
Ingatan Nayya kembali pada masa dimana dirinya yang sebelim ini, mengenai Kebutuhan dan selalu memikirkan jam untuk sholat. Jika diluar sana ada banyak yang menunda jam sholat maka beda dengan Nayya, ia sangat mencintai sholat, ia sangat menyukainya...! Karena baginya sholat adalah jalan untuk dirinya curhat pada Allah dan terasa duduk berdua dan tertawa bahagia.
Lucu yah, tapi bagi Nayya itu hal yang sangat romantis, Ketika tanpa ia meminta tapi Tuhan masih memberi nya. Iya.. memberi nafas...! hal yang paling berharga.
Kalian pernah membayangkan duduk berdua bersama pemilik jiwa dirimu? Bercanda dan juga mengutarakan kelukesah? Jika belum cobalah, karena ketika kamu mencoba maka dihatimutidak aka nada keraguan akan apapun, bahkan kematianpun tak akan menjadi hal yang menyeramkan bagimu.,.
“ini..”Ujar Dava memberikan mukena untuk Nayya dan memberikan air satu baskom dihadapanya.. Nayya pun mendengarnya tersenyum senang. “Ini mukena aku bikin pakek sarung., kamu engak apa-apakan? Udah aku cuci kok tadi.”Ujarnya. Karena perkotaan jauh dari sini untuk Membeli mukena.
Nayya mengangguk. “Tidak apa-apa, yang penting bersih.”Ujar Nayya.
Dava pun mengangguk disana. “kamu bisa tunjukan aku dimana kiblatnya?”Tanya Nayya disana.
Dava disana mengernyit mendengarnya. “Kiblat itu apa?”Tanyanya tak tahu.
Nayya disana mengerutkan keningnya. “Itu looo mau sholat menghadap kiblat, Kiblat adalah arah yang dituju umat Islam dalam sebagian konteks ibadah, termasuk dalam salat. Arah ini menuju kepada bangunan Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, yang menurut umat Islam adalah bangunan suci yang dibangun dua orang Nabi yaitu Ibrahim dan anaknya Ismail. Nah kamu bisa lihat dikompas, dihape juga ada. “Ujarnya. Dava disana mengeluarkan hapenya dan mengangguk disana,,
Meski dava tidak tahu apa itu mekah, solat dan lainnya.
“Oh disana.. “Ujarnya menunjukan Nayya dan Nayyapun mengangguk dan mulai menuruh Dava pergi untuk ia ambil wudhu, ia juga melaksanakan sholat. Namun tak Nayya sadari jika sedari Nayya sholat Dava melihatnya dengan tersenyum. Wajah Nayya itu tak mengenakan skincare namun sangat bersih dan sehat. Apalagi ketika sholat membuat ia tersenyum.,
Ia sedari kecil tidak diajarkan sholat oleh orang tuanya, orang tuanya sibuk akan dunia kerja dan dirinya hanya hidup seorang diri bersama babysister, ia bahkan tidak tahu dia beragama apa saking tidak pedulinya orang tuanya., sampai saat ini ketika melihat Nayya yang sholat sembari menangis dan tersenyum. Mengaduh semua kelukesahnya membuat ia merasakan ada sesuatu dihatinya.
Keika Nayya sudah sholatpun ia mendekat dan membantu Nayya membuka kain ditubuhnya dan juga membersihkan air yang berserakan. Nayya disana kembali bicara. “Anu. Kamu bisa buka murotalll Al-Quran tidak? Aku aku mau dengar.”Ujarnya.
Dava disana bertanya. “Murotal Al-Qr’an itu apa?”Tanyanya disana dengan kening mengerut.
Nayya menepuk keningnya mendengarnya. “. murotal itu sejenis mengaji tapi direkam, dan Al-Qur'anItu. Petunjuk hidup, seperti pedoman dalam diri kami yang beragama muslim, disana kami banyak tatacara hidup baik dan benar. “Ujarnya menjelaskan nya.
“Sejenis hukum dan praturan?”Tanyanya. Nayya menganguk. Dan disana Dava kembali belajar tentang Al-Quran dan juga merasa dadanya merasa nyaman akan lantunan indah itu. Nayya kembali mengaji dan muroja'ah membuat air matanya turun entah apa yang terjadi. Ia tak tahu dan bungkam seakan tuli.
“Kenapa harus sholat?”Tanya dari Dava heran.
“Kenapa harus mengaji? Kenapa harus melakukan hal yang tidak berguna itu?”Tanya nya dengan heran meski ia sendiri nyaman. Bukankah sholat dan mengaji suatu hal yang tidak penting dan membuang waktu? Gerakan yang tak jelas dan sebagainya? Itu bagi dirinya yang belum tahu siapa Tuhan.
"Sama layaknya makan. kenapa kamu makan? "Tanya Nayya pada Dava.
__ADS_1
"Yah Keyna butuh energilah. Kok tidak makan itu tandanya mati...! " Jawabnya tegas.
Hahah.. "Dan itu jawabannya... mati.. !" Jawab Nayya sesudah tertawa.
Nayya menghela nafas sebentar lalu berkata " Iman tanpa solat san mengaji itu sama saja mati. Jika tubuh butuh makanan dan nutrisi maka jasat butuh makanan, makanan mereka ya ini, Solat, mengaji, bersedekah, dan iman... Hidup tanpa iman itu sama saja hidup tapi mati. Hidup akan dunia tapi mati akan tujuan... Karena pada dasarnya Tujuan hidup itu adalah Allah.... Bayangkan bagaimana kamu mau ketahuan tapi kamu sendiri saja tidak tahu Dimana tempat yang akan kamu tujuh? TERSESAT.. " Bisik Nayya disana.
"Bagaimana yang tidak solat? kau tahu Temanku banyak islam tapi tak solat. " Ujar Dava " Dan mereka bilang yang penting mereka punya agama. Itu sudah cukup. "Ujarnya lagi.
Nayya mengeleng. “Justru yang paling penting didunia ini adalah sholat dan juga bersujud.” Ujarnya. " Jika yang penting Punya agama, lantas sama saja umpamanya kamu makan tanpa tahu apa yang kamu makan. Entah itu racun, entah itu tanah dan juga kotoran. karena bagi kamu yang penting makan, dan kenyang. Dan jika sudah begitu apa bedanya kita dengan binatang?? Bahkan binatang saja tau mana yang boleh mereka makan dan mana yang tidak. "
Dava diam mendengarnya. “ Dunia hanya sementara dan juga semu, ketika kami mengejar dunia maka yang kami dapatkan hanya dunia, namun ketika kami mengejarkan syurga maka kami akan mendapatkan keduanya, dunia dan syurga. Manusia tau hal itu. Tapi mereka seakan buta hanya karena suatu hal yang sementara”Ujar Nayya menjelaskan.
“Apakah orang yang bukan islam tidak bisa masuk syurga?”Tanyanya Dava diam menatap Nayya. ia tahu beberapa agama, tapi ia tak tahu ajaran-ajarannya. Nayya diam sebentar.
“Sebenarnya Aku bukan pemilik syurga yang bisa menentukan seseorang bisa masuk syurga atau tidak. Tapi menurut keyakiknan kami secara Haq dan Fiqh yang benar, Tidak bisa. Karena bagi kami Syahadat adalah kunci syurga. Sama layaknya agama lain, agama lain juga percaya jika selain agama mereka tidak ada yang bisa masuk syurga.”Ujarnya disana menjelaskan.
“Kenapa seperti itu? “Tanyanya lagi “Kenapa terlalu banyak agama didunia ini, terlalu banyak keyakinan, apakah kita memiliki banyak Tuhan?”Tanya Dava heran. Ia menatap Nayya sendu.
Nayya menghela nafas dan tersenyum, ia menerawang jauh akan hidupnya. Hidup dimmana sedari kecil ditinggal ayah dan ibunya. “ Tuhan itu banyak, tapi Allah itu satu. Kamu tau beda Tuhan dan Allah?”Tanya Nayya. dan dibalas tidak oleh Dava.
Nayya tersenyum. “Uang bisa menjadi Tuhan ketika kita memuja padanya. Setan bisa menjadi Tuhan ketika kita meminta padanya, dan kerja bisa menjadi Tuhan ketika kita memprioritaskannya. Beda dengan Allah. Allah hanya Ahad atau satu dan tak tergantikan oleh apapun. Jika ada yang mengatakan jika Tuhan itu satu mungkin benar dan juga mungkin tidak, sebab pengakuhan saja berbeda, cara beribadah juga beda. Kembali pada keyakinan lagi. karena di agama kami Islam hanya percaya jika Tuhan kami hanya satu yaitu Allah SWT yang memiliki 99nama dan mengutuskan nabi kami Muhammad sebagai utusannya menyebarkan agama islam.”Ujarnya. data diam mendengarnya, ia baru dengar hak itu, tapi entah kenapa ada rasa dirongga dadanya untuk mengenal agama, agama islam pertama yang ia tahu dari Nayyya dan dua hari ia bersama Nayya belajar agama sehingga disaat sakratul mautpun ia meminta di syahadatkan oleh Nayya.
"Diam Nayya..! Ikut aku!!! " Bentak Edward namun Nayya kekeh dan memberontak.
“Dava dengar.. kamu ucap.. Ashadu.. Allailaahailllahah..”Ujarnya disana berteriak sembari diselah Tubuh ditarik ia tak tahu namun ia samar samar mendengar Dava mengikutinya.
“ Wa'as haduanna’muahammadarasulullaah..” Teriaknya lagi disana hingga...
Bugh. Kepalanya terpentok pintu dan ia tak mendengar suara Dava lagi karena kegelapan merenggut dirinya.
Dava disana berhasil mengikutinya dan dan tersenyum merasakan sakit dirongga dadanya seakan ada yang terlepas didadanya. Entah kenapa kematian ini terasa manis dan juga bahagia...
Ia ingat kata Nayya ketika ia Tanya "Bagaimana dosa-dosa dirinya sebelum melakukan syahadat? Dia memiliki banyak dosa bahkan ia sendiri tak mampu mengingatnya lagi. mamperkosa ratusan wanita, menghamili dan menggugurkan anaknya sendiri dan juga membunu ratusan nyawa, menjual organ dalam membuat air mata dihari itu menyakitkan.
Putaran waktu mengalir deras dikalah mau meninggal.. membuat ia merasakan sakit disekujur tubuhnya. Demi Tuhan ia katakan jika sakratul maut itu sangat sakit. Sungguh, bagaikan kawat berduri yang dicabut paksa dari rongga mulutnya dikeluarkan hingga tubuhnya terasa berdarah-darah namun tak ada darah.. kalimat yang mampu membuat ia tersenyum hanya satu
__ADS_1
'Ketika kamu bersyahadat itu tandanya kamu kembali suci bagaikan bayi. Tanpa noda.”
Dan ia menutupi matanya dengan tersneyum dan kembali berkata dan mengebutkan syahadat. Slaahkah ia meminta syurga pada Tuhannya? Dan ingatakn kembali pada Ucapan Nayya yang berkata. “Sesungguhnya manusia diciptakan dari syurga, dan sesungguhnya syurgalah tujuan kembalinya kita. Tidak ada yang salah, karena yang salah itu ketika manusia hanya berharap namun nampa berusaha. itu bagaikan kalian menampung air diranjang sampah. Kotor dan juga terbuang sia-sia..!
" Terimakasih Nayya..!!! kamu malaikat yang dikirim Tuhan untuk dirinya. Suppaya mampu bertaubat dihari akhirnya."
...----------------...
Nayya dibawa keluar oleh Edward, dengan datar membawanya dan mencampurkanya dengan tawanan wanita lain disana, hingga sosok Nayya tanpa perasaan ia taruh dibagian belakang dan tatapanya terhenti pada satu sosok, yang dijual ibunya...
Lisa, sosok yang sudah dua hari ini tak ia temui, karena menjemput Edgart. Lisa Nampak ketakutan melihat Edward disana hingga ia diam dan membungkam melirik gelisah sosok wanita dibawa Edward. Sedetiknya semuanya terdiam dikalah dibawa pergi jauh mengenakan helly.
...----------------...
Disisi lain sosok habib kembali memuntahkan banyak isi perits etiap paginya. Hidupnya tidak tenang dan harus pulang pergi kerumah sakit. Hingga dokter dan keluarganya kualahan. “Dok apa sakit anak saya dok? Kenapa dia belum jga sembuh? Sudah satu minggu dia belum juga smebuh.”Ujar Kyai Abu cemas Melihat Habib yang mengurus dan juga sangat pucat. Bahkan bicara zaja ia lemah.
Dokter itu menatap habib prihatin dan menatap Khumairo yang mengusap perutnya, awalnya ia pikir Habib salah makan atau keracunan namun leohat itu membuat ia tersenyum. “Apa istrinya pak Habib sedanng mengandung?”Tanya sang dokter melihat Khumairo.
Khumairo gelagapan disana dan kyai Abu mengangguk.” Iya. Memangnya kenapa dok?”Tanyanya disana.
Dokter itu mengangguk lalu menatap habis yang diam dan mnatapnya dengan diam. “Sepertinya ini efek dari istrinya yang hamil, dia mengalami morning sicknees, dan hormone ini biasanya dirasaan istriya, tapi sepertinya bayi si pak Habib jahil membuat ayahnya yang mengalami kesusahan seperti ini .”Ujarnya terkekeh membicarakanya.
Dugh.... Habib mendengarnya terdiam?
Morning sinckneea? Hamil? Mira? Begitu juga kyai Abu. Tatapannya ter arah pada Habib dan membulat.
"Asraghfirullah Habib.. Jadi kamu yang memperjosa Mira ha?!!”Bentaknya disana kuat. Khumairo terdiam mendengarnya dan dokterpun kaget mendengarnya.
Habib disana menatap bingung lalu sedikit setelah matanya membulat dan langsung bangkit dan melepaskan infus ditanganya kasar.
“Mau kemana kamu ha? Kau kabur?!!” Teriaknya kuat.
Dan Plak.. baru kali ini kyai Abu membentaknya. Baru kali ini ia menampar pipi anaknya keras ia sangat kaget dan juga sangat marah saat ini sampai lupa jika Habib juga punya istri..!!
.
__ADS_1
.
^^^Jangan lupa tinggalkan jejak yH... ^^^