Istri Butaku

Istri Butaku
Hamil?


__ADS_3

“Umi tidak tau bagaimana rasanya ketika Fatih berkorban tapi pengorbanan Fatih sia-sia umi. Umi tidak tau sakitnya kepercayaan Fatih kalian sobek-sobek.. Sepertinya Fatih mau pergi jauh saja umi..” Ujarnya lirih disana. Tanpa ia sadari ia memangis disana mengusap pipinya. Keadaanya sangat kacau saat ini.


Umi anna menangis menatap anaknya.


Kyai Abu pun menahan sakit peritnya dan..


Puttt....Putt.. ia menahan sakit peritnya dikalah sudah terkentut. Fatih menatap abinya tak percaya. “Duh nanti bivcara lagi. abi enak kuat mau e’ek dulu ini. Gara-gara kakak kamu itu.”Ujarnya lalu berlari meninggalkan Fatih yang ada disana.


But...


“Umi kentut juga?!!” Tanya Fatih tak percaya.


Uminya hanya tersneyum miris disana.. dan memegang peritnya. ”Nanti bicara lagi yah. Ini masalah Negara yang tidak bisa diganggu gugat lagi.. “Ujarnya meringis dan pergi meningalkan Fatih yang menangis dan marah disana.


Faith Disana mengerjab bagaikan orang bodoh dan menatap ke lain arah. Lalu menggeleng tak percaya. “ Ini gimana si maksudnya? Kan aku sedang bicara serius.”Gumamnya lirih. Lalu menatap sang kakak yang ternyata tetap tertidur sembari memeluk foto Nayya dan menyebut namanya..


Ia meneguk saliva keringnya menatapnya lirih. Semua bukan kesalahan kakaknya. Semua bukan kesalahan kakaknya, melaikan keadaan, jikapun kakaknya tak menikahi Mira apakah nayya akan tetap hilang? Kan detik ini sama sekali tidak tau jika Nayya itu ilang kenapa dan bagaimana. Itu juga membuat ia menghela nafas dan memilih kembali kekamarnya untuk mandi.


Nanti saja ia fikirkan lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sakit kepala Nayya membuat ia meringis, yah.. ia ingin bangun tapi rasanya matanya sangat berat membuat ia meringis dan juga memejamkan matanya perih. Ia merasakan semakin sakit dan semakin sulit untuk bangun membuat ia pasrah dan rilek saja. Tapi kepasrahanya memudahkan ia membuka matanya..disana ia tak bisa melihat apapun dan juga meringis..


“Asktt...” Ringisanya.


Rindu yang duduk disisi ranjang Nayyapun menatapnya tertegun.”Eh udah sadar.. bentar aku panggilkan dokter.”Ujarnya disana dan menekan bell rumah skait..


ia menangis melihat nayya yang menyentu keningnya. Ia menahan tangan Nayyya.”JANGAN DIGERAKAN. NANTI TANGAN KAMU RUSAK INFUSNYA....”Cicitnya.

__ADS_1


Nayya mendengar suara asing itu diam hinga suara dokter datang dan berkata.” Ada apa nona?”Tanyanya..


Rindu disana menunjukan Nayya.”Ia sudah sadar. Coba cek dok.”Ujarnya disana dengan pelan dan sopan.


“Airr.. aku haus.”Gumam Nayya sangat pelan membuat dokter lelaki itu mendkeati nayya dan membantunyaminum.


Nayya diam menerimanya dikalah kepalanya disangga dan dibantu.. “Sudah?”Tanya dokter membuat Nayya mengangguk pelan..


Dokter mulai memeriksa keadaan Nayya dengan Rindu yang diam disana. Rey tidak ada disana karena ia sedanng membayar administrasi dan membeli makanan tadi.


Bentar lagi pulang mungkin, Sedangkan Abel? Ia dikamar sebelah untuk istirahat saja.


“Keadaanya alhamdulillah sudah membaik nona.. Kandunganya juga sudah normal mesti masih sedikit lemah. Tapi Alhamdulillah dia sudah baik-baik saja..”Ujarnya membuat Rindu bersyukur.


Tapi beda dengan Nayya yang tertegun. “Kandungan apa dok? Siapa yang hamil? Saya tidak hamil.”Tanyanya lirih, bagaimana bisa ia hamil? Tapi tadi yang diperiksa dirinya kan?


Nayya Disana semakin gusar dan tak paham membuat dokter diam menatapnya.”Tapi suami saya...—“


Ucapanya terhenti dikalah ingat Khumairo. Apa yang disisinya ini Khumairo? Itu membuat ia nanar, apa Habib menikahi Khumairo? Ia dimadu? Itu membuat air matanya jatuh dan mengusap air matanya.. ia tak kuat dan ia tak mau dimadu. Apa lagi saat ia sedang hamil...!


Rindu menatapnya iba dan menatap dokter.” Biarkan saya yang menenangkanya dok. Dokter tenang saja.’Ujar Rindu membuat dokter itu mengangguk dan memilih pergi. Dokter itu bingung. Ada apa dengan Nayya? kenapa dia Nampak sedih?


Rindu disana mendekati Nayya dan mengusap kepala Nayya.. nayya diam merasakannya dan meringis menangis, ia tak mau dimadu dan tak mau diduakan, “Jika begini kenapa aku tidak mati saja dikalah itu. Aku tidak mau dimadu hiks hiks. Aku tidak mau diduakan.. hiks hiks.”Ujarnya disana dengan nanar dan menangis. Istri mana si yang suka dimadu?


Rindu disana mengusap lengannnya dan meringis ikut bersedih.”Hey.. kenalkan aku Rindu.. jangan bersedih.”Ujarmmnya Rindu.


Nayya diam disana mendengarnya. “Bohong. Kamu khumairo kan? Kamu sudah menikahi suamikukan?”Tanya Nayya disana nanar dan membentak.


Rindu menggeleng kuat.”Aku rindu. Maaf, aku mengatakan kamu maduku karena kemarin kandunganmu lemah dan memerlukan tindakan cepat. Aku takut kau kenapa-napa jadilah aku mengatakan jika kita keluarga.”Ujar Rindu meringis.

__ADS_1


Nayya diam disana Mendnegarkanya dan menyimak.. “ Jadi Habib tidak menikah lagikan? Dia tidak jadi menikahi Miranyakan?” tangannya nanar dan polos.


Rindu meringis disana. Dan menggeleng.”Kau istirahat saja dulu yah. Aku tidak paham.’'Ujarnya.


nayya disana meringis dan juga ikut merunduk. '‘Aku hilang sudah hampir beberapa minggu. Pasti Habib sudah menikah lagi yah sama Mira.. hiks hiks.”Gumamnya lirih menghapus air matanya dan terkekeh. Mengusap perutnya yang datar.. ia bersyuykur punya anak. Sangat bersyukur dan bahagia. Hanya saja ia tak tau harus apa. Ia tak mau ada madu dalam hidupnya.


“Jangan dipikirkan. Kau harus sembuh karena ada anak yang kamu lindungi. Jika ibunya sakit bagaimana dengan anaknya nanti.”Ujar Rindu mengusap kepala Nayya pelan.”Aku juga hamil loh. Sebentar lagi lahir hehe.. dan anakku laki-laki. Nanti anak kita bisa bermain bersama loh.’Ujarnya disana semangat menyemangati Nayya.


Nayya diam disana mengusap perutnya.. air matanya jatuh lagi membuat rindu mengerjab tak paham. “Nanti jika anakku lahir bagaimana yah.. akukan buta. Dia malu tidak yah? Dan bahaimana dengan mas Habib menikah lagi? pasti anakku nanti akan malu karena anak dari Mira memiliki ibu yang sempurna tidak seperti diriku.”Ujarnya disana lirih..” aku pasti tidak bisa jadi ibu yang terbaik.”Gumamnya lirih. Ada banyak hal yang diotaknya yang tak mampu ia elak dan ia cerna sendiri.


Rindu disana mengusap pelipisnya dan dan berkata. “ Kamu tau? Manusia itu dicipatakan sempurna. Tidak ada yang tidak sempurna. Bukankan Alllah sudah menegaskan jika kita diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya. Justri dengan semua kekurangan kamu, kamu harus beri tahu pada dunia. Jika kamu sempurna dengan ketidak kesempurnaan kamu. Kamu bisa dengan apa yang dibatasi oleh orang lain. Bikin anakmu bangga memilikimu dengan cara menanamkan suatu keyakikan akan ajaran Allah... Didunia memang banyak anak yang malu akan hidupnya atau orang tuanya, tapi ada ribuan anak juga yang bangga akan kekurangan ibunya karena besarnya perjuangannya. “|Ujarnya disana lirih.


“Jangan menganggap kekurangan kamu itu adalah hal yang mampu memalukan orang disekitar dan orang yang kamu sayangi, sebab kekurangan bukanlah hal yang memalukan ataupun aib. Manusia tidak ada yang kurang. Yang kurang didiri manusia itu adalah rasa syukurnya. Dan tidak ada yang paling menyedihkan didunia ini. Baik ditinggal suami poligami atau apapun itu. Kecuali satu hal. 'Hilangnya kepercayaan bahwa hidup kamu berarti dan hidup kamu itu berharga' ,”Ujarnya tegas disana.


Nayya diam disana merenungkan kata kata Rindu membuat ia kembali menjatuhkan air matanya dan mengusap perut anaknya.


“Mau kamu buta. Mau kamu cacat, mau kamu tidak punya suami atau suami kamu dimadu sekalipun. Hidup kamu tetap akan berjalan, mangkanya jangan berharap cintanya manusia, tapi berharaplah cinta sang maha kuasa. Jadikan diri tak haus akan cinta yang semu, jangan biarkan rasa cinta kamu membuat kamu lemah. Ingat cinta diciptakan sebagai penguat dan semangat, sebagaimana cinta seorang ibu kepada anak yang akan mengajarkan dan juga menyandarkan.. bukan merusak dan juga melumpuhkan. Hidup kamu akan tetap berjalan meski suami kamu menikah lagi.. Toh kamu sudah hamil dan akan punya anak.. kamu tidak bahagia mendengarnya?”Tanya Rindu tak suka.


Ia sosok yang keras dan pemberontak, jika disatukan dengan Nayya mungkin karakter mereka cukup berbeda, nayya itu percintaan rumit dan juga masih terbelenggu akan kesakitan sedangkan Rindu sosok yang apatis akan cinta. Hidupnya bebas dan juga tanpa harapan. Jadi yah memang berbeda.


“Jadi kamu maukan jika anak kita main sama sama lagi meski bagaimanapun keadaanya?”Tanya Rindu. Nayya pun tersneyum dan mengangguk.


Rindu mengambil tysu dan mengusap air mata Nayya.”Nah gitu dong. Jangan nangis. Ingat masih ada Tuhan yang melihat kamu. Nangis karena manusia itu boleh tapi jangan sampai tangisan kamu membuat diri kamu lupa jika semua yang ada didiri kamu itu adalah kebahagiaan yang mampu membuat kamu tersenyum. Jika suami kamu mempoligami kamu, bukanklah Tuhan sudah memberikan kamu kenikmatan dan juga buah cinta yang tiada hal yang mampu menyandinginya? Seorang anak.. kamu akan jadi ibu ditengah tengah ribuan doa orang yang belum dikabulkan.. “Ujar Rindu menghiburnya.


Nayya disana kembali menganguk semangat mengusap perutnya. Rindu disana tersenyum tipis dibalik niqobnya.. ia senang melihat Nayya. Sebenarnya ia tak tau apa-apa tentang Nayya. ia tau Nayya buta saja baru beberapa menit yang lalu, namun berhubung ia itu pintar dan juga cerdas ia muda menangkap semua hal yang Nayya ucapkan.. ia buta, suaminya ingin menikah lagi sebelum ia diculik. Semuanya ia paham membuat ia berjujar seperti hal itu.


just info.. Rindu tidak akan mengambil alih tokoh utama yah tapi hanya pengimbang sikap Nayya yang kurang baik...


...Just jangan lupa tinggalkan jejak yah guys......

__ADS_1


__ADS_2