
Karena tubuhnya lkemah. Habibn berjalan sangat lamban dibantu ayahnya dan ibunya menuju rummah oak RT, Yah.. mereka jadi melakukan ritual mengidam aneh miilik Habib.s ebnarnya ada sisi lain yang bikin mereka using. Habib seperti anak kecil sekarang. Apakah ini normal? Karena mereka baru kali ini melihat hal yang begini.
Sesampai dirumah pak RT Nampak Habib menatap pohon mangga yang cukup tinggi didepan rumahnya lalu beralih pada pintu rumah oak RT.. kyai Abu berjalan menuju pintu rumahnya pak RT dan mengetoknya...
"Tok..Tok..Tok.. Assalamu’alaikum...”Ujarnya disana beberapa kali hingga mendapatkan sahutan.
“Wa’alaikum salam.. Sebentar..!” Jawaban dari dalam dengan cepat menuju kedepan untuk membuka pintu sembari memperbaiki jilbabnya. Dan tatapanya bertemu dengan tatapan kyai Abu. “Eh Kyai.. afwan ada apa yah? Tumben kesini?”Dia istrinya pak RT.
Kyai Abu Nampak tersenyum dan menjawab. “Itu bu Sri.. saya boleh bertemu pak RT nya tidak?”Tanyanya disana kepada bu Sri. “ Saya ada keperluan dengan beliau jika boleh.” Ujarnya lagi lembut dan juga santun.
Bu Sri disana mengangguk.”Nah tu dia baru pulang dari balai desa..”Ujarnya menunjuk seseorang yang baru saja sampai dengan wajah kusut dan juga lelahnya itu. Usianya memasuki 40tahunan namun sudah Nampak tua dan juga rentang.
“Ae Kyai Abu apa kabar... ngapain kesini? Kenapa enggak hubungin aja biar nanti saya kesana.”Ujarnya menyalami tangan Kyai Abu sopan dan menciumnya. Lalu menatap Umi Anna “Eh mana ada bu Ana dan Gus Habib lagi.. Ohh iya katanya gus Habib sakit benar yah? Kenapa disini?”Tanyanya banyak lagi menatap wajah Habib yang memang terlihat pucat.
Kyai Abu tersenyum. “Kita yang butuh mangkanya kita yang disini hehe.”Ujarnya membuat pak Rt disana tersenyum.
“Enggak gitu juga atuh.. enggak usah sungkan sama saya. Kayak sama siapa saja.”Ujarnya disana kepada kyai Abu...”Itu anu pertanyaan saya tadi?”Tanyanya.
Kyai Abu menghela nafas “Ini Habib sedang mau makan buah mangga punya pak RT. “Ujarnya meringis.
Pak RT pun menepuk jidatnya. “Oalah mau mangga toh. Mau minta toh Rupanya... kenapa enggak telepon Jono aja? Nanti dia bakal anter. Memangnya butuh berapa banyak?” Pak RT Ini memang cerewet dan banyak Tanya sebab ia sudah menganggap kyai Abu itu kakaknya sendiri “Tapi bukannnya Habib sakit? Kenapa mau mangga muda toh?” Tanyanya disana heran.
“Dia bukan mau mangganya aja. Tapi juga mau kamu .”Ujarnya, mata pak Rt melotot mendengarnya.
“Maksudnya mau saya juga gimana nih? Tolong nanti saya salah paham gimana? Saya sudah punya istri dan anak ini,”Ujarnya disana dengan heran.
Hahaha.. gelak tawa Habib terdengar membuat dia mengernyit.
” Dia maunya kamu yang masakin dia mangga dan juga jambu merah ini.”Ujarnya menunjukan jambu merah ditangan kUmi Anna. “Dan dimasakin sama ceker dan sayap dijadiin seblak.”Ujarnya kyai Abu disana cukup tak enak.
Pak RT tambah melotot.”Waduh.. Makanan apa itu kyai?”Tanyanya kaget. “Saya baru kali ini mendengar masakan seperti itu?? Saya tidak bisa masak juga bagaimana yah Kyai?”Tanyanya disana meringis.
Habib menatapnya lesuh dibuatnya dan kyai Abu menatap anaknya kasihan.”Masuk aja dulu atuh. Mas angomongnya diluar gini.. “Ujar dari istri Pak RT membuat mereka tersadar.
__ADS_1
“Oalah.. maaf atuh enggak inget nawarin hehe.”Ujar pak Rt nyahut. ”Untung istri saya ingatkan. Ayo masuk.”Ujarnya disana menyuruh semua masuk membuat mereka mau masuk namun tercegat.
“Habib mau makan abi.. Habib mau makan bukan masuk.”Ujarnya binar dan menghela nafas menatap pak RT.” Tidak apa-apa kok pak. Bapak bisa lihat Youtube atau diajari istri bapak masaknya. Saya mau bapaku yang masak.”Ujarnya nanar.
Pak Rt sangat bingung melihat Hbaib. Ngapain dia masak ? kenapa tidak nyai Anna atau kyai Abbu? Mereka bukan orang miskin hey..!! lalu menatap kyai Abu meminta jawaban. “ Istrinya hamil, jadi dia ngidam hehe.”Jawan kyai Abu tersenyum dan tercengir,,
“Oallah..”Ujar pak RT menepuk kepalanya dan tergelak... dan diikuti gelak istrinya.” Yasudah.. suruh Jono ambil mangganya bu biar nanti bapak masakin kalo gitu.. Nanti biar ibu bantuin yah.”Ujarnya. ia tak bisa menolak jika begini ceritanya.
“Tapi..!” Ucapan mereka terpotong ketika Habib kembali berbicara.. Habib melirik abinya dan pak RT. “Habib maunya yang ngambil manggganya itu pak RT sama abi.. mangganya yang satu rangkai ada tiga dan tidak boleh jatuh dan ukuran yang sama semua.”Ujarnya disana dengan polosnya. “Dan yang enggak terlalu muda dan tidak yang matang. Yang mengkal gitu.”Ujarnya disana lalu menatap semua yang tegang.
“Habib..”Gumam kyai ABU nanar. ” Abi sudah tua mana bisa.”Ujarnya disana nanar. “Benar Habib. Nanti jika kami jatuh bagaimana? Dan lagi mangga gimana yang engak boleh dijatuhin? Pakek kresek gitu keatas?”Tanyanya heran.
Habib menggeleng menjawab. “Pokoknya Habib mau kalian yang manjat dan memetiknya bukan Jono..”Ujarnya menekan kata-katanya.”Dan enggak boleh pakek kresek. Harus pakek tangan. Jadi kalo udah dapet yah turun terus manjat lagi sampek Habib bilang stop.”Ujarnya disana.
“Astaga..!” Gumam bu RT kagum akan Habib. Itu sama saja menyiksa batin..!!
“Hab—“
“Habib tidak mau tau Abi. Jika tidak begitu nanti Habib mual lagi dan makanannya tidak bisa masuk. Habib lapar mau makan. Habib lemas ini.”Ujarnya lesuh. Demi apapun ia katakan semuanya memang benar. Ia memang sangat lemah dan membayangkan mangga ditaorok dikresek atau diambil Jono anaknya pak RT saja ia sudah mual.
Pak RT Nampak menatapnya memelas namun mata kyai Abu memohon membuat ia mau menangis detik itu juga. Ia tak bisa memanjat woy..!!
” Iy-iya.”Ujarnya dnegan lemah tak berdaya.
“Asikk.. ayok-ayok..”Ujar Habib mendorong mereka berdua menuju pohon manga itu.
Mereka saling tatap miris sedangkan para istri menahan tawa. “Bu nanti panggil Jono cepet yah.. atau warga. Kalo ayah jatoh ada yang gendong dan bawa kerumah sakit..”Ujar pak RT memelas membuat gelak istrinya pecah. Suaminya takut ketinggian..!!
Habib disana diam menatapnya dan menatap ayahnya yang sudah mulai manjat.”No abi.. manjatnya harus pakek kaki kanan duluan. Turun abi..! Ulang lagi cepet..!” Ujarnya berteriak membuat kyai Abu yang sudah memanjat itu harus turun lagi dan melangkah mulai dengan kaki kanan duluan.”Good.” Gumam Habib tersenyum lalu menatap pak RT.
“Pak RT jangan lama-lama. Cepetan. Keburu sama tawon nanti.. masa kalah sama semut.”Cibirnya mem,buat pak RT mau memukul kepala Habib detik itu juga.
“Habib tidak boleh begitu. Dari mana kamu belajar tidak sopan.”Ujar umi Anna memperingati anaknya itu meski ia tak tahan untuk tidak tertawa.
__ADS_1
Habib merengut.”Yah enggak tau. Mungkin karena anak Habib ummi. Jadi jangan saahin Habib.”Ujarnya disana dengan helaan nafas.
Ia sendiri tidak tah kenapa.. lalu kepalanya mendongak menatap abbinya.”Abi jangan yang itu. Yang harus tiga serangkai dan yang mengkal semua bukan yang itu. Itu kecil kecil dan tidak sama besar. Habib mau yang sama besar..!”Teriaknya, membuat ayah Habib harus mencari mangga lain.
“Pak RT Itu pohon mangga bukan istri yang dipeluk terus.. ambil mangganya cepet...!” Teriaknya tak tahu jika pak RT sudah mau kencing dalam celana. Istrinya bahkan tak tahan melihat suaminya yang dikerjai Habib. Habib resek kali lagi ngidam..!
“Nah itu itu abi..!” Teriak Habib melihat mangga yang ia inginkan.
“Mana abi engak liat?”
“ Itu abbi yang diujung..!”
“ Jangan yang diujung. Abi tidak bisa, nanti jatoh.”Ujarnya disana lalu mencari yang lain. Sulit sekali mencari manga dengan ciri ciri yang Habib inginkan. Tiga serangkai banyak tapi yang sama besar itu yang sulit.
Bugh
” Itu jatuh tidak boleh lagi abi’
“ Itu jelek”
“Itu busuk”
“Terlalu muda”
“terlalu besar”
“terlalu kecil”
“Sudah tidak mengkal lagi”.
”Demi apapun kyai ABU BARU KALI InI MENGELUH PUNYA ANAK..! Dan baru kali ini pak RT mengutuk anak dari kyai Abu..!!
.
__ADS_1
.
...Jangan lupa tinggalkan jejak... ...