
Setelah Ricky dan yang lain nya mengunjungi tempat di mana ayu berada kini mereka memutuskan untuk pulang ke rumah Ricky dan terlihat juga mobil Ricky mampir ke sebuah supermarket dan yang lain nya pun meninggalkan nya.
Ricky tampak sedang memilih beberapa coklat dan juga eskrim serta beberapa cemilan dan itu juga sudah pasti untuk kekasih nya. Mereka yang berbelanja di sana melihat Ricky sedang di sana pun tidak ingin mengganggu dan mendekati nya bahkan mereka mempersilahkan Ricky untuk membayar terlebih dahulu. Setelah selesai membayar Ricky segera pergi dari supermarket dan kini melaju kan mobil nya dengan kecepatan penuh agar segera sampai di rumah nya.
Mobil Ricky terlihat juga sudah sampai di rumah nya dan dia segera memarkirkan nya lalu masuk ke dalam rumah dan tak lupa juga dia menyuruh bodyguard nya membawakan barang yang dia beli tadi
"Tumben Lo tadi mampir ke supermarket Rick?". Tanya Ken yang sedang duduk bersantai di ruangan tamu Ricky
"ada yang harus gue beli di sana". Jawab Ricky
"Tumben sekali Lo membeli sesuatu sendiri biasa nya kan Lo menyuruh Dira atau yang lain nya. Lo tidak pernah melakukan hal yang seperti ini sebelum nya dan itu seperti bukan Lo saja Rick". Kata Ken
"Lo kenapa gak peka sekali Ken dia beli sesuatu sendiri pasti untuk kekasih nya". Kata Rere
"Bucin nya Ricky memang sangat parah sekali hingga mampu membuat nya menjadi orang yang beda". Kata Ken
Ricky tidak memperdulikan apa yang di katakan Ken tadi "Di mana kekasih gue kenapa gue tidak melihat nya?". Tanya Ricky
"Mereka sedang berada di taman rumah Lo Rick kelihatan nya Yuli betah sekali tinggal di sini". Kata Ipank
Ricky pun kini berjalan menuju taman dan di susul dengan para sahabat nya juga
"Sayang sudah pulang". Kata Yuli yang sudah melihat Ricky dan kini dia berjalan menuju Ricky
"Gak di peluk gitu aku nya". Goda Ricky
Yuli hanya terdiam saja dan tersenyum malu mendengar apa yang di katakan Ricky dan Ricky pun mengambil inisiatif untuk berjalan cepat dan segera memeluk nya
"Ehm jangan terlalu mesra karena kalian tidak hanya berdua saja di sini". Kata Ipank
Yuli pun berusaha melepaskan pelukan Ricky namun Ricky semakin mempererat pelukannya
"Biarkan saja Ipank berkata seperti itu mungkin dia iri dengan kita". Kata Ricky
"Gak usah begini malu juga kali di lihat mereka". Kata Yuli
Ricky pun menyudahi pelukan nya lalu tersenyum melihat kekasih nya itu
"Aku sudah membelikan kamu makanan yang kamu sukai tadi apa kamu mau memakan nya di dalam atau di sini?". Tanya Ricky
"Di dalam saja lagi pula aku juga sudah lama berada di sini". Kata Yuli
mereka semua pun kini berjalan kembali masuk ke dalam rumah Ricky dan menuju ruangan tempat bersantai di lantai atas
"Wah banyak sekali eskrim dan coklat nya bisa kenyang aku nanti". Kata Yuli
"Rakus tapi gak bisa gemuk". Ejek Arok
"Loh iri ya gak bisa makan teman Lo sendiri manusia es". Kata Yuli kembali mengejek
Dan Arok pun diam tidak berniat menanggapi apa yang di katakan Yuli karena dia sudah dapat mengetahui nya bahwa Yuli pasti akan mengejek nya habis-habisan
Yuli mengajak sahabat nya untuk memakan apa yang di belikan Ricky juga tapi mereka semua menolak nya
"Gak apa-apa kali kalian makan iya kan sayang". Kata Yuli
"Tidak apa-apa jika mereka ingin ya makan saja lagi pula masih banyak juga". Kata Ricky
"Tuh kan ayo cepat makan ini perintah dari Bu bos loh ya dan tidak bisa di bantah kan". Kata Yuli
"iya iya Bu bos ". Kata Kikan
mereka pun menemani Yuli makan sekarang dengan Santai nya
"Oh ya Rachel apa kabar ya kita sudah lama tidak bertemu". Kata Yuli
"Dia sedang sibuk dan tidak bisa di ganggu". Kata Arok
"Sesibuk apa sih dia hingga mengalahkan kekasih ku ini sibuk nya". Kata Yuli sambil mengedipkan mata nya menggoda Ricky
"Dia kan lagi di Jerman Yul ada hal yang dia lakukan di sana". Kata Kikan
"Hah dia di Jerman dan gue gak tahu kapan dia berangkat nya. kurang ajar sekali Rachel ya gak pamit sama gue". Kata Yuli
"Karena kamu juga terlalu sibuk jadi dia tidak bisa Pamitan ke kamu". Kata Kikan
"Memang nya apa yang dia lakukan di sana sibuk sekali ya?". Tanya Yuli
"Dia sibuk karena memang dia kuliah di sana mengambil kedokteran". Kata Arok
__ADS_1
"Memang Rachel sangat cocok sekali menjadi dokter lalu bisnis dia bagaimana?". Tanya Yuli
"Sudah ada yang mengaturnya kan kamu tahu juga kekasih Rachel kan orang hebat". Kata Kikan
"Hebat sekali dalam urusan menakuti orang". Kata Yuli
"Dan Lo hebat sekali dalam mengajak orang berdebat". Kata Arok
"Salah sendiri Lo kalah jika debat dengan gue." Kata Yuli
"Sudah gak usah mulai lagi pertengkaran nya kak Yul pusing nih yang mendengar nya". Kata Kinara
"Bagaimana keadaan Luna apa dia baik-baik saja?". Tanya Yuli
"Dia masih belum sadarkan diri". Jawab Ken
"Apa bunda ayu juga seperti dia?". Tanya Yuli
"Kan tadi sudah gue jawab Wakidi markas Ricky tadi". Kata Ken
"Pasti bunda juga sama seperti Luna bahkan mungkin lebih parah". Kata Yuli yang terlihat sedih namun sekarang dia pun sudah ceria kembali karena dia tahu ada Ricky di sisi nya jadi dia harus bisa mengontrol kesedihan nya
"Apa aku harus membalas apa yang Hans rencana kan kepada kamu hingga bunda menjadi korban nya?". Tanya Ricky
"Tidak perlu kamu kan sudah menganiaya dia jadi mau balas apalagi". Kata Yuli
"Dia akan sangat menderita jika aku juga menghancurkan adik kesayangan nya". Kata Ricky
"Jangan aneh-aneh ya aku sudah bilang jangan menyakiti nya". Kata Yuli mencoba untuk membuat Ricky tidak melukai Stella
"Aku tidak akan melukai nya jika kamu tidak terluka dan sedih meskipun bukan dia tapi yang melakukan adalah kakak nya jadi aku pun bisa berbuat lebih jauh lagi untuk membalas kesedihan kamu". Kata Ricky
"Jika kamu melakukan itu maka aku akan menolong nya agar terlepas dari kami nanti jadi jika kamu melakukan nya maka kita akan berhadapan dan bertarung nanti". Kata Yuli
"Dan jika kamu berkelahi dengan ku bisa di pastikan kamu yang akan menang sebab jika melawan kamu aku akan mengalah dan tidak akan melakukan perlawanan". Kata Ricky
"Sudah jangan membahas hal itu apa kamu mau aku jadi gak mood". Kata Yuli
"Ya sudah aku tidak akan membahas nya dan apa kamu mau kita nonton?". Tanya Ricky
"Aku males keluar rumah". Kata Yuli
"Canggih sekali ya rumah ini". Puji Yuli
"Yang canggih bukan rumah nya tapi pemilik nya". Kata Arok
"Ya itu memang benar". Kata Yuli
Mereka pun memutuskan untuk pergi ke ruang bioskop yang ada di rumah itu dan mereka segera memutar film yang yang di inginkan Yuli
"Bagus ya tempat nya memang benar-benar seperti bioskop". Kata Yuli
"Jika kamu senang kamu bisa tinggal di sini". Kata Ricky
"Ya gak mungkin juga aku ada di sini terus dan juga aku kan punya rumah sendiri". Kata Yuli
"Kamu akan tinggal di sini setelah kita menikah nanti". kata Ricky
"Ngobrol terus kalian ya. Kan kita sedang nonton jadi bisa diam dulu gak". Kata Ken
"Lo berani menyuruh gue Ken". Kata Ricky membuat Yuli menjulurkan lidahnya kepada Ken berusaha mengejek nya
Mereka kini asik menonton film yang di pilih oleh Yuli dan bukan hanya Yuli saja yang menyukai film itu tapi mereka semua juga suka. Setelah beberapa jam mereka menonton kini mereka semua keluar dari sana
"Caesar". Kata Yuli memanggil Caesar karena sedari tadi dia juga tidak bertemu dan mengobrol dengan nya setelah mereka dari markas Ricky tadi. Kini Yuli pun mendatangi Caesar
"Apa Lo baik-baik saja?". Tanya Yuli
"Ya gue baik-baik saja kali". Jawab Caesar dengan senyuman nya
"Wah tumben sekali Lo senyum begitu ternyata adik gue ini tampan juga ya kalau tersenyum". Kata Yuli menggoda
"Dari dulu juga gue sudah tampan dan Lo saja yang baru menyadari nya". Kata Caesar
"Oh ya mungkin benar gue baru sadar karena selama ini gue tidak sadarkan diri dan selam ini yang Lo jaga adalah bayangan gue maka nya gue gak tahu kalau sebenar nya Lo itu ganteng". Kata Yuli
"Memang ya Lo itu susah sekali di kalahkan kalau lagi berdebat". Kata Caesar dengan kesal nya
"Lo juga kesal dengan gue sama seperti manusia es?". Tanya Yuli dengan sok polos nya
__ADS_1
"Bosen gue berdebat dengan Lo ". Kata Caesar lalu berjalan menjauhi Yuli dan yang lain nya namun Yuli pun mengejar nya
"Gak usah ngambek kali adik ku sayang kan sebentar lagi kita akan pergi jalan-jalan ke Italia bersama". Kata Yuli
"Kamu mau ke Italia Yul ngapain?". Tanya Kinara
"Jalan-jalan lah memang nya kalian saja yang boleh jalan-jalan". Kata Yuli sambil tersenyum dan kini mereka ada di balkon lantai tiga rumah Ricky
"Memang nya kak Ricky mengizinkan nya?". Tanya Kikan
"Pasti di izinkan lah kan ada Caesar yang menjaga gue". Kata Yuli
Ricky juga terpaksa mengizinkan kekasih nya pergi karena meskipun dia di larang pun pasti tidak akan bisa
"Ya sudah Kalau begitu aku mau istirahat siang dulu". Kata Kinara di ikuti oleh Kikan dan juga Rani sementara Yuli masih ada di sana dengan Ricky dan juga sahabat nya beserta Caesar juga
"Hiro dan juga Sam kemana kenapa dari tadi tidak kelihatan?". Tanya Yuli
"Hiro sedang jalan-jalan biasa dia kan suka sekali cari cewek". Kata Rere
"Lalu Sam kemana dia?". Tanya Yuli
"Kan tadi dia sama Lo pulang nya ya mana kita tahu Yul". Kata Ken
"Dia ada sedang mengurus dokumen untuk kepulangan Rani ke Belanda besok". Kata Ricky
"Kenapa cepat sekali kamu menyuruh dia pulang padahal kan dia baru di sini". Kata Yuli
"Sudah cukup dia ada di sini dan ini sudah waktu nya dia pulang dan melanjutkan belajar nya". Kata Ricky
"Ya sudah lah tapi aku bisa bertemu dengan dia lagi kan nanti?". Tanya Yuli
"Bisa sangat bisa sekali". Kata Ricky
"Mana mungkin juga Ricky tidak menuruti keinginan Lo". Kata Ipank
Ya memang hingga sekarang Ricky tidak Pernah membantah sama sekali apa yang Yuli inginkan dan dua selalu menuruti nya
Di lain tempat kini Bryan pun terlihat sangat sibuk sekali ya dengan bantuan Ricky yang memberikan beberapa anak buah hebat nya kini Bryan sudah dapat membentuk kembali kelompok nya dengan begitu kuat nya
"Bryan kamu sibuk?". Tanya Irene
"Kenapa Tante apa ada yang Tante butuhkan?". Tanya Bryan
"Tidak hanya saja Tante sangat rindu sekali dengan Arya kenapa dia tidak menghubungi Tante dan datang kemari". Kata Irene
"Mungkin saja Caesar sedang sibuk Tante jadi tidak bisa menghubungi Tante seperti Apa yang di katakan Shawn kemarin kan". Kata Bryan
Memang waktu itu Shawn datang ke Italia mengunjungi Irene dan itu juga atas perintah Caesar agar mama nya tidak terlalu khawatir dengan nya
"Kamu benar dia memang selalu sibuk sejak dulu dan banyak sekali usaha yang dia kerjakan Tante juga sangat bangga kepada nya". Kata Irene dengan tersenyum
"Tante saya baru dapat kabar dari Caesar kata nya dia akan datang ke Italia dalam waktu dekat ini". Kata Bryan membuat Irene tersenyum bahagia
"Dia akan datang kemari menjemput Tante Bryan?". Tanya Irene dengan antusias
"Mungkin saja". Kata Bryan
"Syukurlah kalau begitu karena Tante juga sangat merindukan dia sekali Bryan". Kata Irene
Di Jepang tepat nya di sebuah rumah yang banyak sekali penjaga nya Tampak sekali sedang sibuk di sana karena ada beberapa orang juga di sana yang terlihat sedang asik m ngobrol dengan serius nya
"Jadi kita tidak bisa memata-matai nya jika dia sedang ada di rumah nya?". Tanya Derick
"Tidak bisa sebab rumah itu memang di jaga dengan sangat ketat nya". Jawab Justin
"Dia memang mempunyai otak yang sangat cerdas sekali hingga kita tidak pernah bisa memasukkan penyusup di tengah mereka". Kata Derick
"Sangat sulit sekali menghancurkan Ricky bahkan Geng King Devil pun habis oleh nya hanya menyisakan Felix saja". Kata Justin
"Kenapa kita tidak mengajak Felix saja untuk bergabung menghancurkan Ricky". Kata Dimitri
"Tidak perlu mengajak nya karena dia kini bergabung dengan Ipank dan sudah pasti Ipank bisa mengendalikan dia jadi jangan melakukan kesalahan dengan mengajak nya". Kata Derick
"Kita sudah merencanakan semua ini sejak lama apa mungkin kita akan kalah dengan nya mengingat banyak sekali lawan yang tangguh sudah tumbang juga oleh Ricky dan para sahabat nya". Kata Dimitri
"Apa kau meragukan kita semua yang ada di sini jika iya kenapa kau mau bergabung dengan kita". Kata Justin
"Aku hanya bertanya saja mengingat King Devil saja kalah dengan mereka bagaimana dengan kita aku tidak mau mati konyol dan tersiksa oleh Ricky. Kalian pasti tahu bagaimana sadis nya dia bahkan Hans pun aku dengar juga mendapat kan siksaan yang sangat besar dari nya". Kata Dimitri
__ADS_1
"Kita akan bisa mengalahkan Ricky nanti tunggu saja waktu nya". Kata nya dengan menyeringai