Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Berangkat Ke Markas


__ADS_3

Sebelum nya author minta maaf ya karena beberapa hari tidak bisa update sebab handphone nya masih di perbaiki dan kali ini author akan update beberapa bab di jam yang berbeda untuk para pembaca setia


Kini mereka semua pergi menuju markas namun dengan jalan yang berbeda agar tidak ada yang mencurigai tentu nya di jam yang tidak sama juga


"Apa markas nya jauh sekali?". Tanya Yuli


"Tidak juga, tapi sebelum pergi ke markas aku ingin kita jalan-jalan dulu". Kata Ricky


Dia memang tidak ingin Sam ikut dengan nya tadi karena ingin menghabiskan waktu berdua dengan kekasih nya itu sebelum dia akan menghancurkan mereka yang pernah menyakiti Yuli


Mereka pergi ke suatu tempat yang memang sudah di siapkan oleh Ricky sendiri dan tidak ada yang mengetahui hal itu semua kecuali Sam sebab Sam juga yang membantu agar rencana dia menyiapkan tempat itu tidak diketahui yang lain nya di sana


Sampai lah Ricky dan Yuli di sebuah taman yang indah penuh dengan bunga dan juga lilin yang terlihat berbentuk love di sana bahkan terlihat juga ada sebuah meja dan dua kursi di sana. Ricky segera mengajak Yuli untuk turun lalu dia pun mengajak sang kekasih untuk segera menuju tempat yang dia siapkan sendiri itu


"Wah indah sekali tempat nya". Kata Yuli


"Apa kamu menyukai nya sayang?". Tanya Ricky sambil memeluk nya dari belakang


"Tentu saja aku sangat suka dan ini, apa ini kok banyak sekali lilin nya dan berbentuk gambar hati juga?". Tanya Yuli


Ricky pun membalik Yuli agar mereka saling berhadapan lalu dia pun memegang tangan kekasih nya itu


"Semua ini mungkin tidak terlalu romantis sayang tapi aku akan selalu berusaha untuk bisa romantis hanya kepada kamu saja calon ibu dari anak-anak ku nanti". Kata Ricky


"Ini pun sudah sangat baik sayang". Kata Yuli sambil tersenyum


"Maaf jika kurang romantis tapi aku ingin membuat momen indah kita berdua sebelum penyerangan terjadi". Kata Ricky


Yuli pun menatap kekasih nya itu dengan dalam dan dia juga sebenar nya berpikir apa bisa nanti dia menghadapi Raya dan juga Stella dan dia juga berharap semua nya akan segera selesai agar tidak ada lagi yang jadi korban dan tersakiti kembali


"Apa kamu akan melepaskan Stella nanti jika dia minta ampun?". Tanya Yuli


"Tentu saja tidak. Karena dialah otak di balik penembakan kamu jadi aku akan menyiksa dia habis-habisan nanti sebelum dia mati". Kata Ricky


Yuli pun menggenggam tangan kekasih nya itu bahkan dia pun tersenyum melihat nya

__ADS_1


"Bagian Stella dan Raya kan sudah aku bilang, serahkan saja kepada ku". Kata Yuli


"Iya, aku akan memberikan mereka berdua kepada kamu dan juga aku pun akan menyiksa mereka bersama kamu". Kata Ricky


"Apa kamu tidak punya rasa simpati sedikit pun kepada mereka. Kan dulu mereka pernah berada di hati kamu?". Tanya Yuli


"Tidak ada tempat dan maaf sama sekali untuk mereka kecuali jika kamu yang melakukan nya maka aku bisa memanfaatkan nya". Kata Ricky


Yuli hanya tersenyum saja dan dia pun kini memeluk Kekasih nya itu dengan senang dan sayang.


"Terima Kasih sudah hadir di dalam hidup ku". Kata Yuli


"Terima Kasih sudah mau mendampingi ku dan menjadi wanita spesial ku serta mengerti segala kekurangan ku". Kata Ricky


"Bukan kamu yang banyak kurang nya tapi aku". Kata Yuli


Dan kini Ricky pun mengajak Yuli untuk duduk di sana bahkan terlihat juga ada sebuah kue yang sudah tersedia di sana


"Wah kue padahal aku tidak ulang tahun hari ini". Kata Yuli


Yuli melihat sang kekasih dan dia berpikir apa Ricky yang membuat kan kue untuk nya


"Iya sesuai dengan apa yang kamu pikirkan kalau kue ini memang aku yang membuat nya sendiri". Kata Ricky


Yuli pun segera mencicipi nya dan dia terlihat terkejut setelah memakan kue tersebut karena memang kue itu enak sekali


"Ternyata sang leader jago buat kue juga". Puji Yuli sambil menghabiskan kue nya


"Aku membuat itu juga baru sekali dan mencari resep nya di YouTube karena memang baru pertama kali aku belajar dan membuat nya". Kata Ricky


"Berarti kamu hebat. Sekali belajar langsung bisa. Nanti pasti anak kamu akan mengikuti jejak ayah nya". Kata Yuli


"Bukan anak aku saja tapi anak kita". Kata Ricky sambil tersenyum lalu Yuli pun menyuapi dia kue yang dia makan juga


Sementara mereka sedari tadi sudah sampai di markas dan Terlihat sedang menunggu kedatangan Ricky saja di sana

__ADS_1


"apa dia lupa jalan menuju Markas nya sendiri hingga sudah satu jam belum sampai juga". Kata Galang


"mungkin dia kena macet Lang". Kata Bryan


"Macet apa Bryan, apa dia yang membuat kemacetan itu". Kata Galang


"Sam, apa Lo tahu di mana bos Lo itu?". Tanya Ken


"Maaf tuan saya tidak mengetahui nya". Kata Sam


meski pun dia tahu tapi tidak akan memberi tahu mereka semua nya karena itu atas perintah Ricky juga


"Apa dia berkencan dulu dengan Yuli sebab tumben sekali dia tidak bersama Sam dan mengemudi sendiri". Kata Galang


"Gak usah kepo urusan orang lain Lang. Jika Ricky ingin pergi berdua dengan kekasih nya biarkan saja". Kata Ipank


"Ya tapi setidak nya dia memberi tahu kita dulu agar kita tidak menunggu nya di sini". Kata Galang


Mereka semua hanya diam saja melihat Galang yang sedang mengomel bahkan sebenarnya mereka juga ingin sekali memukul Galang sebab sedari tadi berisik dan tidak bisa tenang sama sekali


"Yang lain saja tidak keberatan kenapa Lo sedari tadi mengomel terus Lang". Kata Arok


"Kalian diam pun Sebenar nya hanya menutupi saja dan gue tahu pasti kalian juga mengomel dalam hati kan". Kata Galang


"Kita bukan seperti Lo yang kepoan dan suka memancing keributan seperti wanita saja". Kata Arok


"Begitu juga dia calon adik ipar Lo Rok". Kata Ipank


"Tidak akan gue biarkan Kinara dengan dia bahkan berpikir pun gue tidak Sudi". Kata Arok


"Tapi adik lo suka dengan nya". Kata Rere


"Gue akan mencari kan yang lain saja kalau perlu Caesar juga tidak masalah dari pada Galang". kata Arok


"Belum tentu juga Caesar mau punya kakak ipar seperti Lo apalagi Yuli mana mungkin dia menyetujui nya. bisa-bisa adik nya mati seteres gara-gara Lo ". Kata Galang

__ADS_1


__ADS_2