
“Pagi dikk..” Panggil dari beberapa orang yang melewati Nayya membuat Nayya tersenyum menatap beberapa nelayan muda yang menegurnya. padahal umurnya sidah tua..!
Disini ayahnya sebagai nelayan dan ibunya menjual ikan.. ia membantu ibunya berjualan dan juga membantu ayahnya ketika ayahnya ingin pergi.. ia anak yang berbakti dan tak akan mau tidur diam saja dirumah sementara ibu dan ayahnya mati-matian mencari uang.
Bagaimana dengan kalian?
Nayya bukannya tidak memberi uang kepada orang tuanya, atau kakaknya Rasyid tak memberi uang. Hanya saja orang tua dari desa dengan orang tua dari kota itu berbeda.. Orang tua Nayya itu dari desa yang jiwanya tidak bisa santay meski punya uang sekalipun, mereka tidak betah jika hanya diam dan tidur saja dirumah.. padahal sudah berulang kali Nayya menyuruh mereka tidur saja dirumah dan tidak usah berkerja lagi tapi tetap saja mereka tidak mau.. Bahkan mereka tidak mengenakan uang yang diberi Nayya untuk kehidupan sehari-hari mereka.
Oh jangan lupakan Rey yang juga memberi mereka pesangon.. yah Rey meski bukan suami asli nayya tapi ia tetap bertanggung jawab..
Bagaimana tidak orang tua Nayya membenci Habib yang berbanding terbalik akan rey? Orang tua Nayya ingin menantu seperti Rey meski Nayya hanya istri kedua sekalipun mereka tak masalah. Asalkan seperti Rey yang bertanggung jawabb dan juga adil, sangat baik dan juga bijaksana.. haha tapi lucunya Rey bahkan tak berminat sedikitpun menyakiti istri tercintanya dengan berpoligami.
“Bund biar Nay saja. Bunda istirahat saja pasti lelah. Ini Nay bawakan mananan.”Ujar Nayya datang dengan tersenyum. Ia memberikan rantang nasi kepada ibunya yang sedang berjualan. Nampak lelah sebab sudah sedari pagi ia disini.
Ibu Nyaya tersenyum.”Makasih yah sayang.”Ujarnya. ia memilih mundur dan memberi ruang nayya duduk disana. Nayya terdiam disana menatap ibunya. Sudah dua hari ini ia tak banyak bicara. Ia hanya diam dan bicara sperlunya. Ia lebih banyak melamun.
Ibu Nayya menatap nayya dengan helaan nafas.”Kamu tau jika Acha akan menikah kan Nay besok? Nanti kita berangkatnya bareng biar tidak ada habib yang menganggu kamu atau Acha... bahkan tidak usah suruh Rindu dan Rey mengundang dia. Ayah tidak tahu diri juga.”Ujar ibunya disana dengan sinis.
Nayya disana terdiam menatap kedepan. Ia hanya menganguk saja. Sebab melawanpun tiada gunanya sebab benar atau salah jika bicara dengan orang yang sudah membenci itu tetap saja akan kalah dan akan terlihat salah.
“Hey nay. Kamu dengar tidak?”Tanya ibunya.
Nayya mengangguk lagi dan tersenyum. Ia menatap kedepan yang terlihat sangat sepi dengan diam. Ibunya hanya menghela nafas menatap anaknya. “Kamu memikirkan Habib? Kamu masaih mencintainya?”Tanya ibunya dengan dalam kepada anaknya. Anaknya memang tak membahas Habib barang secuilpun setelah mereka mengatakan terus terang tak merestui hubungan mereka. Itu membuat beban pikiran juga untuk ibunya Nayya. anaknya tidak pernah sependiam ini... tapi ia sadar jika Nayya tetap anaknya yang tak pernah hendak membantahnya atau menuntutnya. Itu membuat ia merasa bersalah pada anaknya yang tidak pernah menuntut.
Nayya disana diam mendengar pertanyaan ibunya. Ia menatap ibunya dan diam... “ Semenjak corona ini jualan ibu memang terlihat sepi begini atau memang sedari dulu?”Pettanyaan Nayya yang tak menjawab pertanyaan ibunya membuat ibunya terdiam.
Nayya disana mengusap lengan ibunya.”Ibu enggak usah kerja lagi yah. Nay enggak mau ibu capek, nanti biar Nay tingal disini dan pindah tempat kerja aja supaya ibu enggak kerja lagi. nay enggak mau ibu capek.”Ujar Nayya lirih.
Ia menghapus air matanya membuat ibunya terdiam menatap Nayya yang menangis.”Nay engak kuat lihat ayah dan ibu capek capek kayak gini.. apa lagi lihat corona gini bahaya..”Ujarnya membuat ibunya disana menatap anaknya nanar. Anaknya tetap terlalu mempedulikan dirinya tanpa mempedulikan diri sendiri.
Dia merasa bersalah.
“bunda sama ayah enggak kenapa-napa disini. “Ujar ibunya mengusap lengan anaknya. Nayya disana menggeleng dan juga menatap kedepan.”Kami udah tua dan nanti ada saat dimana kami sudah tidak bisa bekerja lagi.. kami mau menghabisi tenaga yang tersisa untuk berjuang untuk hidup. “Ujar ibunya.
__ADS_1
Nayya disana menggeleng.”Pokonya mulai besok ibunda sama ayah enggak boleh kerja lagi titik.. engak ada bantahan. Nay sudah punya tabungan buat kalian dan Nay buat kerja. Arga sekolah ada Rey yang nanggung padahal Nay enggak bolehin... terus Nay gajinya gede kok.. Pokoknya kalian enggak boleh kerja.. biar tangan bunda enggak kasar.. “Ujar nayya menangis. Ibunya memeluk anaknya.
“Jika kamu selalu memikirkan kami. Bagaimana kebahagiaan kamu Nay. Kamu enggak ada niatan menikah lagi? sudah tujuh belas tahun kamu ditinggal Habib. Apakah tidak ada niatan untuk memulai hidup baru Nay?”Tanya ibunya lirih pada anaknya.
“Bukan habib yang mengingalkan Nay. Tapi Nay yang pergi bund.,”Ujar Nayya disana membuat ibunya terdiam. Nayya disana menatap lagi kedepan.”Dan kebahagiaan Nay tetep sama kalian. Nay bahagia jika bunda sama ayah bahagia. Nay engak nuntut apapun kok.”Ujar Nayya membuat ibunya memeluk anaknya sayang. Kenapa anak sebaik Nayya semenderita ini? apakah tidak ada belas kasih dari takdir untuknya?
Membahas tentang jualan dan juga berjuang. Nayya jadi bersedih menatap dunia saat ini. dunia sedang tidak baik-baik saja, semua orang bawahan tidak lagi boleh berjualan, semua harus dibatasi bukan? Bahkan rumah-rumah. Warung disiram dengan air. Semua dagangan mereka hancur.. Padahal itu adalah alat untuk menyambung hidup?
Nayya tidak menyalahkan petugas atau aturan sebab aturan dibuat untuk kebaikan masyarakat. Tapi kenapa saat ini dunia begini? Kenapa dunia begitu kejam? Bagaimana rakyat-rakyat kecil itu menyambung hidup? Bagaimana mereka bisa hidup dengan tenang jika keadaan semakin lama semakin kacau?
Bukan hanya itu, dari yang sekolah sekarang sudah tidak lagi tatap muka. Jika tatap muka saja ada anak murid yang tidak paham pantas bagaimana murid yang online? Yang pintar jadi bodoh dan yang bodoh makin bodoh.. mari berdoa sama-sama untuk copid supaya cepat hilang dari kita. jangan lupa kesehatan dan juga kebersihan. Jangan lupa mengenakan masker yah..!! buat yang masih sekolah, jangan menyerah dan tetap semangat.
Kalian tidak tahu bagaimana sakitnya menjadi orang miskin?!!
Dilain tempat ada Rindu, ada Rey yang membantu ACha berdandan dirumah sakit. Acha disana bingung bukan kepalangan dibuatnya.”Ini Acha kenapa pakek didandani segala si bund? Yah? Achakan sudah cantik..”Ujarnya disana tak suka ketika ia dikenakan bedak-bedak dan sebagainya ia itu anti bedak, lebih suka skincare atau merawat kulit.
Kalian tahu kenapa wanita sholeha itu tidak dianjurkan mengenakan make up tebal ketika keluar? Selain tabaruj itu juga akan menutupi pori-pori kulit ketika wudhu. Maka wudhu kita akan batal atau tidak sah. Yang kedua juga tidak ada waktu kita bersholek diluar sana, karena ketika bwrduhu jika maskara jika waterprouf atau anti air maka air wudhu kita tidak sah, belum lagi yang lainnya.
Jadi pada dasarnya apa yang diajarkan dalam agama islam itu adalah prisai atau perlindungan untuk wanita tu sendiri., melundungi dari fitnah dan juga sebagainya.
Make up boleh. Tetapi jika dipikir-pikir akan sia-sia ketika dipakai oleh kita. sebab akan terhapus air wudhu.., kalian cantik apa adanya kok..!!
Tapi jangan lupa merawat diri yah..!
Rindu disana tersenyum.” Nanti kamu juga tau...”Ujar Rindu disana. Ia memberikan gamis berwarna mocha yang ditanganya dan juga hijab syar'i mocha disana.”Ini pakek. Kamu pasti cantik banget.”Ujarnya disana. Acha menghela nafas dan mengangguk. Ia segera pergi ke toilet mengenakan bajunya.. Rey yang sadar jika kehadiranya tidak diharapkan pun pergi.
Acha disana segera keluar dari ruangnya tadi. Tubuh Acha yang tinggi, langsing dan putih sangat cantik dengan pakaiannya. Hijabnya yang kembali ditata oleh perias itupun membuat ia tambah elegan. Rindu bahkan pangling dibuatnya.. eh jangan salah. Acha tidak mengenakan riasan yang tebal kok.. ia hanya mengenakan riasan yang sederhana hanya saja memang dia yang tidak pernah make up dan wajahnya yang dasarnya cantik. Ia bagaikan baerbie malam ini.
Rindu disana tersenyum menatapnya. Tak terasa air matanya jatuh menatapnya. Acha yang sudah siap disana menatap dirinya dicermin. Ia mengerjab berkali-kali dibuatnya.”Itu Acha bund?”Tanyanya disana dnegan merabah wajahnya.”Ih cantik banget kayak baerbie.. ih .”Gumamnya menatap dirinya risih disana,.”Yampun mi acha enggak mau ih. Ko muka Acha gini. Acha malu ..”Ujarnya.
“Malu kenapa? Kamu cantik banget loh.”Ujar perias disana meringis.”Apa ada yang kurang? Jika iya bilang saja biar saya tambahakan non. Tolong jangan marah yah.”Ujarnya gelabakan. Sebab ia sudah dinbayar mahal oleh Rindu dan Rey. Masa uangnya akan dikembalikan.,
Avcha menatap Uminya. Rindu mengusap wajah anak angkatnya sayang. “Umi kenapa mukanya beda banget? Nanti Acha disangkah pembohong lagi. Umi Acha engak mau cantik-cantik. Acha mau yang biasa saja.”Ujarnya disana dengan mata yang basah.
__ADS_1
Rindu disana menjatuhkan air matanya menatap anaknya. Acha menatapnyapun menjadi lirih.”Bunda kok nangis? Acha salah yah. Acha enggak hargain bunda yah.. Bunda jangan nangis. Engga,k acha suka tolong jangan nangis.”Ujarnya gelabakan mengusap air mata dari ibu angkatnya itu. Ia tak mau ibunya menangis.
Rindu disana terkekeh, ia mengusap pipi anaknya yang menangis. “Tugas bunda udah habis sayang... “Ujarnya membuat Acha disana diam menatap bundanya dengan nanar. Rindu disana menjatuhkan air matanya lagi entah kenapa ia menjadi sangat-sangat lirih dan mewek disini saat ini.
“Maksud bunda apa? Bunda mau pergi yah mangkanya mau buat acha cantik? Acha enggak mau cantik, enggak mau make up atau pakek baju bagus asal bunda harus ada selalu sama ACha. Acha mau pulang aja.”Ujarnya disana dengan lirih. Acha disana mengusap air matanya.”Acha enggak mau jauh-jah dari bunda.. bunda itu ibunya Acha. Umi aja enggak ada sekarang disini sama abi.. padahal mereka ibu dan ayahnya acha. “Ujar Acha menangis.
“Acha enggak tau jika enggak sama bunda. kalo Tuhan enggak kirimin bunda jadi bunda acha pasti acha neggak pernah tau bagaimana rasanya punya keluarga utuh dan dapat kasih sayang seorang ayah. Bunda itu bundanya Acha. Dan Acha sayang banget.”Ujarnya disana menunduk.
“Anak bunda neggak boleh nangis. Nanti bedaknya luntur...”Ujar Rindu membuat Acha menatapnya polos. Rindu mengusap kepalanya sayang dan menatap matanya dalam.
” Nanti jika bunda sudah tidak ada lagi, kamu harus ingat jika bunda tetap bundanya Acha. Acha harus ingat semua ajaran bunda sama Acha. Jika jadi wanita itu harus..”.
“Kuat.”Ujar Acha disana menatap bundanya membuat Rindu tersenyum
“Jadi wanita itu harus kuat dan mandiri,, harus bisa smeua, bisa jadi laki-laki dan bisa jadi perempuan biar enggak ditindas.. Karena pada dasarnya tidak ada yang menjamin kita bisa mendapatkan pasangan yang baik dan juga bertanggung jawab, tidak ada yang bisa jamin kita bisa dapat laki-laki yang menghormati wanita dan menghargai wnaita. Tak semua lelaki bisa memperlakukan wanita sesuai ajaran agama islam.. dan tidak semua wanita beruntung mendapatkan lelaki yang baik dan menghargai kita.”Ujar Acha menatapnya dalam membuat Rindu mengangguk.
“ Supaya nanti jika suatu saat jika Acha dapat laki-laki yang tidak baik atau laki-laki yang tak mampu menghargai Acha. Acha bisa meninggalkan dia tampa memikirkan apapun, sebab acha bisa hidup tampa dia, Acha bisa kerja untuk menghidupi hidup Acha. Dan Acha bisa berdiri tanpa bantuannya. Jika ACha bergantung sama dia dan tak mampu berdiri dengan kuat maka nanti acha akan ditindas, diinjak dan tidak bisa lepas. Acha tidak bisa melepaskanya karena Acha bergantung hidup sama dia.”Ujarnya.
Rindu mengusap kepala Acha sayang. “ Acha tidak boleh diinjak siapapun. Surga memang berada ditangan suami, tapi acha tidak boleh lupa jika menghargai dri itu adalah dimulai dari diri kita sendiri bukan orang lain. Dan mempertahankan laki-laki yang tidak mampu menghargai dan bertanggung jawab itu sama halnya menumpang neraka dalam hati. Acha Harus kuat dan berani.. yah kan bund?”Tanyanya lagi.”Acha enggak boleh tingginya Allah sebagaimana jatuhnya Acha. Sebab jika suatu saat nanti acha jatuh hanya Tuhan yang ada disisinya Acha. Tidak boleh percaya kepada siapapun, sebab ketika gelap saja bayangan kita meningalkan kita.”Ujar Acha membuat Rindu memeluknya,
Acha memeluk Rindu juga dengan bergumam lagi.”Tidak boleh meninggalkan sholat bagaimanapun kekadaannya, sebab yang mampu membantu kita hanya sholat. Jangan pernah membenci ayah atau ibu, sebab sebagaimanapun salah mereka mereka tetap orang tua Acha.”Ujarnya.”Acha harus jadi anak yang sholeha..”Ujar Acha lagi polos.
Rindu menangis mendengarnya.”Acha inget semua pesan umi. Capek Acha ngomong terus mi..”Ujar Acha membuat Rindu tertawa.
Acha ngos ngosan disana dibuatnya.”Dan lupa.. Acha harus berbakti kepada suami. Jika acha sudah menikah.”Ujar Acha disana tersenyum.
Rindu mengangguk.” Tugas Umi sudah selesai.. sekarang l tugas suami kamu.. Umi bangga punya anak kayak kamu.”Ujar Rindu membuat Acha mengangguk semangat.”Anak yang manis, jujur dan shalih. Bunda harap jika kelak bunda sudah tidak ada Acha harus tetap begini yah..”Ujar Rindu membuat Acha menatapnya tak suka.
“Bunda mau kemana emang?”Tanyanya.
Rindu menggeleng dan berkata.” Enggak pergi kemana-mana karena bunda ada disini.”Ia menunjukan dada ACha membuat Acha menatapnya nanar.”Selalu.. Jadi Acha janji harus bahagia yah.. dan harus kuat.”Ujar Rindu membuat Acha mengangguk.
Rindu tidak tau, sebab ada yang ganjal didadanya, ia merasa jika ia akan pergi jauh membuat dadanya terasa berat.. ia bahkan tak tahu itu kenapa.. ia lebay...
__ADS_1