Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Memantau Dari Kejauhan


__ADS_3

Mereka semua kini masuk ke dalam mobil masing-masing dan segera pergi untuk jalan-jalan dan makan malam di restoran. mereka kini berada di negara Italia tepat nya di kota Milan. Caesar mengajak mereka semua makan di restoran. Caesar memang memilih tinggal di Italia karena dia merasa bisnis nya sangat berkembang dengan bagus di sana apalagi dia seorang mafia dan jaringan nya juga luas di sana. Dia bisa menutupi segala nya dengan mudah namun untuk menghindar dari Ricky dia belum cukup kuat selain terpaut usia yang pasti Ricky lebih matang hal lain pun menjadi pertimbangan nya bahkan Ricky terjun ke dunia seperti itu lebih dulu di banding kan dia apalagi kekejaman Ricky sangat tidak bisa di ragukan sama sekali oleh siapapun juga


Mobil mewah mereka semua kini sudah sampai di restoran dan Caesar pun segera mengajak mereka masuk. Restoran tersebut juga salah satu dari usaha Caesar di sana


"Gaya restoran nya ciri khas Eropa sekali ya". kata Yuli


"Kita memang tinggal di Eropa jadi wajar saja kan". Kata Caesar


"Gak punya ciri khas sekali ya Lo , apa Lo gak punya imajinasi gitu atau desain sendiri untuk restoran ini". Kata Yuli yang memang sengaja mengejek Caesar


"Gue bukan Ricky jadi terserah gue mau gue apakan restoran ini". Kata Caesar


Caesar tahu memang Yuli kakak nya itu sengaja sekali membuat dia kesal di depan mama mereka apalagi dia sengaja membandingkan dia dengan Ricky kekasih nya itu. Ricky memang mempunyai gaya tersendiri di setiap desain nya


"Ya dan desain Lo ini terlihat sekali meniru orang lain dan tidak memiliki ciri khas sedikit pun ". Kata Yuli


"Apa Lo sengaja membuat gue kesal dengan membandingkan gue dan juga Ricky". Kata Caesar langsung kepada kakak nya itu


"Menuduh tanpa bukti itu nama nya fitnah Adik ku sayang". Kata Yuli


"Tapi itu memang kenyataan nya kalau Lo sengaja membandingkan gue dan Ricky". Kata Caesar


"Sensitif sekali adik ku satu ini. Mana mungkin juga Lo bisa di bandingkan dengan Ricky kekasih gue yang sangat amat hebat itu". Kata Yuli membuat mereka semua tertawa dan Caesar pun kesal sekali sekarang. Memang kakak nya ini selalu saja membuat kesal orang dan bahkan kini dia yang menjadi target kejahilan kakak nya karena Arok tidak ada di sini.


"Lihat lah ma, dia itu selalu saja membuat orang lain kesal apalagi Sahabat kekasih nya yang bernama Arok selalu saja di ganggu dia hingga marah". Kata Caesar


"Mana mungkin juga gue Berani mengganggu Arok, bisa di gantung di atas patung Liberti gue yang ada Lo mungkin yang mengganggu adik dia". Kata Yuli


membuat mereka semua melihat kearah Caesar apalagi Irene yang memang tak pernah melihat anak lelaki nya itu bersama dengan wanita manapun namun dia merasa jika Caesar memang memiliki kekasih namun tidak di kenalkan Kepada nya


"Mana mungkin gue tertarik dengan adik Arok, Lo jangan mengarang cerita". Kata Caesar


"Apa maksud Lo kakak gue jelek hingga Lo tidak tertarik dengan nya". Kata Hiro yang memang ada di sana dan dia tidak suka jika kakak nya di hina orang.


"Hayoloh adik nya marah tanggung jawab Lo Caesar". Kata Yuli


"Yuli sudah bercanda nya mending kita pilih makan nya sekarang, dari tadi kita hanya mengobrol tanpa memesan makanan". Kata Ayu


Mereka pun terlihat memilih menu makanan yang akan di pesan dan kembali Yuli menjahili Caesar dengan memukul kepala nya dengan menu makanan yang dia bawa


"Gak boleh terlalu kesal sama orang nanti cepat tua Lo baru tahu rasa. Makan di sini gratis ka. ya dan kita boleh kan makan di sini setiap hari". kata Yuli


"Bahkan kekasih Lo sangat kaya sekali tapi kenapa Lo suka yang gratisan sih". Kata Caesar


"Gue mau menghemat uang kekasih gue dan mau menghabiskan uang Lo saja". Kata Yuli


"Sudah gak usah mulai lagi kita pilih saja lalu makan bunda sudah lapar sekali ini". Kata Ayu


Irene yang melihat canda tawa putri nya pun dia merasa sangat senang sekali apalagi terlihat Yuli mudah sekali Akrab dengan adik nya bahkan dia juga bisa mengajak Caesar bercanda membuat Irene merasa lega sekali karena anak nya itu mau menerima diri nya yang mungkin bahkan anak lain nya pun akan mencaci maki jika bertemu Karena dia merasa di buang namun Yuli berbeda Mungkin didikan dari Ayu yang membuat dia bisa menerima Irene tanpa penolakan sedikit pun


"Mama kenapa, apa pusing mendengar kan dia mengoceh sedari tadi". Kata Caesar


"Tidak, mama hanya merasa sangat bahagia saja melihat kalian akrab". Kata Irene


Setelah mengobrol dan bercerita tentang apa saja kini makanan mereka sudah di hidangkan dan mereka segera makan dengan santai nya. Banyak sekali makanan yang di pesan membuat meja tersebut penuh.


"Lo kapan pergi bekerja kenapa masih bersama dengan kita?". Tanya Yuli yang kini menatap Leon


"Dia bekerja dengan gue Yul, kita ada sebuah bisnis penting yang harus di bahas". Kata Bryan


"Jadi Lo kenal dengan dia Bray?". Tanya Yuli


"Gue kenal, dia kan sepupu nya Galang mana mungkin gue gak kenal dengan dia". Kata Bryan


Yuli pun tidak curiga sama sekali dengan apa yang di katakan oleh Bryan dan dia pun kembali melanjut kan makan nya dengan lahap bahkan dia terlihat sangat tenang sekali beda dengan biasa nya dia akan selalu saja mengajak orang bicara ketika sedang makan.


Selesai makan pun Yuli kini mengecek ponsel nya dan dia pun mengirim kan foto nya yang sedang makan malam kepada Ricky


"Setelah ini kita ke mana?". Tanya Yuli

__ADS_1


"Berkeliling di kota Milan saja, Lo pasti suka". Kata Caesar


"Jangan lupa memberi kabar kepada kekasih Lo Agar dia tidak marah-marah tidak mendapat kan kabar". kata Bryan


"Mr posesif itu memang selalu saja bucin kepada Lo bahkan dia mengirim kan Hiro untuk mendampingi Lo ". Kata Caesar


"Lo juga akan merasakan nya nanti dan jika waktu itu terjadi maka gue akan menertawakan Lo dengan sangat keras nya adik ku tersayang". Kata Yuli


"Oh ya, apa kamu melanjutkan sekolah kamu sampai Kuliah?". Tanya Irene


Yuli tersenyum sebelum menjawab nya "Yuli tidak kuliah ma sebab belum juga kuliah sudah bekerja di SH Corporation jadi gak Sempat untuk mendaftar kuliah". Kata Yuli


"Bohong banget Lo ya, jelas-jelas Lo gak mau kuliah malah membuat alasan seperti itu". Kata Bryan


"Sahabat macam apa Lo menjatuhkan sahabat nya sendiri". Kata Yuli


"Itu fakta bahwa Lo memang tidak ingin kuliah kata Lo itu hanya membuang uang saja". Kata Bryan


Mereka semua menatap Yuli apalagi Irene, dia merasa bersalah sekali karena mungkin saja anak nya itu hidup kekurangan sementara dia punya segala nya bahkan Ayu pun juga merasa bersalah akan hal tersebut


"Lo ya, gue mau kuliah kali di Singapura dan Lo tahu kan hal tersebut". Kata Yuli


"Kenapa kamu gak bilang ke bunda jika ingin kuliah di sana?". tanya ayu


"Yuli hanya ingin mandiri saja Bun tapi kayak nya batal deh ke sana nya kan bunda tahu bagaimana Ricky dia pasti akan ikut juga jika Yuli ke Singapura sedang kan dia kan harus menjalankan pekerjaan nya di Jepang". Kata Yuli


"Anak Buah kepercayaan dia banyak jadi Lo gak perlu khawatir soal itu bahkan usaha nya di Texas saja hanya dia pantau dari jauh saja". Kata Bryan


"Iya juga sih tapi kan nanti dia bisa saja berpisah dengan para sahabat nya itu". Kata Yuli


"Mereka berpisah pun tetap saja masih kuat Yul jadi buang saja pikiran negatif Lo itu dan jika Lo ingin kuliah di Singapura ya pergi saja". Kata Bryan


"Nanti saja gue pikir kan lagi dan kalian semua kenapa lama sekali sih makan nya". Kata Yuli


"Makan itu untuk di nikmati bukan untuk ajang lomba yang harus cepat selesai". Kata Caesar


"Oh baru tahu juga gue kalau makan itu untuk di nikmati". kata Yuli


"Bahkan dia juga mengirim Leon untuk ikut menjaga kekasih nya". kata Justin


"Hati-hati dengan Leon, meski pun kita menyewa anak buah nya tapi dia juga bisa mengendalikan mereka semua jika dia ingin". Kata Demian


"Kita salah menyewa anak buah Leon, bahkan Leon pun ikut menjaga wanita itu jadi tidak ada guna nya juga mereka". kata Dimitri


"Tentu saja itu berguna, kita menggunakan mereka bukan untuk menyerang Leon jadi itu akan sangat berguna sekali nanti apalagi anak buah Leon tidak bisa di remehkan sama sekali". Kata Demian


"Kenapa kau tidak meminta dia untuk bergabung juga bersama kita Demian". Kata Justin


"Kau pasti tahu betul bagaimana hubungan ku dengan nya". Kata Demian


"Benar juga tapi setidak nya bawa satu teman Leon untuk membantu kita itu pasti akan sangat menguntungkan". Kata Justin


"Selama Ricky tidak ada kita bisa menang melawan mereka semua". Kata Demian


"Kau benar sekali, Ricky terlalu hebat dan pintar untuk di kelabui tapi aku pun heran kenapa dia tidak ikut datang kemari". Kata Dimitri


"Apa kalian berdua sudah memastikan dengan benar jika dia tidak datang kemari?". Tanya Demian


Demian merasa jika tidak mungkin juga Ricky akan membiarkan kekasih nya pergi Tanpa doa meski pun sudah ada Leon dan yang lain nya yang menjaga dia


"Ricky masih ada di Jepang dan kabar terakhir pun dia melakukan penerbangan ke Singapura". Kata Justin


Tentu saja yang melakukan penerbangan bukan Ricky tapi anak buah nya yang sedang menyamar menjadi dia. Bahkan kini Ricky sedang menatap dan mengawasi Demian dan dari tempat tersembunyi nya


"Bagaimana kalau kita datangi mereka dan menyapa adik mu itu Demian". Kata Justin


"Tidak perlu melakukan hal bodoh jika ingin rencana kita berhasil". Kata Demian


Mereka kini melihat jika Yuli sedang tertawa dengan lepas nya namun mereka tidak tahu dengan pasti apa yang membuat dia tertawa seperti itu

__ADS_1


"Bahkan dia masih bisa tertawa sekarang". Kata Justin


"Kita lihat saja seberapa lama tawa itu akan ada di bibir nya". Kata Demian


Dia terlihat sangat yakin sekali jika rencana nya akan berhasil untuk menghabisi Yuli bahkan dia tidak tahu jika Yuli di kelilingi orang yang sangat hebat Ricky dan juga Kenzo


" Kapan kita akan menjalankan rencana kita?". Tanya Dimitri


"Jangan sekarang kita lihat dulu seberapa kuat mereka melindungi wanita itu". Kata Demian


Dia tidak ingin salah langkah sedikit pun jadi dia ingin melihat situasi apa Bryan dan yang lain nya begitu kuat apalagi di sana juga ada Leon, Demian merasa khawatir tentang hal tersebut karena Leon memang sedari dulu tidak bisa di tebak dan dia juga bisa saja berkhianat kepada mereka jika bukan kekasih Ricky yang ada di sana. Leon sangat menghormati dan menghargai Ricky jadi dia tidak akan menghianati Ricky sedikit pun itulah yang membuat Demian berpikir kembali untuk melakukan rencana nya ini meskipun dia merasa ini adalah waktu yang tepat karena tidak ada Ricky di sana


"Kalau begitu aku akan menyuruh anak buah kita untuk mengintai mereka semua dan juga melihat seberapa kekuatan mereka di sini". Kata Justin


Mereka bertiga memang tidak tanggung-tanggung membawa pasukan bahkan mereka membawa lima ratus anak buah dan dua ratus mereka pinjam dari Leon dengan harga yang sangat fantastis sekali sisa nya milik mereka sendiri.


Yuli dan yang lain nya kini terlihat keluar dari tempat makan tersebut dan segera pergi menuju tempat yang lain nya dan Demian pun mengikuti mereka tanpa Caesar sadari tapi Leon mengetahui nya dan dia bersikap biasa saja. Mereka mengunjungi pusat Opera di sana karena Caesar tahu jika Yuli kakak nya suka sekali menonton film jadi dia mengajak nya ke sana. Sesampai nya di sana mereka pun kini melihat banyak sekali pengunjung yang datang ke sana


"Kenapa kita datang kemari?". Tanya Yuli


"Lo kan suka sekali menonton film laga jadi gue mengajak Lo kemari agar dapat menonton Opera di sini". Kata Caesar


"Lo ya, film yang gue tonton biasa nya itu drama action bukan Opera". Kata Yuli


"Jadi Lo gak suka ada di sini?". Tanya Caesar


"Tidak sama sekali mending kita cari tempat lain nya saja". Kata Yuli


"Mau cari tempat yang gimana lagi, apa mau pergi ke museum saja?". Tanya Caesar


"Bagaimana kalau kita ke mall ?". Tanya Irene


"Ya sudah kita ke mall saja dan Lo gak boleh menolak nya Kakak ku sayang". Kata Caesar yang sangat tahu sekali jika Sang kakak memang tidak pernah suka jika di ajak ke Mall bahkan dia juga tidak suka berbelanja seperti kebanyakan wanita pada umum nya


Mereka kembali pergi dari sana dan segera melajukan mobil nya ke mall yang ada di kota Milan. terlihat juga raut wajah tidak suka Yuli membuat Caesar tersenyum melihat nya


"Kalau menyetir fokus jangan jelalatan dan senyum gak jelas". Kata Yuli


"Cerewet sekali sih Lo ". Kata Caesar


"Wajar kali kan gue wanita". Kata Yuli


"Oh Lo wanita ya tapi seperti nya Lo wanita jadi-jadian". Kata Caesar membuat Yuli pun langsung menarik rambut nya dengan kasar


"Yul kamu jangan seperti itu nanti kita bisa celaka sayang". kata Ayu


"Ini Bun dia yang mulai duluan". Kata Yuli berakting marah dan kesal kepada Caesar


"Benar kata bunda kalau Lo seperti itu kita bisa saja kecelakaan sekarang". Kata Caesar


"Ya karena Lo tidak sehebat Ricky dalam mengemudi". Kata Yuli dan hal itu membuat Caesar pun kesal kembali kepada nya dan Yuli kini tertawa puas sekali


Mereka sudah sampai di mall terlihat Irene kini menggandeng Ayu untuk ikut belanja dengan nya sementara yang lain nya pun hanya mengikuti nya dari belakang. Mereka sampai di toko pakaian dan segera Irene dan ayu berbelanja keperluan mereka


"Bun, ma aku tinggal ke Time zone dulu ya". Kata Yuli membuat Bryan dan juga Leon mengikuti nya sementara Caesar dan Hiro pun tetap di sana menemani ayu dan Irene berbelanja


Yuli yang melihat mereka berdua mengikuti nya pun Langsung mengajak Bryan untuk bermain. Terlihat Yuli membuat Leon pun kewalahan karena begitu banyak permintaan dia di sana bahkan Yuli pun membuat mereka menjadi pusat perhatian banyak orang


di lain tempat Demian pun juga masih mengamati mereka semua bahkan mereka pun juga ikut berada di kerumunan orang yang melihat Bryan dan juga Leon sedang melakukan dance di sana


"Mereka kenapa berada di kerumunan juga, apa mereka mau melukai Yuli?". Tanya Ken


Ricky pun melihat juga mereka ada di sana dan dia pun terlihat sangat tenang sekali dan terasa tidak curiga sedikit pun dengan mereka bertiga yang ada di sana . Para sahabat nya pun hanya bisa mengamati saja bersama Ricky dari layar monitor yang ada di depan mereka


"Apa kita tidak melakukan pergerakan apapun Rick?". Tanya Rere


"Tentu saja Ricky sudah melakukan nya dan lihat saja lelaki yang ada di dekat Justin itu adalah anak buah Ricky". Kata Arok membuat yang lain nya menatap lelaki yang dia maksud tadi dan benar saja terlihat sekali tanda jika dia adalah anak buah Ricky dan yang mengetahui hal itu adalah para sahabat dan orang kepercayaan Ricky saja.


"Lo ternyata juga tidak tinggal diam Rick". Kata Ipank

__ADS_1


"Kalian tahu persis bagaimana gue jadi sangat mustahil kan jika gue hanya diam saja di sini sementara mereka sedang berada di dekat kekasih gue". Kata Ricky


Pergerakan yang sulit di tebak ini lah yang membuat para musuh Ricky selalu berpikir kembali jika ingin menyerang dia dan bahkan meski mereka sudah menyiapkan segala nya pun mereka masih saja bisa di patahkan oleh Ricky dengan mudah nya. otak cerdas dan juga kelicikan Ricky pun juga menjadi salah satu hal yang sangat membuat lawan nya kesulitan ketika menghadapi nya , bukan hanya lawan nya saja bahkan sahabat nya pun juga mengalami hal tersebut juga


__ADS_2