
tak meminta bantuan bukan karena kita sombong, hanya saja membiasakan diri untuk berjuang sendiri itu penting. Karena ada kalahnya kamu harus sendiri menghadapi semuanya
Langkah kaki Nayya memasuki salah satu pasien yang ada dirumah sakit itu, dengan bunga mawar yang ada ditangannya dengan wajah yang cukup dikatakan tak baik. Jika sebelum-sebelumnya ia senyum dan sangat ramah sekarang tidak. Lihatlah sekarang wajahnya lumayan lusuh dan juga pucat.
“Assalamu’alaikum Dora.. apa kabar?”Tanya Nayya disana menyapa sosok didepannya itu dengan senyum manisnya, meski ia sedang ada masalah ia harus tetap terlihat baik-baik saja kan? Ia tak mau terlihat lemah.
Sosok didepanya itu adalah anak kecil yang berumur 8tahun. Lihatlah senyumnya yang tulus itu.”Hai dokter cantik..”Ujarnya disana tersenyum manis kepada Nayya.. lihatlah gigi ompong dibagian depannya tak mengurangi kelucuan dan juga keimutan dari anak tersebut,
Nayya disana mendekat dan memberikan bunga ditangannya.”Ummm Dora makin hari makin cantik yah.. ini budokter bawain bunga kesukaan Dora.,”Ujar Nayya disana memberikan bunga yang ada ditangannya itu kepada anak yang ada didepannya .
Anak itu tersneyum meski wajahnya sangat pucat. "|Iya kah Dora cantik? Tapi kata suster Dora sudah tidak cantik lagi karena rambut Dora sudah hilang.”Ujarnya polos kepada Nayya. nayya terdiam melihatnya, lihatlah mata poloes itu mampu membuat semua orang terbius.
“Kata siapa Dora tidak cantik lagi hanya karena Dora tidak punya rammbut?”Tanya Nayya kepadanya mengusap kepala Dora sayang, namun terdiam ketika rambut yang sudah tipis itu hampir memenuhi telapak tangannya.,
Dora disana pun memainkan bunga itu dan menghirupnya.”Kata Dokter, kata suster, kata anak-anak lain. Semua bilang begitu. Tapi Dora tidak bersedih. Kan sebentar lagi Dora akan mati.”Ujar Dora tersenyum bahagia.
”Disana nanti seperti kata Bu dokter jika akan ada banyak anak-anak yang mau main sama Dora, akan bertemu dengan Tuhan, dan yang pasti disana nanti Dora tidak akan kesepian lagi.”Ujarnya tersenyum bahagia.”Dora tidak bersedih kok. Bu dokter jangan bersedih juga yah jika nanti Dora sudah tidak ada. Bu dokter tidak perlu lagi membawa bunga untuk Dora.”Ujarnya membuat Nayya menatapnya nanar.
“Kok Dora bilang begitu si?”Tanya Nayyya mengusap pipinya tidak suka.”Dora tidak mau bertemu bu dokter lagi emang? Kan kata Dora Dora mau jadi dokter kayak ibu.”Ujar Nayya disana dengan lirih kepada Dora.
Dora menggeleng dengan tegas.Tidak-tidak itu dulu ketika dora tau jika Dora tidak akan mati, tapi sekarang tidak. Dora hanya mau bahagia dan juga hidup dengan senyum tanpa beban dan tanpa permintaan hehe.|Ujarnya tersenyum.” Tidak salahkan bu Dokter?”Tanyanya disana mengangguk semangat.
Nayya disana memeluknya sayang. Sudah tiga tahun ia merawat nya membuat ia sangat menyayanginya dan juga sudah mengangapnya anaknya sendiri. “ Kok Dora bisa bilang begitu si? Dora tidak mau yang lain? Dora tidak boleh bicara begitu.”Ujarnya lirih.
Dora menggeleng dan berkata.”Dulu Dora punya keinginan, tapi keinginan Dora selalu dipatahakan padahal hanya permintaan kecil yang bisa didapatkan tanpa harta. Tapi Dora tidak dapat memenuhinya hingga sekarang. jadi Dora tidak mau membuat Dora sakit lagi. Dora hanya mau hidup dengan kebahagiaan.”Ujarnya disana tersenyum polos.
“Ibu punya cerita Buat Dora. Dora mau mendengarkanya kan?”Tanya Nayya membuat Dora mengangguk. Nayya mengusap kepala Dotra dan duduk disisi Dora.”Dulu ibu pernah Iri kepada teman ibu,. Namanya Anggel, dia itu orang yang sangat kaya, sangat berkecukupan bahkan memiliki kolam renang dirumahnya. Suatu hari ibu bertanya kepadanya.
‘Bagaimana rasanya punya rumah yang besar, uang yang selalu berkecukupan dan juga memiliki kolam renang besar dirumah? eh dia. malah terkekeh mendengarnya...”Ujar Nayya lembut dan mengusap pipi Dora.
Dora menatapnya dengan serius.”Tapi dia malah menjawab. “Tidaklah sebagus yang kalian fikirkan. Jika kalian punya rumah kecil, maka bersyukurlah, karena setidaknya kalian akan selalu bertemu dengan keluarga kalian disetiap sudut rumah kalian, bahkan ketika kalian keluar atau masuk rumah maka kalian akan bertemu... “Ujar Nayya disana.,
“Dan jika kalian punya uang yang pas-pasan maka bersyukurlah karena setidaknya jika kalian merasakan kekurangan atau uang pas-pasan maka disana kalian akan melihat betapa besar perjuangan ayah dan ibu kalian hingga kalian bisa mendekati mereka dan menyemangati mereka. Dan memiliki kolam renang tidaklah sebagus kalian fikirkan, sebab mandi sendiri ditempat yang besar itu sama saja tidak ada gunanya. Karena kebahagiaan itu ada ketika kebersamaan.”Ujarnya.”Dan ibu disana terdiam mendengar ucapanya.”Ujar Nayya mengingat masa SDNya dulu,.
“Terus Buk.”Ujar Dra semangat.
“Terus dia pun malah kembali bertanya kepada Ibu. ‘lalu bagaimana dengan kamu? Bagaimana asanya disayangi orang tua? Dipeluk orang tua? Disemangati? Dan juga bagaimana rasanya setiap harii bertemu orang tua.”Ujarnya tersenyum. .
__ADS_1
“Dan disana ibu tidak bisa menjawab.” Ujarnya Nayya....
"|Ibu Ingat bagaimana wajah sendunya berkata kepada ibu begitu. Sebab Dia memiliki harta tapi tak memiliki kasih sayang sedangkan ibu tak punya harta tetapi ibu punya hal yang tak bisa dimiliki orang lain. “Ujarnya.
“Dan Dora adalah orang yang punya harta tapi tak punya orang tua.”Ujar Dora tersenyum.”Dora sudah berharap bagaimana rasanya jika orang tua Dora dateng dan peluk Dora. Dora pernah bayangin semuanya sampek Dora sadar jika yang Dora bayangin tidak akan terwujud dan itu hanya bayang bayang saja. Dora hanya mau sama ibu saja.”Ujarnya memeluk Nayya..
“Kan orang tua Dora disana sibuk kerja supaya Dota bisa sembuh.”Ujar Dora disana.
Dora menggeleng.” Dora tidak butuh sembuh. Dora Cuma butuh ibu dan ayah., nanti jika Dora sudah tidak ada bilang sama mereka jika mereka selalu Dora tunggu dulu, dan mulai detik itu Dora akan menyerah dan tidak akan ada lagi.”Ujarnya...
Nayya terdiam mengusap kepala anaknya itu. Ralat, anak orang yang sudah ia angap anak. “Tapi Ibu jangan kgawatir.”Ujar Dora. Ia mengusap pipi Nayya.” Seperti yang ibu bilang, jika semua orang memiliki hartanya sendiri. Jika orang lain punya harta kasih sayang bunda dan ayah maka Dora punya kasih sayang Tuhan kepada Dora.. saking sayangnya Tuhan sama Dora Tuhan mau jemput Dora secepetnya kan?”Tanyanya.
Nayya disana menggeleng,.”Dora harus sembuh. Nanti Dora akan ibu kenalin sama anak-anak ibu yang akan jadi kakaknya Dora. Dora tidak mau emangnya?”Tanyanya disana dengan tatapan nanar.
Dora disana menggeleng. “Dora mau. Hanya saja Dora sudah tidak bisa budokter.”Ujarnya disana membuat Nayya menatapnya lorih. .
'‘engak Dora harus janji sama ibu. Dora harus mau sembuh dan semangat.”Ujar Nayya.
“Ibu sayang banget sama Dora. “Ujar Nayya lirih,
“Lalu dengan lembut ayahnya berkata,.’ Pergila kemall tempat ia bekerja, dan bilang kepada tuan pemiliknya jika ayahnya mengambil upah diawal saja untuk memberimu baju.” Lalu anaknya dengan semangat mengikuti perintah ayahnya. Namun ketika sesampainya disana ia menjelaskan semua perkataan ayahnya. “Duhai tuan. Kata ayahku ia ingin mengambil upah diawal untuk membeli baju baru untukku.” Ujar sang anak.
Lalu sang tuan pun bertanya kembaki.”Wahai nak, jika begitu apa jaminan jika ayahmu masih hidup dihari esok untuk membayar upah yang telah ku beri?”Lalu sang anak itu terdiam tak tahu menjawab apa. Ia memilih pulang dan menyampaikan kepada ayahnya.
Dan disanalah ayahnya menangis terseduh-seduh dan berkata.,”Ia benar. Tak ada jaminan jika ayah masih hidup dihari esok. Tidak ada jaminan jika ayah bisa membayar upah yang telah tuannya beri.”Ujarnya lirih sembari tangisnya yang terisak. Ia merasa sangat sombong dan merasa jika ia sendiri sudah menggadaikan suatu kepercayaan jika semua itu tak dapat diatur dan dijadikan sebagai alat penopang akan janjinya..
“Kan ibu sendiri yang mengisahkan kisah itu. Dora tidak bisa berjanji sebab dora sendiri sudah tau jika Dora akan pergi.”Ujar Dora membuat nayya menggeleng.”Nanti Dora mau ibu tidak menangis yah meski Dora tau jika tangisan ibu yang paling tulus diantara yang lain. Namun satu hal yang Dora ingin sampaikan. Terimakasih karena sudan mau jadi ibunya dora selama 3tahun ini. terimakasih karena ibu Dora bisa merasakan kasih sayang seorang ibu padahal ibu hanya orang asing awalnya. Terimakasih., Dora sangat sayang ibu.”Ujarnya membuat nayya memeluknya erat. Bahkan sangat erat.
“Ibu lebih sayang Dora..”Gumamnya lirih. Dora itu adalah anak satu-satunya dari keluarga baru, ibu dan ayahnya menikah karena istrinya hamil duluan, karenanya orang tuanya sibuk berkarir hingga melupakan anak mereka, anak mereka terbangkalai ingga mereka tidak tau penyakit anak mereka.,
Bahkan mereka sendiri tak peduli anaknya sudah sangat parah. Yang mereka tau mereka memberi uang dan yakin anak mereka sembuh tanpa memberi dukungan. Mereka menyegalakan harta dibandingkan anaknya. Itulah yang membuat Dora kasihan tak memiliki kasih sayang. Kedua orang tua dari ibu dan ayahnya sangat jauh berada diluar negeri dan juga tak terlalu peduli denganya karena ia anak haram.
Sememjak ia sakit hanya Nayya yang peduli padanya. Selalu mengajarkanya semuanya. Penyakitnya itu sangat parah. Mengalami gagal jantung dan juga tumor dikepalanya.
Mangkanya dia begitu. Yang orang tuanya tau ia hanya gagal jantung dan hanya perlu dirawat. Bahkan mereka tak tau anak mereka sudah memasuki stadium yang mengerihkan. Padahal Nayya dan rumah sakit mengabarkanya namun mereka seakan tidak peduli,.
Mengingat itu membuat nayya nengingat masalahnya, semua memiliki masalah masing-masing kan? Dimana seperti Dora. Titik lelahnya adalah berhenti berharap akan keluarganya, dan mencari cara kebahagiaanya sendiri. Membuat dirinya menjadi bahagia dan juga berada diarena seperti anak-anak lain.
__ADS_1
Hingga Dora tertidur dipelukannya membuat ia mengusap kepala anak itu sayang. Ia sadar kadang ada harapan yang harus kita lepas dan digantikan dengan harapan lain. Dan ada yang harus dikejar dan berhenti mengharapkan suatu yang menyakiti diri. Berhenti meminta suatu hal yang mampu membuat diri kamu sendiri rugi. Berhenti dan mulai hidupmu dengan kebahagiaan yang baru.
Dora tertidur membuat ia menghela nafas dan memilih keluar, dan disaat keluar ia bertemu dengan managemen yang ada disana menatapnya dengan tatapan sulit diartikan. “Ada apa yah dok?”Tanya Nayya dengan datar kepadanya.
Sosok itu memutar bola mata malas. Lalu berkata.”Buatkan saya kopi dan antar keruangan saya segera..”Ujarnya.
Nayya disana menggeleng.”Maaf saya dokter bukan OB.,”Ujarnya disana tak terima dan menghela nafas.
” Yang bilang kamu OB siapa? Kan saya bilang buatkan saya kopi dan antar dimeja saya diatas. Kamu tuli yah?”tanyanya disana.
”Tapi itu bukan tugas saya pak.”Ujar Nayya disana tegas menolak.
”Tapi saya bos kamu jadi saya berhak memerintah kamu.”Ujarnya disana dengan datar kepada Nayya.
“Saya juga berhak menolak, sebab itu bukan tugas saya. Bahkan dilkontrak saya sekalipun. Bapak jangan semena-mena dong. Saya ini puasa loh masa bapak suruh bikin kopi.”Ujar Nayya disana menahan diri.
Sosok itu mengusap wajahnya. Ia lupa sekarang bulan ramadhan.”Saya tidak mau tau. Intinya kamu buatkan saya kopi keatas segera. Dan harus dengan rasa yang pas. Jika tidak nanti akan saya pecat semua orang yang ada disini.”Ujarnya disana dengan datar.
“Loh itu bukan urusan saya pak. Mau bapak bangkit seka—“
“Ih bapak.. kok makek pergi aja si. Capek ngomong sama tembok..!|’ Ujarnya disana mendelik tak teriama dan pergi mengejar sang bos. Bos nya itu memang sangat menyebalkan.
“Ocehan kamu tidak bermutuh karena sedari awal saya memerintah bukan meminta jadi saya tidak butuh bantahan.. paham?”Tanyanya. nayya disana memenye-menyekan bibirnya membuat ia menggeplak kepala Nayya.
Namun nayya segra menepisnya.”Tidak kena.”Ujarnya lalu pergi.”Dan bikin sendiri. Saya tidak mau. Saya cape pengen istirahat.”Ujar Nayya. tangan bosnya disana terkepal, namun tak mampu memungkiri jika ia sedikit tersenyum..
“Tuan mengukai nona nayya?”Tanya dari sosok dibelakangnya yang tak lain rekan dokter lain. Wajah yang tadinya Nampak datar itu menatapnya dnegan tatapan tajam.”Maaf pak. Saya hanya bertanya saja. Sebab jika boleh saran tidak usah pak. Saya takutnya nanti bapak menyesal. Karena Dia tidak akan mau menikah lagi, dia sudah punya suami meskipun menjadi istri kedua.”Ujarnya disana. Ia disana salah satu fansnya Nayya yang tertolak.
Sosok itu menarik sudut alisnya dan berkata.”Apakah saya peduli? Oh tentus aja tidak.”Ujarnya lalu pergi membuat dokter itu memainkan bibirnya. “Dan saya juga tidak suka semua urusan saya kamu sok tau.”Ujarnya membuat dokter itu kicep langsung.
“ Orang kaya kalo jatuh cinta memang neh.”Gumamnya dokter tersebut. Ia dokter laki-laki hanya saja ia dekat dengan nayya. sebab mereka satu ruangan juga. “Lagian kan gue ngomong sebenarnya ketimbang dia balik lagi dengan keadaan yang sama. Kalo nayya itu punya suami.’Ujarnya dengan helaan nafas. |
“Saya dengar. Jangan bicara yang tidak-tidak..!” Siara bosnya membuat ia kicep dan segera pergi.
.
... jangan lupa tinggalkan jejak ya ...
__ADS_1