
Mereka sudah sampai di rumah Caesar dan belum terlihat juga mobil Caesar di sana bahkan mobil yang digunakan Hiro dan Leon juga belum terlihat, berarti mereka memang belum pulang ke rumah dan kini Yuli serta Bryan pun masuk ke dalam rumah
"Sudah pulang jalan nya?". Tanya Ayu
"Sudah Bun. Bunda kenapa?". Tanya Yuli yang memang terlihat sekali wajah gelisah Ayu
"Bunda hanya kepikiran Luna saja sayang dan apa bisa bunda kembali ke Jepang terlebih dahulu?". Tanya ayu
Tentu Yuli tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi bahkan dia tidak akan menyetujui jika ayu memaksa pulang sendiri tanpa dia
"Kalau begitu kita pulang saja Bun besok, bisa kan Bray?". Tanya Yuli kepada Bryan
"Gue akan mengurus nya tapi kita harus bilang dulu kepada Caesar tentang hal ini". Kata Bryan
"Ya sudah kita tunggu mereka pulang baru mengatakan nya. Oh ya Bun, mama Irene kemana kok gak kelihatan?". Tanya Yuli
"Irene tadi lagi di kolam renang sayang kalau mau bertemu dengan nya datang saja ke sana". Kata ayu
Yuli hanya bertanya saja dan dia juga tidak ada niatan untuk pergi menghampiri Irene di kolam renang . Sekarang dia duduk bersantai di sofa sambil menunggu kedatangan Caesar dan yang lain nya, tidak lupa juga dia memainkan ponsel nya karena dia juga bertukar kabar dengan Ricky sekarang
"Apa Lo memberi tahu Ricky jika kita akan segera pulang atau Lo mau memberi nya kejutan?". Tanya Bryan
Bryan tahu Ricky Sudah meninggalkan Italia namun dia tidak tahu jika Ricky tidak kembali ke Jepang
"Buat apa memberi nya surprise toh dia juga tidak ada di Jepang". Kata Yuli
Bryan pun terkejut dan dia menatap Yuli membuat Yuli melotot kepada nya karena di tatap seperti itu
"Lo tahu dari mana jika dia tidak di Jepang?". Tanya Bryan
"Wah Lo kok jadi bodoh sih Bryan. Tentu saja gue tahu karena gue adalah kekasih dia dan Sekarang dia ke Texas mengurus bisnis nya bersama dengan para sahabat nya". Kata Yuli lalu menunjuk kan foto Ricky yang sedang berada di pesawat bersama dengan yang lain nya juga
"Jadi dia mengirim Seperti ini kepada Lo , lebat sekali Ricky". Kata Bryan
"Iri banget sih Lo Bray". Kata Yuli
"Bukan iri tapi heran saja kenapa dia bisa seperti ini". Kata Bryan
"Gak usah heran , dia kan kekasih gue jadi wajar mengirim foto ini kepada gue." Kata Yuli
"Ya ya ya Lo memang bisa merubah apapun dalam diri Ricky dan yang lain nya". Kata Bryan membuat Yuli tertawa dibuat nya.
"Bray bagaimana tentang Stella dan Raya, apa Lo sudah menemukan informasi yang ingin gue cari?". Busi Yuli kepada Bryan
"Tentang itu gue sudah mendapat kan nya Yul dan ternyata Stella tidak se polos wajah nya". Kata Bryan
"Sudah gue duga. Gue merasa aneh dengan dia apalagi tatapan nya waktu kita bertemu di Indonesia". Kata Yuli
"Lo harus hati-hati dengan dia apalagi Lo kan terlalu oon bisa kemakan dengan kepolosan orang". kata Bryan membuat Yuli memukul Nya dengan bantal sofa
"Kurang ajar sekali Lo mengatakan gue oon". Kata Yuli yang masih memukul Bryan
Ayu yang melihat hal tersebut hanya tersenyum saja apalagi memang hal seperti itu sudah biasa terjadi dan jika ada Galang mungkin akan semakin seru di lihat.
"Bun lihat anak bunda yang bar-bar ini". Kata Bryan
"Dia yang mulai duluan Bun dan bunda pasti mendengar nya kan". Kata Yuli
"Sudah kenapa kalian seperti anak kecil sih berantem Mulu". Kata Ayu
Irene pun masuk ke dalam dan melihat jika Yuli sedang bertengkar dengan Bryan pun dia ikut tersenyum senang melihat nya dan kini dia juga menghampiri Yuli di sana
"Kalian lucu sekali sih". Kata Irene
"Ini ma, dia mengatakan kalau Yuli oon, kan kurang ajar sekali dia". Kata Yuli
Dia masih memukul Bryan dan sesekali juga dia menjambak bahkan menjewer telinga Bryan dan juga dia memelintir tangan Bryan membuat Bryan pun kesakitan di buat nya
"Yul stop Lo ini kebiasaan sekali ya, kalau tangan gue lepas dari badan bagaimana". Kata Bryan
"Tinggal pasang lagi saja beres kan". Kata Yuli membuat Irene dan Ayu pun tertawa bersama
"Wah seru sekali ada apa ini". Kata Hiro yang baru saja datang dengan yang lain nya
"Lihat lah kelakuan kakak ipar Lo ini Hiro dan gue akan meminta ganti rugi kepada Ricky nanti". Kata Bryan sambil berpura-pura melihat tangan nya
"Kenapa Lo melakukan hal itu kepada Bryan seharus nya potong saja tangan nya itu". Kata Caesar membuat Bryan menatap nya dengan kesal sekali
"Kenapa kalian pergi tanpa memberi tahu kepada kami hingga kami menunggu di sana?". Tanya Leon
"Kita tadi buru-buru jadi Sorry ya". Kata Yuli
"Kalian dari mana juga meninggalkan kita di sana". Kata Bryan
"Kita ada urusan penting jadi meninggalkan Lo dengan Yuli di sana". Kata Leon
"Oh ya mumpung semua nya kumpul gue mau bilang kalau gue mau kita besok kembali ke Jepang". Kata Yuli
Irene yang mendengar hal tersebut sempat terkejut namun kini dia bisa memaklumi nya mungkin Yuli belum bisa beradaptasi di Italia tapi bukan seperti itu sebenarnya
__ADS_1
"Kenapa mendadak sekali, apa ada sesuatu yang terjadi hingga Lo mau kembali besok?". Tanya Caesar
"Gue dan bunda tidak bisa meninggal kan Luna terlalu lama". kata Yuli
"Memang ada apa dengan Luna dan bukan nya ada Richard ayah nya di sana?". Tanya Irene
"Luna sedang sakit dan dia tidak sadar kan diri jadi aku sangat khawatir sekali dengan keadaan ". Kata ayu dengan jujur
"Lalu apa Richard tidak ada di sana?". Tanya Irene
"Ma, Yuli mau jujur tentang satu hal". Kata Yuli
Terlihat kini ayu memegang tangan Yuli pertanda jika dia tidak ingin Yuli mengatakan nya namun Yuli akan tetap mengatakan hal tersebut
"Kamu mau bicara apa sayang?". Tanya Irene
"Ayah Richard dan papa Rio sebenar nya ada dalam markas kekasih Yuli karena mereka dulu pernah ingin membunuh Yuli dan sekarang pun Yui tidak tahu apa mereka masih hidup atau tidak". Kata Yuli yang berhasil membuat Irene shok di buat nya bahkan dia kini terlihat tidak percaya dengan apa yang dikatakan Yuli barusan. Bagaimana mungkin Rio suami nya bisa benar-benar melakukan hal itu dengan kekuasaan saja dan Richard pun juga membantu nya. terlihat mata Irene berkaca-kaca dan buliran kristal bening pun membasahi pipi nya sekarang
"Irene maaf ini semua nya adalah salah ku". Kata ayu sambil menggenggam tangan Irene
"Bukan Bun ini bukan salah bunda tapi ini memang salah Yuli sejak awal ". Kata Yuli
"Tidak ada yang perlu di salah kan di sini dan lagi ma, memang papa pantas mendapatkan balasan nya atas apa yang dia lakukan". Kata Caesar
"Bukan hanya kakak ipar yang jadi korban bahkan bunda ayu pun juga sempat kritis akibat ulah Rio". Kata Hiro
Irene pun semakin tidak bisa menyembunyikan kesedihannya bahkan dia kini terdengar terisak sekarang
"Kenapa dia tega sekali melakukan hal itu". Kata Irene
"Sudah lah ma itu sudah terjadi dan Arya harap mama bisa memaklumi apa yang Ricky lakukan karena dia tidak akan pernah membiarkan orang menyakiti Yuli meskipun itu Arya atau yang lain nya". Kata Caesar
kini Irene pun memeluk Yuli dan dia terlihat sangat sedih sekali dengan fakta itu bahkan be harap bisa kumpul bersama kini sudah sirna dan mungkin juga Irene terlalu berhayal akan hal tersebut
"Sudah lupakan saja semua dan besok kita akan pulang ke Jepang". Kata Caesar
mereka pun menyetujui hal tersebut dan kini mereka terlihat bersiap-siap untuk mengemasi barang-barang mereka.
"Apa bunda tidak ingin belanja dulu sebelum pulang?". Tanya Yuli
"Kalau begitu nanti malam saja kita belanja bersama bagaimana?". Tanya Irene
"Ya sudah kalau begitu sekarang kita istirahat saja dulu dan nanti malam kita akan makan di luar sekalian belanja juga ". Kata Caesar
Mereka kini masuk ke dalam kamar masing-masing dan terlihat juga Yuli tidak masuk ke kamar melainkan berhenti di balkon rumah Caesar
"Apa Lo memikirkan sesuatu?". Tanya Leon
"Itu juga bukan kemauan Lo dan hal itu tidak bisa kita kendalikan juga". Kata Leon
"Apa Lo ada di sini memang karena di suruh Ricky?". Tanya Yuli
"Ya gue memang di suruh dia untuk menjaga Lo ". Kata Leon
"Kenapa Lo mau di suruh oleh dia padahal jika gue lihat Lo pun bukan orang sembarangan". Kata Yuli
"Tapi tetap saja kan Ricky lebih hebat dari gue". Kata Leon
"Dan karena itu Lo menuruti perintah nya untuk menjaga gue". Kata Yuli
"Bukan hanya karena hal itu saja tapi gue juga suka bekerja sama dengan dia karena itu akan sangat menguntungkan sekali". Kata Leon
Memang tidak ada yang bisa menolak apa yang di perintahkan oleh Ricky tapi kerja sama dengan dia pun juga sangat menguntungkan sekali bahkan tidak akan ada rugi nya sama sekali juga jadi mereka yang bekerja dengan Ricky pun senang saja
"Wah Lo ternyata pebisnis sekali tidak mau rugi". Kata Yuli
"Semua orang pasti juga seperti itu tidak akan mau rugi sama sekali". Kata Leon
Yuli hanya tersenyum saja mendengar nya karena ini juga baru pertama kali nya dia dan Leon berbicara banyak dan hanya berdua saja
"Apa ada yang ingin Lo sampai kan kepada gue hingga Lo mendatangi gue kemari?". Tanya Yuli
"Tidak ada hanya saja gue mau berkata bahwa Lo hebat sekali dan jarang ada wanita hebat seperti Lo apalagi Lo juga sangat rendah hati juga". Kata Leon
"Itu hanya penilaian Lo saja dan mungkin saja Lo salah menilai gue". Kata Yuli
"Tapi Lo memang berbeda sekali dari kekasih kak Ricky yang sebelum nya". Kata Leon
"Gue mau tanya satu hal kepada Lo. Jika Lo bisa mengalahkan Ricky dengan melakukan hal buruk kepada gue apa Lo akan melakukan nya?". Tanya Yuli
"Hanya orang bodoh yang menganggap bahwa kelemahan kak Ricky adalah hal bisa di serang dengan mudah justru jika gue menargetkan Lo untuk menjatuhkan kak Ricky sama saja gue bunuh diri bahkan Lo saja tidak tahu kan bagaimana kemarahan dia jika Lo terluka". Kata Leon
Memang benar selama ini Ricky tidak pernah benar-benar marah di hadapan dia apalagi terlihat sangat marah sekali itu juga tidak pernah bahkan Ricky hanya marah sewajar nya saja di hadapan Yuli
"Jadi jika gue kelemahan dia bukan berarti musuh nya bisa dengan mudah menghancurkan dia lewat gue". Kata Yuli
"Ya setahu gue memang begitu malah mereka yang akan hancur jika menyakiti Lo. Seperti Richard dan Rio serta Hans". Kata Leon
Yuli pun kini sudah tidak membahas apapun lagi dan Leon pun kini masih tetap berada di dekat Yuli. entah kenapa Leon pun jadi suka dengan kepribadian Yuli yang memang sangat ramah dan perduli sekali dengan orang lain.
__ADS_1
"Kenapa Lo masih ada di sini?". Tanya Yuli
"Apa tidak boleh gue di sini". Kata Leon
"Ya silahkan saja lagi pula gue juga gak keberatan juga jika ada Lo di sini. Kan kita juga bisa mengobrol bersama". Kata Yuli
"Apa Lo bahagia bisa berada di dekat kak Ricky?". Tanya Leon
"Gue bahagia sekali bahkan sangat bahagia juga. Apa Lo kenal dengan Stella". Kata Yuli
"Gue kenal dengan Stella karena dia adalah kekasih Demian kakak tiri gue". Kata Leon
Yuli tidak kaget dan dia hanya menatap ke depan saja bahkan dia pun terlihat biasa saja
"Jadi Stella kekasih Kakak Lo. Apa Lo bekerja sama dengan dia untuk menghancurkan Ricky dengan mendekati gue?". Tanya Yuli
"Sudah gue bilang mana mungkin gue menghancurkan kak Ricky melalui Lo bahkan jika gue melakukan nya pun mungkin sebelum bisa menyentuh Lo gue akan mati di tangan dia". kata Leon
Yuli tahu hal itu, dia tahu jika kekasih nya itu memang selalu saja melindungi dia bahkan dia juga tahu Ricky akan selalu memberikan anak buah nya yang hebat untuk menjaga dia
"Apa Lo tahu rencana Stella?". Tanya Yuli Langsung
"Apa Lo curiga jika dia merencanakan sesuatu?". Tanya Leon
"Tidak. Gue hanya bertanya saja mungkin Lo tahu kan Lo adik ipar nya". Kata Yuli
"Gue pun tidak menganggap dia kakak ipar gue bahkan Demian pun tidak gue anggap kakak gue juga". Kata Leon
"Kenapa kalian para anggota Mafia selalu saja tidak mengakui keluarga kalian. apa memang seperti itu ya agar mereka terhindar dari bahaya". Kata Yuli
"Bukan seperti itu". Kata Leon
Yuli pun tidak meneruskan obrolan nya dan kini dia beranjak untuk pergi ke kamar nya
"Gue istirahat dulu ya dan Lo juga harus jaga kesehatan mungkin menjaga gue itu juga beban buat Lo kan musuh Ricky banyak". Kata Yuli sambil menepuk bahu Leon lalu berjalan meninggalkan dia di sana.
Terlihat kini Leon tersenyum menatap Yuli yang sudah mulai hilang dari pandangan nya
"Pantas Kenzo pun cinta sekali sama Lo dan kak Ricky pun juga rela melakukan segala nya untuk Lo karena Lo memang pantas untuk di perjuangkan". Kata Leon
"Siapa yang Lo maksud, apa kakak ipar gue?". Tanya Hiro yang kini sudah duduk bersama dengan Leon
"Lo dari mana, kenapa tidak istirahat?". Tanya Leon
"Gue dari kolam renang tadi,apa Lo gak lihat". Kata Hiro
"Apa Lo yakin kita akan kembali ke Jepang?". Tanya Leon
"Kenapa, apa Lo merencanakan sesuatu kepada kakak ipar gue. Leon gue kenal Lo dan awas saja jika Lo menjadi musuh dalam selimut". Kata Hiro membuat Leon hanya menyeringai saja di buat nya. Bahkan Hiro pun juga mengancam dia demi Yuli memang sangat istimewa sekali Yuli itu di mata mereka semua
"Mana mungkin gue merencanakan hal buruk kepada dia, apa Lo juga meragukan gue Hiro?". Tanya Leon
"Gue hanya ingin mengantisipasi saja Leon apalagi yang menjadi musuh kak Ricky adalah kakak Lo Demian". Kata Hiro
"Tapi musuh terbesar kak Ricky bukan Demian tapi Kenzo". Kata Leon
Benar memang apa yang di katakan oleh Leon karena Demian pun tidak akan sebanding dengan Ricky berbeda dengan Kenzo yang sama seperti dia yaitu sama-sama cerdas nya namun beda nya Ricky memiliki orang kepercayaan yang sangat handal yaitu Sam yang selalu bisa dia andalkan dengan baik bahkan Sam pun bisa melakukan segala nya tanpa batas untuk Ricky
"Tapi sama saja jika Lo bergabung dengan Demian pun Lo juga akan menjadi musuh kita". Kata Hiro
Obrolan mereka di rasa Leon tidak penting karena dia memang tidak ada di niatan untuk menyakiti Yuli dan dia mendapat kan posisi seperti ini di curigai mereka semua itu karena Ricky. Karena Ricky yang menyuruh dia agar terlihat seperti berpihak kepada Demian di mata para sahabat Ricky sedang kan jika bersama dengan Demian dia akan terlihat berbeda lagi hingga Demian tidak bisa mengetahui maksud Leon sebenarnya
"Lo tahu sendiri bagaimana gue jadi silahkan saja Lo nilai sendiri bagaimana gue". Kata Leon lalu pergi meninggalkan Hiro di sana bahkan kini Leon pin masuk ke dalam kamar nya juga untuk beristirahat
Malam sudah tiba kini saat nya mereka untuk pergi berbelanja sebelum pulang ke Jepang besok. Semua yang berhubungan dengan kepulangan mereka sudah di urus dengan baik oleh Shawn jadi mereka tinggal berangkat saja besok
"Apa semua sudah siap?". Tanya Caesar
"Sudah kita sudah siap". Kata Yuli
mereka pun segera bergegas masuk ke dalam mobil untuk menuju sebuah pusat perbelanjaan di Milan bahkan kini Caesar tidak mengajak mereka pergi ke mall melain kan ke tempat pameran dan juga mungkin bisa di bilang pasar malam saja dan di sana juga menjual banyak sekali barang yang bisa di jadikan sebagai oleh-oleh nanti
Mobil mereka sudah sampai dan kini mereka semua sudah turun dari mobil
"Apa tidak masalah jika belanja di sini?". tanya Caesar
"Tentu saja tidak". Jawab Yuli dan mama serta bunda nya dengan kompak sekali bahkan kini mereka sudah antusias untuk membeli barang yang di inginkan.
Tidak jauh dari mereka ternyata sedari tadi ada yang mengawasi Yuli dan yang lain nya dari kejauhan mereka berdua terlihat menggunakan baju berwarna hitam dan lengkap juga dengan senjata nya bahkan terlihat sekali jika mereka adalah sniper handal
Yuli yang kini sudah berada di tempat barang antik pun terlihat sedang memilih barang yang akan dia beli untuk para sahabat nya nanti di Jepang tanpa dia tahu ada sniper yang kini sedang membidik kan pistol kearah dia
Dor
Satu kali tembakan berhasil mengenai lengan kanan Yuli membuat Caesar dan yang lain nya pun terkejut dan segera berlari ke arah nya sedang kan Shawn dan Bryan mengamankan ayu dan juga Irene. namun sayang nya sebelum mereka sampai di Yuli tembakan kedua pun terdengar
Dor
tembakan kedua pun juga berhasil mengenai perut Yuli dan Terlihat sangat tepat sasaran sekali membuat dia kini jatuh terduduk dengan lemah nya karena banyak darah yang keluar mengalir dari tubuh nya
__ADS_1
"Kejar dia". Kata Hiro memerintahkan anak buah Ricky yang ada di sana dan mereka pun segera mengejar kedua sniper tersebut