Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Keluarnya Aura Mematikan


__ADS_3

Ricky masih memukul Bram tanpa henti hingga dia memiliki luka yang begitu parah hingga Bram jatuh terkulai lemas dan tak sanggup melawan dan berdiri lagi.


" Ricky hentikan dia bisa mati jika terus Lo pukuli seperti itu". kata Arok sambil memegang tangan Ricky agar menghentikan aksinya yang membabi buta tersebut.


"Lo ingin gue berhenti mukul dia. ok gue berhenti tapi yang akan jadi target gue selanjutnya adalah elo Arok s****n". kata Ricky sambil melayangkan pukulannya kewajah Arok. ketig sahabatnya terkejut dengan hal tersebut. mereka tidak menyangka jika Ricky sang leader sekaligus sepupu dari Arok bisa melakukan hal tersebut.


buuug buuug buuug


pukulan bertubi-tubi dilayangkan oleh sang leader ke wajah dan bagian perut Arok . Arok sempat menghindar dan berusaha membalas pukul tersebut tapi hasilnya nihil karena Ricky pandai sekali menghindari pukulannya.


"hentikan Rick. Arok bisa terluka parah jika terus kau hajar begitu". kata Ipank. mereka bertiga berusaha menghentikan perkelahian antara kedua sahabatnya itu. Ken dan Rere mencoba menghalangi Ricky dengan cara memegang kedua tanganny sementara Ipank mencoba membantu Arok untuk berdiri.

__ADS_1


"Rick ingatlah kita bersahabat sudah sejak lama. jangan karena masalah yang gak jelas Lo mengorbankan persahabatan kita yang dibina sejak dulu kala". ucap Ken yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang leader devil tersebut.


"Apa yang sebenarnya terjadi. hingga sosok iblis Lo bisa keluar Rick ?". tanya Arok yang mulai membuka suara meskipun agak serak karena sakit diwajahnya akibat pukulan sang leader gengnya itu.


"Stella. dia pergi dari negara ini tanpa kasih alasan yang jelas. "kata Ricky yang sudah menghentikan aksinya menghajar sahabatnya disana.


sementara itu Ken menyuruh anak buahnya untuk membereskan kekacauan yang aad dibandara ini. dan dia juga meminta semua orang dibandara untuk menutup mata dan mulut mereka atas kejadian ini.


mobil berjalan dengan kecepatan tinggi menerobos jalanan yang ramai.


mereka semua sampai dimarkas dan berjalan masuk. hanya orang yang terdaftar saja yang bisa masuk dengan mudah ke dalam markas tersebut. tidak hanya itu jalan menuju markas akan sangat sulih dilalui oleh orang atau musuh dari geng mereka karena dalam perjalqnan jika orang ada yang ingin datang tetapi tidak disukai oleh sang leader maka orang tersebut akan dihajar anak buah leader hingga dia memutuskan untuk tidak melanjutkan datang kemarkas tersebut.

__ADS_1


"Ken bawalah Arok keruangan medis dan obati lukanya itu". perintah Ipank yang langsung diangguki oleh Ken. dia adalah ahli dalam pengobatan medis. kinerjany bahkan melebihi dokter pada umumnya. Ken juga ahli dalam membuat persenjataan yang begitu canggih. dari semua anggota Ken lebih kelihatan ramah dan tidak menakutkan akan tetapi dibalik sikapnya tersebut sebenarnya dia adalah orang yang berbahaya sama seperti yang lainnya.


"apa masih sakit?". tanya Ken kepada Arok sambil melakukan beberapa kali pengobatan pada tubuh sahabatnya itu.


"sudah agak mendingan dibandingkan yang sebelumnya". jawab Arok yang sudah mulai duduk dari tempatnya berbaring tadi.


"kenapa Ricky bisa segila dan semengerikan itu. padahal Lo adalah sepupunya. kenapa dia bisa menghajar dan terlihat hingga tak ada ampun buat Lo rok". tanya Ken


Arok hanya tersenyum tipis sambil memasang wajah dinginnya. "Lo harus ingat apa yang menjadi kesukaannya Jangan sampai Lo usik kaayk gue tau karena itu bisa membuat sosok iblisnya keluar. gue tahu dia orangnya seperti apa bahkan dulu dia juga pernah menghajar kakaknya Edward hingga dia masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri selama dua bulan". jelas Arok


sontak saja itu membuat dia merasa kaget dan terkejut sesaat namun selang beberapa detik dia bisa menyadari memang sang sahabat sekaligus leadernya itu tidak mengenal mpun jika mereka melakukan kesalahan padanya.

__ADS_1


"ayo kita keruangan pertemuan. aku ingin tahu yang sebenarnya." kata Ken yang disetujui Arok dan mereka berdua keluar dari ruang medis menuju ruangan pribadi untuk berkumpul kelima nya.


__ADS_2