Istri Butaku

Istri Butaku
Pilihan Habib


__ADS_3

Malam ini begitu dingin dan Nayya yang sedari tadi tak bisa tidur itu sangat gelisa diatas tempat todur, bahkan sekarang seprai kasurnya sudah berantakan kesana kemari. Ia cemas kenapa Habib tak kembali juga padahal hari sudah malam. Apa ada yang terjadi disana? Apa ia baik-baik saja? Putri dan Fatih sudah pergi dan meninggalkan dirinya yang biasanya jam 9 ini memang sudah tidur, supaya tengah malam bisa bangun untuk sholat tahajud. Tapi sekarang? Mungkin sudah jam 10an lebih tapi Habib belum juga pulang.


Karena lelah dan mengusap kepalanya sendiri ia pun tertidur dengan keadaan yang sangat berbeda. Kakinya diarah kepala kasur dan kepala bagian kaki. Tanganya memeluk boneka panda pemberian Fatih dan juga mengenakan bantal dari boneka Patrick temanya sponsbob di sana. Ia bagaikan anak kecil berusia lima tahun yang sedang tridur saja..


Sedangkan disisi lain Habib yang baru saja pulang itu meringgis sesekali melihat dirinya yang sangat mengerikan ini. Ia segera kekamar dan melihat Nayya.. disini sangat sepi karena semua orang sudah tidur.,. ia juga membawa kunci serap jadi jangan khawatir.


Huss... ia menghela nafas. Bagaimana bisa rasa sakit yang ia rasakan segera menghilang hanya karrena melihat posisi tidur Nayya yang imut dan wajah damainya.. dengan tersenyum manis ia mendekati Nayya. meringis karena pedih dan ia segera mencium kening Nayya.. ia nemillih mandi sebelum tidur.. ada banyak hal yang ia lewatkan hari ini.


Nayya yang mendengar suara gemercik air itupun terbangun, kan sudah dikatakan jika dia sosok yang mudah bangun akan apapun itu? Kecuali ketika ia benar-benar lelah, ia menghela nafas tak tau jam berapa sekarang dan memilih duduk memeluk boneka. Ia tau patsi itu Habib yang pulang membuat ia beberapa kali menguap, ia memang tak akan bisa tidur jika berisik.


Habib yang baru selesai mandi itupun terkejut meliihat Nayya yang duduk melihat Nayya memeluk boneka panda milik Fatih? sakit yah kenapa harus punya Fatih? Padahal ia sudah memberikan nayya boneka yang banyak, bahkan berukuran sangat besar. Apakah ia harus membuang boneka itu?


Tapi sekarang ada yang lebih penting. Ia tersenyum dan mengenakan baju tidur mendekati nayya. Nampak Nayya meletakkan kepalanya diatas kepala boneka itu dengan wajah imut nan lucunya.”Kenapa bangun?”Tanya Hbaib mengusapw pipi Nayya.. andai saja Nayya bisa melihat wajahnya yang babak belur. Bagaimana yah pendapatnya? Apa ia akan khawatir?


Nayya yang mendengarnya pun mengerjab. ”Berisik.” Ujarnya.


Habib malah terkekeh disana. ”Maaf.” Gumamnya karena tak enak sudah menganggu tidur Nayya.


"Sekarang jam berapa memang?"Tanya Nayya lagi.


Habib segera melihat jam dinding. " Jam 11malam.."Jawabnya lagi.


Mnayya menguap sebentar.”Kenapa lama pulangnya? Ada masalah hm? Bagaimana keadaannya dia?”Tanya Naya disana dengan mengerjab. Ada banyak pertanyaan dibenaknya tapi akh sudah lah, ia tanyakan saja itu dulu.


Habib menghela nafas dan menarik tangan Nayya kehadapannnya. Ingatan kembali kepristiwa tadi, dimana dirinya dipaksa menikahi Khumairo. ..


“Khumairo cinta kamu, dan dia begini juga karena kamu Habib....!. Tinggal kan istrimu...! “ Ujarnya lagi disana mendesak Habib. Ia mau anaknya mendapatkan apa yang ia mau dan setidaknya menutupi aibnya.,


Habib disana pun menatap ayah Khumairo nanar, ia disana terdiam sebentar. Bayangan wajah Nayya yang tersenyum menangis dibenaknya. Sungguh hanya enam bulan Nayya sudah mampu merebut hatinya. Ditambah ia dan Nayya sudah melakukan hubungan intim membuat ia membayangkan Nayya hamil. “Maaf Ayah saya tidak bisa.”Ujarnya tegas disana.


Anwar menatap Habib tajam disana. Habib pun menatapnya.” Habib sudah berjanji tidak akan menikahi perempuan lain lagi. Karena Habib sudah mencintai istri Habib. Masalah Mira Habib sama sekali tidak tahu menau kenapa dia pergi dari pesentren. Lagipula asal ayah tau jika Habib dan Khumairo tidak satu rumah. Habib sudah dirumah lain bersama istri Habib.”Jawabnya jujur.


“Saya bilang tingalkan istri kamu..!” Tegas Anwar disana sinis.”Kurang anak saya apa ha? Dia cantik, sholeha dan juga pintar. Dia sesempurna itu Habib. Jadi tingalkan istri kamu dan nikahi anak saya.”Ujarnya tajam disana kepada Habib.


Umi Ana melihatnya mau angkat bicara tapi kyai Abu duluan menahannya disana. Umi Ana menatap anaknya nanar. Habib pun disana menatap Anwar dalam dan berkata. “Tidak akan. Aku mencintai istriku dan aku tidak akan meninggalkan dia kecuali maut memisahkan kami. Lagipula istriku tak kalah sempurna dari Mira. Dia baik dan lembut, dia lucu dan juga manis.”Ujarnya membela. Ia cukup merasa sakit dimana disuruh berpisah. Kan sudah dikatakan orang lain menyuruh mereka berpisah saja ia merasa sakit. Bagaimana rasanya jika Nayya yang memintah pisah nanti.


Anwar mengepalkan tanganya disana menatap habib. “ Jika kamu tidak mau maka aku akan mencabut sumbangan dan bantuan, serta sahamku dipesnatren milikmu. Dan aku akan memutuskan semua hubungan kita.” Ujarnya disana menatap kyai Abu mengancam.

__ADS_1


Kyai abu diam menatap anaknya. Habib pun disana berdiri dengan tegasnya. Ia memang lemah ketika dipukul karena merasa bersalah akan Khumairo yang pergi dari pesantren.” Aku harap ayah pikirkan lagi masalah hubungan kita. Karena aku akan tetap memilih istriku. Maaf.”Ujarnya lalu pergi meninggalkan Kyai Abu yang tersenyum tipis melihat sang anak.


“Maaf Anwar. Kami tidak bisa berlama-lamalagi. Semoga lekas sembuh Khumairo yah. Maafkan kami yang tidak bisa menjaganya disana, sebab kami tidak menjaganya dua puluh empat jam.,”Ujarnya lalu pergi.


“Abu apakah kau tidak menyesal? Kita bersahabat sedari kecil dan kau biarkan putramu merusak hubungan kita?”Tanya Anwar tak percaya menceganya.


“Dengar Somat. Aku tidak ikut campur masalah rumah tangganya Habib, jadi aku rasa kau juga tak akan menyangkut pautkan masalah hubungan yang kita rakit sebelum adanya Habib.”Ujarnya kuat Abu disana sopan.


“Tapi kita sudah merencanakan dalam pernikahan mereka.” Ujarnya disana nanar kepada Kyai Abu. Dan Kyai Abu menatap istrinya yang gatal sedari tadi mau bicara.


“ Dan asal kau tau jika manusia hanya mampu berencana bukan berkehendak. Maka dari itu Somat,, maafkan kami yang hanya bisa memberi rencana bukan kehendak.” Ujarnya kiai abu jujur lalu pergi.


“Bagaimana ini ayah?”Tanya Argi istrinya nanar. Anwar mengepalkan tangannya menatap mereka yang pergi.. dan menghela nafas tak tau apa. Ia memeluk sang istri saja dan mencoba menerima takdir sang anak. Ia harus yakinkan dirinya atau kembali mengejar Habib?


...


“Hey kenapa melamun? Aku bertanya loh.”Ujar Nayya disana cemberut sembari mengaruk lehernya gatal. Sudah lama menunggu tapi Habib tak kunjung menjawab pertanyaannya.


Habib terkejut ditengah ingatanya. Ia tersenyum melihat bibir istrinya yang mencebik dan menggaruk bagaikan anak kecil. Ia mengusap kening nayya.”Jangan dikerutkan, nanti cepat tua.”Ujarnya membuat Nayya mencebik disana. Sudah sering sekali habib melarangnya menterutkan keningnya begitu. Apasalahnya coba?


Habiib menghela nafas.”Dia kurang baik, sebagaimana orang yang masuk rumah sakit.”Ujarnya. nayya disana mengangguk. Bukan tak peduli, tapi Nayya memang orangnya apatis asal kalian tau. Jika tak terlalu dekat ia tak akan terlalu peduli.


Habib yang sadarpun tersneyum.”Tenanglah. aku bercerita kepada kamu supaya kamu tau dari aku bukan dari orang lain, dan aku tidak mau terjadi kesalapahaman.” Ujarnya. Nayya kembali mengangguk menahan tangan Habib yang membuat wajahnya geli.


Habib menarik tangan Nayya dan menciumnya.” Aku berjanji tidak akan menikahi wanita lain selain kamu. “Ujarnya disana lembut.”Karena aku sangat mencintai kamu.”Ujarnya lalu melihat keperut datar Nayya. berharap jika Nayya hamil anaknya,.


Nayya disana tertegun dibuatnya, apakah ia mencintai Habib? haha... tapi masih belum ada getaran dihatinya. “Jika aku mati bagaimana?”Tanyanya disana nanar.


“Maka aku akan berserah kepada takdir.”Ujar Habib disana dan menghela nafas.”Aku berjanji, Selagi kamu bersamaku aku tidak akan menikah lagi. Aku tidak akan membuat kesalahan itu berkali-kali datang.”Ujarnya.


Nayya disana menghela nafas dibuatnya. hatinya menghangat. Tapi ia tak suka kata janji ”Jangan berjanji. Karena aku membenci janji.”Ujarnya disana. Habib diam dibuatnya. Nayya menerawang jauh dan bergumam. ”Karena janji itu hanya membawa kesuatu pengharapan yang tak pasti. Aku benci berharap pada manusia.”Ujarnya disana nanar.


Habib diam dibuatnya. Nayya kembali menghela nafas.”Aku ingin tidur diayunan belakang.”Ujar Nayya disana nanar.


“Jangan, dingin.”Ujar Habib melarang..


“Tapi aku mau,.”Ujar nayya memelas. Habib diam dan mengusap pipinya. Sebenarnya rembuk dibagian tubuhnya tapi melihat Nayya yang sangat mau membuat ia berdiri.

__ADS_1


“Kamu tunggu disini.”Ujarnya. Nayya mengangguk. Habibpun cepat bergegas kebelakang menyiapkan semuanya.


Nayyapun menungu hingga tiga puluh menit, ada banyak yang ada dipikirannya. Bagaimana jika orang tua khumairo datang? Atau mereka tetap mau mengambil Habib darinya? Nayya membenci pengkhianatan, jika dikhianati maka ia akan pergi. Ia egois tak mau mendengar alasan atau apapun iitu.


Bisa dikatakan jika dirinya jahat? Tak mau menerima apa alasan dari orang lain, karena bagi Nayya. pengkhianatan akan mengubah segalanya. Meski tetap bersama, Nayya bisa pastikan jika rasanya akan berbeda. Hambar mungkin?


“ Sayang ayo..”Ujarnya dari luar.


Nayya pun menentang tanganya membuat habib disana meringis.”Gendong.”Ujar Nayya.


Habib terkekeh meski lelah dan sakit ia tetap menggendong Nayya menuju kebelakang halaman. Meski punggung sakit dan wajah sakit. Apalagi Nayya yang memegang tangan yang terluka. Tapi ia tetap diam saja.


Dan disana Habib sudah membuat tenda dan api unggun, tak lupa selimut dan memakaikan Nayya sweater. Disana ia juga, membawa sosis dan juga beberapa makanan.”Mari makan-makan bersama dimalam hari hehe.” Ujarnya meringis sembari tertawa karena sakit.


“Kamu kenapa? Kamu sakit?”Tanya Nayya merabah wajahnya. Ia bisa mendengar ringisan itu.


Habib menahan tangan Nayya.”Hanya karena dingin. Jangan mengkhawatirkanku. “Ujarnya. Nayyapun mengangguk mendekati api unggun meski terasa ada yang menjanggal.


“Aku bisa nyanyi loh.”Ujarnya Nayya.


Habib disana yang sibuk dengan alat yang ia baru ambil tadi menatap nayya.”Oh yah?” Tanyanya. Nayya pun mengangguk semangat.” Coba nyanyikan jika begitu.” Ujarnya.


“Baiklah. Tapi nanti jangan jatuh cinta yah.”Ujarnya Habib terkekeh dibuatnya.


Belum mendengar saja ia sudah jatuh bukan? Ia dengan segera membakar marsmelo dan juga jagung. Memang dikulkasnya ada jagung dan ada beberapa bahan yang sudah siap. Ada ayam goreng dan juga semuanya. Ia memabawa kebelakang untuk makan bersama.


Ia memandangi wajah Nayya yang menanyi lagu Jikalaukau cinta dari Judika dengan ceria, sangat cantik tanpa hijabnya.


Disana memang dipagar jadi tak akan ada yang melihat. Rambut panjang Nayya membuat Habib tambah jatuh. Biarkan seperti ini. Ia hanya mau Nayya dalam hidupnya. Bukan wanita lain, meski Nayya orang baru, tapi ia mau Nayya orang yang menetap selama-lamanya dihidupnya.


“Suara kamu bagus. Sebagai hadianya sini.” Ujarnya.. Habib mendekatkan Nayya dan Nayyapun menganggik semangat.


Cup.. ia mencium kepala nayya lembut , membuat Nayya mengerjab dan terkejut. ”Hadianya. ”Ujarnya terkekeh.


Nayya pun mencubit gemes perut Habib yang sakit membuat habib meringis.” Curang ih.” Ujarnya.


Habib terkekeh dikalah sakitnya meski sangat sakit tapi ia bahagia. ia mengacak rambut Nayya gemas...

__ADS_1


Sesingkat itu?


....


__ADS_2