
Jika bertanya dengan Ricky langsung pasti tidak akan mendapatkan jawaban karena Ricky pasti akan menyuruh untuk mencari tahu sendiri dan itu akan Semakin tidak enak
"Kenapa kalian menatap gue seperti itu? Menjijik kan sekali". Kata Arok
"Lo kan sudah tahu sendiri kan kalau kita sudah tanya pada Ricky tadi di kantor dan tidak mendapatkan jawaban". Kata Ken
"Benar dan gue rasa ada yang akan di jawab oleh nya jika dia bertanya". kata Ipank
"Siapa Pank ?". Tanya Rere
"Kinara, dia pasti bisa membuat Ricky angkat bicara jika dia tahu Lo dalam bahaya". Kata Ipank
"Lo mau memanfaatkan adik gue?." Tanya Arok dengan tatapan tidak suka nya
"Bukan begitu Rok, kita kan hanya ingin tahu saja dan Ricky sudah jelas sekali punya informasi yang akurat jadi apa salah nya jika kita bertanya tapi menggunakan Kinara". Jelas Ipank
"Dan Lo pikir Ricky bodoh, Dia pasti tahu kalau gue yang suruh Kinara untuk bertanya". Kata Arok
"Benar juga yang di katakan Arok". Kata Ken
"Lalu bagaimana?". Tanya Rere
"Lo diam sebentar, gue dapat informasi baru". Kata Arok yang sedan fokus pada pesan yang baru masuk di handphone nya.
Mereka menatap Arok dengan serius karena penasaran dengan informasi apa yang dia dapat kan.
"Penyerangan itu akan di lakukan dalam waktu dekat dan yang menjadi target nya adalah Lo Re". Kata Arok
Dia mendapatkan kabar tersebut dari Mark anak buah kepercayaan nya.
"Jadi mereka menarget kan gue'. Kata Rere dengan santai nya
"Iya dan banyak aliansi yang akan ikut menyerang Lo nanti, jadi Lo harus waspada akan keselamatan Kikan". Kata Arok mengingat kan
"Lalu siapa dalang di balik itu semua, gak mungkin Gilbert karena gue tahu dia tidak akan menyerang gue jika tidak mendapat kan imbalan atau sesuatu yang menguntung kan". Tanya Rere
"Gue belum bisa memastikan karena Mark juga tidak memberikan informasi tersebut". Kata Arok
"Ternyata si Mark bisa di andalkan juga". Kata Ken
"Mark dapat informasi tersebut dari Sam dan atas perintah Ricky. Kemungkinan Jack juga dapat informasi dari nya juga". Kata Arok
"Itu mungkin saja karena semua orang kepercayaan kita juga masih setia pada Ricky". Kata Ipank
"Mending Lo siap-siap saja Re untuk menyambut mereka". Kata Ken
"Dan yang paling penting Lo harus aman kan Kikan dulu". Kata Ipank
"Gue akan pasti kan kalau Kikan akan aman di rumah". Kata Rere
"Oh ya tadi Mark bilang kalau Dira nanti menjemput Galang di bandara dan juga kabarnya Nicholas akan datang juga ke negara ini". Kata Arok
"Gue jadi makin bingung, kenapa semua orang khusus yang Ricky punya datang ke mari, tapi Sam malah tidak ada". Kata Ipank
"Gue rasa memang Ricky sedang merencanakan sesuatu di belakang kita". Kata Ken
"Rok apa Lo sudah menemukan di mana tempat keluarga Hartana berada?". Tanya Ipank
"Sampai sekarang gue belum menemukan jejak satu pun. Lo tahu sendiri kan Sam itu sangat rapi, maka dari itu dia menjadi orang yang paling Ricky percaya dan andalkan untuk melakukan apapun". Jawab Arok
"Sam memang hebat sama seperti Bos nya". Kata Rere
*******
Di markas Gilbert sedang berbicara dengan anak buahnya tentang apa yang dia dapat selama memata-matai Ricky
"Bos dalam beberapa hari ini Ricky terlihat dekat dengan seorang wanita namun itu bukan lah adik dari Arok". Kata nya memberi informasi
"Siapa Dia, apa dia kekasih baru Ricky?". Tanya Glen
"Saya belum bisa memastikan namun terlihat sangat jelas Ricky tidak pernah marah sama wanita itu meskipun Dia memaki-maki nya". Kata anak Buah Gilbert
"apa kita Sandra saja dia sebagai umpan untuk menakluk kan Leader gila itu". Kata Glen
"Kita jangan gegabah jika ingin menyerang Si gila itu". Kata Gilbert
"Lo tahu bahkan Dominic dan yang lain masih maju-mundur merencanakan penyerangan untuk Ricky". Tambah nya lagi
"Lalu apa yang ingin Lo Rencanakan selain akan menyerang Rere dua Minggu lagi?". Tanya Ayden
"Gue akan melakukan sesuatu pada adik Arok dan kabar nya dia akan kembali ke negara ini dalam tiga hari lagi". Kata Gilbert
"Lo menarget kan adik Arok? apa Lo serius?". Tanya Ayden
"Gue serius, karena adik Arok bisa membuat tiga dari anggota inti itu menyerah". Kata Gilbert dengan percaya diri nya
Dua mungkin sudah lupa bagaimana Ricky memberi pelajaran pada orang yang berani mengusik Kinara dan dia akan melakukan hal bodoh itu
"Kalau gue mending menculik wanita yang sekarang sedang dekat dengan Ricky". Kata Glen
"Kalau Lo ingin melakukan hal tersebut silahkan dan gue juga bersedia membantu, gue menarget kan Kinara karena gue penasaran saja dengan reaksi Ricky dan Arok nanti nya". Kata Gilbert dengan senyum penuh ke bangga an
__ADS_1
Dua mungkin tidak akan pernah menduga bahaya apa yang akan dia dapat jika melakukan hal tersebut
"Kalian memiliki rencana apapun itu terserah yang penting buat gue habisi Rere dulu". Kata Ayden
"Lo tenaga saja soal itu, gue pasti akan berhasil melakukan nya". Kata Gilbert semakin percaya diri
"Gue pergi dulu karena ada urusan". Kata Ayden
"Tunggu, kalau wanita di rumah Rere apa di habisi juga?". Tanya Gilbert menghentikan langkah Ayden
"Terserah Kalian". Jawab nya singkat
"Bukan nya itu adik Lo". Kata Glen
"Dia memang adik gue tapi gue gak pernah perduli pada nya". Kata Ayden lalu melangkah pergi meninggalkan mereka berdua
"Gila si Ayden, demi kekuasaan dia rela melenyapkan adik kandung nya sendiri". Kata Glen
"Sudah jangan di pikirkan, gue mau fokus membuat rencana untuk menculik Kinara di bandara nanti". Kata Gilbert
"apa Lo yakin itu akan berhasil?". Tanya Glen
"Gue yakin karena sudah sangat lama juga gue mengintai kinara waktu dia di luar negeri". Kata Gilbert
"Kalau gue gak akan menargetkan dia karena itu sama saja bunuh diri". kata Glen
"Bukannya melakukan penyerangan pada Rere juga sama seperti bunuh diri". Kata Gilbert
"Gue rasa Rere gak sekuat Ricky jadi kemungkinan untuk kita selamat masih ada meski kita akan kehilangan segalanya". Kata Glen dengan yakin nya
*******
Di kantor SH Yuli sedang sibuk memahami beberapa dokumen dan tampak sekali dia sangat serius dengan kerjaan nya ini
"Lo tutup berkas nya dan lanjut kan besok saja, dan ingat mulai sekarang Lo kerja sebagai sekertaris. Setelah pulang sekolah langsung kemari dan Lo boleh pulang setelah pekerjaan Lo selesai, jangan mengikuti jam kantor di sini. Dan juga Sabtu Lo libur". Kata Ricky
"Wah enak juga ya kerja kantoran, Jadi betah gue di sini". Kata Yuli
"Yakin Lo betah kerja bareng gue?". Tanya Ricky
"Selama gaji nya ok ya gue betah lah. Lagian nih ya gue pernah berharap bisa kerja di sini dan sekarang gue kerja beneran di sini. Hebat banget ya gue". Kata Yuli membanggakan dirinya sendiri
Tanpa di sadari Ricky pun tersenyum melihat tingkah Yuli yang seperti ini. Dia merasa bahwa Yuli itu orang nya sangat jujur dan tulus walaupun kelakuan agak gesrek dan alay sedikit.
"Cepat beres kan lalu gue antar Lo pulang". Perintah Ricky
Dan Yuli pun langsung membereskan berkas yang berserakan di atas meja kerja Ricky. Dia memang bekerja di ruangan Ricky dan itu juga atas perintah nya.
Mereka berdua berjalan bersama keluar dari gedung SH Corporation menuju ke tempat mobil Ricky berada
"Mending gue naik angkutan umum saja". Kata Yuli
"Gak usah, Lo gue antar pulang hari ini". Kata Ricky
"Tapi gue gak enak nyusahin bos Mulu". Kata Yuli
"jangan panggil gue dengan sebutan bos, gue gak suka". Kata Ricky
"Lah Lo kan emang bos gue, gimana sih". Kata Yuli
"Kalau Lo anggap gue bos Lo, seharusnya Lo gak membantah ucapakan gue sama sekali". Kata Ricky
"Buruan masuk dalam mobil". Kata nya lagi
Al hasil Yuli pun masuk ke mobil Ricky dan dengan terpaksa menerima tawaran dia untuk pulang bersama.
Hanya keheningan yang ada di dalam mobil tersebut karena sudah jelas terlihat di raut wajah Yuli kalau dia sangat lelah dengan pekerjaan hari ini namun tidak ingin mengeluh sedikit pun.
Mobil telah sampai di depan rumah Yuli dan dia segera turun.
"Terima kasih atas tumpangan nya gue masuk dulu ya dan Lo jangan mampir". Kata Yuli langsung
Akhirnya Ricky pun langsung melaju pergi meninggalkan Yuli yang masih menatap kepergian nya
Dia masuk ke dalam rumah dan melihat kakaknya Luna menatap dia dengan sinis nya
"Dari mana saja Lo jam segini baru pulang?". Tanya Luna dengan ketus nya
"Gue pulang sekolah langsung kerja". Jawab Yuli
"Kerja apaan Lo cuma beberapa jam saja. apa Lo jual diri?". Kata Luna
Yuli mendengar hal tersebut ingin sekali dia merobek mulut kakak nya itu namun dia harus bisa menahan emosi den sang bunda.
"Lo gak usah ngomong yang enggak-enggak kalau gak ada bukti nya". Kata Yuli lalu berjalan masuk ke dalam kamar nya
"Capek juga ya kerja di kantor, apalagi melihat kertas-kertas seperti itu setiap hari". Gerutu Yuli
tanpa ada ketukan pintu langsung di buka oleh Luna dan dia menatap Yuli dengan tajamnya
"cowok mana lagi tadi yang mengantar Lo pulang?". Tanya Luna
__ADS_1
"Bukan urusan Lo". Jawab Yuli
"Lo jangan sok ya mentang-mentang bisa cari uang sendiri dan ingat Lo di sini hanya numpang sama keluarga gue". Kata Luna
Dan Yuli pun berusaha masa bodoh dengan apa yang di ucapkan Luna agar tidak terjadi keributan di dalam rumah itu.
"Mending Lo keluar dari kamar gue karena gue mau istirahat sekarang". Kata Yuli yang mengusir Luna
"Kalau gue gak mau Lo mau apa?". Tantang Luna
Dengan langkah cepat Yuli langsung menendang Luna dan mengunci pintu kamar nya.
"Dasar gak tahu di untung, awas saja Lo". Maki Luna yang merasa kesakitan karena jatuh akibat tendangan Yuli tadi
********
Dira yang kini berada di markas hanya duduk santai karena tidak ada hal yang harus di lakukan, dia hanya mendapat tugas untuk menjemput Galang saja.
Tiba-tiba Ricky datang dan menghampiri nya tanpa dia tahu kapan bos nya itu tiba
"Ma'af bos saya tidak mendengar suara mobil anda". Kata Dira seraya membungkuk kan badan nya
"Lo lagi santai Dir?". Tanya Ricky
"Ma'af Bos". jawab Dira
Ricky pun tersenyum mendengar ucapan Dira barusan
"Lo kenapa minta maaf. Lagian kerjaan Lo kan sudah selesai jadi wajar kalau Lo sekarang sedang bersantai di sini". Kata Ricky
"Iya bos". Jawab Dira
"Kelihatan nya mereka akan bergerak di luar prediksi kita". Kata Ricky
"Sejauh ini rencana mereka tetap sama bos, menyerang dalam waktu dia Minggu lagi. Itu yang di katakan oleh mata-mata kita yang sedang bersama mereka
"Gue yakin mereka merencanakan sesuatu nanti ketika Kinara pulang". Kata Ricky
insting dan ketajaman nya memang tidak pernah salah dan kekuatan nya juga tidak bisa di ragukan oleh para musuh nya jika mereka tidak bodoh.
"Bos ternyata anda benar. Baru saja saya mendapat kabar dari anak buah kita bahwa Gilbert akan menculik nona Kinara di Bandara nanti". Kata Dira melaporkan
"Cih, mereka masih saja menargetkan Kinara dalam hal apapun. Biarkan saja itu mereka lakukan dan gue sendiri yang akan turun tangan membereskan nya.". Perintah Ricky
"Tapi pasti tuan Arok juga tidak akan membiarkan hal tersebut Bos". Kata Dira
"Memang Arok tidak akan pernah memberikan nya namun apa dia tahu jika Kinara menjadi target mereka sekarang?". Tanya Ricky
"Tidak Bos". jawab Dira
"Meskipun Arok akan melakukan penjagaan ketat pada Kinara di bandara nanti gue yakin dia bisa kecolongan karena tidak mengetahui hal tersebut". Kata Ricky
"apa saya harus memberi tahu Mark tentang hal ini agar dia memberikan kode pada tuan Arok?". Tanya Dira
"Tidak usah, sebaiknya Lo tidur saja agar nanti Lo bisa terlihat makin segar ketika menjemput Galang nanti. Dan gue juga akan istirahat di sini hari ini". Kata Ricky
Dia berjalan menuju ruangan tersembunyi di markas dan hanya orang tertentu saja yang dapat mengetahui tempat itu yang dia pakai untuk beristirahat.
Ricky yang sudah berada di kamar nya sekarang menghubungi Nicholas anak buah nya yang selama ini menjaga Kinara
"Lo awasi dia jangan sampai kehilangan jejak nanti. Mereka sudah masuk ke dalam perangkap kita". Kata Ricky lalu mematikan ponsel nya.
Dan diapun akhirnya beristirahat di sana dan tidur terlelap serta terlihat nyaman sekali.
*******
Di tempat latihan nampak Bryan sedang asik memainkan ponsel nya dan terlihat chatting dengan seseorang yang membuat dia tertawa sendiri
"Hahaha Lo ya Yul kenapa oon banget sih". Kata Bryan
"Lo ya seneng banget ngejek gue. lagian gue itu gak bisa banget tahu kalau melihat dokumen yang sangat banyak seperti itu tadi". Kata Yuli
"Lagian apa sudah nya coba mempelajari itu semua dan bukan nya Lo itu sekolah di jurusan administrasi perkantoran ya. Seharusnya kan Lo paham tentang hal tersebut". Kata Bryan
"Dasar gila, gue kan di administrasi bukan sekertaris Oneng. Beda kali". kata Yuli dengan kesal nya
"Lagian Lo beruntung hari ini bisa di antar jemput Ricky sekaligus di ajari pula. Jarang banget dia melakukan hal tersebut ke cewek kalau bukan pada Kinara saja". Kata Bryan
"Halah paling sama cewek nya dulu juga seperti itu". Kata Yuli
"Lo salah, Ricky tidak pernah melakukan hal tersebut kecuali pada mantannya dulu Dinda dan Adik sepupu Kesayangan nya Kinara". Kata Bryan
"Yang benar saja Lo, gue gak percaya sama Lo". Kata Yuli bercanda
"gue itu serius Yuli Ramadhani". Teriak Bryan dari ponselnya nya
"Iya gue tahu gak usah teriak-teriak kali, gue gak budeg juga bro". Kata Yuli sambil mengusap telinga nya
"Sudah dulu gue mau istirahat tidur. Capek banget gue". Kata Yuli dan langsung menutup telfon nya
*********
__ADS_1
"Jadi dia sudah dekat dengan cewek lain lagi. Benar-benar B*****t Sekali dia". Kata Hans