
Akhir bulan aku usahain tamat yah...! buat yang nany kapan tamat..! Tapi entah mungkin d estra part atau giman yah kan. Tapi aku usahain Tamat nanti.... Terimakasih yang sudah sejauh ini baca padahal aku aja bingung alurnya karena trllu rumit...
Terus yang nany novel lingling giman kak?
Aku Up pas udh tamat novel ini dan smoga bisa naik level bisa jadi cepet aku namatinnya.
Delet kak?
Memang banyak yang baca? mau lanjut lalo banyak yang suka aja....
.
.
.
Ditempat lain ada keluarga Habib yang sangat senang dan bahagia menemui Acha karena mendengar kabar sang cucu sudah sadar dari komanya. Disini ada Haiburamman, ada juga Umi Ana dan Aisya.. kalian ingatkan adiknya Habib Aisya? Yah dia sekarang sudah menikah dengan Rendy. Kalian ingat Rendy? Adik kelasnya Nayya dulu.
Ruangan Acha penuh deorang orang-orang yang tidak ia kenali, itu membuat Acha menatap mereka dengan bingung dan polos. Sedangkan Kyai Abu dan juga istrinya Ana menatap Acha binar. “Yaampun cucunya Nenek..”Itulah ucapan Anna ingin memeluk Acha namun Acha hanya diam bagaikan boneka yang berkedip menatap mereka.
Senyumnya Acha disana mengembang linglung. Ia juga melihat dua anak yang hampar seumuran dengannya. Mungkin hanya berjarak dua tahun dengannya. Ia juga melihat tatapan yang tak suka melihatnya membuat ia disana meringis saja.”kalian siapa?”Tanyanya polos.
Anna semangat mengatakan.”Kita nenek kamu sayang. Kita ayah dan ibunya ayah kamu Habib. Dan ini adik dan suaminya yang tak lain juga tante kamu sama mereka sepupu sepupu kami... Ada Furgo dan Leuno”Ujarnya mengusap kepala Acha namun Acha disana bergerak tak nyaman dan tersenyum paksa.
Ana disana sadar membuat ia berhenti mengusap kepala Acha dan tersenyum. Kyai Abu juga ingin mengusap pipinya. Kyai Abu disana bahkan menatapnya berkaca-kaca. Kyai Abu yang merasa sangat bersalah dengan Acha dan Nayya, sebab ia merasa jika hancurnya keluarga ini juga karenanya.
Acha disana mengerjab dan mengeleng.”Maaf kek. Tidak boleh sentu-sentu. Acha tidak kenal kalian.”Ujar Acha membuat tangan itu mengambang nanar menatap mata bening Acha.” Maaf tapi tidak boleh kata Umi dosa.”Ujarnya disana lagi polos.
Kyai Abu disana terdiam dan tersenyum mengangguk, dirinya yang tua disana merasa dadanya sakit dibegitukan cucunya. Umi Ana? Ia segera mendekati suaminya dan mengusap pundaknya.
“Dimana ibumu dan lainnya?”Tanyanya Aisya disana dengan ketus menatap sekeliling yang sepi.
Acha disana mengeleng.”Mereka sedang pergi dari sini, mungkin sebentar lai dateng.”Ujarnya dengan polos.
Aisya disana mendengus.”Dasar. anak sakit kok malah ditinggal, orang tua macam apa dia.”Gumamnya disana tak suka.”Tidak berguna.”Ujarnya.
Acha disana mengeram dibuatnya.”Tante jelek kalo ngomong juga tambah jelek tolong yah ngomong dijaga. Dikira Uminya Acha enggak ada kerjaan apa. Emang tante yang bisanya Cuma ngomongin orang. Udah tua kok bicaranya enggak sopan. Malu sama kerutan di muka.”Ujarnya tak suka.
Aisya disana melotot dibuatnya. Kyai Abu disana menarik anaknya “Kamu yah. kecilk-kecil bicaranya engak sopan, ibu kamu enggak ngajarin sopan santun yah? apa karena jauh dari kakak saya ayah kamu, kamu enggak diajarin etiitud... “Ujarnya Aisya disana dengan tak suka. "Dasar anak enggak punya bapak...!!!"
“Ma..” Randi disana menahan istrinya dengan tak suka. Istrinya memang tak tau tempat.
“Dia yang mulai pa. mulut kayak comberan.”Ujar Aisya disana membentak
Acha Disana bangkit menatap Aisya tajam. Ia mengambil bunga disisi brangkarnya dan melemparnya ke Aisya keras membuat Aisya disana mengelak namun terlambat sebab kepalanya sudah terkena lebih dahulu, lebih tepatnya dihidung membuatnya berdarah.” Keluar...!!!” Teriaknya disana marah mmbuat semuanya diam.
__ADS_1
”Jangan ada bicarain masalah kesopanan saya yah.. Sebab orang tua saya mengajarkan saya etitud yang luar biasa. Dan jangan pernah bicara masalah ayah, sebab saya dibesarkan punya ayah..!! emang kalian pikir tampa anak kalian saya tidak bisa merasakan adanya ayah.. saya bisa sopan jika orang yang saya sopanan punya otak dan waras. Kalian pikir berguna gitu punya etitud sama orang gila?!!” Tanyanya.
“Kamu bilang saya gila?!!” Tanya Aisya disana meringis memegang hidungnya. Ia mendekati Acha disana membuat Acha mengangkat dagunya tinggi.
"Saya Tanya. Manusia mana yang enggak punya etitud selain orang gila? Dan saya tidak bilang kamu gila... hanya saja kamu tidak punya etitud dan tidak punya orak.. jadi orang gila lebih baik dibanding kamu..!!” Ujarnya disana membuat sosok Aiya disana mengepalkan tangannya.
“Aisya berhenti..!!” Bentak Kyai Abu mmbuat semuanya terdiam termasuk Asya. Aisya disana menatap Acha dnegan tatapann tak suka sedangkan Acha disana malah menatap kyai abu dengan tatapan tidak mengerti. Kyai Abu mendekati Aisya dan..
Pplak.... tamparan mendarat dipipinya membuat Asya disana menatap ayahnya tak menyangkah.
“Randy bawah istri kamu keluar..!” Ujarnya membuat Randi membawa istrinya keluar. Aisya masih diam menatap ayahnya tak menyangka dan menatap Acha dnegan tatapan tak suka. Acha disana melipatkan tanganya kedada dibuatnya..
Umi Ana diusana diam menatap wajah Acha yang suram. Nampak disana Acha emosian yang tak terkendali. Ia bahkan tak berani dibuatnya. Acha menatap Kyai abu dan Umi Ana.”Saya dibesarkan dengan etitud jadi jangan pernah salahkan ayah atau ibu saya dalam mendidik saya.. kalian ini siapa? Orang asing yang tiba-tiba datang dan mengatakan hal yang tidak benar. Jangan sok tau kehidupan orang lain, bahkan ketika saya didekat kalian besarnya belum tentu hidup saya lebih baik atau lebih beretitud... Jangan merasa menjadi manusia paling suci didunia ini. Sebab menjaga lisan saja kalian tak pandai apalagi mengajari saya..!!” Ujarnya disana dengan tak suka.
Kyai Abu disana tersenyum dan mengangguk.”Maafkan saya. Saya gagal mendidik anak saya hingga dia menua. Bahkan dengan semua anak saya saya gagal. Kamu benar kadang yang kita anggap lebih baik jauh lebih buruk pada kenyataan.”Ujarnya menitihkan air matanya. Demi apapun ia tersinggung dengan ucapannya Acha. Umi Ana bahkan ikut diam dengan Acha. Nampak Acha disana diam menatap kakeknya,
Acha disana menatap wajah yang Nampak tulus dan sangat merasa bersalah itu. Ia jadi tidak tega membuat ia sendiri menghela nafas. Kyai Abu disana jatuh dihadapan Acha membuat Acha diam dan Umi Ana menahan tubuhnya.”Maafkan saya karena saya kamu tidak bisa merasakan kehangatan ayah kamu. Demi Tuhan nak saya katakana jika sejujurnya abi kamu sangat sayang sama kamu, bahkan dia hampir gila karena merindukan kamu hiks hiks... Saya mohon maafkan saya yang egois memikirkan pesantren bukan demi kamu cucu saya.”Ujarnya disana.
Umi Ana ikut menangis dibuatnya. Mereka saksi bagaimana hancurnya Habib sekali kehilangan istri dan anak-anaknya. “Iya maafkan kami.. dan maafkan Aisya., dia memang keterlaluan dan kami yang gagal mendidik mereka.”Ujarnya disana. Acha disana menatap mereka dengan pipi yang basah.
“Kenapa ketika gagalnya anak selalu disalahkan orang tuanya?”Tanya Acha disana membuat Kyai Abu disana menatap Acha lirih.
Acha mengusap pipinya yang ikut basah.”Padahal tidak begitu. Tidak semua kegagalan pada anak itu disebabkan orang tua. Sepertri Acha, acha gagal dalam berakhlak, kepintaran dan semuanya padahal orange tua Acha sudah sangat baik mengajar tapi bukan salah mereka..”Ujarnya membuat ekduanya menatap Acha lirih.”Jadi kalian tidak bersalah seutuhnya. Kadang keadaan yang salah.”Ujar Acha membuat Kyai Abu menatapnya dengan senyum hangat.
“Acha tidak mau membenci kalian .”Ujar Acha membuat keduanya menatapnya diam.”Karena Umi pernah berkata’ Jika yang salah itu kalian dengan Umi bukan dengan Acha. Acha tidak mau ikut campur dan ikut menaruh dendam ataupun marah. Acha ingin hidup bebas tampa beban. Manusia yang punya dendam dan amarah itu adalah manusia yang tidak akan pernah bahagia.”Ujarnya membuat keduanya tersenyum dan ingin memeluk Acha.
“Acha...!!!!” Terak dari luar yang tidak lain adalah keluarganya Nayya. Nampak disana pintunya Acha didobrak kuat membuat Acha kaget memegang jantungnya.. disana Nampak Kyai Abu dan Umi Ana menatap sang empu yang tak lain ayah dan ibu nya Nayya..
...----------------...
Disisi lain ada Nayya dan Dava yang makan-makanan mereka nikmat dipinggiran jalan yang kerlap kerlip sangat ramai bagai pasar malam sebab disini banyak sekali jualan makanan dan juga muda mudi. Nayya disana menatap bintang yang berkijar dan menghela nafas, kenapa dadanya sesak?
Dava disana menatap Nayya dalam dan memakan jagung bakar yang ditangannya, ada banyak makanan, telur dadar, kelapa muda dan juga nasi goreng disini. “Apa yang membuat kamu mencari saya kesini? saya pernah Hutang apa si?”Tanyanya disana dengan lemah.
Dava disana menatap mata Nayya dalam, disana terdapat banyak kesedihan membuat ia terdiam sebentar.”Saya... Saya ingin menikahi kamu sesuai janji saya kemarin. Bukankah kita sudah sepakat?”Tanyanya disana dengan tegas.”Hanya setatus.”Lanjutnya disana dengan pelan. Padahal ia berharap lebih.
Nayya disana mengangguk. Ia niat akan perjanjian itu.”Saya terlalu sering gagal dalam membangun rumah tangga akibat kegoisan saya.”Ujar Nayya membuat Dava diam disana menatapnya.”Meskipun ini hanya hubungan fornalitas tapi saya tidak mau karena saya apunya Tuhan yang membuat pernikahan ini diadakan dimuka bumi ini. Saya tidak mau mempermainkan pernikahan.”Ujarya membuat Dava kembali diam.
“Saya punya teman seperjuangan yang juga trauma akan pasangan.”Ujarnya Nayya semangat menatapnya dalam.
Dava disana terdim menatapnya. “Dan dia juga trauma akan pernikahan, dan kamu yang tidak mau menikah bukan? Dia yang dihina karena menjadi prawan tua dan kamu dituntut menikah oleh orang tua kamu. Saya rasa kalian cocok untuk hidup bersama. Kalian bisa saling menguntungkan, dia tidak akan dihina lagi karena ditidak menikah-nikah dan kamu tidak akan dituntut lagi oleh orang tua kamu. Kalian bisa mrnjalankan pernikahan formalitas saja Bagaimana?”Tanyanya disana. Nayya masih tetap tegar bagaimana pun kehidupannya. Tak ada yang mampu menembus pikirannya dikalah sedih.
Dava disana menatapnya dengan nanar.”Kamu menolak saya?”Tanyanya dengan tak suka.
Nayya menghela nafas dan menatap langit.”Kamu tidak melamar saya bukan?”Tanyanya.
__ADS_1
”Jika saya melamar kamu sungguh sungguh?”Tanya Dava cepat.
Nayya terkekeh dan menjawab,”Yah saya tolak.”Ujarnya Nayya membuat dada Dava sakit. Sangat sakit bahkan.
“Sakit ditolak lebih baik dan lebih bagus ketimbang sakit ketika kamu diterima tetapi karena terpaksa.” Ucapan Nayya membuat Dava menatapnya. Nayya disana tersenyum dan berkata.” Saya bicara apa adanya. Kamu tau? Ditipu oleh orang yang sangat dicintai itu lebih sakit dibanding apapun.”Ujarnya membuat Dava menatapnya nanar.
“Kenapa kamu menolak saya? Apa karena suami kamu? Kamu itu siapa sebenarnya? Istri kedua dari Rey atau janda dari dua anak hm?”Tanyanya disana mendekati Nayya.
Matanya menatap mata Nayya.”Sudah puluhan tahun saya mencari tahu hal itu tetapi tetap tak dapat. Kamu siapa?”Tanyanya disana. Sebab kartu nikah Nayya dan Rey memang ada dari Negara. Sah malah terisi istri kedua, tetapi fakta lain dia bukan istri sah Rey dan seorang janda membuat ia bingung.
Nayya disana tersenyum dan berkata. “Dan jika saya bilang saya istri kedua Rey kamu bisa apa hm?”Tanyanya membuat ia diam. Nayya disana suka status itu sungguh..!! Nayya kembali berkata.”Bagaimana tawaran saya tadi? Saya akan mengenalkan kamu dengan sahabat saya.”Ujarnya disana dengan semangat.
Dava disana menatap kelain arah. Bahkan pura-pura saja Nayya tidak mau apalagi benar-benar nyata? Ia ditolak membuat ia mengangguk dengan miris, hampir sepuluh tahun mencintai secara diam dan sekarang ia dipatahkan akan kenyataan. Ia tersenyum dan berkata.”Alasan kamu menolak saya apa? Sqya apunya harta? Saya punya ketampanan dan juga semuanya. Dan bukankah wanita suka itu?”Tanyanya dengan lirih.
“Karena tidak ada cinta diantara kita.”Ujar Nayya membuat ia kembali terdiam.
"Tapi jika saya cinta kamu??" Tanya Dav cepat.
"Tetap tidak,sebab saya tidak cinta kamu..." Jawab Nayya jujur.
Bughh.... Bagai dijatuhkn dari gedung tertinggi hatinya Dava...!
Hancur sudah..! sangat sangat hancur..! Tak berbentuk.
Nayya menghela nafas.,”Bahkan hati saya terasa mati saat ini, saya ingin kembali tapi tak bisa yang artinya saya harus maju.”Ujar nayya.
”Bagi kamu cinta itu apa?”Tanya Nayya disana serius.
“Memiliki orang yang saya cintai bagaimanapun caranya.”Ujarnya disana nanar.
Nayya mengangguk mendengarnya.”dan bagimu apa?”Tanyanya.
Nayya menghela nafas dan berkata.”Ketika saya tau kamu memberikan racun diminuman saya dan saya tau hal itu, tetapi saya tetap meminumnya karena saya tau jika itu yang membuat kamu bahagia,.. sebodoh itu.”Ujarnya membuat Dava terdiam dalam.
“Bapak kenapa seprtinya sakit hati sekali haha. Padahakan ini hanya main-main saja.. ini supaya bapak tidak diminta nikah terus kan sama ibunya bapak jadi jangan seperti jadi manusia yang paling disakiti.”Ujar Nayya memecahkan percakapan membuat Dava terkekeh.
”Iya hanya main-main..”Gumamnya mengangguk tak ikhlas.
“Iya main-main. Seperti bapak sangat mencintai saya saja dan sangat-sangat terasakiti karena tertolak... Haha “Ujar Nayya melanjukan makannya menatap kelain arah.
Bolehkah Dava berteriak.”SEMUANYA BENAR..!! SAYA MENCINTAI KAMU SELAMA INI NAYYA..!!!!”
“Jadi nanti saya kenalkan yah pak. Bapak tenang saja dia wanita yang cantik dan baik.”Ujar nayya semangat menceritakan temannya. Teman yang sangat ia sayangi dan ingin sekali Nayya lihat ia menikah. Ia kembali berkata.” Dia kuat dan juga mandiri jadi bapak tidak usah khawatir jika ia wanita matre, dia tidak suka menuntut karena tidak suka dikekang juga.. blablablaa....”
Semua ucapan Nayya bagai angin lalu ditelinga Dava. Yang terngiang hanya satu... SEMUA SUDAH BERAKHIR SEBELUM BERJUANG.
__ADS_1
APA YANG LEBIH SAKIT DIBANDINGKAN HAL INI?