
Faith terkekeh dibuatnya.” Kau ditolak tapi.!! Dan kau sudah tidka punya kesemptan laknat ulahmu sendiri, lalu apa yang kau harapkan?”Tanyanya disana dengan menantang.
Habib disana menatapnya nanar dan berkata”Kau lupa jika dulu Nabi Muhammad juga pernah ditolak oleh cinta pertamanya? bahkan dua kali. “Tanyanya. Fatih diam mendengarnya.
Rasulullah Saw memang manusia biasa yang luar biasa. Beliau menyukai apa yang kita suka. Kadang juga membenci apa yang sepatutnya kita benci. Beliau juga manusia seperti kita. Manusia biasa yang luar biasa.
Jika kalian berfikir bunda Khadijalah sosok cinta pertamanya. Maka kalian salah, cinta pertamanya adalah wanita lain.
Cinta pertama Rasulullah Saw. Wanita itu sepupunya sendiri, saudara Ali bin Abi Thalib, putri dari Abu Thalib. Biasa dipanggil Ummu Hani’, aslinya Fakhitah binti Abi Thalib.
Termasuk wanita teladan di masa Rasulullah karena dari saking cintanya pada anaknya.
Pada saat itu, sebelum diangkat Nabi, Rasulullah melamar Ummi Hani’ kepada Abu Thalib. Tapi sayang, Abu Thalib menolaknya, dengan alasan karena telah berjanji ingin dinikahkan dengan dengan Hubairah ibn Abi Wahab. Abu Thalib menjawabnya halus seraya memberi alasan:
“Tidak Muhammad, aku berniat menikahkannya dengan dia (Hubairah) karena dulu mereka menikahkan bapakmu dari bani kita dengan ibumu dari bani mereka ”.
Hubayroh sendiri merupakan putra saudara ibu Abu Thalib dari Bani Makhzum. Dia juga dikenal sebagai penyair sekaligus pemuda yang baik pekertinya. Saat itu, Bani Makhzum memiliki peran besar bagi keluarga Abi Thalib. Sehingga putrinya dinikahkan dengan Hubayroh yang telah melamar putrinya tersebut.
Rasulullah Saw. mendengar lamarannya ditolak biasa aja. Tapi namanya hati yang pernah disinggahi rasa cinta selamanya akan terus ada.
Ketika Khadijah wafat, Rasulullah berniat melamar Ummu Hani’ untuk kedua kalinya. Bisa dibanyankan, bagaimana Rasulullah masih memendam perasaan padanya. Yaitu ketika Ummi Hani’ bercerai dengan suaminya karena Ummu Hani’ masuk Islam. Dan suaminya yaitu Hubairah ibn Abi Wahab tetap dalam kekafiran. Ummu Hani’ berpisah dengan suaminya dengan mengasuh empat anaknya.
Rasa kasih dan cinta Rasulullah Saw. melihat Ummu Hani' pun tumbuh. Wanita janda dengan mengurus empat anaknya membuat hati Rasulullah Saw. iba. Ingin rasanya beliau memudahkan hidupnya untuk kali ini.
Datanglah Rasulullah langsung menemui Ummu Hani’ karena Abu Thalib telah wafat. . Hukum janda dalam Islam adalah, janda berhak menyetujui pasangannya tanpa persetujuan wali. Tapi kalau dulu yang menolak adalah ayahnya, kali ini yang menolak adalah Ummu Hani’ sendiri.
__ADS_1
“Wahai Rasulullah, engkau adalah orang yang paling saya cintai dari pada pendengaranku dan penglihatanku. Akan tetapi, bukankah hak seorang suami itu sangat besar? Saya khawatir... jika saya menerima engkau sebagai suami, perhatian saya terhadap diri saya dan anak-anak saya akan terabaikan. Namun jika saya lebih mementingkan anak-anak saya, saya khawatir tidak bisa memenuhi hak-hak anda sebagai seorang suami.”
Beliau berbesar hati, bahkan katika ditolak beliau langsug memuji Ummu Hani’. Hal ini diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Ahmad:
“Sebaik-baik wanita yang bisa menunggangi unta adalah wanita Quraisy, karena dialah orang yang paling sayang kepada putranya dan pada saat yang sama dia juga yang paling perhatian pada suaminya.”
Fatih Disana menatap kakaknya dengan tatapan datar "Lantas kenapa kakak baru berfikir sekarang? kenapa tidak sedari dulu??? " tanyanya.
Habib terdiam sebentar dan menatap Fatih nanar. "Kakak tidak tau... "Ujarnya lirih "Kakak tidak mau menyakiti banyak orang dan juga Nayya. Kakek tidak mau.. "Lirihnya.
"Tapi hidup memang harus memilih Kak. sekarang terserah kakak, Kejar jika. masih ada peluang. menangis tidak ada gunanya. Ingat kakak itu laki-laki yang harus kuat. Lembut dan baik boleh. cengeng jangan... "Ujarnya Disana sinis lalu pergi meninggalkan kakaknya.
Abu Disana menatap ayahnya diam. habibpun Disana sadar akan apa yang ia lakukan. menangis dan meratapi ayang yang sudah terjadi memang tak ada gunanya kan? memang tidak ada artinya, lalu untuk apa. menangis ditengah masalah?
Habib menghapus air matanya dan tersenyum "Bener, ayah enggak boleh cengeng untuk anak nak ayah. nanti ayah akan ketemu anak ayah. "Ujarnya lirih dan menatap abu. "Sebentar lagi kalian akan ketemu, kamu akan memiliki saudara sebagaimana yang kamu inginkan sedari kecil hehe. kamu punya adik... "Ujarnya Disana kepada Abu.
Ia menetapkan pada dirinya untuk menjadi kuat dan tak goyah lagi. memang sulit tapi ia sudah menetapkan pada hatinya untuk menjadi lebih baik demi anak anaknya, cukup dulu saja ia melakukan kesalahan.
...----------------...
Disisi lain ada nayya yang menyiapkan hati untuk menceritakan semua kepada anak-anaknya, sebagaimana kepercayaan dan pemahaman anak-anaknya yang melekat selama ini sulit untuk diubah.
Dan dijadikan ia menatap anak-anaknya sahut. Ia menatap ke pada Arga yang sedang duduk menatap kepada makanannya. "Caca mana sayang??? "tanyanya.
"Ayay Kaptain... Hadir Hadir...!!! " teriak dari belakang yang tak lain dari Acha yang digendong oleh Rey.
__ADS_1
"Eh eh itu kenapa digendong? nanti Ayahnya encok gimana??? " Tanya Nayya Disana dengan lirih.
"Eh ayakan kuat... Jangan menganggap yah remeh bunda. kata ayah tadi dia sudah lama tidak olahraga jadi mau sekalian olahraga, benarkan ayah?? " Tanya Acha disana kepada Nayya.
Nayya mendelik "Ayahmu cape tu.. " Ujarnya kecut.
Rey malah terkekeh "Tidak apa apa. aku suka anak bermanja kepadaku. tak usah khawatir aku masih sangat kuat membahagiakan anak-anakku.. "Ujarnya mencium kepada anaknya dan tersenyum. ia menaruh Nayya dikursinya dengan pelan.
Acha menatap ibunya dengan sombong membuat Nayya Disana menatapnya dengan tatapan memutar bola mata malas.
setelahnya Nayya menghela nafas menatap anaknya dengan tatapan sulit diartikan. lihatlah bagaimana ia menjelaskan jika begitu?
Rey yang sedari kecil menyuapinya makan, menghantarkan kesekolah, mengajari PR mengajari banyak hal hingga pada mengaji dan ilmu lainnya membuat ia tak tau harus apa. Apa tidak kaget anak-anaknya jika mengetahui jika selama ini yang merawatnya bukanlah ayah kandungnya. lalu mereka bertanya kenapa ayahnya tak ada selama ini? bukankah Nayya juga yang salah?
"Ummi ayo. Makan.. Kenapa melamun? Makannya enggak bakal habis kalo diliatin aja gitu. "ujar Acha dengan mulut penuh makanan.
Nayya Disana pun menatap anaknya sayang. "Kalo. makan jangan penuh nanti tersedak baru tau ras---
,Uhukk... auhukkkk.
" Nah kan baru diomongin... " Ujar Nayya mencekik membuat Acha Disana merasakan sakit didadanya.
Rey segera memberikan ia minum dan mengusap pelipisnya. "masih sakit sayang??? " tanyanya lirih "Bilang Dimana yang sakit ham, ?" Tanyanya.
Acha menatap Nayya tajam "Umi jahat ih... Ini pasti karena doa Umi. kan ucapan Umi adalah doa.?" Ujarnya. malah dibekali oleh Nayya. Acha mendelik saja.
__ADS_1
sedangkan Arga. ia hanya diam saja sedari tadi sembari menatap semuanya.
Apakah Acha dan Arga mampu menerima kenyataan jika ayah yang mereka kenal selama ini sebaik ini?