
Ricky yang tanpa ampun itu membuat mereka menjadi kehilangan bisnis yang mereka rintis sejak lama dalam sekejap saja.
"Lo jangan coba-coba untuk mengusik Kinara karena gue bisa menjamin kalau Ricky benar-benar akan murka sebelum Lo mewujudkan rencana Lo itu". kata Edward memperingatkan nya.
"Hahaha ternyata benar kalau adik dari Arok adalah kelemahan si leader yang di juluki devil itu." kata Dimitri tersenyum bangga mengetahui kelemahan Ricky.
"Dim gue sudah ingat kan Lo untuk tidak menggangu Kinara karena itu juga agar Lo aman dari amukan Ricky". kata Edward
"Apa yang bisa dia lakukan jika gue lebih dulu mengganggu nya, gue tahu kalau dia tidak ada di negara ini". kata Dimitri Masih tidak faham dengan kondisi nya saat ini
Menyentuh Kinara berarti dia sudah menggali lubang kubur nya sendiri, karena Ricky tidak akan pernah memaafkan mereka yang berani mengusik ketenangan sepupu kesayangannya itu.
"Gue kasih tahu ke Lo sebuah fakta. Kenapa gue dan para saudara gue kehilangan semua usaha yang kita rintis sejak lama, itu karena Ryuji kakak pertama gue merencanakan sesuatu yang buruk pada Kiran. Padahal dia hanya merencanakan dan belum bergerak sama sekali tapi Ricky sudah membungkam nya dengan ke hancurkan yang sangat luar biasa. Dia kehilangan orang yang di cintai nya dan juga bisnis nya". jelas Edward dan membuat Dimitri kaget. Bahakn dengan keluarganya sendiri leader gila itu Tanpa hati nurani melakukan nya.
"Apa orang tua Lo gak mencegah nya?". tanya Dimitri penasaran
Apa benar kabar yang di luar sana kalau Ricky bahkan tidak akan mengampuni siapapun termasuk keluarga nya sendiri.
"Bahkan Daddy dan mami Sudah meminta dia untuk tidak melakukan hal tersebut namun Ricky tidak perduli. Dia hanya menyaksikan satu perusahaan yaitu milik Daddy saja karena dia masih kasihan pada adik kita Rani". ucap Edward
"Berarti gosip di luar selama ini benar adanya kalau memang dia sangat ganas sekali dan tak akan pernah tanggung-tanggung dalam melakukan aksinya". kata Dimitri
Dia berpikir apa harus mundur untuk melawan Ken karena dia juga takut akan membuat kerabatnya akan terseret kedalam masalah ini juga dan dia tidak ingin orang yang di cintai nya dalam bahaya.
"Ward apa kita batalkan saja penyerangan ini? Gue jadi berfikir pasti bahaya jika kita menyerang Ken ". ucap Dimitri mulai ragu.
"Dim, selagi kita tidak menggangu Kinara gue rasa kita masih bisa menjalankan rencananya kita". kata Edward meyakinkan lagi.
"Ok. kita jalan kan rencana kita yang memasukkan penyusup kedalam perusahaan Ken saja agar kita aman". kata Dimitri memutuskan
Sejauh ini memang masih belum ada yang terlihat dan terdengar ingin menyerang Ricky dan kawan-kawan nya karena mereka juga takut dengan konsentrasi yang akan diterima.
******
Kikan dan Rachel masih memikirkan cara agar sahabatnya bisa segera terlepas dari sang Leader. Dan dari tadi mereka masih belum menemukan nya.
"Hel, apa kita coba meminta bantuan sahabatnya Yuli yang cowok itu?". tanya Kikan
__ADS_1
"Gak mungkin kalau kita minta bantuan Bryan karena dia terlihat juga takut dengan Ricky". kata Rachel
"Yah terus gimana, semua cara yang kita pikirkan dari tadi sepertinya tidak ada yang bagus. Apa kita coba bicara langsung saja kali pada kak Ricky?". usul Kikan
"Lo jangan aneh-aneh deh idenya Kan. Emang nya Lo berani bicara sama Ricky?". tanya Rachel
"Ya gak lah. Mana berani gue bicara sama dia, apalagi soal begitu an, bisa habis gue dimakan nya. eh ya Hel, sahabatnya Yuli kan yang cowok ada dua. Apa kita minta bantuan sama yang satu nya saja kali ya?". kata Kikan
"Nah itu baru ide bagus Kan. Tapi Lo punya nomernya gak?". tanya Rachel
"Gak punya, nanti coba gue minta sama kak Rere". ucap Kikan
"Kalau Lo minta ke dia langsung pasti gak akan di kasih. Mending Lo cari sendiri nomernya di hp Rere". kata Rachel memberikan ide
"Mana bisa begitu, kak Rere gak akan memperoleh kan orang lain memegang handphone nya." jelas Kikan
Al hasil mereka berdua kini putus asa karena tidak menemukan cara apapun untuk membantu sahabatnya itu.
*****
Yuli yang masih belum mendapatkan jawaban dari bis nya itu malah semakin gencar bertanya karena dia ingin kesalah pahaman antara kedua nya Bisa segera selesai.
"Yul mendingan kita bahas hal lainnya dari pada pertanyaan gak jelas Lo itu". kata Galang mencoba menghentikan Yuli.
"Ah Galang gak asik, belum juga dapat jawaban malah di suruh ganti topik lagi. Lo pikir lagi siaran apa". kata Yuli sambil cengengesan
"Sekarang gantian gue yang tanya ke elo. Sampai mana latihan bela diri yang Lo pelajari selama ini?". tanya Galang serius dan Yuli bisa mengerti jika kali ini Galang benar-benar serius dengan pertanyaan nya
"Gue sudah banyak sekali kemajuan Lang, ya cuma kalau harus rutin gak bakalan bisa. Lo tahu sendiri kan alasannya kenapa". kata Yuli yang mencoba menahan kesedihannya
"Sejauh apa perkembangan Lo Yul, gue gak ingin kalau latihan Lo selama ini sia-sia." kata Galang
"Dia serius sekali Lang. Dan sejauh apa kemampuan dia Lo bisa lihat pas sudah kembali ke sini". kata Bryan
Dia tahu perkembangan latihan Yuli karena sejak dia kembali dialah yang melatih nya jadi dia bisa tahu.
"Ok gue akan mengecek sendiri nanti. Awas saja kalau Lo gak ada kemajuan Yul". ancam Galang
__ADS_1
"Ngapain Lo ngancem segala. Lagian gue juga gak takut sama Lo. eh iya ajak Kinara bergabung juga asik kali ya?". kata Yuli
"Lo ngapain ngajak dia. Dia lagi sibuk gak bisa di ganggu". kata Galang
"EHM Bray ada yang lagi salah tingkah ini. Mana mau juga Kinara sama Lo Lang dan juga kata dia kakaknya galak dan selektif banget Lo dalam memilih teman dekatnya". kata Yuli
"Sok ngasih tahu Galang kalau kakak Kinara galak, Lo kan gak tahu siapa kakak nya. Dan Galang sudah tahu kali dia siapa. Ya kan Lang". kata Bryan mengejek Yuli begitu pun Galang dia juga menunjukkan ekspresi mengejek nya.
"Oh songong ya kalian berdua, awas saja nanti kalau ketemu gue hajar kalian". kata Yuli dan mereka berdua pun langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ocehan Yuli.
"Rick Lo tahu gak kakak nya Kinara siapa?". tanya Galang
"Jangan tanya dia pasti juga gak akan di jawab. Sudah gue mau ngajak Kinara bergabung dulu". kata Yuli
"Dan Lo Rick jangan memutuskan sambungan teleponnya dulu". perintah Galang
"Gue banyak kerjaan Lang". alasan Ricky
"Gue gak menerima alasan Lo itu". kata Galang yang tahu Ricky hanya mencari alasan Saja.
Yuli yang masih mencari kontak Kinara dan berusaha menghubungi dia dan akhirnya tersambung juga.
Kinara begitu kaget melihat Ricky yang berada di dalam layar handphone nya bersama Yuli dan dua sahabatnya.
"Kinar Lo kenapa kaget kayak gitu, habis lihat orang jelek ya". tanya Yuli
"Kok ada kak Ricky di sini". tanya Kinara bingung
"Lo gak usah bingung, Ricky ada karena gue yang ngundang dia." kata Galang sambil tersenyum
"Biasa saja kali Lang muka Lo gak usah sok ganteng gitu. Kinar Lo jangan kaget hanya karena ada Ricky disini, tapi menurut gue Lo akan lebih kaget lagi jika tahu siapa orang yang Yuli sukai". kata Bryan dengan senyuman misterius nya
"Yah mulai lagi nih anak. Emangnya kenapa sih kalau gue menyukai dia. Ya gue tahu dia punya cewek tapi kan gue gak ada niatan untuk merebut nya. Gue hanya kagum saja". kata Yuli kesal
"Kenapa sih Yul jadi kesal begitu. Memang siapa cowok yang Lo kagumi? Eh ya kak Ricky apa kabar?". tanya Kinara dengan senyuman
Ricky pun membalas senyuman Kinara "Aku baik sayang. Kamu gak sibuk sekarang?". tanya Ricky dengan lembut nya
__ADS_1
Yuli kaget mendengar panggilan sayang dari Ricky untuk sahabat nya itu dan juga ekspresi wajah Ricky serta kata-kata lembut nya membuat dia mengerti jika Sang bos sebenarnya mempunyai sisi baik juga.