Istri Butaku

Istri Butaku
membenci


__ADS_3

Enggak apa-apa kok sengan komentar kalian. Manis. Pahit semuanya baik menurut author hehe.. dan yah kalian bebas bereskpesi akan novel ini.. because dengan kalian yang berkomentar membuat author tahu dimana letak kesalahan author dan akan author segera perbaiki dimana kesalahannya yah.. maaf aku memilih selama 17tahun karena aku memang mengambil insfirasi kisah ini kisah nabi Adam dan Hawa.. Jadi jika jaraknya 5tahun aku tidak terlalu tertarik. Semoga kalian bisa paham oke.


Dunia iitu begitu sempit.. Bagaikan Adam dan Hawa. Mau mereka dipisahkan dari belahan dunia yang berbeda, tetapi semua akan terpatahkan akan takdir... semua terpatahkan akan sebuah kehendak sang khalik.. kalian tahu kenapa Adam bisa dikeluarkan dari syurga? Itu karena wanita.. dan disana kita bisa lihat jika wanita itu mampu membuat semuanya goya.... yah wanita memang semenyeramkan itu. Mangkanya Tuhan memerintahkan wanita untuk disimpan Baik-baik dirumah, tak boleh terlihat dan tabaruj.. karena ini.. karena wanita itu fitnah yang indah.


Akh ralat.. Penghancur yang indah...


Nafas Acha terdengar jelas dikalah menonton film upin ipin yang sudah habis itu. kepalanya menatap kedepan lagi dan melihat jam, hari sudah pukul 10 tetapi kakak dan ibunya belum juga pulang. Ia mau tidur tapi harus ada yang mengelus kepalanya nyaman.. ia menenggelamkan kepalanya dan kembali memutarkan film upin ipin yang lain...


“Assalamu’alaikum...” Ujar dari luar membuat ia segera bangkit dan melihat.. dia kakak-kakaknya membuat ia segra berdiri dan berjalan mendekati mereka.. dan ia segera memeluk Raja... kakaknya anaknya Rindu.


”Ih kakak kok lama banget pulangnya? Kan Acha ngantuk pengen tidur.”Ujarnya disana manja.


Raja terkekeh sedangkan Arga hanya menggeleng kepala dibuatnya.. Raja mengusap kepala Acha disana dengan pelan.”Kan Acha bisa bobok sama bunda. Emang kenapa harus nungguin kita? Umi belum pulang emangnya hm?”Tanyanya lembut dan segera diangguki olehnya nanar.


Arga disana pun memeluk sang adik.”Ih nggak maooo. Bang Arga bau obat. Sama kayak Umi Acha enggak suka.”Ujarnya mendelik tak terima.


Arga pun disana hanya menghela nafas tak terima.” Yaudah kita mandi dulu yah. Nanti baru kakak elus kepalanya dan tidur yah.”Ujarnya dan diangguki oleh Acha disana. Acha memang tidak suka bau obat karena muak.. mungkin karena sedari kecil selalu mencium dan juga berhubungan dengan obat membuat ia bosan dan muak.


“Assalamu’alaikum..” Suara itu menghentikan Acha dan lainnya. Acha disana pun segera melepakan raja dan segera memeluk yang datang. “Walaikum salam Umi. Ih ummi kok lembur lagi? kan Caca capek nunggunya. Caca mau bobok sama Ummi..”Ujarnya memeluk uminya disana.


Nayya terkekeh disana menyambutnya.”Umi bau kayak bang Arga.. tapi Caca suka enggak kayak bang Arga. karena Umi tetap wangi meskipun dalam keadaan apapun.”Ujarnya disana mencium pipi uminya sayang.


Nayya hanya terkekeh disana sedangkan Arga dan Raja menciubir." Bisa gitu...."


” Dih umi aja suka. Abang enggak,. Dasar enggak adil.”Ujar Arga mencibir tak terima.


“Biarin Wlelelel..suka-suka Acha lah..”Ujar Acha disana dengan mendelik dan tersneyum kepada bunda.


Arga disana menghela nafas dan mendekati ibunya.” Umi kok lembur?”Tanyanya mengambil tas uminya.”Sini Arga bawain. Umi pasti capek. Umi mau Arga buatin air hangat buat mandi engak?” Tanya Arga dengan sopan dan lembutnya.


Nayya disana pun tersenyum. Anaknya memang begini, selalu baik. Dan Rajapun disana sgera menyalami Umi Nayya dan berkata.”Umi sudah makan? Jika belum kita kedapur yuk.. sini Raja gendong.”Ujarnya disana membuat Nayya disana malah tertawa.


“Ih enggak usah. Anak Umi kok baik-baik banget si, ini berlebihan.. Umi jadi terharu..”Ujar Nayya disana dengan mata berkaca-kacanya dan juga menghela nafas. Rasa lelah dan letih. Cemas dan takiut semuanya hilang. Yang terganti menjadi rasa indah dan juga kehangatan yang membanjirinya.

__ADS_1


Arga disana mencium tangan uminya.” Enggak ada yang berlebihan tentang berbakti kepada orang tua Umi. Sebagaimana kisahnya dizamannya rosullullah yang pernah dikisahkan oleh Umi diwaktu kita kecil dulu.. Umi ingatkan?”Tanyanya disana. Nayya diam mendengarnya.


“Ada kisah Quais Ar-Qani.. dan wda kisah seorang pemuda yang sangat berbakti kepada orang tuanya. Dia seorang yang sangat bertakwa.. bahkan ketika dia yang sedang mengajar ngaji ibunya memanggil.. ia sgera meningalkan apa yang ia lakukan dna melakukan apa yang ibunya suruh. Dan ternyata ibunya malah menyuruhnya memberikan makan ayam haha... Arga mau kayak gitu. Arga mau jadi anak yang berbakti kepada ummi, ayah dan bunda.”Ujarnya disana dengan lirihnya..”Bahkan nanti jika ada wanita lain yang akan mengisih hati Arga. Arga mau dia memenangkan hati Umi dulu baru Arga akan menerimanya..”Ujarnya disana.


Nayya disana menatapnya nanar dan memeluknya. Acha disana diam mendengarnya.. ia itu sosok manja dan tak bisa seperti Arga.. jadi ia hanya diam merasa tersindir. Ia keras. Sedangkan Raja disanapun menatapnya dengan haru.


”Yaudah yuk Umii.. adik.. Arga kita masuk yukk. Udah malem enggak baik disini.”Ujarnya disana membuat mereka disana pun masuk kedalam.


“Ummi-Umii... Acha mau nanya dong.”Ujar Acha dijalan membuat semuanya menatapnya.


” Acha mau nanya apa emang hm?”Tanyanya disana dan mengusap kepala anaknya sayang dan juga manis ini...


Acha disana pun mengerjab sebentar dan bertanya.” Teman Acha namanya Radit. Dia punya ibu dan ayah yang jahat.. ayahnya itu suka selingkuh dan ibunya tidak peduli dengannya dan menikah lagi.. Radit ditelantarkan dan sekarang dia skeolah sendiri disini. Dia membenci ibu dan ayahnya. Menurut umi apakah Radit salah membenci ibu dan ayahnya?”Tanyanya disana dengan polos.


“Dulu Radit cerita pas SMA.. kakak tirinya diberi mobil sedangkan dia harus jalan kaki. Ayahnya sangat jahat suka pukul dia dan juga tidak mengangapnya anak. Ibunyapun sama, hanya saja ibunya tetap mengakuhinya anak meski tak menjalankan kewajibanya. Selalu menuntut Radut jadi yang terbaik supaya tidak memalukan keluarga suaminya yang baru. Jadi bagaimana umi? Mereka jahatkan?”Tanyanya disana.


Acha mengepalkan tangannya.”Jika Acha yang berada disana. Ayah selingkuh dan meninggalkan Acha. Acha akan membenci ayah sungguh, dan acha tidak akan mau bertemu ayah sampai kapanpun.. Radit suka nangis liat Acha dianterin Umi sama ayah. Katanya dia iri sama Acha.”Ujar Acha disana mengusap air matanya. Hati Acha itu persatuan hati Habib dan Nayya.. lembut dan juga keras..


Nayya terdiam disana.. ia menatap Acha diam, bagaimana jika Nayya tahu jika ayahnya meninggalkan mereka dan selingkuh? Nayya disanapun menatap anaknya nanar.. anaknya pasti akan membenci mas Habib yang memilih menikah lagi kan?


Acha disuruh duduk didekat meja dapur. Nayyya diam menatap Arga yang mengajari anaknya itu. Arga mengusap kepala Acha. “ Ada yang melakukan kejahatan karena terdesak dan ada yang melakukan karena dia mau meski dia tahu itu suatu hal yang tidak diperbolehkan. “


“Ayah dan ibu itu satu hal yang tidak bisa dikepaskan pada diri kita. Bahkan sampai denyut nadi kita berhenti mengaliri darahpun kita tak akan terlepas dari ikatan yang nyata ini Ca.”Ujarnya disana.


“Karena setiap darah yang mengalir pada diri Caca itu ada darah ayah dan umi. Ada keringat ayah dan umi, ada otak ayah dan ummi. Semuanya menjadi satu.. karena tampa adanya mereka Caca tak aka nada dimuka bumi ini.”Ujarnya.


“Tapi mereka jahat bang.”Ujarnya Caca menolak keras. “Anak tidak pernah meminta dilahirkan. tidak pernah meminta melihat dunia ini. anak tidak pernah meminta hal itu.. Jikapun mereka tak sanggup memberikan sebuah kebahagiaan lantas mengapa mereka melahirkan anak mereka? Caca tidak mau. Mereka tetap jahat bagaimana pun caranya, karena orang baik tidak akan pernah berpisah bagaimanapun cara dan kondisinya.”Ujar Caca melipatkan tangan memandang arah lain.


Raja disana pun ikut bicara. “ Caca tidak minta dilahirkan bukan berarti Caca tidak akan dilahirkan, karena Caca yang meminta kepada Tuhan untuk dilahirkan. Caca ingat? Ketika pembuahan didalam sel Rahim ada jutaan kawan sel sp3rma yang Acha kalahkan demi melihat dunia ini, ada banyak perjanjian yang Acha lakukan dengan Tuhan hingga tertulis di Laul mahfiznya Acha.. Tak ada yang dilahirkan tanpa kesepakatan. Jika Acha menyalahkan lahirnya Acha, itu tandanya Acha menyalahkan Tuhan yang sudah menakdirkan Acha dan Acha hidup dalam kelaknatan Allah.” Ujarnya. Acha diam mendengarnya.


Nayya pun tak tahan disana mengusap kepala anaknya sayang.” Mau seburuk apapun kedua orang tua, mereka tetap orang yang harus dihormati dan dihargai. Rasa benci tak mampu dikontrol, tetapi rasa menerima kenyataan itu harus ada. Acha harus menerima kenyataan supaya tidak tersakiti. Dan meski sejahat apapun orang tua. Acha harus tetap menghormati dan menghargai mereka. “Ujarnya.


Achya tetap diam dengan pendiriannya. Ia tak terima apapun.. ia diam menatap kedepan mengepalkan tangan.. “Inilah jika hidup ditengah orang baik, yang jahat aja dibenarkan.. pokoknya ibu dan ayah yang berpisah itu jahat.. Jika tidak jahat mereka tidak akan bercerai dan membuat anaknya kehilangan sosok keluarga baik ayah ataupun ibu. Caca tetap tidak suka dan tidak terima.. Acha benci perselingkuhan, pengkhianatan dan juga semua perpisahan. Acha benci..,!!” ujar Caca keras disana lalu pergi meninggalkan semuanya.

__ADS_1


Nayya disanapun terdiam mendengarnya. Matanya memanas ingin menangis namun ia tahan. “Iiiiss anak itu susah sekali diatur.”Ujar Raja disana memjiit pelipisnya dan menghela nafas.. “Caca memang selalu tak mau kalah.”Gumamnya lagi.


Arga disana pun terkekeh.”Tidak apa kak, yang pentingkan ayah kita tidak begitu, selagi bukan keluarga kita biarkan saja dia begitu. Susah menjelaskan kepada dia itu.”Ujarnya Arga disana.


Nayya tetap diam disana menatap punggung anaknya nanar.. “Ummi.. Arga masuk dulu yah sama bang Raja.. Arga buatin air hangat dulu buat Umi biar Umi bisa mandi.”Ujar Arga disana dna segera diangguki oleh Nayya. Arga dan Raja pun pergi setelah menyalami tangannya..


Dan disanalah air matanya jatuh dengan nanarnya.. ia tak tahu bagaimana bisa anaknya berfikir begitu. Ia sangat tak tahu jika anaknya menuruni sifatnya begini.. “Maafkan aku mas.. hiks hiks. Maaf.”Gumamnya lirih disana dengan nanarnya. Ia memukul dadanya sakit dibuatnya.


Dilain tenpat ada sosok yang semakin menua namun semakin gagah. Menolak untuk tua sangat kentara diwajahnya. Bahkan tak ada yang percaya jika usianya memasuki usia kepala empat.. namun sekarang sikapnya berbeda, dulu dia yang ceria sekarang berbeda, ia dingin dan juga tak tersentuh. Ia hanya tersenyum kadang tetapi untuk bicara ia sangat irit.


Dia Habib. Semua yang ia lalui membuat semua perubahan sangat nyata pada dirinya. Lihatlah mata birunya itu, semuanya sekarang terdapat kerinduan yang mendalam untuk satu sosok.. dan disini ia menjadi kesepian dan juga kerapuhan yang mendalam.


“ Habib... Bagaimana kerjaan kamu sekarang?”Tanya abinya disana dengan menatap anaknya nanar. Sekarang Habib tidak lagi menjadi Gus, urusan pesantren ia serahkan kepada sang adik dan ia memilih kerja lain saja. Ia trauma dan ia tak mau lagi menanggung tanggung jawab yang besar sehingga kehilangan hal yang besar didirinya. Cukup sekali saja.


Habib disana tersenyum.”Baik.”Ujarnya singkat sembari memakan makanannya. Ia masih tetap fokus kemakananya.. ia menyishkan ikan tongkol. Melihat ikan tongkol membuat ulu hatinya sakit mengingatnya. Istrinya pernah hampir meninggal Cuma gara-gara makan ikan tongkol.. bisa bisanya dia membenci ikan kan haha..


Umi disana menatap anaknya dengan helaan nafas kasar.. ayahnya disana diam menatapnya dengan tak bisa dibacakan. Aisya disana pun diam, Sungguh Aisya merasa bersalah, kakaknya sudah berbeda setelah tragedy itu. Ia menjadi meneysal sudah mau memisahkan kakaknya dan istrinya. Andai dulu ia tidak jahat pada Nayya kan? sedangkan Fatih? Ia sekarang tidak ada disini. Ia sekarang diluar negeri untuk melakukan perjalanan.


“Habib kapan menikah lagi?”Cicit ayahnya disana.. Habib terdiam dan berhenti makan dibuatnya. Abinya menghela nafas dan berkata.” Sudah sepantasnya kamu menikah lagi bib. semua sudah berlalu sampai 17tahun. Dan lihatlah semakin lama kamu demakin dewasa. Kamu tidak bisa begini terus Bib.,”Ujarnya disana dengan nanar,.”Kamu butuh penerus..”Ujarnya lagi.


“Habib sudah punya anak.”Jawan Habib disana dengan nanarnya. Tak ada senyum disana, tak ada kelembutan, ia menatap ayahnya dengan nanar. “ Dan Habib sudah punya penerus. Habib sudah punya istri dan kami belum bercerai meski sudah 17tahun sampai detik ini. Habib masih miliknya dan dia masih milik Habib.”Ujarnya disana.


“Bagaimana jika istrimu menikah lagi?”Tanya Uminya disana nanar.”Umi mau liat kamu kayak dulu lagi Bib. Umi enggak mau liat kamu kayak gini. Umi capek, umi mau kamu yang dulu, senyum dan bahagia.. dan jikapun istrimu menghormatimu tidak mungkin dia pergi meninggalkan kamu seperti ini. Bahkan kamu hampir mati dia tak datang..!” Ujarnya disana dengan air mata yang jatuh.


Habib disana diam sebentar dan menatap piringnya nanar.” Biarkan takdir yang bicara Umi.. karena Habib sudah berjanji tak akan menikah lagi dan biarkan Takdir yang menentukan. Habib ikshlas mendapatkan apapun. Karena Habib tahu apa yang Habib rasakan saat ini tidak sebanding apa yang dia rasakan saat ini.”Ujarnya nanar.”Jikapun anak Habib sudah besar, itu tandanya dia menjadi tulang punggung untuk anak habib. “Ujarnya disana


“Tapia bi mau kamu segera menikahi Mira secara sah...”


“Dan itu tidak akan pernah.”Ujarnya meninggalkan ayahnya disana.. ayah dan ibunya saling tatap. Ibunya kembali menangis karena melihat anaknya yang sekarang.. sangat sakit..


.


.

__ADS_1


... Jangan lupa tinggalkan jejak yah guys...


.


__ADS_2