Istri Butaku

Istri Butaku
Bertemu


__ADS_3

Denting sendok diruang makan terdengar menandakan jika keadaan sangat sunyi. Nayya yang disana makan dengan pelan makannya, ibu dan ayah nayya entah kenapa jadi lebih pendiam ketika setelah Nayya dulu pernah berujar dan membantah pada mereka.


Kata-kata Nayya melekat pada ingatan mereka.


Dikalah iutu wajah Nayya yang penuh air mata menatap Acha menaiki mobil Habib dijendelanya dengan pilu.. ia menggegam hordengnya dengan erat seakan-akan menyalurkan rasa sakitnya. Ibu mana yang tak sakit ketika melepaskan anaknya tanpa pelukan dan tanpa jalan yang baik? Kejadian menimpahnya bberapa bulan ini teralu sulit untuk ia lewati.. jika bisa meminta ia ingin sekali meminta kepada Tuhan untuk kembali kan ia pada keadaan koma dan bila perlu mati dikalah itu.


Ibu dan ayah Nayya disana masuk kekamarnya dan menatap anaknya dengan tatapan nanar. Anaknya terihat sangat kacau disaat ini membuat relung hati orang tua sakit. Ayahnya mengusap kepalanya dan berkata.”Jangan pernah temui lagi Habib..!!” Itulah yang ia katakana dengan dingin dan penuh penekanan.”Bahkan Acha sekalipun karena jika kamu ketemu Acha itu pasti kamu akan ketemu Habib..!! ayah tidak mengizinkan kamu berhubungan lagi sama dia.”Ujarnya.


Nayya disana tertawa dengan tawa sumbangnya, ia menatap ayahnya dengan wajah kacaunya dan pipi yang basah, ia mengusapnya kasar dan nanar. Tepat dihadapan ayahnya ia mengangguk dan berkata.”Iya... Nayya tidak akan pernah menemui Habib lagi. tidak akan menemui Acha lagi dan menemui kebahagiaan Acha lagi.. apa lagi yah? coba bilang?”Ujarnya disana nanar dan menghela nafas.


Ia menatap langit nanar. Ketika ayahnya hendak berbicara ia potong”Hahah menemui kebahagiaan ‘lagi’? Nayya bahkan lupa kapan Acha sungguh-sungguh bahagia.. jadi apa yang harus Nayya temui lagi yah? tolong jelasin dengan Nayya kebahagiaan Nayya yang mana yang harus Nayya temuin lagi?”Ujarnya nanar dan jatuh kebawah.


Nayya mengusap kepalanya kasar hingga kerudungnya terbuka ia tak tahan.”Nayya capek yah capek.. Nayya pengen bahagia sama-sama keluara Nayya. nayya mau bahagia yah... Nayya capek gini terus.. Nayya selalu ngertiin kalian, tapi tolong ngertiin Nayya. Bahkan buat peluk anak Nayya darah daging Nayya saja tidak boleh. Nayya rindu dia.. Nayya pengen elus kepala dia yang sedang berduka akan kematian Rindu.. tapi sekarang apa? Dia kalian usir.. bagaimana Acha dengan Arga? ayah sama Ibu enggak tau perasaan nayya.”Ujarnya membentak disana nanar.


Ayah dan Ibu Nayya disana menatap anaknya kaget sebab baru kali ini ia mendengar Nayya membentak.”Nay. ini demi kebaikan kamu. Ayah hanyya enggak mau kamu bertemu dengan bajjj*an itu. Jika Acha dan Arga pergi itu bukan karena kami, tapi karena pilihan dia..!!” ujarnya disana dengan nanar kepada anaknya.


“Tapi bukan gini caranya ayah...!” Bentak Nayya dengan nanar.”Acha anak nayya, kalian usir dia hanya karena Nay tidak boleh bersama Habib itu enggak logis..!!! Nayy terima kalian tidak merestui Nay dan mas Hbaib..!! tapi ketika kalian nggak nyuruh Acha dan Arga ketemu Nay dan pergi dari Nay ketika dia memilih bersama mas Habib itu alasan nggak logis sebagai orang tua..!!|'' Teriaknya nanar. Bahkan suaranya menggema disana dengan orang tuanya.


Nayya mengusap air matanya menatap orang tuanya. Orang, ibunya diam menatap anaknya yang jatuh begini. Nayya disana menunjukan dadanya.”Nay punya hati yah bu.. Sekali lagi Nay bilang. Habib punya hak atas Acha dan arga, Nay tidak bisa memisahkan mereka. Bukan berarti uibu sama ayah berhak memisahkan nay dan Acha begini.. “Teriaknya lagi nanar.


Ia mengusap air matanya dan menghela nafas.. ia mengusap lagi air mata yang tak mau tertentu dan menatap ayah dan ibunya penuh air mata.” Sekarang udah semua terjadi sebagaimana ayah dan ibu mau kan? Jadi terimakasih.”Ujarnya dan ia kembali menangis memeluk kakinya. Terpuruk dengan nanar isi hatinya. Sakit...


Arga disana datang dan memeluk ibunya sayang. Nayya disana merasakannya kaget.”Lepas Yah. Nayya mau sendiri.. Nay capek.”Gumam Nayya disana masih menangis. Ia tidak mau dipeluk siapapun saat ini.


Namun pelukan itu masih hangat membuat ia memberontak dan menatap sang empu disana ada Arga yang menatapnya nanar dan mengusap air matanya. Air matanya semakin jatuh dan mengusap pipi anaknya yang manis.”Arga.. kamu nggak sama Abi?”Tanyanya disana dnegan suara yang bergetar.


Arga disana menggeleng, ia menatap ibu dan ayah nayya, mereka juga kaget. Mereka pikir Arga ikut habib juga,.. arga disana mengusap air mata ibunya dan menggeleng.”Umi jangan nangis. Nanti malaikat bersedih melihat Umi menangis.”Ujarnya disana dengan lirih. Ia mendengar semuanya. Ia tau perasaan ibunya..!!


Nayya memeluknya dan menggeleng. Nayya menangis sesegukan.”Jangan tinggalin Umi.. Umi sayang kamu,, tap-tapi kamu hiks hiks..”I atak kuat mengatakan jika Hbaib punya hak. Ia butuh anaknya. Ia butuh mereka disisinya.

__ADS_1


“Umi jangan nangis.”Ujar Arga.”Kasihan para bintang di langit sekarang sedang berdebat ngeliat Umi menangis saat ini.. dan para malaikat yang ikut bersedih.”Ujarnya disana menggeleng dan mengusap pipi ibunya yang tak mau berhenti air matanya.


“Umi itu bidadari surga, bidadarinya Arga dan Acha. Jadi tidak boleh menangis. Jika wanita sekuat Umi dan sebaik Umi menangis maka Arga tidak tahu seberapa mengamuknya para pangeran dan malaikat melihat Umi begini. Dan tidak tahu seberapa lembutnya Tuhan berbisik kepada umi dengan berkata’ Jangan menangis lagi Hambaku, sesungguhnya saat ini kamu ku jatuhkan dari harapanmu karena harapanmu tidak sebaik yang kau bayangkan, dan belum tepat pada waktunya.. aku menyayangimu dan mencintaimu mangkanya ku patahkan hatimu supaya kau selalu berada disisiku dan berbisik mesra ditelingaku. Tidur diatas pangkuannku dan aku usap kepalamu'Ujar Arga lembut sembari menangis. Nayya ikut menitihkan air mata, namun sekarang air matanya bukan untuk keadaan melaikan ingat akan adanya Tuhan.


“Umi tidak lupakan? Jika sebenarnya kebahagiaan didunia ini hanyalah semu. Ketika Umi tidak menemui kebahagiaan Umi didunia ini. maka Umi harus membuat kebahagiaan itu. Umi enggak sendiri. Arga bakal bantu rakit kebahagiaan itu untuk umi. Tapi Umi janji sama Arga supaya bangklit dan berdiiri kokoh, setidaknya jangan menangis lagi..”Ujarnya disana membuat Nayya memeluknya sayang dan mengusap kepalanya.


“Umi capek. Kenapa yah bunda Rindu malah ngorbanin nyawanya buat bunda dikalah itu. Biarin aja Khumairo bunuh Umi. Senggaknya bundamu bisa bahagia bersama ayah Rey dan bersama kalian dan Umi tidak akan ngerasain hal sesakit ini. Um—“


“Umi stop nyalahin Bunda.. stop bilang capek..”Ujarnya disana dengan Nayyya membuat Nayya kembali menangis.


Arga disana mengusap pipinya yang basah.”Tidak ada yang boleh bicara begitu, sebab bunda disana sudah bahagia. Umi adalah wanita terkuat dimata bunda, bunda pernah bilang kayak gitu sama Arga. Bahkan bunda berkata jika ia iri dengan Umi. Masa sekarang Umi buat bunda dilangit mmengejek Umi lemah? Hmmm... Umi wanita terkuat ingat ada Arga disampiung Umi.”Ujarnya. Nayya mengangguk ditengah ayah dan ibunya menatap anaknya diam..


ibunya Nayya menangis pilu. Ia tak tau jika anaknya akan sesakit ini, dan tadi ia pikir Acha akan memilih Nayya bukan habib,, tapi ternuyata apa yang ia bayangkan dan ia pikirkan tidak sesuai realita.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Arga mau kesuper market nggak nanti?”Tanya Nayya kepada Arga membuat Arga segra mengangguk.


“yaudah bu. ayah kami kesuper market yah soalnya bahan-bahan makanan dikulkas habis. Nay mau masak capcai nanti.”Ujarnya disana dengan datar.


Orang tuanya mengangguk dengan wajah sendu menatap anaknya. Nayya menyalami mereka dan Arga pun ikut menyalami mereka.”Bentar yah Mi. Arga ambil jaket dan kunci mobil dulu.”Ujarnya. nayya mengangguk disana lalu keluar. Ia memang sudah siap dari tadi kok.


Arga segera mengambil jaker dan mengeluarkan mobilnya cepat, ia membukakan pintu mobil untuk Nayya masuk. Nayya tersenyum dan mengusap kepalanya sayang.


Dan mereka mulai menjalankan mobilnya menuju supermarket. Namun nayya mengernyit menatap jalan.”mau kemana si Ga? Kan Umi bilang kesupermarket aja.. ini kok kemana yah?”Tanyanya heran pada sang anak.


Arga disana tersenyum.”Arga Cuma mau ajak Umi jalan-jalan aja... kan udah lama tu, jadi sekalian kesupermarket dimall, nanti kita bisa makan direstoran dan juga ngefres otak gitu. Kalo disupermarket didekat ngak asik.”Ujarnya membuat Nayya menghela nafas.


“Kamu nggak sibuk emang?”Tanyanya disana.

__ADS_1


Arga mengeleng.”Nggak Mi. arga sekarang kan Online kulianya.. kemarin ayah Rey nanya sama Arga mau sekolah disini aja atau di sekolah Arga yang lama tapi Arga tetap pengen disana aja mangkanya ayah Rey ambil jalur pribadi dan Arga kulia online selama satu bulan kedepan. Dan nanti bakal balik lagi kerumah lama kita.”Ujarnya.


Nayya mendengarnya terdiam.”Jad-jadi Arga mau kesana nak? Kamu enggak mau seolah disini sama Umi? Um-umi nggak kesana lagi loh nak.”Ujarnya lirih pada Arga. Ia jadi tak mau dan tak ikhlas mendengarnya sebab ia tak pernah jauh dengan anak-anaknya seperti Rindu. “Dan disana nanti kamu tidak ada yang ngurus loh. “Ujarnya lagi membujuk.


Arga tersenyum dengan Uminya.”Umi.. Arga udah gede kok.. Umi ngak perlu takut sendiri karena Arga selalu ada untuk Umi kok mau dimanapun Arga. Arga selalu ada untuk Umi kok. Arga mau disana karrena Arga dulu pernah bilang kan sama Umi. Jika nanti disuruh milih antara Umi, abi.. maka Arga akan tetap memilih bersama ayah dan bunda. Karena kalian tidak bisa Arga pilih.”Ujarnya tersenyum.


Nayya terdiam mendengarnya,. Ia merasa bersalah kepada Arga dibuattnya. Karenanya kehidupan anak-anaknya hancur dan tak sama seperti anak yang terlantarkan. Mereka diam hingga Nayya tak sadar sudah sampai ke supermarket yang ditujui. Dan ia pun segera keluar dari mobil menuju kedalam.


Arga menganneg tangannya berat membuat banyak yang mengirah mereka adalah adik kakak, bahkan ada yang mengira pacaran. Pancaran dan aura Nayya yang masih cantik membuat semua orang tak yakin umurnya sudah memasuki kepala lima.


Hingga mereka berhenti didepan tokoh yang menjual pernak-pernik muslimah membuat nayya menatap niqob yang terjual disana dengan tersenyumn. Arga melihatnyapun menatap apa yang Nayya lihat. Ternyata niqob.”Bunda mau beli niqob?”Tanyanya disana.”Bunda mau pakek niqob?”Tanyanya sebab ia tau jika Uminya memang mengenakan niqob biasanya jika keluar.


Nayya tersenyum dan menggeleng.”Umi Cuma berfikir bagaimana jika Umi mengenakan niqoh secara parmanen kayak ALM Bunda Rindu?”Tanyanya terkekeh.”Tapi ngak bisa, karena Umi kan dokter mana bisa begitu.”Ujarnya dengan masam.,


Arga mendengarnyapun mentap uminya.”Kenapa kita nggak buka kelinik saja? Jadi umi bisa pakek dan enggak ada batasan.”Ujarnya disana.


Nayya menghela nafas.”Umi memang sedang berjuang buka kelinik kok sekarang nak.”ujarnya membuat Arga menatapnya.


Nayya disana mulai berjalan.” Tapi meski begitu cadar dan niqob bukanlah pilihan Umi, karena itu artinya Umi memiliki batasan, batasan terhadap sosialisasi, lingkungan, kepercayaan dan juga semua halnya.”Ujarnya “Semua memiliki sekat ketika Umi memilih langkah tersebut.”


“Ketika Umi kerja mengenakan niqob apakah semua pasien Umi percaya Umi adalah dokter? Tidak..! sebagian besar orang mungkin berfikir Umi menipu dan ter0ris, ketika Umi membantu orang lain maka orang akan berfikir dua kali, apakah Umi kelompok rasis.. tidak semudah yang kita bayangkan. Semua ada hal yang harus direlahkan.”Ujarnya dengan lirih dan tersenyum miris.” Bukan tak ingin, tetapi bunda ingin memulai dengan tanpa sekat. “Ujarnya mengangguk.


Arga mengangguk.” Terserah si mi. Arga ikut aja apa yang terbaik bagi Umi.”Ujarnya membuat Nayya tersenyum dan mulai memasuki tempat jualan banyak hal. Mulai dari sayyur dan buah-buahan, makanan instan. Semua tersedia..” Arga bantu dorong yah.”ujar Nayya menunjuk teroli. Arga disana menganguk patuh.


Nayya sibuk memilih susu, melihat tanggal expaiednya, kegunaannya. Lalu mengambil sayur, memilih yang dimakan ulat sedikit, sebab sayur itu jika terlalu segar takutnya mengenakan bahan kimia jadi tidak baik. Ia juga memilih daging-daging hingga hampir lelah mereka tetap berjalan “Eh Arga mau makan apa nanti?”Tanya Nayya kepada anaknya.


Arga yang sedari tadi melihat jam seperti mencari sesuatu itu menatap uminya dan menjawab asal.”Hmm udang balado sama tumis kangkung saus tiram aja mi.”Ujarnya membuat nayya mengangguk dan mengambil udang dan cumi.


Dan tak lama setlahnya suara dari sebrang membuat nayya kaget.”Umii.... putrimu Rindu..!!!” Teriaknya. Nayyapun disana kaget ketika tubuhnya dipeluk erat. Bahkan udang ditanganya jatuh dibuatnya.

__ADS_1


__ADS_2