
..."Mencintai adalah bentuk keberanian yang besar. Berani mencintai tanpa syarat adalah sebuah pengorbanan yang besar."...
...----------------...
Acha melangkah menuju ke keluar dengan nafas naik turunnya menuju kekantin sekolah.. ia segera mengambil minum dan segera meminumnya hingga tandas membuat seisi kantin menatapnya dengan tatapan heran. Sebab setahu merekakan Acha itu islam dan sedang berpuasa. Ditambah hijabnya menjadi identitas bukan?
Namun ada juga yang tidak peduli sama sekali karena merasa hal itu bukanlah hal yang penting ati mereka. Tak memberi efek jugalah. dengan kehidupan mereka? ini negra luar yang hidupnya tau batasan
Nafas Acha naik turun menatap minum itu, bukan maksudnya ia ia tak mau bepuasa namun percuma saja ia puasa..!! karena puas itu bukan tentang menahan lapar dan haus saja, tetapi juga melawan amarah, melawan mulut yang berkata kasar dan semuanmya. Namun tadi ia sudah tak mampu melawan amarahnya sendiri yang artinya puasanya sudah batalkan? Itu baginya dan kepercayaannya. Untuk apa ia berpuasa menahan lapar jika tidak ada gunanya.
Memang ada banyak diluar sana yang menahan lapar dan haus, berkata ia puasa namun tidak menahan diri untuk menahan amarah dan kata-kata kasar yang selama ini. menurut kalian puasa itu apa si? Bagi Acha si puas aitu mensucikan diri kita dari kebiasaan yang jelek dan membiasakan diri menjadi baik.
“Maafin Acha.”Gumam Acha disana menatap minumnya dan menghela nafas. Ia merasa bersalah karena sudah memecahkan puasanya.
“Ehemn,,,,” Suara itu mengagetkan Acha. Acha disana meremas minumanya tak mau melihat kebelakang.. “Ehenm.... ngapain acha?” Suara itu sangat familiar membuat Acha disana menutup rapat matanya takut. Kakaknya Arga..!
Lalu tanganya tertarik dan minumanya terlepas.
Acha tak berani menatap sang empuh yang terlihat sangat marah. Lihatlah wajahnya sangat datar disana. Acha meremas tangannya sendiri menatap wajah kakaknya. “Kamu minum? Kamu puasa loh.”Ujarnya Arga. Tadi ia kesini karena temanya yang mengatakan jika Acha mium dan bertanya apakah Acha puasa atau tidak. “Kamu Hiad awal bulan loh Cha. Jadi enggak ada alasan..!” Ujarnya dingin dan datar.
Acha disana menunduk dengan helaan nafas. Ia menatap mata kakaknya tajam.” Itu semua gara-gara kakak tau ngak si..”Ujarnya kesal membuat Arga disana menatapnya melotot.
”Ngapain nyalahin kakak? Salah kakak dimana?”Tanyanya datar disana.
“Iya gara-gara fans kakak tu acha batal puasa, mereka tarik jilbab Acha tau nggak.! Jadi tadi Acha berantem dan rebut. Jadi batal deh puasanya acha.”Ujarnya disana dengan kesal menatap sang kakaknya.
“Yah tapi kan—“
” Engak ada tapi-tapian. Ini semua salah kakak..!! Titik..!!” Teriak Acha lalu pergi membiat Arga menatap adiknya dnegan rasa bersalah. Seharusnya ia tak marah, ia seharusnya bertanya apakah adiknya baik-baik saja.. lihatlah kakli adiknya itu seperti pincang.
“Acha mau kemana?!!” Teriak Arga menyusul sang adik yang keras kepala namun sang adik disana sangat kesal dan juga marah membuat ia tak peduli sama siapapun. Ia hanya mau pulang dan bertemu dengan ibunya.
“ACHA..!!” Bentak Arga kuat membuiat Arga terdiam menatap kakaknya.”Suapa yang ngajarin kamu kurang ajar gitu ha???? Sejak kapan kamu jadi orang yang tidak punya sopan santun?!” Tanyanya membentak.
“Ini semua gara-gara kakak..!” Teriak Acha disana tak terima menatap kakaknya nanar.”Kakak yang bikin Acha diributin. Dari SMP, Sma, bahkan sampek kulia gara-gara kakak Acha diuly. Kan kemarin Acha sudah bilang kalo jangan deket-deket sama Acha? Acha tidak mau gini..!! acha tidak mau dimaki-maki dan dibandingin sama kakak lagi. Acha capek.”Teriaknya tak terima dan nanar. Ia tak suka dengan keadan yang begini.
Acha memang sedari SD selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya Arga, ditambah Arga yang menjadi kakak tingkatnya setahun akibat dulu ia sempat tinggal kelas, Arga yang terkenal pintar dan juga selalu unggul sedangkan dia tidak..
Arga yang selalu ibunya dipanggil karena prestasi sedangkan Acha yang orang tuanya dipanggil karena Acha yang bodoh dan tidak bisa memahami banyak hal disekeolah layaknya anak lain. Acha dibanding-bandingkan baik dari anak-anak, guru dan juga wali murid. Belum lagi Acha yang selalu dibully ketika SMP SMA Bahkan Kuliapun sepertinya iya. sebab banyak yang tak percaya dia adiknya Arga dan Rajja.
Wajah Acha disana menatap kakaknya dengan tatapan lelahnya.”Acha capek kak gini terus, Acha marah karena jilbab acha ditarik tarik sampek rambut Acha keliatan. Mereka jahat sama Acha.. hiks hiks. Acha enggak mau semua orang tau kakak itu kembarannya Acha. Acha enggak mau dibanding-bandingin terus. Acha capek..!” Teriaknya dan melangkah menauh dari sana meninggalkan Arga.
__ADS_1
“Dek..!” Gumam Arga disnaa lirih. Ia tau bagaimana perasaan Acha, memang keluarganya tak pernah membedakan mereka, malah mereka memperlakukan Acha secara khusus karena kekurangannya, tetapi mulut manusia lebih tajam dibandingkan samurai.
“Jangan dekat sama Acha Acha bilang..!!! Juah-jauh..!” Teriak Acha kuat disna lalu melangkah menjauh dari sana. Ia sangat marah dan kesal. Sungguh ia sangat lelah jika dibandingkan dengan kakaknya, ia tau ia memang bodoh dan juga jauh dibawah kakaknya, karena itulah ia berusaha menjadi kuat, menjadi tegar dan juga tidak malas. Ia tak mau kebodohan itu membuat dirinya menjadi tambah bodoh. Ia mau kekuranganya menjadi motivasinya jika suatu saat nanti ia bisa membuktikan. Sukses tak maesti menjadi pintar. Kadang pintar akan kalah dengan manusia benar dan juga berusaha.
Arga menatap adiknya dengan helaan nafas, “Apa kakak harus jadi bodoh supaya adek enggak malu?|'’Gumam Arga disana lirih. Acha memang selalu menjauhinya diskeolah-sekolah membuat ia sering bersedih. Secarakan mereka itu saudara. Andai saja ia tak pintar mungkin acha tidak menjauhinya kan?
......................
Disisi lain ada sosok wanita yang melangkah menuju kerumahnya, ia memilih jalan kaki saja sebab tadi ia tak bawa mobil. Katanya si mau main dijalanan saja si.. itung-tung kan olahraga juga. Ia sudah lama tidak bermain dan menghirup udara segar dimalam hari.
Namun langkahnya sedikit berat karena merasa ada yang mengikutinya dari belakang.. Sejak ia keluar dari café tadi ini membuat ia menatap kebelakang namun kosong. Ia disana menatap kesekeliling yang ada beberapa orang juga lewat namun tak peduli juga dengannya membuat ia memutar bola mata malas dan menghela nafas. Ia memilih kembali berjalan melangkah meninggalkan perasaan yang menurutnya tak benar itu. Namun kali ini langkahnya ia percepat dari tadi supaya ia tak wanti wanti lagi jika ada yang mengikutinya.
Bugh.. argh... Nayya terdiam dikalah mendengar suara orang yang terjatuh dan berteriak dibelakangnya, ia menoleh kebelakang dan menemukan seseorang yang jatuh dan meringis memegang kakinya.
Nayya kaget pun mendekat dan melihatnya lirih.”Anda baik-baik saja tuan?”Tanyanya disana miris.
Sosok didepan Nayya itupun diam dan mendongak. Mata mereka bertemu dengan terdiam sejenak, Habib disana pun mengerjab saja. Nayya kaget dengan membesarkan bola matanya kaget,.”Mas Habib kok disini si?”Tanyanya disana dengan delikan.”Jangan-jangan dari tadi Mas ngikutin Nay yah mangkanya dari tadi Nay ngerasa ada yang ngikutin?”Tanyanya dengan tajam.
Habib disana menggeleng.”Ihh PD Kamu.”Ujarnya disana dengan mengelak cepat.”Tadi mas lagi beli makanan, eh mobil mas mogok mangkanya jalan mau cari bengkel. Mana ada ngikutin kamu.”Ujarnya disana dengan cepat.
Nayya disana memutar bola mata malas.”Mas-mas. Ini tu Sidnay bukan Indonesia. Mana ada tukang tambal ban dipinggir jalan.”Ujarnya disana dengan malas.” Mau ngeles cari bengkel? Bengkel disini jauh mas enggak ada dijalanan sembarangan. Kalo cari alesan yang keren dikit.”Ujarnya disana.
Habib disana menahan diri untuk tidak terkekeh karena kebodohannya.. bisa-bisanya ia mau tertawa dikalah begini.”Kan aku baru disini mana tau beda.”Ujarnya disana. “Lagian kamu ngapain malem-malem disini? Kamu tidak dirumah?”Tanyanya disana dengan datar.”Gimana dengan anak kit—aa”Tanyanya sedikit ragu,
”Auuu kakiku sakit auuu.. sakit banget.” Teriaknya memejamkan matanya memegang kakinya.
“ Alesan.” Ujar Nyaya disana namun Habib tak membiarkan ketahuan.
” Pergi aja. Lagian aku kesakitan bukan buat kamu juga.”Ujarnya disana. Nayya mendelik disana namun merasa kasihan, sebab tadi suara jauhnya itu sangat keras pasti sakit membuat ia berbalik menatapnya tajam.
“Mau ku pesankan taksi online saja tidak?”Tanyanya disana.
Habib disana mengangguk cepat.” Boleh, tapi bantuin aku duduk disana dulu. Kakiku sakit.’Ujarnya menunjukan tempat duduk didepan ruko tak jauh mereka berada.
Nayya disana menghela nafas namun menatap Habib yang sakit membuat ia merrasa tak enak. Ia pun mendekat dan ingin membantu Hbaib. Habib diam-diam mengulum senyumnya disana dan memilih meringis supaya Nampak kesakitan.
Nayya ingin memegang tangan Habib disana lalu menatapnya tajam.”Kita bukan makhrom loh mas.”Ujarnya Nayya disana delik.
“Siapa bilang? Saya belom menceraikan kamu bahkan mengatakkan talak kepadamu.”Ujarnya disana. Habib membantah.
“Tapi kamu tidak memberikan aku nafka lahir dan batin.’Ujar Nayya disana.’Kan jika tidak memberi nafka baik lahir dan batin selama 5tahun kamu akan kehilangan hak akan diriku dan kamu artinya bukan suamiku.”Ujarnya disana.
__ADS_1
“Kata siapa aku tidak memberikanmu hak?”Tanya Hbaib disana dengan santai.” Di ATM ku setiap bulannya ada uang bulanan untuk kamu dan anakku, meksi tak sampai namun aku selalu mendoakan kalian, kalian pergi tampa pamit bukan karena aku yang meminta sedangkan aku adalah pemimpinnya. Dan masalah nafka batin, saya siap memberinya sekarang?”Tanyanya menaik turunkan alis.
Nayya mendengarnya mendelik dan..
Bugh.. argh... Habib yang ditendang diselangkanganya itu berteriak kuat. nanya menendangnya kuat membuat ia terjatuh meringis memegang kejantanannya yang sakit. Nayya disana menatapnya dnegan tajam.”Siapa suruh bicara prontal.”Ujarnya disana dengan tajam.
Habib meringis kuat disana, hidupnya berada diujung tanduk.”Otakmu itu yang harusnya dibersih arghh.”Ujar Habib tak kuat.”Maksud dari nafka batin itu bukan nafkah Anu loh nay, tapi nafka akan rasa bahagia, nafka atas rasa nyaman dan juga nafka akan terpenuhinya akan keinginan aku. Nafka akan rasa sayang dan cinta saya untuk kamu. Argh. Terus kenapa masa depan saya yang kamu hukum Nay. YaAllah Nay sakit banget ini.”Ia meringis kesakitan bukan dibuat-buat. Mukanya bahkan memerah.
Nayya disana menatapnya dengan merah padam. Otaknya kemana astaghfirullah membuat ia malu. Ia segera pergi namun terhenti.”Hey istri nakal, kau sudah menendang masa depan saya dan mau meningalkan saya begini saja. Dimana rasa kemanusiaanmu.. lihatlah aku tak berdaya..!” Teriak Habib. ”Ucapan maaf dan rasa tannggung jawabmu mana?!!” Tanyanya berteriak lagi.
Nayya disana pun terdiam menatap habib tak enak.”Annu hehe.. maaf.”Cicitnya Nyya disana membuat Habib disana mendelik.
”Maafku tidak mengembalikan masa depanmu Nay. Bantu aku.”Ujarnya disana dengan delikan.
“Bantu apa? “Tanyanya Nayya polos.
Habib disana menatapnya dengan helaan nafas.”Bantu Urut Nayy.”Ujarnya dengan gamblang membuat Nayya kembali menendang tulang keringnya.
Buah.
”Astaghfurullah Nay aku bercanda argh..”Habib yang diaspal itu pun meringis sakit memegang kakinya.
“Ih mas si kok ngomong gitu.”Ujar Nayya disana dengan muka merahnya.
” Maksud mas urut kaki mas terasa keseleo bukan anu Ya Allah Nay coba dengerr dulu ucapan Mas jangan gini.”Ujar Habib tak terima. Ia bahkan hamper menangis sakin sakitnya kaki dibuat Nayya.
Nayya disna apun menatapnya dengan malu dan iba. Sangat malu.”Ihh mas gaje, enggak jelas banget.”Ujarnya disana lalu melangkah pergi meninggalkan Habib.
”Nay bantuin Mas.”Teriak Habib nanar.
” Oggah..”Teriak nayya akibat malu, bagaimana bisa ia menghadapi Habib sedangkan wajahnya sudah tak ada darah,. Tolonglah beri dia karung untuk menutupi wajahnya.
Habib disana terkekeh melihat Nayya yang tegang dan ucat sembari berjalan cepat meninggalkannya. “ Good Night Sayang...!” Teriak Habib” Jnagan lari-lari nanti jatoh.”Ujarnya.”Jangan lupa mimpiin mas.”Teriaknya PD.
Nayya mendengarnyapun memerah malu. Apa katanya sayang? Nayya disana tak mampu menahan bibirnya melengkung keatas dan menutupi wajhnya. Sungguh ia bagaikan ABG Saja padahal ia sudah tua. Habib memang kurang ajar yah..
Disisi lain ada Habib yang terkekeh disana menatap Nayya yang pergi dari nya, ia memijit kakinya pelan dan meringis.”Kamu sekarang kuat banget yah Nay. Demi apa ini sakit banget astaghfirullah.”Gumamnya disana memegang kakinya dan merasakan sisa denyut diinti tubuhnya, ia menggigit bibir bawahnya dan tersenyum.”Enggak apa-apa, yang penting aku bisa liat kamu malu dan senyum malam ini Nay. Itu sudah lebih dari cukup.”Gumam habib disana terkekeh lalu berusaha bangkit dan memilih pergi meski dengan keadaan pincang.
Yah.. Tadi dikalah pulang dari kampus ia memilih pergi ke café kemarin dimana mereka bertemu untuk mencari Nayya. ternyata benar ia ketemu membuat ia mengikiti Nayya berjalan, ia mau tau dimana rumah Nayya sma menjaganya dijalanan yang malam ini. namun sayangnya jadi ia terjatuh karena mengejar Nayya, ia tak melihat ada kulit pisang hingga ia terpeleset. Yah yah. Katakana Habib gila mengejar istri orang. Tapi ia tak akan berhenti sebelum menemui fakta.
.
__ADS_1
.
... Jangan lupa tinggalkan jejak yah... ...