
Rasa iri di hati nya itu memang sejak dulu waktu pertama dia mengetahui Yuli bisa akrab dengan Galang dan juga Bryan
"Apa Lo yakin kalau Lo sudah membaik?". Tanya Ricky masih tetap memegang tangan kekasih nya itu dan dia memang sengaja melakukan hal tersebut
"Aku memang sudah membaik kok dan terima kasih atas perhatian nya". Kata Luna sambil tersenyum membuat Yuli menatap Ricky dengan tajam nya sambil menyubit lengan nya
"Jangan terlalu pede gue melakukan hal tersebut karena Lo adalah kakak dari kekasih gue dan kita bicara biasa saja jangan terlalu sopan pada gue karena gue gak mau jika kekasih gue cemburu nanti nya". Kata Ricky
"Mana ada gue cemburu". Kata Yuli
"Ya sudah kalau Lo memang sudah sembuh Lo bisa memulai melakukan aktivitas Lo lagi". Kata Ricky
"Tapi aku masih trauma dengan kejadian waktu itu". Kata Luna yang terdengar sangat manja. Ricky sebenar nya tidak ingin perduli namun dia ingin melihat bagaimana kalau kekasih nya itu cemburu
"Kalau Lo masih trauma apa perlu anak buah gue mengantar Lo ?". Tanya Ricky
Luna tampak pura-pura berpikir dan dia juga melirik ke arah sang ayah yang dari tadi masih menyimak obrolan mereka semua
"Gak usah aku gak mau merepotkan mereka karena aku tahu pasti mereka semua sangat sibuk sekali". Kata Luna lalu tersenyum
Yuli yang melihat hal tersebut sebenar nya tidak suka namun dia mencoba untuk tetap tenang agar tidak terjadi sesuatu yang tidak perlu
"Apa Lo mau di antar sama Ricky saja dia kan bos jadi gak akan sibuk juga karena ada anak buah nya yang menghendel semua pekerjaan dia". Kata Galang yang mencoba memanas-manasi Yuli juga
"Tidak usah nanti merepotkan tuan Ricky". Kata Richard
Dia sebenar nya takut sekali dengan Ricky karena pernah di hajar oleh nya dan dia juga sudah memperingatkan anak nya agar tidak mengganggu hubungan mereka namun nampak nya Luna tidak mendengar kan perkataan Richard dan dia kini memulai aksi nya untuk menggoda Ricky
"Gue juga tidak repot sama sekali dan juga benar apa yang di katakan Galang kalau gue kan bos nya jadi bebas melakukan apapun". Kata Ricky
Tampak sekali wajah gembira dalam diri Luna dan dia merasa usaha awal nya kini berhasil tanpa dia tahu Ricky hanya memanfaatkan dia untuk membuat sang kekasih cemburu agar dia tahu bagaimana perasaan nya sekarang
"Tidak perlu tuan soal Luna biar saya saja yang akan mengantar kan nya kalau dia memang masih trauma". Kata Richard
Luna heran dengan sang ayah kenapa dia terlihat begitu menghalangi dia untuk mendekati Ricky dan dia terlihat kesal dengan ayah nya sekarang
"Gak semua bos kali gak ada kerjaan". Kata Yuli membuat Ricky dan Galang serta Bryan menyunggingkan senyum nya mendengar respon Yuli baru saja.
"Ya dan khusus aku memang tidak ada kerjaan sayang dan aku juga akan bekerja jika aku ingin saja". Kata Ricky
Yuli pun kini menatap dia dengan tajam nya mendengar jawaban Ricky
"Oh jadi gitu ya sudah". Kata Yuli
"Ehm mungkin saja Yuli ingin Lo mengantar kan dia bukan nya Lo mengantar orang lain". Kata Galang
"Gak. mana ada gue bicara seperti itu". Kata Yuli
"Jadi dengan kata lain Lo tidak masalah jika Ricky mengantar Luna". Kata Bryan
"Ya gak harus Ricky juga kali Bray kan ada Galang atau Sam mungkin yang bisa di minta tolong untuk mengantar nya". Kata Yuli
"Gue sibuk dan Sam juga akan kembali ke Singapura bareng Bryan". Kata Galang
"Lo mau ke Singapura Bray?". Tanya Yuli
"Iya ada urusan sedikit gue di sana dan setelah selesai juga gue akan pergi dari negara itu". Kata Bryan
__ADS_1
"Oh urusan yang Lo bilang itu ya. Ya sudah Lo hati-hati ya Bray dan jangan sampai hal waktu di Prancis terulang kembali". Kata Yuli
"Tenang saja kali ini gue akan berhati-hati dan Lo juga selama gue gak ada harus bisa menjaga diri dengan baik". Kata Bryan
"Tenang saja kalau itu kan gue juga makin jago berkelahi nya". Kata Yuli
Bryan dan Yuli pun tertawa bersama membuat Ricky cemburu saja dengan kedekatan mereka berdua
"Sabar saja Rick padahal Lo kan tadi niat nya membuat dia cemburu eh sekarang malahan Lo yang cemburu". bisik Galang
"Ya sudah kalau begitu kita keluar saja dari sini dan biarkan dia istirahat agar kondisi nya kembali membaik". Kata Ricky
Mereka semua pun pergi meninggalkan kamar tersebut dan kini tinggal lah Luna dan juga Richard di dalam kamar itu
"Sayang ayah Mohon kamu jangan mencoba untuk memisahkan tuan Ricky dengan Yuli". Kata Richard
"Ayah Kenapa sih gak mau dukung Luna padahal kan tadi Luna sudah selangkah berhasil". Kata Luna
"Ayah sangat khawatir sama kamu dan tadi itu mungkin saja jebakan buat kamu sayang dan ayah tidak mau kamu terluka karena hal bodoh yang akan kamu lakukan ini". Kata Richard
"Ayolah Yah Luna pasti bisa menaklukkan hati Ricky". Kata Luna
"Luna kamu jangan keras kepala karena ayah tahu dengan baik siapa Ricky dan kamu jangan mencoba mencari masalah dengan nya". Kata Richard kini emosi menghadapi anak nya itu yang sangat keras kepala sama seperti diri nya
"Sudah ayah lebih baik diam saja dan jangan pernah mencoba menghalangi apa yang Luna rencana kan karena Luna akan tetap mendekati Ricky". Kata Luna
Richard pun hanya bisa pasrah mendengar perkataan Putri kesayangan nya itu karena dia tahu pasti Luna tidak akan mau menyerah meskipun dia memaksa nya itupun akan percuma
Di sisi lain Ricky dan yang lain nya baru saja duduk santai di ruang tamu rumah Sam
"Hati-hati Bray ada yang kepanasan di sini meskipun dalam kondisi cuaca yang dingin". Kata Galang membuat Bryan Langsung menatap Ricky
Bryan hanya menanggapi dengan senyuman perkataan Ricky tadi
"Oh ya Yul gue juga mau bilang kalau gue mau kembali ke Inggris karena papa sudah menyuruh untuk pulang". Kata Galang
"Sudah boleh kembali sama papa?". Tanya Yuli
"Iya dong lagian papa akan sangat rugi jika membuang anak seperti gue demi anak seperti Ricky". Kata Galang
"Jangan mulai deh Lang". Kata Yuli
"Cie mulai membela si dia". Kata Galang
"Terserah Lo saja deh Lang capek gue Kalau harus debat sama Lo Mulu. Jangan lupa Lo hati-hati di sana dan jangan mengajak papa berdebat Mulu kasihan dia". Kata Yuli mengingat kan Galang
"Iya adik ku sayang kakak mu ini akan selalu mengingat apa yang di katakan oleh adik kesayangan ku ini". Kata Galang sambil mengacak rambut Yuli gemas
ehm deheman dari Ricky membuat mereka semua menoleh kepada dia sekarang
"Kenapa Lo Rick cemburu". Kata Galang membuat dia langsung mendapat lemparan vas bunga dari Ricky dan Untung nya Galang bisa menangkap nya dan vas bunga tersebut juga terbuat dari plastik
"Gila Lo Rick ya untung gue siaga kalau gak bisa pingsan gue kena ini". Kata Galang sambil menaruh kembali panjangan yang ada di rumah Sam dan dia menaruh nya agak jauh dari Rick agar tidak terjadi hal seperti itu lagi nanti
"Lo sih Lang mancing dia Mulu". Kata Yuli
"Coba Lo jinakkan lagi Yul dia agar tidak terlalu buas seperti tadi". Kata Galang membuat Ricky kembali menatap nya dengan tajam
__ADS_1
"Sudah Lang jangan mulai lagi. Dari tadi kok gue gak lihat Hiro ya kemana dia". Kata Yuli melihat Ricky dengan penuh tanya
"Dia pergi ke rumah Arok dan menginap di sana karena besok dia juga harus kembali ke New York". Kata Ricky
"Apa Hiro itu sebenar nya tinggal di New York?". Tanya Yuli
"Iya dia tinggal di sana sendiri". Kata Ricky
"Hebat ya dia bisa tinggal sendiri di negara itu". Kata Yuli terlihat kagum juga dengan Hiro dan dia berharap jika nanti dia juga bisa tinggal dengan baik di Singapura meskipun dia hanya sendiri di sana dan pasti belum mengenal siapapun juga
"Dia laki-laki Yul jadi bisa melakukan hal tersebut dengan mudah apalagi dia juga ketua Geng sama seperti kakak nya Arok". Kata Bryan
"Iya juga sih tapi jangan bilang kalau cewek juga gak bisa melakukan hal tersebut". Kata Yuli
"Gue bukan meremehkan Yul tapi yang pasti cowok itu beda dengan cewek meskipun sang wanita bisa beladiri seperti Lo ". Kata Bryan
"Iya Bray gue faham dan sadar sekali memang lelaki dan perempuan itu tidak sama kekuatan dan kemampuan nya". Kata Yuli
"Kenapa jadi membahas hal yang tidak penting". Kata Ricky
"Mulai deh cemburu nya kambuh lagi". Kini Yuli yang berkata seperti itu dan Ricky hanya menanggapi dengan senyuman perkataan Kekasih nya itu
"Cemburu tanda cinta sayang jadi wajar kalau aku cemburu sama kamu". Kata Ricky
"Gak usah berlebihan Rick belum tentu juga kita berjodoh". Kata Yuli
"Sudah aku bilang kalau kamu adalah jodoh ku jadi kemana pun kamu pergi aku akan ada di samping mu dan menemukan mu karena kita adalah satu". Kata Ricky dengan benar-benar percaya diri sekali meskipun dia tahu kemana arah pembicaraan Yuli itu
"Ya sudah gue mau pergi istirahat dulu capek". Kata Yuli
"Kalau begitu aku juga pulang dulu ada urusan yang harus aku selesaikan". Kata Ricky
Kini Ricky pergi meninggalkan rumah Sam dan menuju rumah Arok untuk membahas suatu hal di sana
Sementara itu Galang dan Bryan mereka masih ada di sana. Galang akan menginap di rumah Sam karena dia yang akan mengantar kan kepergian mereka berdua nanti nya
"Kita istirahat saja Bryan agar besok Lo sehat dan juga kuat dalam perjalanan nanti". Kata Galang
Mereka berdua akhir nya pergi ke kamar untuk istirahat dan ya kamar yang di gunakan mereka sama.
******
Di Singapura Caesar sudah bersiap untuk membawa sang mama pergi dan tanpa pamit kepada papa nya. Dia tidak ingin jika mama nya akan mendapatkan masalah jika masih berada di Singapura
"Arya Kenapa kita harus pergi mendadak seperti ini sayang?". Tanya Irene
"Ini bukan mendadak ma karena Arya sudah menyiapkan semua nya oleh karena itu juga Arya kembali ke Singapura". Kata Caesar mencoba memberikan pengertian kepada mama nya
"Tapi kenapa kita tidak menunggu papa dulu dan juga mengajak nya juga". Kata Irene
"Om masih sibuk ma jadi mungkin saja nanti akan menyusul kita". Kata Shawn
"Begitu ya baik lah kalau begitu". Kata Irene
Kini mereka pun pergi bersama dan tidak meninggalkan jejak sedikit pun agar Rio papa Caesar tidak mengetahui nya
Mereka pergi menggunakan pesawat pribadi milik Caesar dan dia akan membawa sang mama ke tempat yang dia rasa aman untuk menghindari Ricky dan para anak buah kepercayaan nya itu
__ADS_1
Memang Caesar sengaja membuat Rio sibuk dalam bisnis nya agar dia tidak bisa mengetahui dan menyadari jika dia akan membawa mama nya pergi bersama nya