nya tapi sebalik nya Ricky lebih mudah mendapat kan informasi apapun karena ada Sam yang selalu bisa membantu nya.
Di sebuah gudang yang jauh dari perkotaan dan terlihat tidak terawat juga di sana sudah ada Justin dan juga Erick anak buah Kenzo yang kini sedang melakukan transaksi senjata ilegal
"Kenapa bos mu tidak datang kemari?". Tanya Justin
"Maaf,tuan kami sedang sibuk jadi dia tidak bisa ikut bertransaksi". Kata Erick
"Apa bisa aku bertemu dengan dia sekarang?". Tanya Justin
"Maaf tuan, untuk saat ini tuan kami tidak bisa di ganggu sama sekali". Kata Erick dengan sopan nya
"Cih sehebat apa dia hingga tidak mau bertemu dengan ku". Kata Justin yang merasa sangat di remehkan sekali sekarang.
Dia melihat jika Erick pun bukan orang yang sembarangan apalagi tatapan nya itu yang sangat tajam dan menusuk membuat dia bertanya-tanya siapa sebenar nya bos nya itu
"Bagaimana tuan, apa sudah bisa di Mulai transaksi nya?". Tanya Erick
"Kenapa kau tidak sabar sekali, apa kau tidak melihat aku sedang melihat-lihat dulu takut kalian akan membodohi ku nanti". Kata Justin
"Kami tidak akan melakukan hal tersebut tuan". Kata Erick
Justin melihat senjata yang di depan nya ini memang terlihat sangat bagus sekali apalagi senjata ini sangat Langka sekali bagi nya
"Lumayan juga senjata ini mungkin satu tembakan saja bisa membunuh Ricky si b******k itu". Kata Justin
Erick yang mendengar itu pun kini menatap Justin dengan tatapan yang sangat dalam
"Jaga tatapan mu itu kepada bos kami". Kata anak buah Justin membuat Justin melihat ke arah Erick
"Kenapa kau menatap ku seperti itu?". Tanya Justin
"Apa anda ingin sekali membunuh leader Geng Punk dengan senjata ini?". Tanya Erick
"Itu bukan urusan mu jadi kau sebaik nya diam saja". kata Justin
"Saya hanya bertanya bukan maksud mencampuri nya". Kata Erick dengan sangat tenang sekali
"Apa kau tahu siapa Ricky. tapi mustahil sekali jika kau tidak mengetahui nya bahkan mungkin tuan mu itu tidak bisa mengalahkan Ricky juga". Kata Justin
"Dan bahkan anda pun juga terlihat tidak sanggup untuk mengalah kan nya". Kata Erick yang sukses membuat amarah Justin muncul sekarang. Dia ingin sekali memukul Erick namun para anak buah yang di bawah Erick pun langsung mengeluarkan pistol nya dan pistol tersebut juga sangat baik sekali Fungsi nya membuat Justin kembali heran dengan mereka semua nya
__ADS_1