Istri Butaku

Istri Butaku
Bertemu


__ADS_3

Sabar yah... Pasti akan bertemu juga tapi aku mau nyelesaikan masalah Nayya. Aku mau mempertemukan mereka dulu🤗


.


.


“Dan katanya dosen kita bakal diganti dua orang loh..!!!!” Ujarnya yang lain membuat Acha disana mulai angkat biacaa.


“Loh kok gitu? Terus niai kita gimana?”Tanyanya disana. .... Kaget dong. “Kita udah mau akhir semester loh. Enggall konsisten dong nanti..”Ujarnmya disana dengan nanar.


“Kita masih UTS.. Ujian Tengah Semester Cha... “Ujarnya Tasya membuat Acha mengerutkan keningnya dan melebarkan matanya..


“Masa si? Perasaan udah mau libur lagi deh kita.”Ujarnya disana membuat semua orang menepuk jidat masing-masing. Acha memang pelupa dan ceroboh.


“Astaga... enggak. Kita baru masuk dua bulan dan kamu mau libur aja.. Dasar...”Gumamnya Tasya membuat Acha menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena malu dan digelaki oleh orang sekelasnya. “Lagian kataknya kalo diganti pasti karena suatu hal. Kitakan enggak tau Cha.”Ujarnya lagi membuat Acha menghela nafas dan mengangguk saja.


Acha melirik kekanan dan kekiri lesu.”Hais.. kalo gini kapan ketemu bang Rian sama mbak Raninya. Kangen.”Ujarnya uring-uringan. Rian dan Rani adalah kakak nya dari Rindu dan dekarang tidak disini, mereka di Mesir menempuh pendidikan Sejara Keislaman,, akh ralat itu Raninya, sedangkan Riannya mengambil jurusan Fiqh mendalam.


Acha pun bingung bagaimana bisa mereka sepintar itukan? Yah mereka sekarang sudah mau mengambil dari gelar S2 menuju s3 dengan selalu predikat Cumlaud.. belum lagi mereka yang selalu mendapatkan pendidikan beassiwa membuat Acha sungguh iri.


...----------------...


Dilain sisi ada Nayya dan Rindu yang berada dimall besar itu. Melirik kanan dan kiri mliihat perhiasan didepan mata. Rindu suka perhiasan untuk dikenakan didepannya Rey membuat ia menatapnya dan memilih yang mana yang harus ia pilih. “Mbak Rin. Nay beli parfum dulu yah.”Ujarnya Nayya kepada Rindu. Ia kurangi jika dengan periasan dan juga kalung seperti itu. Lebih tepatnya si ia tak memiliki uang yang banyak. Ia harus menabung unuk pendidikan anaknya. Padahalkanm pendidikan anaknya sudah dibayar Rey. Tapi tetap saja ia tak mau.


Rindupun menatapnya dengan mata tajamnya.”Ngapain beli parfum Nay? Engak boleh, itu bisa jadi dosa loh kalo bauhnya kecum sama lelaki yang bukan mahkrom. sebagaimana hadistnya.“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pel4cur.” (HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad. Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ , no. 323. Hadits ini shahih). ”Ujarnya disana dengan helaan nafas kasar.


Nayya disana pun meringis.”Anu mbak. Nay beli yang bau bayi atau yang kalsem saja. Soalnyakan buat kenyamanannya pasienya Nay juga. Nay enggak mau nanti mereka kebauhan bauhnya Nay. Mbak taukan Nay sekarang suka lembur. kadang Nay jadi enggak PD Kalo deket-deket sama mereka.”Ujarnya jujur disana.


Rindupun disana mendelik dibuatnya.” Engak usah deh Nay. Dosa nya ngeri banget ih. Sebagaimana diriwayarkan sama rosulullah Nay kalo yang mengenakan Parfum itu sama aja dengan p3l4cur. Mbak jadi serem, jangan yah. Kalo pakek Diodoran sama pakek biotik yang mbak beli aja. Mbak punya kok nanti kita beli lagi.”Ujarnya.


Nayya disana menghela nafas disana. Rindu disana mengusap punsaknya dengan lembut.”Mbak paham kok, tapi Nay kamu hanya perlu pakek biotik itu terus pakek diodoioran dan Handbody,.. pakek baju yang udah di dilowndri itu kamu bakal wangi kok. Tenang aja. Mbak engak mau kamu masuk neraka Cuma gara-gara parfum. Inget Nay ada ribuan hal yang mampu membuat manusia masuk neraka namun kadang syurga hanya butuh satu amalan yang selalu diterapkan secara rutin. Nay enggak marahkan jika mbak enggak bolehin?”Tanya Rindu lembut.


Nayya disana tersenyum dan mengeleng, ia paham kok sebenarnya. Namun mereka terdiam setelah ada jawaban dari belakang mereka. “Bukankah dengan membuat orang lain tidka nyaman dengan kita itu salah satu dosa?”Tanya sesoerang membuat Rindu dan Nayya diam. Mereka melirik kebelakang dan menatap siapa yang datang. Ia laki-laki berjas hitam membuat Nayya terdiam. “Bukankah Alllah maha mencintai yang indah dan juga suci? Wangi dan bersih??? Dengan berbauh tak sedap bukankah salah satu menzolimi seseorang yang ada disekitar kita? Coba kamu bayangkan bagaimana jika suatu saat kelak temanmu sedang menangani pasien yang baru bangun pingsan namun dengan mencium bauh temanmu yang busuk membuat ia pingsan lagi?”Tnayanya disana dengan gelaknya.


Rindu disanapun mundur menatap lelaki itu. Ia menatap kelain arah dan tak mau terlihat. Ia tak menjawab dan segera pergi membuat lelaki itu menatapnya heran.”Eh mbak. Saya belum selesai bicara loh.”Ujarnya disana dengan berteriak. Nayya yang disana pun hanya tertawa akan ucapkan lelaki itu.


Nayya pun menatap Rindu yang pergi lalu menatap pria itu dengan santun.”Maaf tuan, dia sudah menikah jadi dia tak mau berinteraksi dengan lelaki lain yang bukan mahkhrom tampa ada sebab dan munazab yang penting.. Jadi maaf sekali lagi.”Ujarnya disana membuat lelaki itu menghela nafas menatapnya kagum.


”Masih ada yah manusia kayak gitu.”Ujarnya melirik Rindu yang malah kembali melihat perhiasan dan duduk ditempat lain. '|’Tapi ngomong-ngomong yang saya bicarakan tadi bejar loh.”Ujarnya lagi kepada Nayya.


Nayya disana pergi dengan mencari perhiasan yang lain, disana lengkap kok. Bahkan juga ada Tas brandit dan lainya.nayya menatap lelaki yang mengikuti langkahnya itu.”


"Sebenarnya mbak saya hanya tidak mau saya terlalu nyaman akan suatu hal sampai nanti saya lupa akan suatu kebenaran. Ingat, dosa besar diawai dosa kecil, zina besar diawali zina kecil dan juga kebiasan besar diaweli dengan kebiasaan kecil.. kadang jika kita selama menghalalkan suatu hal hanya karena suatu hal yang menurut kita lebih benar. Maka kita akan selalu sperti itu sampai kita tak sadar jika kita sudah terlalu jauh terdampar pada lumburan dosa.”Ujarnya. sosok itupun diam mendengarnya menatap Nayya dengan tatapan herannya.


“Tapikan kita bahasnya Parfum. Tidak apa pakai kecuali parfum yang mampu mengundang syahwatkan? Dalam hadist juga diucapkan jika mampu mengandung syahwat lelaki dan perhatian mereka..”Ujarnya disana menentang.

__ADS_1


“Siapa yang bisa menjamin laki-laki tak memiliki syahwat ketika mencium aroma pafum wnaita? Bukankah hanya dengan kelihat aurat wanita saja kalian sudah memiliki syahwat?”Tanyanya disana membuat ia terdiam.


“Siapa namamu? Bolehkah kita berkenalan?”Tanyanya Pria itu disana.”Aku seperti mengenalmu. Kau tak menyenal suaraku atau wajahku?”Tanyanya disana dnegan tatapan heran kepada Nayya.. nayya pun mulai diam menatapnya lagi.


Lelaki yang berjas hitam, bukan wajah yang oriental wajah campiran, Nayya tak tahu, bahkan suaranya saja Nayya tak kenal/.”Sorrry Sir. Saya tidak kenal anda.. maaf saya asli Turkei jadi tidak terlalu kenal orang-orang di sini. Mungkin anda saya orang.”Ujarnya disana. Lalu ia pergi meninggalkan lelaki itu.


“Eh.... aku mau namamu.. jangan pergi..!” Ujarnya. Namun ia terdiam dikalah melihat sosok yang tadinya pergi sekaranbg menarik tangan Nayya dna membawanya pergi sembari bercelote seperti memarahi. Sosok itupun mentapnya heran dan juga menghela nafas.


Sosok kedua wanita bercadar itu membuat ia terdiam, bedanya satu mengenakakan Qultum atau seluruh tubuhnya tertutup dan satunya lagi hanya mengenakan gamis berwarna Pink dan niqob berwarna pink senada dengan gamis yang ia pakai.


“Dia mbak Nayya kan?”Gumamnya melirik gadis bergamis pink yang sudha menjauh.”Tapi sepertinya bukan... Tapi..”Ia tak tahu.. ia memegang dadanya yang menyesak dan menghela nafas.”Jika benar ku yakin kita akan bertemu lagi nanti mbak.”Ujarnya lalu memilih pergi dari sana.


Sedangkan Nayya hanya menghela nafas dan mengipas dalam bajunya. Ia memang mengenakan Niqob jika pergi bersama Rindu. Entah suka saja dia tu. Dia tu mau mengenakan secara nyata dan juga kharfa namun ia seorang dokter membuat batasan pada dirinya. Lagipula Cadar itukan sunnah membuat ia memilih memakainya jika diluar dan berpergian saja seperti sekarang ini.


Beda dengan Rindu yang bahkan didalam rumah saja masih mengenakan niqobnya dan diluar menangkan Qultumnya (Yang menutupi mata) tapi biasanya ada kain khusus supaya masih bisa menatap apa yang ingin ia lihat. Rindu memang sudah tertutup sedemikian rupa. Ia mau seperti Rindu Cuma rasa tak sanggup itu lebih tinggi.


Memang benar semakin tingggi tingkat ketakwaan semakins empit juga ruang kita, semakin bertaqwa kita maka semakin berat pula ujian kita. Semakin beriman kita semakin tak juga mau terlihat. Dunia itu hanya bagaikan tenpat ia bertedu untuk beribadah saja.


“Tadi siapa? Kok bicara sama orang asing si Nay? “Tanya Rindu. Ia nampak gugup.


Nayya disana pun menghela nafas.”Mbak taukan Nay enggak enakan orangnya. Mbak pergi gitu aja hehe. Maaf yah mbak.”Ujarnya. rindu disana menghela nafas dan mengangguk nanar.


"Abdai kami tahu dia siapa Nay. aku yakin kau tak akan mau bertemu dia lagi..."Gumamnya lirih dalam gati.


Nayya sikap yang sangat mandiri, dan tak mau merusak apapun yang lain orang punya. Sudah beberapa kali Rindu boling menikah saja dengan suaminya namun Nayya tetap kekeh pada pendiriannya bahkan sampai matipun ia tak akan mau merusak hubungan orang lain.


Rindu juga selalu memberikan uang untuk anak-anaknya namun setelah Nayya matanya mampu melihat demi Tuhan pula Nayya katakan jika ia mampu.


(Point yang sesuai kemarin aku tanam dari hubungan Nayya, Rey dan Rindu)


Disini bisa dipahami kan jika poligami itu atas kehendak..! Dan wanita yang baik adalah wanita yang menolak menikahi lelaki yang beristri...! mau apapun itu alasannya.


Sama dengan lelaki... Lelaki yang baik dan setia, mau bagaimana pun keadaannya ia tetap tak akan melirik wanita lain, dan bagaimana keadaannya. Dan jikapun alasnya ingin membantu, maka membantu itu ada banyak cara dan jalan bukan hanya *Poligam* Jangan hanya menghalalkan segala cara hanya untuk menikah lagi...


Mereka tidak menikah, hanya saja Rey jadi ayah secara pemerintah saja dan Dimana orang lain. Rey bahkan tak pernah melirik Nayya dan Nayya tak pernah dekat dengan Rey tanpa adanya Rindu. Andai Nayya jahat sudah pasti ia menggoda Rey dan memanfaatkan kebaikan Rindukan? Tapi ia bukan masusia jahat... Ia manusia yang tahu akan kebenaran.


Nayya dulu sempat jadi pegawai tokoh milik Rindu mengurus anak-anaknya. Kadang Rindu bantu. Nayya juga sekolah meski dengan diam-diam Rey beri beasiswa untuk Nayya karena Nayya itu keras tak mau menyusahkan orang lain. Jadilah ia skeolah sembari kerja.


Nayya kembali membuka kerja dengan menerima jasa pembuatan tugas atau apapun yang berjenis tugas. Ia juga menulis kembali dan mengikuti beberapa perlombaan lagi. bahkan kulia kakaknya Cakra kadang ia bantu dan mengirim kepada kedua orang tuanya.


Nayya itu wanita kuat yang tak bergantung pada wanita lain. Mereka bersama itu hanya karena anak-anaknya yang butuh sosok ayah saja jika tidak maka ia tak akan mau.


Lucu yah. Ketika Habib menjadi ayah anak orang lain sedangkan Anaknya sendiri malah meminta nama ayah orang lain, bergantung dan juga bahagia dengan ayah orang lain. Inilah salah satu contoh ketika wanita salah memilih pasangan hidup.


Dan poin utamanya. Ketika sudah ditakdirkan dengan cobaan poligami mau bagaimanapun caranya maka kau akan terserat akan takdir poligami. Lari dari masalah bukan berarti kalian mampu keluar dari masalah, hanya saja kita memilih masalah dikit tempat dan waktu kok..!

__ADS_1


...----------------...


Dilain tempat ada sosok habib yang menatap jauh, dimana sekarang ia berada dibelakang rumah, menatap bintang yang jauh dimata.


Ingatan pada Nayya yang ingin tidur dibelakang rumah. Air mata nya jatuh dan ingat.”Ternyata kamu dulu ngidam yah Nay, kok enggak bilang.”Ujarnya disana lalu tangannya menatap foto bayi yang lahir ditanganya. Anak lelaki yang sangat tampan iya. Itu foto anaknya yang dikirim Rindu kepadanya.


Ia memeluknya erat dan menjatuhkan air mata.”Kenapa kamu menyiksaku sebegitu dalamnya Nay? Apa kamu sebenci itu padaku? lihatlah aku tidak ingkar bukan? Bahkan melirik wanita lain saja aku tidak pernah. Tolong kembalilah bersama anak-anak kita.”Ujarmya lirih disana dan menangis sesegukan lagi.


disana ada banyak foto anaknya yang dikirim Rindu sampai diusia 5tahun setelahya Rindu tak mengirim lagi. namun habis sendiri tak tahu jika Rindu yang mengirim. Ia hanya tahu itu perkembangan anaknya .


Rindu berhenti mengirim setelah Nayya memutuskan pergi dan hidup sendiri. Namun ketika Nayya kembali Rindu ketahuan memberi foto pada Habib oleh Nayya membuat ia berhenti mengirim. Rindu hanya mengirim foto Arga saja tiidak dengan Acha. Sebab sedari bayi Acha tak bisa diganggu atau dipotret. Akh Maafkan Rindu.


Habib disana mengusap foto anaknya sayang. Air matanya kembali jauh.”Maafkan ayah yah nak. Ayah tidak mampu mempertahankan ibumu untuk disamping ayah. Tapi nanti ayah janji jika Allah mempertemukan kita ayah akan selalu melindungi kalian dengan nyawa taruhannya dan jika tidak bisa bertemu didunia maka ayah akan menemui kalian disyurga. “Ujarnya lirih.”Maaf.”Gumamnya disana dengan tangisannya. Habib sanat memprihatinkan.


“ Gus Habib cepat.. kita harus berangkat..”Teriak dari belakang membuat Habib disana pun menatap kedepan lagi.


disana ada ayunan milik Nayya. ia mengusapnya pelan dan menciumnya dengan nanar .”Mas pergi yah Nay. Bukan tak mencari hanya saja Tuhan belum menyatukan. semoga kita bisa bersama.”Ujarnya disana dengan lirihnya dan melangkah pergi.


Namun sebelumnya ia juga mencium talinya dimana tangan Nayya yang selalu menyangga.


Diluar sana ada sosok ibunya dan ayahnya yang menatapnya dengan tatapan iba.”Kamu yakin mau ngajar di Sidney nak? Disini saja yah ngurusin pesantren kita. Fatih udah jauh loh, masa kamu juga mau pergi.”Ujarnya disana lirih. Ibunya sangat merindukan anak-anaknya yang sebelum kehancuran itu terjadi.


Habib disana pun menggeleng.”Aku tidak bisa umi. Terlalu banyak kenangan dirumah ini bersama Nayya. habib butuh suasana baru.”Ujarnya disana. Ibunya disana hanya menangis dan mengusap pipi anaknya sayang.


“Umi sayang kamu nak.”Ujarnya memeluk Habib.. “Maafkan umi dan abi yang tidak bisa membuatmu bahagia, dan kami hanya membuat kamu terluka. Maafkan kami.”Ujarnya disana nanar memeluk anaknya sayang dan juga lirih. Habib disana hanya diam menyandarkan kepalanya dibahu anaknya.


Ayahnya pun memeluk anaknya.”Maafkan ayah nak. Maaf.”Ujarnya lirih disana membuat Habib disana menangis lagi dengan nanarnya. Ayahnya disana hanya diam merasa gagal.


Habib disana mengusap tangan ibunya.”Mafakan Habib yang belum mampu berbakti kepada umi dan abi. Maaf..”Ujarnya lirih disana. “Mafakan Habib. Habib juga sayang kalian tapi Habib harus pergi.''|Ujarnya diangguki kedua orang tuanya.


“Kamu hati-hati disana yah.. katanya Abu juga disana kan sedang petukaran pelajar. Nanti jaga dia yah jangan sampai dia luka lagi karena kamu.”Ujarnya uminya membuat habib disana diam saja dan menatap ibunya nanar.


”Habib pergi yah umi. Abi Assalamu’laikum..”Ujar Habib dengan mengusap air matanya. Barangnya sudah dimasukan kedalam mobil semua. Dia hanya tinggal berangkat saja disana. Uminya hanya mengangguk dan menangis menatap anaknya nanar.


“Walaikum salam.hati-hati nak..” Ujarnya.


Habib yang menaiki mobil itu mengangguk, ia menatap foto anaknya dan menaruh dikantungnya. Ia menatap lain arah.. ia kembali menghela nafas dna tersenyum lirih.


Sedangkan kedua orang tua Hbaib menangis saling berpelukan.”Ini salah Abi umi. Maaf, maafkan abi hiks hiks.”Kyai Abu menangis memeluk istrinya sedangkan istrinya diam dan ikut menangis karena merasa bersalah.


Pesan untuk orang tua.. Terkadang anak ju.ga butuh memilih karena bahagia itu buka hanya pada pilihan namun juga dari hati...


Maaf bagi kalian kurang jelas... Karena memang beberapa bab ini kurang jelas karena aku mau jelasin Nayya dulu... Tapi layaknya terlalu berbelit belit...


...mungkin up besok mulai bertemu ya Habib dan anak anaknya. yah.. Sabar, semua butuh proses... ...

__ADS_1


__ADS_2