Istri Butaku

Istri Butaku
Marah


__ADS_3

...Ambil baiknya buang buruknya yah...


.


.


.


Langkah kaki Nayya tak terarah dengan nanarnya. Putri dibelakangnya mengejarnya sampai pada didekat selokan Nayya disenggol seseorang dan,


Bugh... tubuhnya oleng dan terjatuh diselokan berisikan dengan air bekas air wudhu bercampur air cucian membuat ia terdiam merasakan kulit kakinya yang seperti terkelupas.. Tubuhnya sudah basah karena air kotor tersebut. bahkan wajahnya sudah terkena comberan semua.


“Mbak...!!”Teriak Putri nanar melihatnya disana. Karena itu cukup dalam, bagaimana bisa ia membantu.?


Nayya Disana ingin menangis tapi tetap kuat dan mencoba berdiri.. tubuh sudah basah dengan air yang berasa air wudhu bercampur air comberan membuat penampilanya sangat buruk... Sosok yang mendorongnya menatapnya datar dan tersenyum sinis lalu pergi bersama temannya yang lain.


Banyak yang melihatnya mendekat dan mau membantu..”Niang sini kami bantu..!” Teriak mereka. Disana ada banyak santri putra membuat Nayya tambah malu. Kakinya sangat sakit tak mampu berdiri.. namun ia paksakan berdiri dan merabah mencari tongkat yang hilang ditengah air kotor tak berwarna dan bauk. Kaki yang masih sakit namun ia hanya menemukan tongkat untuk menunjuk arah tapi tidak dengan tongkay kakinya. dengan terlatih ia berdiri dan mencari jalan tak mau dibantu orang lain.


“Mbak.. sini Putri bantu..”Ujarnya disana. Putri menceborkan diri dan menarik Nayya membuat nayya merimanya. Putripun disana dibantu yang lain menarik Nayya namun Nayya tetap tidak mau dibantu oleh laki-laki.. dan putri berusaha dan Nayya yang melompat sampai diatas.


Jadilah putri yang menjadi pelantaranya antara Nayya dan para santri putra.


Dengan nanar Nayya tersenyum lembut dan berkata.”Terimakasih yah.. terimakasih.” Ujarnya membuat mereka canggung melihat Nayya yang Nampak sangat manis meski jatuh disana. Namun kaki Nayya masih gemetar disana.


“Astaghfirullah. Niang tidak apa-apa?”Teriak Fatih disampingnya Habib membuat Nayya menggeleng dengan senyum manisnya. mereka baru pulang dari kelas ingin ke masjid untuk melaksanakan sholat berjaah.


Dengan gugap Putri menjulak Habib dengan airmatanya.”Bilang sama tunangan anda jangan ganggu mbak lagi.. kalian jahat..!! dan bilang pada adikmu yang perempuan itu. Jangan menjadi dakjal..!!” Teriaknya nanar dihadapkan Habib karena marah.


Habib mendengarnya mendekati Nayya disana dan membantu Nayya"Kua ti--"


Namun ucapannya dipotong dan Nayya disana mengangkatkan tanganya.”Tidak perlu. Jangan mengurusku sebelum masalahmu dengan tunanganmu selesai..!”Ujarnya dan mengarahkan tingkatnya kearah lain.


Sampai ia mau melangkah lagi kesiring dan dengan sigap Habib menariknya"Hati Hat---"


”Aku bilang jangan urus aku..!” Bentak Nayya membuat Habib tertegun dengan hati yang mencelos jatuh.


Nayya Disana dengan nafas naik turun ia berjalan dibantu Dengan Putri berjalan meninggalkan semua orang dan Habib yang terdiam kaku menatapnya. Apa maksudnya?


Dan Bugh.. dengan tak sadar ia terjatuh karena merasakan pukulan dipipinya, ia merintis dengan pipi yang lebam, dan ternyata itu pukulan Fatih disana menatap kakaknya. Lalu ia pergi menjauh dari siapa dengan amarah yang meluap.


Habib yang tak tau apa-apa menatap Fatih nanar lalu berdiri dibantu oleh santri putra lain lalu ia berterimakasih dan menyuruh mereka pergi.

__ADS_1


Ia Memilih pulang mencari Nayya dan bicara ada masalah apa sampai Nayya tidak mau bicara dan membentaknya. Baru kali ini Nayya kelihatan sangat marah padanya.


Dengan nanar Nayya yang sekarang sudah dikamar mandi memilih berendam diair beraroma mawat berharap supaya bauk kotoran hilang dari tubuhnya, dengan air mata yang terus menerus jatuh tak terhenti.. mengorek luka lama dimasa lalu membuat sisi lainya keluar. Emosinya tak terkontrol. Lebay jika dikatakan namun nyatanya memang begitu. Ia memang sangat sakit mengingat masa itu, dimana dikhianati oleh seseorang yang sangat ia cintai.


“Nay--- Nay.. buka pintunya. Aku mau bicara..!” Teriak Habib dari luar. Nayya yanga mandi pun segera membersihkan tubuhnya dan segera mengenakan bajunya. Ia juga harus bicara dengan Habib disana. Karena masalah ini masalah bersama bukan ia sendiri.


"Nay buka Nay... saya mau bicara tolong... " Sudah kesekian kali ia membujuk dengan nanar dan lelahnya namun tetap tak ada sahutan.


Sudah lelah Habib meneriaki Nayya tapi tak mendapatkan sahutan hingga Nayya yang segar sudah keluar. dengan cepat Habib mendekatinya dan memeluknya.”Kamu kenapa? Ada masalah?”Lalu melihat semua yang ada didiri Nayya,.”Apakah ada yang luka?”Tanyanya,


Dnegan datar Nayya menjawab.”Ada.”Ujarnya.


Habib tertegun melihatnya. Nayya menunjukan dadanya ."Disini, " Gunanya.


”Saya lelah berjuang sendiri, saya lelah.. percuma saya memperjuangkan jika kamu tidak mau melepaskannya. Saya lelah Habib saya lelah..!” Teriaknya. Habib diam menatapnya.


Nayya melangkah.”Jika kamu cinta dia lepaskan saya saya bilang..!! tolong jangan paksa saya untuk ada madu dan sebagainya, saya tidak mau. PULANGKAN SAYA SEKARANG JUGA..!!” Teriaknya disana sampai menggema diruangan itu.


Habib mendekati Nayya lalu mengusap kepalanya namun dengan sigap Nayya mendorongnya.”Apa yang kau maksud Nay. Aku tidak ada bicara seperti itu.. kau kenapa?”Tanya Habib disana dengan hati yang sakit melihat Nayya.


Nayya disana mendengus.” Saya lelah Habib..!” Gumam Nayya disana nanar. “ kamu selalu diam saja sedangkan saya mati-matian untuk tidak ada orang ketiga dipernikahan ini, saya mau pernikahan ini baik baik saja... Tolong beri kejelasan untuk saya.”Ujar Nayya nanar disana.


“Tapi kamu diam saja ketika dia berjuang untuk kamu, dia memberikammu makanan kamu diam saja dan menerimanya. itu sama saja kamu memberi peluang dia masuk, sama saja kamu membiarkan dia berjuang. Atau jangan-jangan kamu juga menyuruhnya berjuang mangkanya kamu diam saja? Kamu suka kan...! ..”Ujarnya Nayya disana dengan menunduk sedih.


“Hey.. kau tau, bukan aku yang membolehkan dia masuk kesini.. bukan.”Jelas Habib nanar,” Dia memiliki banyak donasi dipesantren kita jadi jika ia tak diizinkan mengajar maka kita akan dipandang tak bisa balas budi..”Ujarnya lembut.” Dan kenapa aku mengajakmu pindah secepatnya, karena aku tau Khumairo akan tinggal dindalem, bukan hanya karena Aisya saja.. Tapi memang karena banyak faktor Nay dan jika masalah makanan. Demi Tuhan aku tidak makan yang dia beri, kemarin aku sempat tidak menerimanya tapi dia malah menangis dan menimbulkan fitnah. Mangkanya aku terima.. aku hanya makan makanan yang kamu buat Nay,.. Wallahi saya tidak berbohong.”Ujarnya lagi lembut.


"Dan bagaimana bisa kamu menuduhku begitu. Demi Tuhan saya katakan saya tidak pernah mau menyakiti kamu barang diujung kuku sekalipun... "Ujarnya nanar Disana.


“Tapi kau selalu diam jika dia membahas masalah madu.”Ujar Nayya nanar.”Kenapa kau tidak tegas padanya ? pada keluargamu? Aku tidak mau kamu begini, jika kau mau ceraikan aku saja.”Ujarnya mengusap air mata yang jatuh setetes demi tetes mengalir dipipinya.


Habib mengusap airmata Nayya dan berkata.” Jaga bicara kamu Nay cerai adalah hal yang dilarang dan dibenci oleh Allah Subhanahuata’alla.. kau tau cerita sang raja iblis yang ketika mendengar semua laporan para iblis?”Tanyanya.


Yah. Cerita tentang iblis yang setiap harinya melaporkan apa saja yang mereka lakukan hari ini. Mulai dari melalaikan seseorang untuk melaksanakan sholat, orang yang melakukan kejahatan, mencuri dan sombong. Nah para raja iblis itu hanya biasa saja jika mendengar kabar itu. Sampai satu iblis datang dengan mengatakan jika dia sudah berhasil membuat satu keluarga itu cerai dan berpisah. Dan disitulah sang raja iblis sangat bahagia dan mengadakan pesta meria untuk perayaan perpisahan itu.


Mangkanya cerai adalah hal yang harus dijauhi dari suatu pernikahan... Jangan hanya karena masalah yang bagimu berat dan belum tau sesuatu kebenaran dengan mudah mengatakan ingin bercerai.


Sebab ikatan pernikahan tidak semudah itu. Pernikahan adalah Suatu hal yang sakral, ketika berceraipun itu banyak yang dirugikan dari dua bela pihak, baik keluarga maupun banyak hal lainnya. Apalagi yang sudah punya anak... Maka masa depan anak taruhannya.


Mangkanya jika ada masalah seharusnya yang disalahkan itu adalah diri kita, jika hanya karena masalah Nayya saja kita dengan mudah meminta cerai lantas bagaimana jika diri kita menjadi Asiya istri Firaun?


Sedangkal itu iman kita?

__ADS_1


Ingat kebahagiaan tidaklah seindah dunia Dunia Novel , bertemu dengan lelaki kejam dan juga raya lalu ia jatuh cinta saja hidup bahagia. Karena hidup butuh perjuangan dan juga pengorbanan. Ibaratkan sekolah. kita butuh mengorbankan banyak uang dan waktu untuk ilmu yang tak berbentuk tapi melekat dihidup.


Namun nyatanya ilmu yang susah kita dapatkan setelah banyaknya pengorbanan adalah bekal Dimana depan. Kembali lagi dengan pengorbanan kita. apakah kita sudah serius akan menuntut ilmu? atau pengorbanan yang kita sebut tadi itu benar benar pengorbanan? Atau hanya ucapan semata?


Ada banyak didunia ini manusia yang mebicarkan pengorbananya padahal Pengorbanan yang ia ungkit hanyalah alibih saja.


Ingat... semakin besar pengorbanan dan juga ketekunkan kita maka semakin kuat dan semakin menjanjikan apa yang kita pegang untuk hal yang ingin kita gapai. Karena usaha tidak ada yang mengkhianati hasil.


Nayya mengingingat itu mengangguk lemah membuat Habib memegang pipi Nayya dan mengambil hapenya. Dan menekan nomor seseorang yang tak lain adalah Khumairo.


”Assakamu’alaikum mas ada apa?”Tanya seseorang diseberang dengan suara seraknya namun terdengar bahagia.


Ia Lokspeaker membuat Nayya mendengarnya.


Habib melirik Nayya mendekat dan berkata.” Wa'alaikum salam.”Ujarnya diseberang Khumairo mengusap air matanya dan tersenyum.


“Maaf mengangggu waktu kamu. Tapi aku hanya mau bilang jika aku mencintai istriku dan tidak akan ada pernikahan kedua untuk kita atau kau menjadi maduku. Jadi berhenti berjuang untuk hubungan kita dan berhenti mencintai ku”Ujarnya dan


Tuntunntun..


Nayya mendengarnya terdiam kaku dan Habib mendekatkan diri dengan Nayya. mendekapnya hingga Nayya kembali menangis. Ia menarik dagu Nayya dan menatap mata Nayya. Cupp. Cup.. ia mencium dikedua kelopak mata Nayya basah itu lembut.


“Kadang aku tidak perlu bicara akan perjuanganku Nay.. karena aku bukan sosok yang terbuka.”Ujarnya membuat Nayya terdiam kaku.


“Aku tidak akan membiarkan kamu pisah dariku. Dan maaf, jika kamu masih tetap terluka dengan sikapku.. aku sudah berusaha hanya saja usahaku tak perlu aku bilang padamu.. karena bukan perjuangan jika diumbar, melainkan pamri namanya.. “ Ujarnya. Nayya disana memeluk Habib membuat Habib mencium kepalanya lagi.” Maaf yah.”Ujarnya


Nayya disana menahan sesak didadanya setidaknya Habib sudah mengatakan hal itu pada Khumairo bukan? Sedangkan diluar sana ada Khumairo yang menangis histeris mendengar ujaran Habib dan peringatannya. Ia tak menyangkah jika hidupnya sesakit ini.


“Sudah marahnya hm?”Tanya Habib mengusap mata Nayyya membuat Nayya mengangguk dengan nafas naik turun. Habib terkekeh dibuatnya lalu menarik Nayya kekasur.”Mau es krim?”Tanyanya disana membuat Nayya mengangguk.


Dengan cepat Habib mengambil es krim yang tak jauh dari mereka dan membukanya untuk Nayyya. Dan memberikan kepada Nayya. ia mengusap kerutan didahi Nayya dan memberinya.”Ambillah.. “Ujarnya “Tapi minum dulu supaya tenggorokanmu tidak sakit.”Ujarnya lalu memberi minum disebela brangkarnya. Nayya menerima saja. Dengan Habib yang tersenyum tipis dan menghela nafas.


Namun matanya tertuju pada luka ditangani Nayya "Kamu terluka? kenapa tidak bilang? "Tanyanya menyentu luka Nayya, Nayya meringis dan hanya diam kaku Disana.


Dengan khawatir Habib mengambil kotak ini dan mengobati luka ditangan dan tubuh Nayya, Nayya hanya Sesekali meringis sembari memakan ea krimnya. Habib hanya menggeleng dibuatnya, Nayya masih sangat polos.


Habib sosok yang tak kasar, jikapun ada masalah ia akan bersikap begini. Yah.. kadang menjadi manusia memang serba salah, baik salah dimata orang, jahat salah dimata orang. Bahkan Habib rasa berafas saja ia salah dimata Reader haha...


Plot Swis yah.. Disini tidak menghina atau menjelekkan seorang Ustza atau Ustad.. hanya sebagai pelajaran, jika yang berilmu namun belum tentu beradab tapi jika ia beradap pasti ia berilmu. Dan yang paham agama belum tentu baik dan yang tak paham agama belum tentu buruk..


Tak menjelekkan tokoh ulama ataupun penghafal. Karena pada dasarnya orang jahat yang berkedok baju terbuka sudah biasa tapi yang tertutuppun juga banyak, hanya saja kejahatan seseorang itu tertutup dengan pakaiannya dan title. Jadi don’t judge bay cover oke... .

__ADS_1


__ADS_2