
Kikan Masih bingung dan tidak mengiyakan permintaan Ricky. dia ketakutan sendiri.
"Kan." panggil Ricky
"iya kak. sebenarnya apa yang mau kakak tanya kan tentang Yuli". tanya Kikan
Ricky pun tersenyum dan dia mengelus kepala Kikan Dengan lembut nya. dia yang mendapat perlakuan seperti itu dari sang leader langsung kaget pasalnya Ricky hanya mau melakukan hal tersebut pada Kinara saja dan juga kekasihnya.
"apa Yuli sudah punya kekasih?" tanya Ricky
Kikan heran kenapa dia bertanya seperti itu. dia mengasumsikan sendiri apa jangan-jangan Ricky suka sama Yuli tapi dia juga tidak pernah bertemu.
"setahu aku belum kak. dulu dia pernah kecewa karena cinta dan sampai saat ini dia belum mau menjalin hubungan lagi sama cowok jika lebih dari sekedar teman". jawab Kikan
"apa dia memang cewek baik-baik?". tanya nya lagi
"dia kalau dibilang cewek baik selalu bilang gini kak gak ada orang yang tidak pernah melakukan keburukan jadi baik aku atau Rachel jika ditanya begitu maka Kita akan menjawab lebih baik dekati dia sendiri maka akan tahu jawabannya". kata Kikan
"apa bisa gue ketemu sama dia Kan. ya gak harus hari ini juga karena seperti kata Lo gue harus tahu dia dengan sendirinya " kata Ricky
"nanti coba aku tanya sama dia kak. karena dia susah untuk diajak jalan. dia sibuk kerja Mulu". kata Kikan
dan mobil mereka sudah sampai di area parkir mobil di mall. Kikan dan Ricky turun dari mobil nya dan berjalan masuk mall tersebut. banyak sekali yang menatap mereka Karena sang leader menggandeng cewek yang selama ini setelah kepergian Stella dia tidak pernah dikabarkan dekat dengan siapapun. jadi mereka semua ada yang heran dan bingung tapi ada juga yang kagum kepada Kikan karena berhasil meluluhkan hati Ricky yang terkenal keras itu
"ayo masuk dan jangan perdulikan sekitar". kata Ricky sambil menggandeng tangan Kikan
"gak usah gugup santai saja lagian gue kan sahabatnya Rere dan Lo sepupunya jadi gak akan terjadi sesuatu sama Lo". katanya lagi
"kak kita kemana sekarang?". tanya Kikan yang merasa Bingung apa yang harus dia lakukan sekarang didalam mall biasanya dia kalau dengan Rachel pasti langsung belanja pakaian serta tas dan juga sepatu tapi kali ini dia takut juga bingung
"mau belanja apa saja terserah. gue traktir belanja sepuasnya dan gak usah ragu dan sungkan sama gue anggap saja gue sama seperti Rere". kata Ricky yang tahu bahwa Kikan pasti takut dengan karena memang dia tidak pernah dekat dengan Kikan
Kikan mulai berjalan menuju tempat pakaian dan dia melihat serta memilih beberapa pakaian
"gak usah dilihat terus kalau suka beli saja dan juga belikan buat kedua teman Lo itu". kata Ricky yang masih mengikuti Kikan memilih pakaian
mall yang dikunjungi mereka berdua adalah salah satu dari berbagai bisnis yang dijalankan Ricky tapi tak banyak yang tahu karena memang dia menyembunyikan berbagai bisnisnya hanya keempat sahabatnya yang tahu bisnis apa saja yang dimiliki oleh nya
"kalau Yuli aku belikan barang seperti ini bisa ngomel-ngomel terus dia sama aku kak nanti dia pasti bicara kayak orang yang suka ceramah gitu kamu memang kaya tapi gak harus juga beli barang seperti ini terus lagian kalau sobek juga langsung di buangkan berati sama saja membuang uang mending beli di pasar lebih murah dan barang juga hampir sama
pasti dia bicara seperti itu". kata Kikan sambil menirukan gaya bicara temannya itu dan membuat Ricky menjadi penasaran siapa dia yang mampu membuat sahabatnya menyukai nya .
" ya sudah terserah Lo saja. gue tunggu di sana kalau sudah selesai Lo bawah saja ke kasir". kata Ricky yang berjalan pergi keluar menuju sebuah restoran di mall tersebut
Kikan bingung jika dia disuruh membawa kekasih dan ditinggal sendirian lantas siapa yang akan membayar nya. dia berfikir mungkin harus dia bayar sendiri.
__ADS_1
sementara Ricky yang berada di restoran sibuk dengan ponselnya dia terlihat seperti sedang memerintahkan seseorang melakukan sesuatu.
"siapa lagi orang bodoh yang ingin mengganggu usaha gue?". tanya pada orang yang menelfon
"oh jadi dia. biarkan saja dulu dan tetap awasi. gue sendiri yang akan memberi nya hadiah yang berkesan baginya nanti". kata Ricky pada Sam tangan kanannya sekaligus orang kepercayaan nya.
"Lo sudah berani memulai Ryuji maka Lo harus bersiap menerima akibat dari ulah Lo ini tapi bukan cuma Lo yang akan menanggung nya". kata Ricky dengan seringai tipis tersungging di bibirnya
dia duduk sambil menikmati minuman pesannya. Ricky jarang sekali makan dan jika keluar pun dia hanya akan memesan minuman saja tanpa makanan ataupun cemilan.
Kikan yang sudah selesai berbelanja berjalan menuju kasir untuk membayar belanjaannya.
pelayanan kasir memasukkan barang dengan rapi dan setelah itu langsung diberikan kepada Kikan.
"terima kasih atas kunjungannya". kata sang kasir dengan sopan nya
"ma'af mau tanya apa semua sudah di bayar sama kak Ricky". tanya Kikan pada sang kasir sambil menunjuk Ricky yang sedang duduk di restoran
"iya semua tagihan sudah di kasih ke bos?". Kata si kasir. semua orang memanggil Ricky memang dengan sebutan bos jadi Kikan pun tidak heran. dia berjalan pergi dari tokoh pakaian menuju restoran dimana Ricky berada.
"kak lama ya menunggu. ma'af ya". kata Kikan
"sudah belanja nya. apa ada yang kurang?". tanya Ricky
"ini sudah banyak kak. terima kasih ya kak atas traktiran nya". Kat Kikan sambil tersenyum
Kikan yang sedang asik makan tiba-tiba handphone nya berdering dan tertera nama temannya yang menelfon
"tumben telfon Hem apa ada perlu?". tanya Kikan membuka pembicaraan
Ricky yang berada disitu hanya mendengarkan saja tanpa bertanya siapa yang menelepon Kikan karena menurutnya tidak penting juga dan dia memang tidaklah terlalu kepo urusan orang.
"oh jadi gak boleh nih telfon ya sudah ku matikan saja". goda Yuli pada Kikan
"ya tumben aja Yul telfon biasanya juga kalau ditelpon kamu susah sekali". kata Kikan menyindir temannya itu.
Ricky yang tadinya tidak mau tahu menjadi penasaran ketika nama Yuli disebut.
"lagi sibuk gak. makan bareng yuk diluar?". tanya Yuli
"nih aku lagi makan di restoran sama teman kak Rere. mau gabung gak?". tanya nya dan dia melihat Ricky mengangguk kan kepalanya pertanda dia tidak keberatan.
"gak deh aku juga masih di tempat latihan sih ini." kata Yuli
"gila Masih latihan. awas ketahuan bunda loh Yul". kata Kikan mengingat kan temannya.
__ADS_1
"tenang saja gak bakalan ketahuan kalau gak ada yang kasih tau bunda ya kecuali kalau mulut kamu bocor". ejek Yuli
"sembarangan kalau ngomong mana ada juga aku ngadu ke bunda. oh ya Yul teman kak Rere katanya pingin ketemu kamu bisa gak". tanya Kikan. dia ingat kalau Ricky ingin bertemu dengan Yuli dan kebetulan dia telfon jadi Kikan tanya sekaligus padanya.
"gak bisa sibuk aku". kata Yuli
"ya sudah cari waktu pas kamu gak sibuk aja". kata Kikan Masih berusaha
"gak mau aku ketemu teman Rere pasti dia gesrek dan biang kerok juga kayak si manusia kardus itu". kata Yuli bercanda
"jangan sembarang kalau bicara. kebiasaan banget. kamu kan belum pernah ketemu kak Ricky kok bisa sih bilang dia gesrek dan biang kerok?". tanya Kikan keceplosan lalu menutup mulutnya ketika melihat tatapan Ricky yang tajam itu
"coba loud speaker handphone nya". perintah Ricky
dan Kikan melakukan nya. "yah apalagi si Ricky leader kampret itu. tambah males aku kecuali kalau Arok yang ngajak ketemu aku mah ayolah". kata Yuli yang terus bercanda dan dia tidak mengetahui jika orang yang di bicarakan sedang mendengarkan pembicaraan tersebut.
"kamu tuh ya ngomong nya kalau kayak gitu terus aku bilang bunda nih". ancam Kikan
"ya elah Kikan Lo gitu banget sih belaian si biang kerok itu. lagian kan benar Kata gue dia itu cowok jelek yang gak tau diri". kata Yuli dan Ricky masih setia mendengarkan pembicaraan itu. di tidak kaget ketika Yuli bilang tentang Arok karena dia tahu itu cuman bercanda sudah terdengar jelas dari nada bicaranya.
"wah mata kamu katarak ini kak Ricky ganteng kayak gitu bilang jelek". kata Kikan yang melirik Ricky yang terlihat masih mendengar perkataan mereka dengan santainya.
"sudah lah kenapa jadi bahas dia sih gak berfaedah banget. kamu jangan sampai kasih nomer ku ke mereka awas sampai terjadi kita pisah sementara". ancam Yuli sambil bercanda dan Kikan tahu Memang Yuli pasti akan marah padanya
"iya gak akan. tapi kalau kak Arok minta gimana katanya kamu suka sama dia?". tanya Kikan
"ya gila kali aku suka sama pacar teman sendiri. bercanda kali Kikan kayak gak tahu aku saja. pokoknya gak boleh ada yang punya nomerku ok temanku yang paling cantik". kata Yuli
"ya sudah deh kalau gitu aku mau lanjut makan ini keburu dingin. aku tutup dulu telfonnya bye". kata Kikan sambil menutup telfonnya.
Ricky yang sudah mendengar suara Yuli merasa tidak asing dengan suara tersebut.
*****
"Lo laper Yul. kita makan sekarang yuk". ajak Bryan
"ayo di warung biasanya aja ya jangan di tempat wae gue alergi kalau di tempat mahal". kata Yuli bercanda
"gak ada kali orang alergi makan ditempat mahal. gak jelas banget Lo Yul". kata Bryan
"gak jelas gini-gini juga Lo sering kangen kalau gak ketemu gue. iya kan jujur aja deh". ledek Yuli lagi
"ya sih meskipun Lo agak oleng tapi gue dan Galang selalu merindukan Lo yul". goda Bryan dan mereka pun tertawa bersama
"oh ya Bray gue mau cerita nih sama Lo. kemarin gue gak sengaja bertemu dengan Ricky leader nya anak punk dan Lo tahu gak gue menghentikan dia yang sedang memukuli orang". kata Yuli
__ADS_1
Bryan yang mendengar hal itu seketika langsung berekspresi cemas dia takut kalau Ricky akan melakukan sesuatu pada Yuli
"lebih baik Lo gak usah kerja dulu Yul dan kenapa Lo harus cari masalah sama dia ". kata Bryan yang terlihat dengan jelas rasa khawatirnya itu.