Istri Butaku

Istri Butaku
Mencari?


__ADS_3

Ditempat lain ada Habib yang sedang mengajar dikelas santri membuat ia tidak tau Nayya dimana dan sedang apa. Ia tadi menitipkan Nayya dengan bik Nur membuat ia mempercayai bik Nur.. jangan lupakan jika Habib adalah seorang gus yang juga mengajar disana.. Jadi ia tidak terfokus pada Nayya saja..


“Gus mau nanya dong.. itu yang di ndalem siapa ya?”Itu suara dari santri wati yang ia ajarkan membuat ia mengerjab menatapnya.. padahal ia sedang tidak mengajar tentang pribadi dirinya.. ia diam sebentar melihat orang yang bertaya.


Habib disana menghela nafas dikalah anak anak sudah berbisik disana..” Dia.. dia bukan urusan kalian, jadi jangan menanyakan hal yang tidak penting untuk kalian ..”Ujar Habib disana menahan diri untuk tidak menjawab sama sekali.. itu membuat para murid menjatuhkan bahunya kecewa.. Sedangkan Habib hanya menghela nafas dan melihat kesembarang arah saja karena tidak tau harus menjawab apa.


“Baiklah.. kita tutup acara pembelajaran hari ini.. Dan semoga minggu depan kita bisa bertemu kembali.. Riya tolong pimpin bacaan doa..”Ujarnya membuat sosok yang ia sebut itu mengangguk.. ini kelas para snatri perempuan jadi isinya perempuan semua.. karena perempuan dan laki-laki dipisah. Takut akan ada namanya zina, baik zina mata maupun zina fisik. BTw disini memang pesantren nya mendidik wanita untuk bisa memimpin mangkanya wanita yang membaca doa.. Habib hanya membimbing.


Ada yang mengganjal didada Habib.. namun Habib tidak tau itu apa membuat ia menghela nafas dan juga menggeleng.. ia berjalan dilorong lorong jalan kelas para santri membuat ia menjadi pusat perhatian.. Siapa si yang tidak mengidolakan dirinya yang tampan, cerdas dalam agama, ia juga seorang anak kyai dan juga hafal Al-Qur’an.. Ia adalah idalam dari seluruh anak anak santri wati yang mengharapkannya suatu kelak mereka akan berjodoh.. bahkan tak jarang pula yang mendoaakan Habib supaya bisa menjadi imam masa depan mereka.


Sampai dindalem Habib melihat Bik Nur yang sedang menyirami tanam dengan air cucian baju atau bekas mencuci piring.. ya, karena tidak mau air itu sia sia.. itu membuat ia mendekat dan bertanya.” Assalamu’alailum bik.. bik Nayya dimana?” Tanyanya cepat..


Bik Nur yang disalamkan dengan mendadak itu terkejut dibuatnya, ia bahkan menumpahkan banyak air. "’ Waasaikum salam.. Duh Gusti.. kaget Astaghfirullah..”Ujarnya mengusap dadanya membuat gus Habib meringis dan mengusap pelipisnya..


"Hmm .. Nayya Dimana? "


“ Astaghfirulah..!” Siara yang mendadak dari bik NUr membuat Gus Habib terkejut.


Bik Nur baru ingatakan Nayya sekarang membuat ia panik.” Aduh den maafin bibik. Astahghfirullah bibik engak inget aduh gimana ini. Duh kita susul niang Nayya cepet..”Ujarnya mendadak panik disana lalu berlari menuju keluar perkaranya tergesa gesa....


Dan dugh..


Bik Nur disana terdiam dikalah Nayya datang dengan mata koosongnya itu bersama seorang santri wati yang mendorongnya itu..

__ADS_1


Hbaib disana mendekati bi Nur dan bertanya.,”Aduh bik Nur kenapa lari-lari si bik? Kan aku nanya dimana Nayya bik..?” Tanyanya disana dengan heran mehat bik Nur terdiam.


Bik Nur meremaskan roknya melihat Nayya yang Nampak bagaikan mayat karena pucat netahlah.. ia merasa bersalah sekali.. Suara santri putri mengintruksi Nayya yang awalnya tenggelam dengan pikiranya melayang sekarang kembali kebumi..


"Assalamu’alaikum bik Nur.. gus.. Ini Afwan, ana Putri nganterin Ukhty Nayya.. “Ujarnya dengan gugup dan malu malu melihat gus Habib disana. Ia salah satu fans Gus Habib.. iya.. kalian ingetkan siapa dia? Dia Putri yang membantu Nayya dimushola dan dibantu oleh beberapa temannya untuk mengangkat Nayya kekursi roda.


Habib disana melihat Nayya dan santri itu.. sedangkan bik Nur mendetail Nayya dan menyentu tangan Nayya meremasnya.


”Arghh.. .. “


"Astaghfirullah maaf niang bibik enggak sengaja, bibik lupa.. Bibik----..”Ujar bik Nur disana kaget karena menyentu tangan Nayya yang patah. Ia lupa..


Nayya disana tersenyum tulus membuat bik Nur tertegun.” Iya enggak apa-apa bik.. dek Putri tolong anterin aku kedalmem dong.. soalnya aku haus..”Ujarnya disana menahan tangisnya karena kapar dan sebagainya membuat santri itu menundukkan kepalanya dan pamit kepada dua orang disana.


Bik Nur disana mengusap tangannya dan menjawab.”Anuh den.. tad tadi bik Nur kabelet pipis pas sesudah sholat Dzuhur... tapi niang Nayya belum selesai muroja'ah jadi yah bibik pergi kekamar mandi dulu sebentar .... tapi tapi bibik lupa Niang Nayya karena kebiasaan sendiri.. bibik langsung ke ke ndalem dan beres beres... tap tapi bibik juga enggak sholat Ashar dimushola eh masjid tadi.. karena terlalu sibuk sampek enggak denher azan.”Ujarnya disana meringis kepada Habib.


Habib mendengarnya membelalak dibuatnya... ia menatap bik Nur dnegan tatapan terkejut.. “ Astaghfirullah Bik.. bibik kok bisa gitu Ya Allah bik.”Ujar Hbaib membuat bi Nur semakin merasa bersalah..


Habib mengusap wajahnya disana karena kaget.” Nayya sudah makan belum sebelum sholat Dzhuhur tadi?” Tanyanya lagi karena terkejut.


Bik Nur menggeleng kaku dibuatnya lalu menjawab.”An anu den.. tadi mbak Nay bilang kalo dia mau shoolat dulu baru makan.. Di- dia belum makan, “:Ujarnya gugup sampai menitihkan air mata karena merasah bersamlah kepada Nayya.. wajar saja nayya sampai haus tadi.. bayangkan saja Nyya tidak makan sedari pagi dan diam dimushola sendirian tanpa mengenali siapapun.. jangan lupakan keadaanya yang buta.


“Asstaghfirullah hal’aziim bik..”Ujar Habib disana mengusap wajahnya lagi kaget membuat bik Nur mengucapkan kata maaf berkali kali.. Habib melihat bik Nur marah namun ia diam saja dan bergegas pergi menemui Nayya berpapasan dengan satri tadi..

__ADS_1


Ia mengabaikan salamnya dan mencari Nayya dan ternyata ada Nayya yang dibelakang/dapur dengan memakan rotinya pelan...


Ternyata tadi Nayya sempat kekoprasi membeli roti untuk dimakan, satu lagi susu kotak disana,. Habib melihat jam yang ternyata sudah jam 5 lewat membuat harinya teriris.


“Yaampun dek,, kamu kenapa makan roti? Kamu enggak makan nasi? Nanti kamu maag loh..”Ujarnya disana dengan cemasnya mendekati Nayya yang makan dengan sesaknya diatas kursi roda dekat meja makan,


Nampak Nayya tetap tersneyum ramah dan tulus sembari memakan dengan tangan kirinya.. Lalu meminum susu kotaknya..


"Enggak apa-apa.. tadi mau beli nasi tapi kata dik putri disini tidak ada jual nasi jadi aku beli roti saja.. Ini ditraktir sama dik Putri loh.. tadi aku mau tukarin uangnya dia enggak mau, katanya buat salam perkenalan.. Padahal kemarin ayahnya Nayya udah nitipin uang buat aku jajan.. putri baik ya.."Ujarnya disana memakan lagi rotinya..


Nayya menyodorkan sisa roti yang ia miliki itu dengan gemetar dihadapan lain... Bukan kehadapan Habib ..


"’ Mau?” Tanyanya.. suaranya bergetar


Tangannya gemetar sangat kentara karena terlalu lapar membuat Habib merasakan hatinya tercabik cabik.. ia merasa seutuhnya merasa sakit teramat dalam.. apalagi arah yang Nayya tawarkan itu beda dengan keberadaannya sekarang.. dan bisa bisanya Nayya tetap tersenyum setulus itu? dan tidak marah sama sekali?


Dan lagi masih mau berbagi padahal sedang lapar seperti ini.? Enthlah.. Habib sekarang tidak tau haru bicara apa lagi....


.


.


.

__ADS_1


Tinggalkan.. Like.. Komentar dan Vote ya guys....


__ADS_2