
Ricky masih terdiam di tempatnya, dia masih memainkan handphonenya nya untuk berkirim pesan pada seseorang.
"Lo gak usah mikir hal yang aneh-aneh Hel. Gue yakin Ricky gak akan melakukan hal yang membuat teman Lo itu terluka". kata Ipank
"Ya tapi kenapa harus di bengkel. Bisnis yang lainnya kan banyak, lagian Yuli itu cewek masak harus kerja seperti cowok". gerutu Rachel
"Sudah lah Hel, gak usah di perpanjang juga, tok kita kan sudah lihat kalau Yuli juga tidak mengeluh tentang pekerjaan barunya itu. jadi gue rasa mungkin dia juga senang menerimanya". kata Kikan
"Lo tuh lupa atau Gimana sih Kikan. Mana pernah juga Yuli mengeluh pada kita berdua". kata Rachel kesal melihat sikap Kikan yang tidak membela Yuli sama sekali, namun Rachel paham,mungkin dia memang takut dengan Ricky hingga berbicara seperti itu
Arok tidak menyahuti omongan kekasihnya itu karena dia tidak ingin ikut campur dalam urusan Ricky. Tapi yang pasti dia yakini bahwa Ricky tidak akan berbuat nekad, mengingat Yuli adalah sahabat baiknya Kinara dan juga Galang orang yang di anggap sang leader penting.
"Kalau sudah selesai makan nya kita pulang". kata Ricky
Kikan yang belum menghabiskan makanan menjadi tersedak mendengar ucapan Ricky barusan.
"Lanjutkan sana kalau belum selesai. Gue tunggu kok". kata Rere yang mengetahui sepupunya itu belum selesai makan
"Gue cabut duluan. nanti Sam akan bawakan mobil buat Lo Rok". kata Ricky sambil berlalu pergi meninggalkan tempat itu
*****
Di parkiran mobil mall tersebut terlihat Sam dan juga anak buah Ricky yang lainnya hendak mengantar mobil untuk Arok sesuai perintah dari bosnya.
"Siang Bos". sapa mereka berdua ketika melihat Ricky berjalan kearah mereka
__ADS_1
"Lo kasih kunci mobil itu ke Arok, gue ada urusan dan Sam Lo ikut gue sekarang". perintah Ricky yang langsung dilaksanakan oleh keduanya.
Sementara itu mobil Ricky Sudah meninggalkan area mall dan yang mengemudikan adalah Sam
"Sam , Lo hubungan cewek itu, suruh dia berangkat kerja sekarang. Dan bilang padanya jika dalam waktu tiga puluh menit dia gak datang, maka suruh dia bersiap menerima hukuman dari gue". kata Ricky dengan tegas nya.
Sam yang mendapat perintah tersebut langsung menghubungi Yuli dan dia meloudspiker handphone nya.
"Halo Sam tumben telfon, kangen gue ya Lo " kata Yuli yang baru mengangkat telepon nya
Ricky yang duduk di samping Sam tetap fokus ke depan dan masih mendengar obrolan mereka.
"Gue disuruh bos untuk bilang bahwa Lo harus sudah sampai ke bengkel dalam waktu tiga puluh menit, dan jika Lo telat maka bos akan memulai hukuman nya". kata Sam
"Wah gila kali ya bos sombong Lo itu, gue saja batu selesai latihan sama Bryan dan belum juga pulang. Gak punya otak kali tuh si Ricky". kata Yuli kesal
"Sorry yul bos hanya bilang seperti itu pada gue dan gue hanya bisa menyampaikan nya tanpa bisa bantu Lo". kata Sam dengan tulusnya.
"Gak apa-apa bro, Lo gak usah sedih gitu dong, lagian ini juga gue di perjalanan sama Bryan, kalau gitu gue langsung saja ke sana". kata Yuli dan hendak mengakhiri telfonnya namun Sam memotongnya
"Yul sebaiknya Lo gak usah di antar Bryan sampai bengkel, karena gue takut kalau bos nanti bisa marah. Lo kan sudah di perintah kan tidak memberi tahu siapapun tentang tempat kerja Lo ". kata Sam mengingatkan
Sebenarnya Sam hanya takut jika Ricky dan Bryan bertemu maka akan terjadi kekacauan. Dia tidak tahu bahwa Ricky sebelum nya sudah bertemu dengannya.
"Kalau gitu gue minta agar dia gak sampai tempat kerja saja, kan Lo tadi bilang cuma tiga puluh menit, jadi lumayan lah kalau dia antar gue. secara cara mengudinya saja seperti Rossi, pembalap terkenal itu". kata Yuli yang mencoba bercanda
__ADS_1
Ricky masih mendengar obrolan itu dengan santainya tanpa ingin merespon sama sekali obrolan mereka berdua.
"Kalau seperti itu gak apa-apa mungkin Yul. Ya sudah hanya itu yang ingin gue informasi kan sama Lo". kata Sam langsung mengakhiri panggilan telepon nya.
"Kita langsung ke bengkel Sam sekarang". perintah Ricky pada Sam.
Mobil mereka melaju dengan kecepatan yang sedang menuju bengkel milik Ricky. Dia mempekerjakan Yuli bersamanya bukan untuk balas dendam, tapi dia hanya ingin tahu sosok cewek itu yang mampu membuat para orang terdekatnya selalu membicarakan dia. Dan juga dia hanya ingin memastikan bahwa Yuli tidak akan manfaat kan Galang dan juga Kinara.
*****
Dalam mobil yang di tumpangi Bryan dan Yuli, nampak wajah kesal menghinggapi cewek tersebut. Dia tidak mengira jika akan mendapatkan jadwal kerja mendadak seperti sekarang. kalau dia tahu sudah pasti tadi dia akan langsung pulang setelah selesai sekolah agar bisa istirahat di rumah dan lagi bagaimana cara dia memberi tahu sang bunda kalau Yuli harus pergi kerja sekarang juga
"Lo kenapa Yul, kok tadi gue dengar Lo menyebutkan nama Ricky?". tanya Bryan yang masih tetap fokus mengemudi
"Si leader gila biang kerok itu seenaknya saja menyuruh gue berangkat kerja sekarang dan Lo tahu gak, gue makin sebel sama dia karena gue harus sampai Disana dalam waktu yang sudah dia tentukan" jawab Yuli
"Yul, gue sebenernya ingin sekali bantu Lo tapi untuk saat ini gue masih belum bisa jika harus melawannya". kata Bryan terlihat sedikit sedih dan Yuli mereka tidak suka jika sang sahabat bersedih karena dirinya.
"Bray, gue tahu Lo care banget sama gue, tapi Lo gak usah khawatir karena gue bisa lah mengatasi ini semua. Lagian dia juga belum melakukan hal yang aneh menurut gue. jadi Lo santai saja. Kalau Lo mau bantu gue, cukup Carikan alasan yang tepat untuk bicara pada bunda karena si Ricky ini agak somplak dam gue rasa otak nya juga sudah geser karena dengan seenaknya dia nyuruh gue berangkat dan pulang sesuai kemauan dia". ucap Yuli
"Kalau soal bunda biar gue yang urus, dan Lo harus berjanji sama gue kalau ada apa-apa Lo harus segera bilang ke Gue atau Galang. Karena kita bertiga bukan sekedar sahabat, gue dan Galang sudah anggap Lo adik kita sendiri". kata Bryan
"Iya gue tahu. Sekarang gue minta tolong antar gue ke tempat kerja biar gak telat. Bisa-bisa dimakan gue sama si raja geblek itu". kata Yuli
"Sebelum dia makan Lo, mending Lo makan saja dia duluan". kata Bryan menanggapi ucapan Yuli tersebut
__ADS_1
Dan mereka berdua langsung tertawa bersama. Yuli memang selalu bisa di andalkan dalam mencairkan suasana yang tegang menjadi menyenangkan, namun terkadang sifat nya yang seperti itu juga tanpa dia sadari akan membawa nya kedalam jeratan sang leader devil itu.