
...Dia tidak dingin, hanya saja kamu tidak menarik dimatanya...-Novi-...
Dilain sisi ada Arga yang sudah masuk kedalam ruangan kesehatan itu selama tiga puluh menit dan ditemani oleh ibu angkatnya Rindu. Kalian menanyakan perihal dimana ayah angkatnya Rindu? Ia sedang sakit dan juga tak enak badan, jadi yah dia tidak ikut. Ia hanya dirumah saja dirawat dengan Cakra dan istri Cakkra yang tak lain adalah Fey kakak kandungnya suami Rindu. Yah.. kalian pasti tau mereka jika mengikuti kisah Rindu sedari awal.
Tak berselang lama dokter keluar dengan wajah yang cukup kusut.”Bagaimana keadaan cucu saya dok?”Tanya Fitri dengan cemas., sebab tadi Arga Nampak sangat kesakitan. Ia takut Arga memiliki penyakit dalam seperti Rindu anaknya dulu. Ia tak mau hal semacam itu terulang lagi,.
Dokter tersenyum masam dibuatnya.”Maaf bu. Tapi sepertinya Arga tidak memiliki penyakit apapun. ia hanya kelelahan dan memiliki banyak pikiran saja. Ia juga kekurangan ION dan Vitamin.”Ujarnya disana dengan tenang.
“Baik-baik aja bagaimana dok?”Tanya Rasyid kakaknya Nayya keras disana. Ia menatap nanar sang dokter dan berkata.” Dia tidak baik-baik saja dok. tadi dia muntah darah loh dok, saya lihat sendiri tadi.”Ujarnya disana tak terima dan tersenyum.
”Oh atau Arga menyuru anda menyembunyikan penyakitnya supaya kami tidak khawatir seperti difilm film atau dinovel itu yah kan? ?”Tanyanya disana dnegan kekehan tak terima.”Dokter jelasin..!” ujarnya penuh penekanan dan wajah serius.
Wajah Fitri Nampak memohon pula dan berujar.”Kami mohon dok, bicarakan lah semuanya kepada kami., kami tidak mau kalian menyembunyikan apapun dari kami. Cukup sekali saja kami gagal merawat anak kami.”Ujarnya. bisa dikatakan ia trauma akan keadaan.
Dokter itu terkekeh dibuatnya.”hehe nyonya dan tuan. Maaf sebelumnya tapi saya tidak berbohong. Dia memang tidak memiliki penyakit yang serius. Dia hanya kelelahan atau kekurangan Ion dan vitamin... atau bisa juga karena ikatan batin. Apakah ia punya kembaran?”Tanyanya dan dianggguki oleh Fitri dan Rasyid.
“Nah itu bisa juga jadi faktor rasa sakit yang ia rasakan saat ini. Mungkin saudara kembarnya merasakan sakit dan ia juga akan merasakan sakit tanpa sebab. Tidak ada ungsur penyakit dalam. Dia hanya butuh istirahat dan tenang. Tidak boleh memikirkan hal yang berat-berat.”Ujarnya disana dengan sendu kepada fitri dan Rasyid.”Sepertinya kalian terlalu banyak nonton Film.”Ujar sang dokter tersenyum.
“Iya dok. Ibu saya memang terlalu suka nonton Film azab. Film yang mayat bisa terbang.”Ujar Rasyid membuat Fitri mendengus. Rasyid tidak tau saja jalan hidupnya. Sedangkan dokter hanya ikut terkekeh mendengarnya.
“Dan kamu terlalu banyak baca novel sed ending yah?”Ujarnya membuat gelak Fitri ikut pecah dan Rasyid yang terdiam tak suka dan tak terima. “Oh ayolah kita sedang berduka.”Ujar Rasyid mengelak membuat Fitri disana mendengus.
“Ngejek orang lain aja bisanya, pas diejek balik kena mental..”Ujarnya Fitri. Rasyid hanya cengengesan dan tersenyum mendengarnya.
Dokter disana hanya menggeleng dibuatnya.”Kami boleh lihat cucu kami kan dok?”Tanya dari fitri.
“Oh silahkan. Boleh kok, dia sudah sadar. Tapi jangan berisik dan menambah beban fikiran pasien.”
“Baik dok. terimakasih.”Ujar Fitri. dokter mengangguk.
”Jika begitu saya permisi.”Ujar dokter. Fitri dan Rasyid memilih segera masuk dan melihat Arga yang ternyata disana sudah bersandar dan juga menatap mereka yang baru saja masuk kedalam.
“Uluu-illuuu... CucuNenek sudah bangun.. gimana sayang keadaanya hmm? masih sakit?”Tanyanya disana mendekat dan mengusap kepala Arga yang panas. Arga disana menatapnya dengan tersenyum dan mengangguk.,
__ADS_1
Rasyid disana pun mendekat dan ikut mengusap kepala Arga.”Gimana kabarnya hmm? dimana yang sakit? Kamu enggak nyembunyiin apapunkan dari kami? Kayak bilang sama dokter supaya enggak bilang apapun sama kita dan kamu mendem penyakit sendiri karena enggak mau kita stress dan juga sedih? “Cerocosnya membuat Aega mengerutkan keningnya.
Bahunya ditepuk pelan oleh Rasyid dan kembali berkata.”Jangan gitu.. kami sayang kamu jadi enggak ada alasan buat kamu nyembunyiin semua ini sama kami yah.. kamu harus jujur ayo bilang apa sakit kamu biar kami bisa usaha buat kesehatan kamu..” Ujarnya disana dengan wajah menuntutnya.
“Eh tapi---“
Ucapan Arga terpotong oleh Fitri disna yang segera mengusap pipinya dan berkata.”Benar sayang. Ayo kamu kuat jangan menyembunyikan apapun dari kami. Kami sayang kamu jika kamu kenapa-napa itu tandanya kami juga kenapa-napa.. sayang jangan gitu yah.”Ujarnya disana memohon.
“Om sama Nenek apaan si? Arga enggak nyembunyiin apapun.”Ujar Arga disana dengan membantah lembut.”Kalian kebanyakan Nonton Tiktok. Banyak Drama.”Ujarnya membuat keduanya saling tatap dan juga menghela nafas.
“Na--- “
“Neek.. Om.. Arga enggak nyembunyiin apapun. arga aja enggak tau sakit apa tiba-tiba ngerasain dada arga sesak. Buat apa juga nyebunyuin semuanya? Arga masih mau umur panjang jadi enggak ada gunanya nyembunyiin hal begituan.”Ujarnya disana dengan helaan nafas memotong ucapan keduanya supaya tak lebih panjang.
“Masa si? Tapi om enggak percaya.”Ujar Rasyid mengetup pipinya dengan jari-jarinya dan menatap Arga dengan tatapan tak percaya.”Yahh engak asik nih, padahal Om mau bikin Tiktoknya dan bilang dicaption ’Semangat yah ponakanku. Kamu pasti sembuh dan kuat kok. Om sayang kamu.’ Nh itu pasti nanti bakalan Viral deh.”Ujarnya disana mengerutu.
Tak.. Aauuuu. Kepalanya dipukul oleh Fitri membuat ia meringis. "Jadi maksud kamu kamu mau Arga kenapa-napa gitu supaya kamu bisa terkenal ha? “Tanyanya marah disana. “Iya nih Nek. Masa doanya itu banget sama Arga yah kan. Pukul nek-pukul nek.. biar kapok itu. Sekalian dianyamin tu bibornya biar enggak ngomong asal.” Ujarnya disana memanas-manasin neneknya.
“Ehh-ehhh. Jahat yah kamu sama om.. au auu.. adauu adauu.. Jangan nek sakit aduh.. Rasyid belom nikah ni ado.” Teriak Rasyid disana meringis karena dipukul Fitri. Fitri kembali memukulnya dan terjadilah aksi kejar kejaran..”Aduhh sakit nek. Ampun..”Telinganya berhasil dijewer oleh Fitri dan Muncungnya ditarik oleh Fitri.
Rasyid menatap Arga dengan tatapan memohon namun Arga malah membuang muka membuat mulut Rasyid terlihat komat kamit. Tanpa disadari oleh Arga jika Rasyid sendiri tersenyum disudut bibirnya. Biarlah ia dipukul dan juga dijewer asalkan Arga tidak sedih lagi dan bisa tersenyum. Ahhh terlihat lebay hanya saja memiliki makna yang dalam bukan?
“Kamu kenapa senyum-senyum ha? Ngetawain nasehat dari nenek? Wah nantangin nih rupanya.”Ujar Fitri. Rasyid yang kagetpun menggeleng dan berkata.”Duh eng-enggak gitu Bund. Astaga.. Aduuh udah bund udah tolong..!” Teriaknya. Fitri disana malah menarik telinganya tambah keras.
Arga menghela mnafas. Ia tersenyum tipis dan berfikir, Andai dulu ia tak bertemu dengan keluarga Rindu, apakah ia akan mendapatkan kebahagiaan sebesar ini? apakah ia akan melihat kasih sayang seluas ini? akhh ia sangat beruntung bukan? Tapi ia pergi.. Ia malah pergi meningalkan masalah tanpa penyelesaian. Ia merindukan kembarannnya dan ibunya...!! bahkan ayahnya yang baru ia kenal dua minggu ini,
...----------------...
Dilain tempat ada Nayya dan habib menginap dikamarnya Acha. Yah disana ada shofa yang enak dan kasur matras kok untuk menginap. Nayya cukupi senang dan bahagia akan Acha dan ia sudah mengabarkan Rian untuk kemari. Ia memakaikan Acha hijab sesuai permintaan anaknya karena tak mau membuat Acha bersedih lagi. ia tak mau diangap jahat lagi oleh Acha.
Dilain tenpat ada sosok yang tersenyum tipis melihat hapenya yang berisikan pesan jika Acha sekarang sudah sadar.
“Wihhh kulkas kita senyum? Gue engak salah liat kan?”Tanya teman dari Rian itu heboh melihat Rian yang tersenyum. Yah Rian itu adalah dosen asal kalian tau..!! ia sudah tamat S2 Dan sekarang memang bukan dosen tetap karena masih baru.
__ADS_1
Rian disana menatapnya dengan datar dibuatnya. Sosok yang tak lain bernama Sandri itu terkekeh dan tersenyum. Dia memang dosen petakilan dan juga dicintai sejuta mahasiswa karena kebaikan dan humble beda dengan Rian yang terkenal Killer, meski begitu Fans Rian lebih banyak dibandingkan Sandri. Mungkin karena Rian yang Tinggi dan juga lebih menarik. Sandri tampan hanya saja ia tidak setinggi Rian. Ia hanya 170 saja sedangkan Rian 185Cm. bayangkan saja tu jarak mereka.
“Iya gue juga liat Rian senyum tadi, padahal selama ini gue enggak pernah liat senyum setulus itu, bahkan udah sebulan ini dia terlihat murung.”Ujar Sandra, dia adiknya Sandri tepatnya kembarannya. Sang asisten dosen yang usianya sama dengan Rian. Ia berteman dengan Rian karena Sandri saja kok. Wajahnya? Wajahnya mirip dengan orang Turki. Cantik..!
“Calon istri gue sudah sadar. Dia kemarin koma mangkanya gue seneng.”Ujar Rian disana dengan senyum bahagianya. Ia mengenggam hpnya dengan erat menyalurkan rasa bahagianya. Ia melirik Sandri dan Sandrayang terdiam”Menurut kalian gue harus bawa apa buat dia? Maanan? Bunga? Atau boneka? tapi dia udah punya semuanya.”Ujarnya disana panjang.
Sandri cengo sebab baru kali ini ia mendengar Rian bicara sepanjang itu. Sandra? Ia menatap Rian sendu akibat hati yang terasa remuk meredam padam. Ia mengepalkan tangan menyalurkan rasa sakit yang membawanya untuk menitihkan air mata.
“Loe bukan Rian.. Rian engak pernah bicara masalah cewek..! Dan gimana bisa loe udah mau nikah dan punya calon istri..!! Haha halu loe terlalu tinggi bro...!” ujar Sandri disana melempar Rian dengan kotak tisu yang ada dihadapannya itu.,
Rian yang dilempar reflek menghindar meski masih tetap mengenai tubuhnya sedikit. Ia memilih menghela nafas dan juga bangkit.
”Lo---Loh loe mau kenana woy? Loe kemasukan jin atau gimana si? kok bisa jadi gini?” Tanya Sandri tak terima akan Rian yang berubah drasti
“Gue mau ketemu calon istri gue. nanti gue kenalin yah.”Ujarnya Rian tersenyum dan pergi meninggalkan Sandri.”Gula loe..!! pergi kedokter sana..!” Teriaknya.
Rian mengambil kunci mobilnya dan melenggang pergi meninggalkan Sandri yang mengatainya gila dan Sandra lagi siap meluncurkan air mata.
Sandri disana mengusap kepalanya dan bergumam.”Gila jangan sampek deh dia nikah duluan. Masa gue kalah kan gue lebih tampan meskipun dia lebih tinggi.. Nggak nggak boleh.”Gumamnya tak terima. “Tapi kalo dia nikah kan saingan gue dikampus ini dikit dan pasti Sheren bisa jadi pacar gue. harus..!” Gumamnya disana semangat. Sheren itu mureid famors dikampus ini, terkenal cantik dan juga pintar. Ia publicspeking disini. Belum lagi anak orang kaya dan juga ramah dan baik. Dan semua orang tau jika dia menyukai Rian
Sandri disana menatap adiknya yang ternyata menjatuhkan air matanya. Ia baru sadar jika adiknya juga menyukai Rian.”Eh-ehhh jangan nangis... dia pasti boong kok. Loe taukan kalo dia neggak bakal punya cewek. Dia kan alim dan suci. Jangan nangis eh.”Bujuknya membuat Sandra disana tersenyum. Sandra gadis cantik jadi incaran banyak lelaki itu.
Siapa yang tak tau gadis baik nan pintar kesayangan semua dosen. Ia mantan murid disini dulu jadi ia sangat disukai banyak orang. Ditambah kulitnya yang putih dan mancung sangat kontras dibandingkan wanita lain.
Dijalan ada sosok Rian yang membawa mobil dengn senyum yang mengembang sepajang jalan, dadanya bergetar hangat dan memilih berhenti ditokoh bunga dan juga boneka.. ia memilih membeli bunga mawar dan juga boneka tedyvbear berwarna coklat itu. Ia tersenyum sebab boneka itu sangat besar. Ia tau jika Acha sangat ingin ini tapi tidak dibolehkan oleh Rindu. Karena bagi Rindu itu hanyalah mubazir. Mending beli boneka kecil-kecil dengan jumlah banyak dan dibagikan dengan anak-anak jalanan maka kalian bayangkan seberapa banyak orang tersenyum dibuat kita?
Yah... Rindu selalu berfikir begitu ketika mau beli barang brendit yang harga ratusan juta. Jika ia membeli baju harga ratusan juta yang hanya satu buah itu tak akan membuat ia puas dan hanya dia yang bahagia, tapi coba bayangkan uang ratusan juta itu ia bagikan dengan anak kurang mampu atau ia membagikan beasiswa atau makanan untuk orang yang membutuhkan? Itu pasti akan membuat ratusan nyawa yang bahagia bukan? Yah begitulah hidupnya yang harus ia lakukan. Karena baginya membuat orang lain bahagia adalah kebahagiaan bagi dirinya sendiri.
Tatapan mata Rian tertuju pada gelang yang berbentuk love disana. Ada dua pasang yang ternyata saling menyatu dri love itu sendiri. Ia disana mendekat dan melihatnya.” Ini sangat bagus tuan, dan hanya ada satu ditoko ini. sepertinya nona yang akan tuan berikan sangat beruntung memilikinya.”Ujar sang penjaga tokoh itu ramah,
Rian disanapun tersenyum.” Saya ambil ini satu.”Ujarnya membuat penjaga toko itu tersenyum dan mempackingnya. Harganya cukup mahal yang ternyata jutaan juga padahal bukan dari mas. Tetapi katanya itu dari luar negeri dan entah Rian tak tau. Yang ia tau Acha akan bahagia menerimanya.
“Terimakaish Tuan,”Ujar sosok dihadapannya itu memberikan barang-barang Rian. “Semoga hari anda menyenangkan.”Ujarnya membuat Rian tersenyum dan mengeluarkan satu mawar dari buketnya dan memberi kepada sang penjual membuat yang menjual kangen.
__ADS_1
” Semoga hari anda juga berwarna seperti saya.” Ujarnya. Sosok itu mengangguk Salting dibuatnya kaget. Rian disana tersenyum dan pergi. Yah bunga itu ia beri karena sosok itu sudah membuat ia bahagia. Ia harus membeli buah dan pergi menemui sang pujaan hatinya sekarang.