
Ausdah diputuskan jika Abel akan ikut dengan Rindu ke Turki karena ia tak punya apa-apa dan juga sandaran sehingga Rindu mengangkat dirinya menjadi adik, Rey tak masalah sebab sebentar lagi Rindu juga akan melahirkan. Ia harap nanti Abel akan bisa membantu Rindu dikalah Rindu melahirkan nanti, lagipula ia juga cukup prihatin akan Abel yang sudah tak punya siapa-siapa lagikan?
Sedangkan Nayya? ia pulang kerumah Habib, ia mau pulang kerumah? Tapi ia yakin orang tuanya tidak tau dimana Dirinya, ia takut nanti orang taunya dirumah Habib. Entahlah Nayya sendiri bingung mau pulang kemana tapi yang pasti ia kerumah Habib sekarang. Lebih tepatnya rumah mereka.
Mobilnya Rindu dan Rey memasuki pesantren milik Habib membuat keduanya mengerjab. “Yaampun, ternyata kamu istrinya gus Habib kakaknya Fatih?”Tanyanya Rindu disana membuat Nayya mengerjab. Ini baru saja diluar belum masuk Rindu cukup shok.
“Mbak kenal gus Habib?”Tanyanya Nayya disana membuat Rindu disana menatap Nayya herab. Disana juga ada Abel yang diam menatap Nayya, ia masih tak ikhlas berjauhan dari Nayya. ia tak mau jehilangan Nayya.
“Yah iyalah. Fatih itu deket sama mbak loh.”Ujar Riindu disana dengan heran.’ “Dia baik banget orangnya, dan anak mbak yang kembar juga kemarin sekolah dipondok ini, tapi dia udah enggak lagi sekarang.. “Ujar Rindu menjelaskan. Kalian ingatkan siapa itu anaknya si kembar?
Nayya disana mengerucutkan bibir ta terkejut. “Serius mbak? Ohh berarti mbak punya anak lain toh.”Gumamnya.
“Tapi bukanya mbak baru menikah setahun yang lalu. Kok bisa?”Tanya Abel disana lagi menyahut.
“Ceritanya panjanhg si.”Ujar Rindu disana dengan kekehan. Ia juga tak tahu harus menjelaskan dari mana. “Dia juga disini dulu sekolahnya, pindahan dari pondok tahfiz diseberang, sebab jauh dan dia mau dekat sama aku dan ayahnya, jadi yah disini dia sekolah setahun ini. Tapi yah karena kita mau pindah dia pindah lagi.”Ujarnya. nayya dan Abel disana mengangguk saja.
“Dah sampai Nay.”Ujar Rindu membuat jantung Nayya tertegun. Rindu menatap Rey yang diam menatapnya dan menatap Nayya. nayya Nampak tak juga mau turun. “Nay tidak mau turun?”Tanya Rindu.
“Mbak ngusir Nay?”Tanya Nayya disana.
Rindu malah tertawa. “Enggak, maksud mbak kan kamu engak mau pulang terus bilang sama suami kamu, ‘aku pulang’’ pasti suami kamu bahagia liat kamu pulang.”Ujarnya disana dengan geli.
Nayya diam disana menatap kosong kedepan. Rey disana diam lagian bukan arenanya bicara... Nayya tersenyum sebentar lalu berkata. “Bisakah aku minta tolong mbak?”Tanyanya kepada Rindu.
Rindu disana menatapnya heran. “Yah?”
Nayya menghela nafas berat sebentar.” Mbak tolong cari tau dong. Apakah mas Habib sudah menikah dengan Mira atau belum? Jikapun iya aku tidak mau pulang, aku mau pergi bersama ayah dan ibuku saja.”Ujarnya lirih. Nayya tidak mau diduakan masih tetap kekeh.
__ADS_1
Rindu menolak disana. “Maksud kamu kamu mau pisah dengan suami kamu?”Tanyanya disana dan diangguki oleh Nayya. “Tereus anak kamu gimana Nay?”Tanyanya lirih disana tak menyangkah.
Nayya disana menunduk murung lalu mengusap perutnya.”Jangan berpikir gegabah Nay. Dipoligami bukan berarti kalian harus berpisah. Anak kamu butuh sosok ayah..."Ujar Abel disana dengan lirih. Menarik Nayya dalam pelukannya.
Nayya disana menghela nafas lagi. “ Aku jadi ingat kisah Aisya yang marah kepada Rasullullah karena Rosullulah yang selalu memuji Khadija.. ia cemburu dengan manusia yang telah meninggal hehe. Padahal dia beriman dan juga cerdas.”Ujarnya lirih disana.
Rindu dan semua diam. “Aisya saja tidak bisa menahan cemburu apalagi asli.. Habib dan Mira saling mencintai, aku tidka mau menjadi tunggul tak bertuan. Hanya perusak dan menjadi sandungan saja. “Ujarnya lirih. Ia menyandarkan kepalanya dikaca dan menjatuhkan air mata.
“Nanti jika anakku bertanya. Bunda kenapa aku punya dua ibu sedangkan orang lain hanya satu? Atau bunda kenapa ayah lebih sayang dengan anaknya bunda Mira? Atau lagi aku mendengar kata cinta dari mas Habib untuk mbak Mira. Sungguh aku tidak sanggup. Memikirkanya saja ku tidak sanggup.”Ujarnya lirih disana menjatuhkan air mata lagi.
“Harus berbagi mas Habib, satu hari untukku dan satu hari untuk Mira, berbagi kasih sayang dan mendengarkan suara lembut mas Habib selain untuk diriku. semua tak terbayangkan bagiku. Aku lebih baik sendiri jika harus menaha perih disetiap hari. Biarkan aku cari jalan hidup sendiiri dan bahagia dalam kesendirian bersama anakku kelak.. sungguh aku tidak mau.”Ujarnya disana.
Rindu disana menghela nafas menatap Rey. Rey jadi mengusap perut istrinya piluh. Ia tak akan mau memadu istrinya sungguh tidak akan pernah..!
Rindu menghela nafas lagi dan berkata. “Baiklah Nay. Jika begitu kemauanmu. Kau memang berhak bahagia dengan caramu sendiri. Tapi lebih baik kau pikirkan lagi masalahmu, sebab aku takut jika pilihanmu ini sangat gegabah dan berdampak buruk pada dirimu disuatu hari kelak.”Ujarnya.
Rindu disana menatap kedepan, dimana ada kyai Abu yang menuju kemobilnya membuat ia mengerjab. “Kalian tunggulah disini. Biar aku dan Rey yang turun mencari tahu dulu.”Ujarnya.
“Yah kami akan turun, kyai Abu kesini itu.”Ujar Rey angkat bicara membuat Nayya gelagapan dan juga menunduk.
” Abel jaga Nayya yah.”Ujar Rey membuat sang empu mengangguk patuh.
Kaki Rindu menuruni mobil Rey yang berstandar BMW itu, banyak pasang mata menatapnya disana..
“Oooohh astaghfirullah kenapa engak langsung masuk saja nak Rey, nak Rindu? Ini tadi santri yang bilang kalian datang tapi enggak keluar dari mobil.”Ujarnya ramah kepala Rindu dan Rey. Rey disana tersenyum sopan bersama Rindu.
“hehe afwan kyai.. Assalamu’alaikum dululah.”Ujarnya dan langsung dijawab oleh kyai Abu, ” Ini tadi ada sedikit kendala mangkanya belum langsung masuk.. “Ujar Rey disana. Rindu dibelakang Rey karena Rey tak suka Rindu terlalu berhadapand engan lelaki lain asal kalian tahu. Bahkan bayangan Rindu sakka jika bisa ia karungkan maka ia akan karungkan.
__ADS_1
“Yaudah silahkan masuk. Kita bicara didalam saja yah .”Ujarnya Kyai diangguki oleh dokter Rey dan Rindu. Mereka memasuki ndalem dengan diiringi oleh kyai Abu. Rindu disana menatap sekitar dan ia tak kenal siapapun disini dimana gus Habib dan Mira itu? Ingin rasanya Rindu memukul wajah Mira itu hingga hancur karena sudah menjadi pelakor dihubungan rumah tanga Nayya.
Nayya diam disana dengan helaan nafas, katakana jika Nayya pengecut akan cinta. Tapi kalian tidak tau saja bagaimana traumanya hati Nayya akan cinta, memnnbuat ia semakin tak ingin terluka akibat cinta. Dikhianati oleh orang yang ia cintai itu menorah luka sangat dalam hingga ia lupa kata arti “ Mencintai lebih dalam lagi” katakan lah Nayya pecundang, tapi bagi Nayya lebih baik menjadi pecundang ketimbang hidup dengan pujian tapi ditengah kepahitan.
Sejauh bicara tentang kesini Rindu dan rey hanya berkata ingin menumbangkan beberapa fasilitas membuat kyai Abu antusias sekali dan sangat berterimakasih. Rindu sedari tadi diam melihat saja hingga ia bertanya..
“Fatih dimana kyai? Lama tak berjumpah, biasanya dia selalu antusias bertemu dengan kami.”Ujarnya disana.
Kyai Abu disana memberokan senyum terbaiknya hingga minum datang dibawah oleh seseorang yang cukup cantik dan tertutup “Silahkan diminum mbak.. mas.”Ujarnya disana santun dan juga lembut. Rindu meliriknya disana diam
“Terimakasih Mira. Kau tidak perlu repot.”Ujarnya Kyai Abu disana nanar. “Kau sedang mengandung tidak baik capek-capek.” Ujarnya disana membuat Mira disana tersenyum. Kyai Abu menatap Rey dan Rindu. “Oh iya, perkenalkan dia istri anak pertamaku. Habib.”Ujarnya.
Dammmm... Tangan Rindu terkepal mendengarnya, matanya menyilau menatap Mira dnegan tatapan dalamnya.
“Hay... perkenalkan, namaku Khumairo, Mira hanya nama kecilku dari suamiku dulu.”Ujarnya disana bangga, lalu matanya menatap perutnya Rindu.”Kau ternyata juga hamil hehe.. “Ujarnya girang
Namun Rindu disana hanya memberikan senyum tipis saja, tak bisa dan tak tahu harrus bilang apa, hingga Rey pun Disana hanya mengangguk.
“Iya.. dan dia anak ketiga kami, yang duanya juga sudah sekolah disni, sayang s3kali kami harus pindah.”Ujarnya. Khumairo disana mengangguk.
" Padahal kalian masih sangat muda, siapa sangkah sudah punya tiga anak.”Ujar kyai Abu terkekeh disana. “ Dan lagi anak kalian ganteng dan cantik. Pasti ini juga tak kalah seperti pada kakaknya.”Ujar Kyai Abu disana semangat. Riondu menghela nafas tak bisa menahan amarah disana. Bisa-bisanya mereka tak membicarakan Nayya disini? Dan dimana Habib?
.
.
...sebebarnya capek aku konflik ini. Tapi yah harus diselesaikan dulu baru bisa lanjut.. jangan lupa tinggalkan jejak yah.....
__ADS_1