
Ricky menatap mereka semua dengan serius nya apalagi
"Kenapa Lo memutuskan untuk menginap di sini sementara tempat ini masih menyimpan banyak sekali kenangan antara Lo dan juga Stella". Kata Ipank
"Apa Lo tidak bisa mendengar apa yang gue katakan ini semua bukan urusan kalian". Kata Ricky
"Yang Ipank katakan ada benar nya Rick dan tidak seharus nya kita berada di sini". Kata Arok
"Barang milik Stella memang masih tertata rapi di kamar rumah ini tapi bukan berarti gue masih cinta sama dia". Kata Ricky
"Jika Lo tidak mencintai dia lagi setidak nya barang-barang itu sudah tidak ada di sini lagi". Kata Ipank
"Apa ada masalah buat Lo Pank jika barang Stella masih tertata rapi di sini ? apa Lo masih mengharap kan cinta nya?". Tanya Ricky
"Kita bukan membahas tentang cinta gue kepada dia tapi sekarang membahas tentang Lo Rick dan jika Yuli tahu apa Lo yakin dia tidak akan marah". Kata Ipank
"Dia bukan tipe orang yang seperti itu dan gue yakin dia tidak akan mempermasalahkan nya". Kata Ricky
"Tapi kita semua tidak yakin akan hal itu Rick". Kata Arok
"Gue tidak perduli dengan pendapat kalian semua". Kata Ricky
"Lo jangan keras kepala Rick jika Lo menyakiti Yuli gue akan merebut dia dari Lo ". Kata Ipank
Membuat Ricky menyeringai mendengar apa yang dia katakan
"Lo selalu saja mencintai orang yang sama seperti gue padahal kita bukan saudara kembar kenapa bisa selalu seperti itu". Kata Ricky
"Gue mencintai dia karena dia memang wanita yang berbeda sama seperti penilaian Lo dan gue tidak akan segan juga mengambil nya jika Lo mempermainkan dia". Kata Ipank berhasil membuat Ricky terpancing emosi dan melayangkan tinju nya kepada Ipank
"Rick apa Lo gila". Kata Ken melerai nya
"Lo tidak akan bisa merebut dia dari gue bukan hanya Lo siapapun tidak bisa melakukan hal tersebut kepada gue". Kata Ricky
Dia kembali memukul Ipank membuat Ken pun berlari menuju lantai atas dan memberi tahu kan kejadian itu kepada Yuli agar dia menghentikan kegilaan Kekasih nya itu
Yuli yang melihat Ricky terus menghajar Ipank pun merasa panik juga
"Hentikan kekasih gila Lo itu ". Kata Caesar yang baru saja turun bersama dengan Hiro
Tanpa berpikir panjang pun Yuli kini menghampiri Ricky dan Lang menjambak rambut nya sebelum dia kembali melayang kan pukulan nya kepada Ipank membuat Ricky mengehentikan aksi nya karena dia tahu hanya kekasih nya yang berani melakukan hal tersebut kepada nya
"Sudah puas atau mau lanjut dengan aku kita bisa berolahraga sebentar untuk melemaskan otot tangan ku juga". Kata Yuli
Ricky tidak menjawab dan hanya diam saja sambil menatap Ipank dengan tatapan tajam nya
"Ken bawa Ipank ke kamar atas dan segera obati luka nya". Kata Rere
Ken pun membawa Ipank dan dia segera melakukan pengobatan kepada luka yang di miliki Sahabat nya itu
"Lo kenapa memancing emosi dia Pank padahal kita semua tahu jika berada di villa ini Ricky sangat lah sensitif". Kata Ken yang sambil membawa Ipank ke lantai atas
sementara di lantai bawah Yuli menatap Ricky dengan tatapan menunggu penjelasan dari kekasih nya
"Tidak mau mengatakan nya ya sudah". Kata Yuli
Yuli memilih untuk duduk di sofa ruangan tersebut dan dia bersikap santai saja sambil memakan kacang yang ada di atas meja sambil menunggu Ricky berbicara
Ricky mendatangi kekasih nya dan dia pun ikut duduk bersama dengan nya
"Apa yang ingin kamu ketahui?". Tanya Ricky
"tidak ada". Jawab yuli sambil tetap memakan kacang nya
"Aku tadi lepas kontrol jadi berkelahi dengan Ipank". Kata Ricky
Yuli masih diam saja mendengar kan apa yang Ricky ucapkan
"Dia terlalu ikut campur dengan urusan pribadi ku". Kata Ricky
"Urusan pribadi yang bagaimana yang membuat kami hingga memukul dia seperti itu". Kata Yuli
"Itu bukan hal serius Yul jadi Lo tidak usah khawatir". Kata Rere
"Gue tidak khawatir sama sekali lagi pula itu kan urusan mereka berdua bukan untuk ku juga tapi se enggak nya jangan terlalu berlebihan karena kalian adalah sahabat ". Kata Yuli
"Lain kali aku akan menahan emosi ku". Kata Ricky
"Terus saja berjanji dan terus mengingkari nya juga". Kata Yuli dengan tetap santai nya
"Dia memang selalu seperti itu Yul jadi maklumi lah". Kata Rere
"Ya tenang saja kan gue juga sudah bilang tadi kalau gue tidak mempertanyakan masalah ini". Kata Yuli
"Ada yang ingin aku katakan kepada kamu". Kata Ricky yang terlihat serius
"Silahkan katakan saja apa yang ingin kamu katakan". Kata Yuli
Ken dan Ipank turun dari tangga villa itu membuat mereka semua menatap mereka berdua
"Lo gak apa-apa Pank?". Tanya Yuli
__ADS_1
"Gue baik-baik saja sorry Rick jika tadi gue memancing emosi Lo dan untuk Lo juga Yul gue minta maaf atas ucapan gue waktu itu di telfon ". Kata Ipank
"Sudah lah gue tahu kalau gue yang salah jadi lupakan saja hal itu oh ya kamu mau mengatakan apa?". Tanya Yuli
"Tadi aku dan Ipank berkelahi karena kita membahas tentang Stella". Kata Ricky
perkataan Ricky membuat Yuli menatap dia dengan tatapan menyelidik
"Memang ada apa dengan Stella?". Tanya Yuli
"Tidak ada apa-apa hanya saja rumah ini penuh kenangan aku dengan dia". Kata Ricky
"Oh jadi kamar di atas itu kamar dia?". Tanya Yuli dan Ricky hanya mengangguk kan kepala nya saja sebagai Jawaban
"Apa Lo tidak marah Yul ?". Tanya Rere yang penasaran karena ekspresi Yuli juga terlihat biasa saja
"Tidak sama sekali lagi pula dia kan hanya mantan nya dan kekasih nya yang sekarang adalah gue". Jawab Yuli
"Apa Lo tidak penasaran kenapa Ricky mengajak Lo menginap di tempat ini sedang kan tempat ini penuh kenangan dia dengan mantan kekasih nya dulu". Tanya Arok
"Gue tidak penasaran sama sekali karena gue yakin jika dia tidak akan pernah membohongi gue dan dia juga terlihat tulus sama gue". Kata Yuli dengan yakin nya
"Seyakin itu Lo sama dia hingga Lo terlihat tidak marah sama sekali". Kata Caesar
"Kepercayaan adalah kunci dari kelanggengan jadi sekali dia menghianati kepercayaan ku ya sudah berakhir". Kata Yuli
Yuli berusaha untuk tetap tenang meskipun hati nya mungkin saja sudah terluka dan inilah alasan dia ingin bertemu dengan Stella
"Sudah kita di sini untuk berlibur jadi gak usah ngomong hal yang merusak suasana". Kata Kinara
"Betul sekali ayo kita jalan-jalan bagaimana". Kata Kikan memberikan ide
"Setuju ayo kita jalan-jalan berkeliling tempat ini pasti banyak tempat nongkrong yang bagus di sini". Kata Yuli
"Kita akan ikut kalian Jika ingin jalan-jalan". Kata Arok
"Iya silahkan bodyguard ikut saja dan tidak akan ada yang melarang juga kan". Kata Yuli
"Kalau begitu ayo berangkat sekarang". Kata Kinara
mereka semua berangkat mencari tempat yang bisa di gunakan untuk bersantai dan mengobrol sambil menikmati keindahan malam
"Kenapa kita tidak pergi ke restoran saja malah mencari tempat yang gak jelas". Kata Hiro
"Ide bagus ayo cari restoran di dekat sini". Kata Kikan
Tidak butuh waktu lama mereka menemukan restoran yang tepat di gunakan untuk menghabiskan malam. mereka berlima memang sangat tahu tentang kota itu jadi sangat mudah juga jika mereka ingin pergi kemanapun
"Lo benar Ran bagus sekali tempat ini. pak bos Apa restoran ini bukan milik anda?". Tanya Yuli yang sengaja menggoda kekasih nya
Yuli tahu saat ini suasana hati Ricky masih kurang baik jadi dia mencoba untuk mengajak nya untuk bercanda
"Menurut kamu bagaimana?". Tanya Ricky
"Tidak mungkin kamu memiliki restoran se bagus ini Desain dan penataan nya kan gaya kamu terlalu jelek ". Kata Yuli membuat senyuman Ricky pun muncul
"Jadi kamu meragukan kalau aku tidak bisa membuat tempat seperti ini?". Tanya Ricky
"Sangat meragukan sekali pak bos". Jawab Yuli
"Tempat ini memang bukan punya ku tapi aku kenal dengan pemilik nya". Kata Ricky
"Pasti punya Ken karena hanya dia yang memiliki model penataan yang meriah dan juga berantakan seperti ini". Kata Yuli membuat mereka semua tertawa
"Bagus juga ya Lo habis muji langsung menjatuhkan". Kata Ken
"Percaya diri Sekali Lo kalau gue mau memuji Lo". Kata Yuli
"Kita jadi pesan apa nih kak?". Tanya Kikan
"Terserah kalian semua saja kita mengikuti apa yang akan kalian pesan nanti". Kata Rere
Kikan dan Kinara pun kini melihat menu apa yang akan mereka makan nanti dan yang lain nya pun hanya pasrah dan akan mengikuti nya saja
"Kita sudah memesan makanan sesuai selera masing-masing jadi tunggu ya pasti akan datang sebentar lagi". Kata Kinara
"Sibuk sekali kamu Yul dari tadi mainin handphone Mulu lupa ya di samping kamu ada manusia overprotektif". Kata Kinara
"Gue hanya membalas chat Galang dan juga Bryan saja ". Kata Yuli
"Apa yang di katakan Bryan?". Tanya Caesar
"Dia hanya tanya kabar gue dan tanya juga tentang Lo. Apa Lo bisa menjaga gue dengan baik atau tidak". Kata Yuli
"Kenapa gak kamu telfon saja mereka berdua". Kata Kikan memberikan ide
"Oh ya benar juga ya coba gue video call dulu mereka". Kata Yuli
Tidak menunggu lama mereka bertiga sudah ada dalam video call dan terlihat sekali jika Galang dan Bryan terkejut
"Lo ada di Indonesia Yul?". Tanya Galang langsung tanpa basa-basi
__ADS_1
"Hebat juga Lo bisa tahu gue ada di mana". Kata Yuli
"Melihat tempat tersebut saja kita bisa menebak nya". Kata Bryan
"Sering ke sini ya kalian pasti mencari wanita". Kata Yuli
"Lihat Bray sok tahu nya mulai muncul". Kata Galang
"Halah Lo juga kan sama seperti gue sok tahu dan tukang kepo juga". Kata Yuli
mereka bertiga oun tertawa bersama dan mereka yang ada di sekitar nya hanya bisa menyaksikan nya saja obrolan sahabat yang terpisah negara
"Jadi kangen deh gue sama Lo Bray". Kata Yuli dengan serius nya
"Kita akan bertemu tapi tidak dalam waktu dekat ini". Kata Bryan
"Iya gue tahu Lo pasti sangat sibuk sekali kan gue menyadari hal itu". Kata Yuli
Ricky bisa merasakan jika ada rasa kecewa di dari bola mata sang kekasih Ketika dia mengatakan rindu kepada Bryan dan ingin bertemu dengan nya
"Sabar saja akan ada waktu dimana kuta akan bertemu kembali dan sebelum waktu itu datang lo harus jaga diri baik-baik dan jangan lupa terus berlatih bela diri kan sekarang lo sudah punya guru yang sangat hebat". Kata Bryan
"Ricky maksud Lo dia bukan sekedar guru saja tapi bodyguard dua puluh empat jam asal Lo tahu". Kata Yuli
"Bagus ya Kalian berdua mengobrol tanpa perduli ada gue di sini. kenapa Lo mengajak gue bergabung jika hanya untuk mendengar kan obrolan kalian saja". Kata Galang
"Nhambekan Lo kayak cewek". Kata Yuli
"Dan Lo suka sekali berkelahi kayak cowok". Kata Galang
"Berarti kita ketuker dong Lang". Kata Yuli
"Mungkin saja. Ngomong-ngomong kenapa Lo gak tanya tentang kabar gue juga?". Tanya Galang
"Ya karena gue tahu jika Lo baik-baik saja kan kita sedang Video call kan dan terlihat Lo baik-baik saja". Kata Yuli
"Dasar Lo ya apa beda nya gue dan Bryan kita berdua juga bisa Lo lihat kan dan Lo juga tahu jika Bryan sehat lalu kenapa Lo bertanya". Kata Galang
"Ngobrol sama Lo itu bikin gue emosi Lang". Kata Yuli
"Lo pikir kita semua tidak emosi jika berebut dengan Lo Yuli Ramadhani". Kata Galang
membuat mereka semua tertawa terbahak-bahak mendengar perdebatkan mereka dan mereka berdua juga tidak ada yang mau mengalah juga
"Memang iya perasaan gue gak nyebelin kayak Lo deh Lang bukan begitu kekasih ku sayang". Kata Yuli sambil mengarahkan Camera nya ke arah Ricky dan dia bersandar di bahu sang kekasih
"Oh romantis sekali pasangan kita ini banyak kelanjutan sekali Lo Rick". Kata Galang
"Bagaimana kabar papa di sana?". Tanya Ricky
"Lo gak tahu atau Hanya pura-pura saja. Gue Sekarang tidak ada di Inggris dan Lo pasti tahu alasan nya". Kata Galang
"Itu memang kesalahan Lo kenapa Lo masih tetap tidak bisa serius dan selalu bermain-main dalam bisnis". Kata Ricky
"Ayolah Kalian semua kan tahu Kalau gue suka sekali bercanda dan papa itu gak bisa sekali kalau di ajak bercanda". Kata Galang
"Papa pasti kesal Lang sama Lo kan Lo selalu lambat jika menyelesaikan masalah". Kata Yuli
"Oh pinter ya Lo nyonya Ricky makin lama makin pintar memancing emosi orang". Kata Galang
"Itulah gue dan Lo kan tahu sendiri". Kata Yuli membuat mereka kembali tertawa
"Caesar bagaimana kabar Lo ? ". Tanya Bryan
"Gue baik ". Sahut Caesar dari seberang sana namun Bryan masih bisa mendengar nya
"Sudah dulu ya kita lanjut nanti karena makanan nya sudah datang". Kata Yuli
"Ok Selamat bersenang-senang di sana dan Lo Rick jaga dia baik-baik awas saja Kalau Sampai Lo membuat nya menangis". Kata Galang
"Tidak perlu Lo ingat kan pun gue akan melakukan nya Lang". Kata Ricky lalu mematikan sambungan telepon nya
"Kita makan sekarang kalau Dingin nanti gak enak makanan nya". Kata Ken
mereka pun makan bersama dengan lahap nya dan sesuai dengan pemikiran Kinara bahwa mereka semua menyukai menu yang dia pesan kan.
Ricky hendak membayar makanan itu namun Ken menahan nya "Tidak usah di bayar Rick kan tempat ini milik gue jadi kita bisa makan setiap hari gratis di sini jika kalian mau". Kata Ken
"Ya sudah kalau begitu kita pulang saja". Kata Ricky
mereka berjalan keluar dari tempat tersebut dan dari kejauhan mereka mendengar dan melihat suatu keributan. Yuli yang melihat hal tersebut pun langsung menghampiri nya karena dia memang selalu tidak suka melihat orang di tindas. Bukan hanya Yuli saja tapi mereka semua mengikuti nya juga
"Lepas kan tangan mu aku sudah minta maaf tadi tapi kenapa kau masih saja seperti ini". Kata nya
"Maaf saja tidak cukup untuk mengganti kerugian nya". Kata orang tersebut
"Aku sudah memberikan mu uang lebih dan sudah ku katakan juga Kalau aku memang benar-benar tidak membawa uang lagi". Kata nya
Mereka menghampiri nya dan langsung terkejut melihat siapa yang ada di hadapan mereka
"Stella".
__ADS_1