Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Keseriusan Ricky


__ADS_3

"Silahkan masuk". Kata Ayu


Dia pun langsung masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ruang makan di rumah itu tanpa rasa sungkan atau malu sedikit pun.


"Halo semua apa kedatangan ku mengganggu acara makan kalian". Kata Galang


Yuli kaget ternyata yang datang adalah Galang bukan Ricky.


"Lalu o itu gak sopan ya main masuk saja". Kata Yuli


"Bunda sudah mengizinkan gue masuk kok kalau Lo gak percaya tanya saja pada bunda Ayu".Kata Galang lalu ikut duduk bersama mereka


"Iya bunda sudah mengizinkan Galang masuk dan ikut makan bersama kita". Kata Ayu


Galang pun tanpa rasa sungkan kini mulai ikut makan bersama mereka. Jangan di tanya tentang ekspresi Richard dan Luna mereka sangat tidak suka namun menahan nya karena takut dengan ancaman Ricky jika dia berkata yang bisa menyakiti hati Yuli. Galang nampak biasa saja ketika berada di rumah Yuli dan dia menganggap rumah itu hanya di tempat Yuli dan bunda ayu saja.


"Wah kelihatan nya makanan nya enak sekali hari ini". Kata Galang yang terlihat antusias


"Apa di rumah Lo gak ada yang masak sehingga Lo pindah makan di rumah gue". kata Yuli


"Gue bosen makan sendiri di rumah Ricky jadi gue memutuskan untuk datang kemari dan sekalian nanti mau mengantar Lo ke sekolah". Kata Galang


"Jadi selama ini Lo tinggal bareng Rick". Tanya Yuli


"Betul dan juga dia jarang banget pulang walaupun ada gue di rumah nya. Kesel banget hak kalau kayak gitu". Kata Galang mulai curhat pada Yuli dan yang lain nya pun mendengar kan obrolan mereka berdua tanpa ingin ikut berkomentar sedikit pun.


"Mungkin saja dia sibuk jadi gak sempat pulang ke rumah". Kata Yuli


"Dia memang selalu begitu Yul, jarang sekali pulang ke rumah nya". Kata Galang


Tanpa di suruh pun Galang langsung mengambil makan yang ada di meja tanpa menunggu aba-aba dari pemilik rumah nya


"Rakus banget Lo Lang makan segitu banyak nya". Kata Yuli


"Gue lapar jadi gak apa-apa kan Bun?". Tanya Galang


"ambil saja apa yang kamu suka lagian hari ini bunda masak banyak sekali jadi sayang kalau nanti tidak habis". Kata Ayu


"Oh ya Lo datang sendiri Lang?". Tanya Yuli


Dia bertanya karena memang hari ini harus nya Ricky datang untuk menjemput nya berangkat sekolah dan kemarin dia sudah berjanji akan hal itu meskipun Yuli juga tidak berharap dia datang.


"apa Lo kira gue datang ke sini sama Ricky? berharap banget ya Lo Ricky datang kemari". Tanya Galang balik


"Ya kali aja dia juga ikut kemari dan gak ada gue berharap dia ikut ke sini bisa-bisa dia mengacaukan suasana lagi". Kata Yuli


"Tadi gue kesini gak bilang sama dia dan dia juga kayak nya masih tidur". Kata Galang


Yuli lega mengetahui Ricky masih tidur jadi dia bisa berangkat sekolah sendiri. mereka melanjutkan makan nya kembali dan sesekali Yuli melirik sang ayah dan saudari nya untuk mengetahui ekspresi mereka berdua.


Mereka pun kemudian melanjutkan makan nya tanpa ada obrolan lagi di sana dan setelah selesai makan Galang kembali mengajak Yuli untuk mengobrol.


"Yul apa Lo makin dekat dengan Ricky?". Tanya Galang di depan keluarga Yuli


"Kita Dekat sebagai sahabat sama hal nya kayak gue dan Lo ". Jawab Yuli


Ya Galang sudah bisa menduga pasti Ricky akan di anggap hanya sebatas sahabat saja oleh nya namun tidak masalah bagi Galang yang terpenting ada kemajuan dan mereka lebih sering bersama.


"Bunda kalau punya menantu kayak Ricky mau gak?". Tanya Galang membuat Richard ayah Yuli ter batuk ketika mendengar nya.


"Kalau minum hati-hati om biar gak tersedak nanti bisa bahaya Lo om". Kata Galang menyeringai melihat ekspresi Richard. Dia memang tidak suka dengan Richard dan Luna karena sikap dia kepada Yuli yang kadang di luar batas tapi Galang juga tidak bisa melakukan apapun karena dia dilarang oleh Yuli menyakiti keluarga nya meskipun mereka bukan keluarga kandung nya. di


"Kalau bunda terserah Yuli saja yang penting dia bisa membuat nya bahagia. Tapi kalau bunda pribadi sih suka sama dia". Kata Ayu


"Tuh Yul bunda sudah setuju". Kata Galang


"Lo gak dengar ya kan bunda bilang terserah gue. Gue sudah selesai makan mau berangkat sekolah dulu. Bunda ayah Yuli berangkat dulu ya". Kata Yuli berpamitan lalu di ikuti oleh Galang


Sesampainya di depan pintu dia terkejut melihat Ricky yang sudah berdiri di depan rumah dengan pakaian yang biasa dia gunakan.


"Lo ngapain Rick ada di sini?". Tanya Galang


"Lo o sendiri ngapain?". Tanya Ricky balik


"Lo di tanya malah balik nanya gimana sih Rick". Kata Galang


"Gue kesini karena memang mau menjemput Yuli ". Kata Ricky


"Jadi sopir Lo sekarang pakai acara jemput dia segala". Goda Galang


"Terserah apa kata Lo saja Lang. Gue gak minat ribut sama Lo ". Kata Ricky


Dari dalam rumah terdengar suara keributan yang terjadi di luar


"Siapa sih yang ribut di sana". Kata Luna


"Biar bunda lihat dulu". Kata Ayu lalu berjalan keluar di ikuti oleh suami dan anak nya. Ketika sampai di luar dan melihat siapa yang sedang membuat keributan membuat mereka kaget karena ada sang leader di sana dan Richard pin nampak ketakutan dengan kedatangan nya


"Halo ibu mertua apa kabar". Sapa Ricky pada Ayu


"Bunda baik". Kata ayu sambil tersenyum


Galang yang mendengar Ricky memanggil ibu mertua kepada bunda Yuli sangat kaget dan shock apalagi ayah dan saudari Yuli mereka semakin terlihat memucat akibat ulah Ricky Barusan. Mungkin benar kali ini Ricky akan serius dalam menjalin hubungan

__ADS_1


"Rick kenapa Lo manggil bunda ayu ibu mertua?Apa Lo sudah melangkah sejauh itu?". Tanya Galang


"Gue memanggil seperti itu karena memang dia akan menjadi ibu mertua gue nanti nya". Kata Ricky dengan percaya diri nya


"Gak usah mengkhayal hal yang tak mungkin terjadi". Kata Yuli


"Gue akan membuat hal itu menjadi pasti". Kata Ricky sambil menatap Yuli dengan serius nya.


"Gak akan terjadi ya hal itu lagian juga Lo kan sudah punya kekasih yaitu cewek yang memberikan bekal nya pada Lo waktu kemarin". Kata Yuli


"apa Lo bawa bekal Rick dan yang buat cewek? Kenapa gue bisa gak tahu ya". Kata Galang


"Gak semua hal tentang gue harus Lo tahu. Gue juga punya privasi Lang". Kata Ricky


"Siapa Rick yang bisa membuat Lo menerima bekal dari nya". Tanya Galang antusias


"Bukan siapa-siapa dan lagian gue kan sudah menjelaskan semua nya sama Lo jadi Lo gak usah salah faham seperti ini". Kata Ricky


"Gue gak salah faham kali dan juga gue gak perduli kalaupun Lo punya kekasih". Kata Yuli


"Rick Lo mau mainin perasaan Yuli ya? awas saja Lo kalau sampai


"Gue gak akan mempermainkan dia Lang dan kita sudah membahas nya kan". Kata Ricky


"Lo bahas apa Hem dan gue ingat kan sekali lagi kalau gue gak akan bersama Lo Rick". Kata Yuli


membuat Ricky menatap nya dengan tajam dan penuh arti dan Yuli yang mendapat kan tatapan seperti itu kini menjadi merinding dia mengingat kembali pembicaraan nya dengan Kinara tadi malam bahwa Ricky bisa saja berbuat nekad kepada nya bahkan keluarga nya juga.


"Kalau gitu kita tidak usah berteman dan bertemu lagi jika Lo masih saja seperti ini". Kata Yuli lalu pergi


Ketika dia berjalan pergi ada sebuah tangan yang memegang dan menahan nya agar tidak pergi


"Gue minta maaf dan gue janji gak akan berkata seperti itu lagi". Kata Ricky


Yuli pun melepaskan cekalan tangan Ricky pada nya dan dia kini menatap Ricky


"Gue gak nyaman jika Lo terus bicara seperti itu dan mungkin juga lebih baik kita tidak bersahabat lagi".Kata Yuli dengan tegas nya


Ricky pun tidak ingin jika kembali berjauhan dengan Yuli karena untuk menggapai jenjang sebagai sahabat juga sangat sulit jadi dia tidak mau dengan gampang dan hal sepele melepaskan nya lagi.


"Gue janji gak akan berkata seperti itu lagi Ok. Mending sekarang Lo gue antar sekolah biar gak telat". Kata Ricky dengan lembut nya


Untuk kali ini Galang benar-benar di buat takjub dengan perubahan Ricky yang sangat banyak ini apalagi dia kini bisa mengatasi ego dan Amarah nya untuk cewek seperti Yuli yang jauh dari kriteria Ricky setahu Galang


"Kok Lo yang ngantar Yuli kan gue yang duluan jemput dia". Kata Galang berpura-pura protes


"Gue bareng Ricky saja Lang karena memang kita kemarin sudah janjian". Kata Yuli


"Ya sudah kalau gitu ayo berangkat. Bunda saya berangkat dulu mengantarkan anak anda". Kata Ricky dengan sopan nya


"Titip Yuli ya dan jaga baik-baik karena dia itu terlalu pecicilan". Kata Ayu


"Bunda." Kata Yuli merajuk membuat Ricky dan ayu tertawa bersama sedang kan Richard makin terlihat ketakutan dengan kedekatan Yuli dan Ricky. Dulu dia juga merasa ketakutan juga karena Yuli berteman dengan Galang dan Bryan yang juga termasuk dalam orang yang berpengaruh namun dia makin merasa ketakutan dan tertekan setelah mengetahui Ricky kini menjadi sahabat Yuli bahkan terlihat juga kalau dia sedang mengejar untuk mendapatkan cinta nya.


"Bunda apaan sih. Ayo Rick kita berangkat agar nanti gue gak telat". Kata Yuli


mereka kini berangkat bersama menuju sekolah Yuli dan suasana di dalam mobil hening tanpa obrolan sama sekali dari mereka berdua.


"Oh ya kita jadi latihan kan?"? Tanya Ricky membuka pembicaraan


"Jadi lah. Jam nya gimana?". Tanya Yuli


"Setelah pulang ujian Lo hubungi gue nanti gue jemput Lo agar dan nanti kita kekantor sebentar setelah itu pergi latihan di tempat Arok". Kata Ricky


"Gak usah di jemput nanti gue berangkat sendiri saja ke kantor lagian gue juga gak punya nomor Lo ". Kata Yuli


"apa Lo masih marah soal tadi? gue benar-benar minta maaf Yul". Kata Ricky


"Santai saja gue sudah memaafkan Lo kok. Gue bukan tipe pendendam seperti Lo ". Singgung Yuli


"Gue memang pendendam dan kalau Lo mau bantu gue biar bisa berubah gue mau banget". Kata Ricky


"Lo kenapa minta bantuan gue lagian juga gue gak bisa bantu Lo ". Kata Yuli


"Oh ya mana nomor Lo biar gue simpan". Kata Ricky


"Gue gak mau kasih nomor gue ke sembarangan orang". Kata Yuli


"Sembarang orang bagaimana sih kan kita sudah bersahabat". Kata Ricky


"Iya kita memang sahabat tapi gue gak mau memberikan nomor gue ke Lo ". Kata Yuli tetap kekeh menolak permintaan Ricky


"Kalau gitu terserah Lo saja". Kata Ricky kembali mengalah kepada Yuli


dan kini mereka berdua sudah sampai di sekolah dan Yuli bergegas turun dari mobil Ricky


"Lo kenapa buru-buru sekali sih?". Tanya Ricky


"Gue gak mau telat". Jawab Yuli


Sebenar nya dia ingin ada yang tahu tentang kedekatan nya dengan Ricky agar mereka tidak salah mengartikan nya namun Yuli tidak menyadari jika ada yang mengawasi nya sekarang


"Belum masuk kali dan gue jamin Lo gak akan telat jadi gak usah buru-buru gitu juga". Kata Ricky. Dia alasan kenapa Yuli terburu-buru seperti itu.

__ADS_1


"Sudah Lo pergi saja sana". Kata Yuli


"Lo masuk dulu baru gue pergi". Kata Ricky


Dan tanpa kata lagi Yuli segera masuk ke dalam sekolah dan menuju ruang kelas tempat nya ujian dan untungnya tadi dia tidak bertemu dengan Kikan dam juga Rachel saat bersama Ricky


Sementara itu Ricky menyeringai melihat orang yang sedang mengawasi Yuli tadi dan dia sudah tahu siapa orang tersebut dan apa tujuan dia mengintai Yuli


"Gue akan menghabisi Lo jika Lo bertindak bodoh dan melukai nya". Batin Ricky lalu berjalan masuk ke dalam mobil nya sementara orang yang mengawasi tadi nampak sedang berbicara dengan seseorang melalui panggilan telfon yang dia lakukan


********


Kini Ricky tidak pergi menuju kantor nya melainkan dia pergi ke tempat latihan Arok dan di sana Arok sudah menunggu nya sedari tadi.


"Rok". Panggil Ricky dan dia pun yang di panggil langsung menoleh melihat siapa yang memanggil


"Rapi banget Lo Rick tumben". Kata Arok


"Rapi apanya sih dari dulu gue juga berpakaian seperti ini". Kata Ricky


"Dan kalau ke kantor juga Lo tetap seperti ini". Kata Arok


"Ya sesuai dengan tebakan Lo ". Kata Ricky


Arok tidak habis pikir dengan kelakuan sepupu nya ini, Bagaimana dia bisa berpakaian santai seperti ini jika sedang kerja bahkan bertemu klien juga sama.


"Lo gak menghargai banget ya para klien Lo kalau berpakaian seperti ini". Kata Arok menyindir


"Lagian bukan gue yang butuh mereka tapi mereka lah yang butuh jadi terserah gue mau bagaimana". Kata Ricky


"Yah terserah Lo saja dan kenapa Lo datang untuk latihan di sini bukan nya tempat Lo lebih nyaman buat latihan". Tanya Arok


"Gue mau melatih Yuli di sini". Kata Ricky


Arok kaget dengan alasan Ricky yang ternyata dia ingin melatih Yuli bela diri dan biasa nya dia tidak ingin melatih cewek karena menurut nya itu sangat ribet sekali kalaupun ada yang melatih pasti itu adalah Dira atau mungkin Sam yang dia suruh


"Rick sebenar nya apa rencana dan motif Lo mendekati Yuli". Tanya Arok


Meskipun Arok yang jika memang Ricky benar-benar jatuh cinta pada Yuli namun dia ingin memastikan nya lagi hal tersebut.


"Gue gak ada rencana apapun untuk dia dan gue memang serius suka kepada Yuli". Kata Ricky


"tapi dia terlihat gak suka sama Lo ". Kata Arok


"Gue akan memperjuangkan dia sampai dia benar-benar suka dan cinta sama gue dan gue yakin bisa melakukan nya". Kata Ricky


"Rick gue sempat mendengar bahwa si Yuli suka sama Ken". Kata Arok mengingat pengakuan Yuli kemarin


"Gue tahu hal tersebut tapi itu tidak akan membuat gue mundur sedikit pun". Kata Ricky dengan tenang nya


"Lo gak akan melakukan hal aneh-aneh kan pada Ken". Tanya Arok


"Gue gak sejahat itu bro. Hanya karena hal sepele saja mana mungkin gue menyelakai sahabat gue sendiri dan Lo juga sudah melihat hal tersebut kan antara Gue dan Ipank dulu". Kata Ricky


Benar memang yang di katakan Ricky meskipun dulu dia bersaing dengan Ipank namun Ricky tidak sampai membuat nya hancur karena Ricky masih menggunakan otak nya namun Arok tidak yakin dengan hal ini karena mengingat Yuli mungkin lebih berarti buat dia dari pada para kekasih nya dulu


"Gue harap omongan Lo ini dapat Lo pegang Rick". Kata Arok


"Kita latihan saja sekarang". Kata Ricky lalu pergi bersiap untuk latihan bersama Arok


Dia ingin Arok kembali kuat dan bisa melebihi adik nya Hiro karena dia juga akan segera pindah jadi dia ingin melatih Arok agar bisa menjaga Kinara dengan baik dan tidak kecolongan lagi.


"Kalau Lo sampai gak bisa berkembang Rok maka Lo akan gue kirim ke antariksa". Kata Ricky


"Sebelum Lo kirim gue ke sana gue kirim Lo duluan ke benua Afrika". Kata Arok


Dan kini mereka melakukan latihan bersama tanpa ada seorang pun anak buah Arok di sana. Dia sudah mensterilkan tempat tersebut sesuai dengan permintaan Ricky. Terlihat sekali Arok berlatih dengan sangat giat dan penuh semangat karena dia tidak bisa melepaskan kesempatan untuk hanya berlatih berdua saja dengan Ricky yang super sibuk itu.


"Oh ya Ricky bagaimana perkembangan hubungan Lo sama Yuli?". Tanya Arok di sela latihan nya


"Lo fokus saja dan jangan banyak tanya". Kata Ricky


"Gue hanya ingin tahu saja apa salah nya sih Lo jawab pertanyaan gue. Ini juga bisa gue jadikan kabar yang menggembirakan buat Kinara nanti". Kata Arok


"Sejauh ini gue masih sangat susah untuk mendapatkan hati nya dan juga kalau gue menggoda dia pasti akan di ancam putus persahabatan jadi gue harus menahan semua nya dulu agar dia tidak menjauhi gue". Kata Ricky


"Jadi Lo benar-benar serius Rick pada nya". Kata Arok memastikan untuk kesekian kali


"Gue akan membuktikan keseriusan Gue Rok dan Lo tunggu saja waktu nya". Kata Ricky


*******


Sementara itu Yuli yang sudah melakukan ujian pertama nya merasa lega sekali karena menurut dia soal nya bisa dia kerjakan semua dan mungkin juga banyak yang benar karena kemarin dia juga sudah mempelajari nya dengan bantuan Ricky. Dan sesuai apa yang di katakan Ricky banyak yang keluar dalam soal tadi apa yang dia pelajari bersama Ricky


"Hebat sekali dia bisa memprediksi soal yang akan keluar". Kata Yuli


"Dia siapa Yul?". Tanya Kikan


"Bukan siapa-siapa kok. Oh ya apa kalian bisa mengerjakan nya tadi?". Tanya Yuli


"Bisa dan gue rasa juga hasil nya pasti akan memuaskan karena kemarin gue juga sudah belajar sama kak Rere dan soal yang gue pelajari bersama dia juga banyak yang keluar". Kata Kikan


"Jadi mereka semua memang cerdas-cerdas sekali dalam segala hal. Pantas saja mereka jadi pemimpin dan anggota geng yang kuat dan banyak di takuti". Batin Yuli

__ADS_1


__ADS_2