Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Calon Menantu Bunda


__ADS_3

Yuli menatap Ricky dengan begitu tajam karena dia bisa melihat kalau masakan itu di buat oleh seseorang khusus untuk nya dan kenapa bisa-bisa nya dia malah menyuruh Yuli untuk memakan nya. kini Yuli mulai berpikir apa Ricky memang suka gonta-ganti pacar ya atau dia sering memberikan harapan palsu pada orang


"Kenapa menatap gue seperti itu?". Tanya Ricky


"Gue lagi mikir apa Lo itu bisa jadi cowok yang setia pada pasangan nya". Kata Yuli


"Gue pasti akan setia jika sama Lo ". Kata Ricky


"Hala ngelantur Lo bro makanan ini saja Lo berikan pada orang lain jadi gue rasa Lo gak akan bisa setia deh sama satu cewek". Kata Yuli


"Gue kan hanya menawarkan nya saja pada Lo karena gue pikir Lo lapar jadi gak ada hubungan kali hal tersebut sama kesetiaan gue". Kata Ricky


"Ya ada lah karena orang yang buat ini pasti bikin pakai hati dan juga dia membuat nya khusus buat Lo dan Lo dengan gampang memberikan kepada orang lain". Kata Yuli


"Susah ya kalau debat sama Lo , ya sudah terasah Lo saja kalau gitu". Kata Ricky


Dia tidak ingin hubungan nya dengan Yuli jadi memburuk Hanya karena makanan itu jadi Ricky mengalah kepada nya dan tidak ingin lanjutkan perdebatan itu lagi


"Oh ya gue mau tanya sama Lo kok bisa ya Lo sehebat ini". Kata Yuli


"Gue bukan orang hebat hanya saja gue bisa membaca situasi yang ada". Kata Ricky


"apa Lo cenayang jadi bisa membaca situasi". Kata Yuli dengan polos nya


"ngelantur Lo mana ada seperti itu. Gue hanya mengandalkan insting gue saja ". Kata Ricky


"Ya itu termasuk hebat sekali dan juga Lo bisa terkenal di penjuru dunia mengalahkan para selebriti saja". Kata Yuli lalu tertawa


Ricky senang karena beberapa kali dia bisa membuat Yuli tertawa seperti itu dan dia akan berusaha untuk mendapatkan hati nya dengan cara apapun walaupun dia juga harus bersikap egois akan dia lakukan yang penting bisa mendapatkan nya.


"Lo kenal Galang sejak kapan?". Tanya Ricky


"Gue lupa tentang itu dan pasti Lo sudah di beri tahu dia kan". Kata Yuli


"Iya dan gue hanya ingin dengar juga dari bibir Lo". Kata Ricky sambil menyeringai


"Mesum Lo ya". Kata Yuli langsung memukul lengan Ricky


"mesum apa nya sih Yuli, gue hanya tanya saja di bilang mesum". Kata Ricky


"Kita ganti obrolan saja dan sekarang gue mau tanya kenapa Lo musuhan sama Bryan padahal dia itu baik banget orang nya?". Tanya Yuli


"apa Bryan tidak cerita sama Lo?". Tanya Ricky balik


"Gue bukan Lo yang sebenar nya tahu tapi masih pura-pura gak tahu. Dulu gue pernah tanya tapi Bryan hanya menjawab ada kesalahpahaman di antara kalian berdua". Kata Yuli jujur


"Dia bilang hal itu salah paham". Kata Ricky penuh penekanan


"Iya. Sebenar nya ada masalah apa sih kok gue jadi kepo sama kalian". Kata Yuli


"Lo gak usah kepo urusan orang nanti cepat tua Lo ". Kata Ricky


"mana ada kek gitu. lagian ya Rick gue heran banget sama Lo , padahal Bryan sama Galang sahabat dan kenapa Lo masih musuhan sama dia kan enak semisal kalian bertiga bersahabat". Kata Yuli


"Gue gak akan lupa dengan apa yang dia lakukan". Kata Ricky dengan nada sedikit tinggi membuat Yuli sempat kaget sejenak dan mungkin dia kini salah mengambil topik obrolan membuat suasana menjadi tidak nyaman lagi


"maaf sudah membuat Lo mengingat hal yang mungkin gak baik dan juga kalau gue ikut campur urusan Lo ". Kata Yuli


"Lo gak perlu minta maaf karena jika Lo yang bertanya gue gak akan keberatan dengan segala pertanyaan Lo tapi kalau orang lain gue akan langsung menutup mulut mereka dengan hal yang tak pernah mereka sangka". Kata Ricky


Ya memang Ricky paling tidak suka di ganggu privasi nya namun entah kenapa jika Yuli yang melakukan nya dia tidak pernah keberatan dengan hal tersebut dan itu malah membuat nya senang


Kini mobil Ricky telah sampai di depan rumah Yuli dan mereka berdua segera turun dari mobil tersebut.


"Makasih ya sudah mengantar gue hari ini". Kata Yuli


"Sama-sama. Gue bisa antar jemput Lo setiap hari". Kata Ricky


"Gak usah lah Lo kan bukan kang ojek ngapain juga ngantar jemput gue tiap hari". Kata Yuli


"kalau begitu selama ini Bryan jadi tukang ojek antar jemput Lo ". Kata Ricky membalik omongan Yuli


"Wah Lo itu resek ya Rick". Kata Yuli hendak memukul Ricky namun dia bisa menghindar dan Al hasil Yuli terjatuh namun di pegang oleh Ricky dan pandangan mereka saling bertemu. Yuli pun langsung mendorong Ricky agar menjauh


"Lo kalau mau mukul gue mendekat saja dan pukul dari dekat biar gak jatuh". Kata Ricky


"Ya Lo tadi kenapa menghindar sengaja kan biar gue jatuh". Kata Yuli


"Betul sekali gue sengaja biar bisa kayak adegan di sinetron Lo jatuh dan gue yang tangkap". Kata Ricky


"Ternyata sang Leader suka nonton drama juga ya". ejek Yuli lalu mereka berdua pun tertawa bersama


Ricky sudah menghubungi anak buah nya agar datang ke rumah Yuli untuk mengambil motor nya dan dia sudah men share lokasi rumah Yuli


"Gue gak Lo suruh masuk nih, tamu Lo gue ini". Kata Ricky


"Tamu yang tak di harapkan". Goda Yuli sambil tersenyum


"Lo kalau senyuman kayak gitu bikin gue tambah terpesona saja". Kata Ricky


"Hala gombalan Lo itu gak mempan banget buat gue Ricky". Kata Yuli

__ADS_1


Mendengar ada perbincangan di luar membuat Bunda Yuli keluar dari rumah dan melihat siapa yang sedang ada di sana


"Kalian berdua kenapa tidak langsung masuk saja". Kata Ayu Bunda Yuli


Yuli yang mendengar suara Ayu pun langsung mendekati nya dan memeluk nya


"Bunda kenapa kok keluar?". Tanya Yuli


Ayu pun tersenyum mendengar pertanyaan yang di rasa konyol dari anak nya itu . Ya Ayu sangat menyayangi Yuli meskipun dia bukan anak kandung nya tapi dia sangat tulus menyayangi nya dan dia tidak pernah membedakan Antara Luna dan juga Yuli. Menurut nya mereka berdua adalah anak perempuan kesayangan nya meskipun Luna kadang suka berkata kasar kepada nya tapi Ayu tidak pernah marah kepada nya sedikit pun dan untuk Yuli memang tidak sedikit pun dia berani berkata atau berbuat yang tidak pantas pada nya.


"Bunda mendengar keributan kalian jadi keluar. Ayo masuk ke dalam ". Kata Ayu


"Tidak usah bunda buat kita di sini saja". Jawab Ricky


"Bunda? kenapa Lo manggil seperti itu?". Tanya Yuli


"Galang memanggil seperti itu jadi gue juga ikutan". Kata Ricky dengan santai nya


"Lo itu baru juga kenal sama bunda gue manggil se enak nya saja". Kata Yuli


"Se enak nya gimana sih Yul kan gue manggil dengan sopan". Kata Ricky


mereka memulai perdebatan kecil dan Ayu tersenyum melihat nya. Dia berfikir mungkin Ricky tidak sejahat yang dia dengar kalaupun dia jahat pasti ada alasan nya dia melakukan hal tersebut


"Sudah Yuli gak apa-apa kalau nak Ricky manggil bunda juga lagian teman kamu semua kan juga memanggil seperti itu juga". Kata Ayu


"Dengar kan apa kata Bunda lagian gue kan Calon Menantu Bunda jadi gak apa-apa kalau gue manggil seperti itu buat latihan". Kata Ricky sambil tersenyum


"Heh jangan sembarang ya kalau bicara Lo Rick". Kata Yuli


"Gue gak sembarangan bicara memang itu kenyataan nya". Kata Ricky


"apa kalian berdua pacar?". Tanya Ayu


"Tidak bunda, mana mungkin Yuli sama dia kan ". Kata Yuli


"Tidak ada yang tidak mungkin sayang dan apapun bisa terjadi". Kata Ayu


"Dengar tuh apa kata Bunda". Kata Ricky tersenyum penuh kemenangan


mereka sekarang masih berada di depan rumah Yuli dan lebih tepat nya lagi berada di teras rumah sambil menunggu anak buah Ricky


"Tapi bunda pacar dia banyak Lo apa Bunda tidak takut kalau anak tersayang bunda ini di sakiti oleh nya". Kata Yuli


"Gue akui memang dulu gue suka gonta-ganti pasangan tapi semenjak kenal Lo gue gak pernah melakukan hal tersebut lagi dan kalau Lo gak percaya bisa tanya sama anak-anak". Kata Ricky


"Oh gitu ya". Jawab Yuli dengan enteng nya


"Percaya deh gue. Sudah jangan kayak gitu Lo nanti yang melihat bisa salah paham dengan ulah Lo ini". Kata Yuli


Bunda ayu senang bila Yuli bisa mendapatkan teman seperti Galang dan yang lain nya karena mungkin dia bisa membantu Yuli mendapat kan kebahagiaan yang dia cari selama ini dan bunda sangat bersyukur sekali akan hal itu


"Bunda ambil kan cemilan dulu di dalam". Kata Ayu


"Tidak usah bunda . Tadi Ricky belikan Yuli cemilan banyak banget dan masih ada jadi bunda tidak perlu repot-repot mengambil kan cemilan lagi". Kata Yuli


"Kalau gitu bunda ambil kan minum saja. Masak kamu makan tanpa minum nanti kalau tersedak bagaimana". Kata Ayu sambil tersenyum


Ayu pergi ke dalam untuk mengambil minuman sementara Ricky menuju mobil nya untuk mengambil cemilan yang tertinggal di sana. Dia dalam mobil dia melihat bekal dari Keiko yang masih utuh dan belum di makan sama sekali


"Biar nanti di makan anak-anak saja bekal nya". Kata Ricky lalu dia pergi kembali ke Yuli


"Lama banget ya anak buah Lo , apa dia nyasar?". Tanya Yuli


"Gak mungkin kalau nyasar. Kemungkinan mereka masih sibuk atau dalam perjalanan". Jawab Ricky


"Kalau gitu besok saja Rick. kita sudah menunggu lama Lo dan gue takut Lo ada kerjaan". Kata Yuli


"Gue akan tetap menunggu mereka datang lagian gue juga masih betah di sini". Kata Ricky


Banyak hal yang terlihat jelas berubah nya dari Ricky. Mungkin Yuli tidak menyadari hal tersebut namun para sahabat nya pasti sudah menyadari nya dan mereka tahu apa yang menyebab kan Ricky berubah seperti itu


Yuli tidak perduli lagi dan dia kini membuka bukunya kembali untuk mengulas beberapa pelajaran yang mungkin belum dia pelajari tadi di kantor sedang kan Ricky masih setia menatap nya dengan seringai tipis yang mungkin tak bisa di sadari oleh Yuli.


Tidak lama mobil anak buah Rick datang dan mereka terlihat sekali takut karena terlambat datang. Mereka tahu pasti akan ada konsekuensinya jika membuat sang Bos devil ini menunggu. Mereka kini menghampiri Ricky di teras rumah Yuli dan bersamaan dengan itu bunda Ayu sudah datang dengan membawa minuman yang di terlihat sangat segar.


"Bos maaf kami terlambat datang". Kata salah satu anak buah nya


"Kalian langsung ambil saja motor nya dan tari di bengkel". Kata Ricky


"Motor nya ada di sebelah sana". Tunjuk Yuli


Mereka pun heran kenapa sang bos tidak marah sama sekali bahkan terlihat biasa saja.


"Tunggu apa lagi cepat ambil sekarang". Kata Ricky


"Gak usah gitu juga kalau minta bantuan. Tuh lihat mereka ketakutan". Kata Yuli


"Kalian bisa ambil motor nya dan terima kasih ya sudah mau membantu". Kata Yuli dengan ramah nya


mereka kini pergi menuju tempat di mana motor itu berada dan segera mengambil dan membawa nya pergi ke bengkel sesuai dengan perintah Bos nya.

__ADS_1


"mereka sudah datang jadi Lo bisa pergi sekarang". Kata Yuli


"Yuli tidak baik mengusir tamu". Kata Ayu


"Tuh dengar kan Bunda". Kata Ricky


"Bukan begitu bunda, Yuli hanya tidak enak saja pada tetangga di sini dan lagi...


Yuli tidak melanjutkan perkataan nya dan Ayu sudah tahu apa sebenar nya yang ingin dia kata kan


"Kalau soal ayah Lo sama kakak Lo itu gak usah di pikirkan. Benar kan Bunda". Kata Ricky


Ayu hanya menanggapi dengan senyuman saja karena dia tahu apa maksud dari kata Ricky tadi


"Apa Ricky pernah mengancam ayah bunda?". Tanya Yuli


"Tidak sayang Ricky hanya mengingatkan ayah saja agar membiarkan kalian bersama". Kata Ayu


"Pasti dia tidak mengingat kan bunda tapi mengancam, itu yang Yuli tahu. Bersama apa maksud nya?". Tanya Yuli


"Bersama menjadi pasangan maksud nya". Kata Ricky


"Lo kalau ngomong gitu terus-menerus gue gak mau bersahabat lagi sama Lo ". Kata Yuli


Dia memang membentengi diri nya agar tidak memiliki hubungan dengan orang yang kaya dan berpengaruh karena dia memiliki Pengalaman yang buruk tentang hal itu


"Gue gak akan begitu Lagi. Sorry ya". Kata Ricky


"Gue maafkan Lo dan sekarang mending Lo pulang lagian gue juga mau tidur". Kata Yuli


"Gue pulang sekarang dan besok gue akan jemput Lo tanpa telat seperti tadi". Kata Ricky tak lupa juga dia berpamitan sama Bunda Ayu


"Bunda Calon Menantu nya pulang dulu ya". Kata Ricky membuat Yuli menajamkan tatapan nya dan Ricky tidak perduli dengan tatapan tajam yang terarah kepada nya.


Sementara itu Yuli dan sang bunda masih duduk di teras rumah nya.


"Kelihatan nya dia suka sama kamu Yul". Kata bunda membuka obrolan


"Itu mungkin hanya perasaan bunda saja. Kita mana mungkin cocok juga Bun". Kata Yuli


"Kamu jangan terbebani dengan masa lalu kamu dan juga percintaan kamu yang gagal dulu. Mungkin saja Ricky benar-benar tulus dan bisa menerima kamu apa adanya". Kata Ayu menasehati putri nya


"Bukan itu juga Bun yang membuat Yuli tidak ingin bersama Ricky. Yuli juga tidak ada rasa apapun pada nya Bun. Jadi biar tidak terkesan Yuli memberi harapan padanya langsung saja di kasih jarak dan batas antara kita". Kata Yuli


Ayu merasa apa yang di ucapkan Yuli memang lah benar karena tidak baik menggantungkan perasaan orang apalagi dia adalah Leader yang terkenal kejam.


"Lalu siapa yang anak Bunda sukai sekarang". kata Ayu menggoda Yuli


"Bunda apaan sih. Yuli mau fokus saja untuk meraih impian dan tidak memikirkan percintaan dulu". Kata Yuli


"Fokus sih boleh-boleh saja sayang tapi jangan lupa juga untuk membuka hati kamu juga". Kata Ayu


"Bila saat nya tiba Yuli pasti akan melakukan kan nya bunda jadi jangan khawatir ya". Kata Yuli sambil memeluk bunda nya dengan erat.


Dia tahu bahwa Ayu memang sangat menyayangi dirinya dan juga selalu ingin Yuli bahagia. Hal itu juga yang membuat nya agak berat meninggalkan negara itu


"Ayo kita masuk ke dalam biar kamu bisa makin fokus belajar nya". Kata Ayu


mereka langsung masuk ke dalam dan Yuli segera pergi ke kamar nya untuk melanjutkan belajar nya


********


Sementara itu kini Ricky tengah berada di rumah nya dan terlihat sekali raut bahagia menghiasi wajah nya


"Lo dari mana saja Rick?".Tanya Galang


"Dari kantor lah dari lagi coba". Kata Ricky


Galang langsung memicingkan mata nya melihat Ricky karena dia tahu bahwa Ricky tidak suka jika setiap hari pergi ke kantor


"Tumben banget Lo rajin ke kantor". Kata Galang


"Bis itu harus memberikan contoh yang bagus pada bawahan nya Lang". Kata Ricky sambil rebahan di sofa ruang tamu nya


"Bilang saja Lo mau modusin Yuli. Pakai acara bilang bos harus rajin segala". Kata Galang


"Lo banyak omong sekali ya Lang". Kata Ricky sambil melempar bantal ke wajah Galang


"Rick gue mau bicara serius sama Lo ". Kata Galang yang kini berubah dalam mode serius nya


"Bicara apa?". Tanya Ricky


"Apa Lo benar-benar yakin kalau Lo suka sama Yuli dan itu bukan hanya sekedar rasa penasaran Lo saja karena dia adalah cewek pertama yang menolak Lo ". Kata Galang


"Lo tahu gue kan Lang jadi kenapa sekarang Lo Tanya seperti itu pada gue". kata Ricky


"Justru karena gue memang tahu dan mengenal Lo makanya gue bertanya. Gue gak mau Yuli terus menerus di sakiti oleh pria B******k seperti Lo ". Kata Galang sambil mengepal kan tangan nya mengingat kejadian yang pernah di alami sahabat ter sayang nya itu


"Gue gak berniat mempermainkan dia. Dan yang Lo bilang tadi ada yang benar bahwa dia memang satu-satunya cewek yang dengan berani menentang juga menolak gue. awal nya mungkin gue tertarik akan keberanian dia namun setelah berjalan nya waktu rasa ini mulai ada Lang". Kata Ricky


Galang bisa melihat bahwa kali ini Ricky benar-benar berkata jujur kepada nya dan tanpa menyembunyikan apapun. Biasa dia sangat sulit sekali di tebak pergerakan nya namun sekarang Galang bisa melihat ketulusan di mata nya.

__ADS_1


__ADS_2