Istri Butaku

Istri Butaku
Pisah?


__ADS_3

Ada yang bilang Habib lelaki yang terlalu lama sama lembek.. Oke aku memang buat tokoh yang beda dari yang lain.. Jika dicerita lain laki2 akan kuat dan tegas maka disini aku bikin beda Cimiwiw ... Soalnya ini memang berbeda... Dan silahkan menikmati menebak alurnya hehe...


.


Khumairo masih terisak dipelukan ibunya. Habib diam menatap mereka dengan bingung. Satu sisi ia tak mau menyakiti Nayya dan satu sisi lagi ia tak tega pada Khumairo. Khumairo terkenal dengan akhlak baik dan wanita sholeha. Bagaimana reaksi semua orang jika tau dia hamil diluar nikah?


“Tolong Habib.. Tolong kamu pikirkan lagi..”Ujarnya Anwar disana meminta kepada Habib. Aron menatap Habib tajam dikalah itu karena melihat sang adik yang melemas dan nafas yang sudah sedikit melemah disana. Ia sangat menyayangi sang adik..!!


“Saya.. saya--” Habib mencelos siana tak tau menjawab apa. Ia bingung. Hatinya terlalu rapuh dan lunak bagaikan tulang ikan sarden. Terlalu mudah dibodohi oleh banyak orang mungkin? ” Saya mau tapi—“


“Iya lakukanlah, tapi ceraikan aku..!” Potong Nayya dibelakangnya membuat ia terkejut dan berdiri. Diisana Nayya berjalan dengan dibantu oleh Putri dan tongkatnya. Ia tersenyum sinis melihat orang didepanya ini.. Ia tak akan sudi dimadu..!!!! Matipun ia tak akan rela..!


Mata Aron membelalak menatap Nayya. ia bahkan berdiri melihatnya dan membulatkan matanya. Nayya tak tau dia siapa dan semua orang menatap Nayya kaget.


“Nay tolong kamu dengarkan dulu penjelasan mereka..”Ujar Habib meraih tangan Nayya lembut disana namun Nayya segera menepisnya dengan cukup kasar. Habib merasakan hatinya menangis melihat ini.


Semua orang terdiam disana, Nayya Tersneyum mengerikan dibalik wajah polosnya. “Aku sudah mendengar semuanya tadi. Maaf aku menguping.”Ujarnya disana. Habib terdiam disana mendengarnya. Berarti Nayya mendengar jika ia mau menerima Khumairo?


“Tapi Nay tolong dengar penjelasan mereka dulu... “Ujar Habib membujuk lembut mau menyentu tangan Nayya namun Nayya disana merasakan sentuhan itu mendesis jijik lalu menepisnya.


Habib semakin gelabakan dengan hati yang sakit.” Nay Mira butuh bantuan kita. Dia hamil dan tidak tau ayahnya siapa. Dia akan mendapatkan gunjingan nanti.” Ujarnya membujuk disana.


Nayya disana pun mengangguk paham dibuatnya. “Yasudah.. menikahlah..”Ujarnya disana. Habib tersneyum tipis disana, ia pikir Nayya mau menerima Khumairo dengan segampang itu...


Namun ucapan berikutnya membuat jantungnya mendadak jatuh. “Aku tidak menentang poligami, madu dan sebagainya. Terserah lakukanlah yang mana yang menurutmu baik. Tapi ceraikan aku dan kembalikan aku kepada kedua orang tuaku. Aku tidak sudi untuk dimadu,.” Ujarnya tegas menahan sesak didadanya. Meski kuat ia masih tetap lemah dibagian hati. Tak ada istri yag mau dimadu. Dan tidak ada isri yang terima suaminya menikahi wanita lain..!!


“Nak coba kau dengar dulu penjelasan kami.,”Ujar Umi Anna disana lembut. Nayya diam mengangguk. Putri sudah mengepalkan tangan disana bagaimana bisa Nayya setenang ini menghadapi semua hal.


“ Bercerai bukanlah hal yang baik untuk kalian. Khumairo hanya butuh nama ayah untuk anaknya kelak. Supaya tak mendapatkan gunjingan dan lainnya. Habib tak akan memberikan sepeserpun hak dan sebagainya. Ia juga akan menceraikan Khumairo jika nanti kamu mau.”Ujarnya membujuk..


Nayya terkekeh disana. Kekehan khas kekecewaan berat. Habib dan menatapnya lirih. “Apa menurut kalian itu semua akan terjadi?”Tanyanya terkekeh lagi.


“Semuanya busit. Apa kata orang jika mereka sudah menikah tapi beda rumah? Apa kata anaknya nanti ketika ayah dan ibunya berpisah. Dan apa yang anaknya rasakan ketika tau ayah dan ibunya berpisah? Semuanya tidak semudah yang kalian bayangkan. Mungkin niat Khumairo memang begitu. Tapi ingat. Kita punya sanksi sosial., punya tanggung jawab dan hak. Meski Khumairo mengatakan hal demikian tak ada yang mampu mengalahkan takdir dan mulut orang lain. Mengapa tidak mencari lelaki lajang yang lain saja?”Tanyanya mencoba melembut disana menjelaskan semuanya.


“Kamu tidak tau apa-apa bodoh..!” Ujar ibunya Khumairo disana sengit. “ Mana ada lelaki yang mau dengan wanita hamil anak orang lain ha? Dan lagi semua orang tau Khumairo akan menikah dengan Habib jadi mana ada yang mau. Lagipula kau terlalu egois. Ingat ada anak yang harus dijaga. Kamu tidak bisa begini.. mangkanya jadi orang belajar agama biar tau jika pologami tidak diharamkan.” Sinisnya disana.


Nayya disana mengangkat sudut bibirnya. “ Membicarakan mengenai agama... Bukankah menikahi wanita yang sedang hamil itu Haram.? Apalagi Habib bukan ayahnya lantas bagaimana bisa mereka dikatakan suami istri? Lalu bagaimana dengan Hak yang tidak dipenuhi dengan Habib? Bukankah semua itu akan mendapatkan tuntutan dan juga penjelasan dihari akhir nanti? Apalagi kalian mau menikahi mereka hanya karena takut sanksi sosial bukankah itu sama saja dengan menipu? " Semua orang diam mendengarkannya...

__ADS_1


Semua yang Nayya ucapkan adalah suatu fakta..!


Lalu ia kembali bicara... "Lantas jika poligami itu memang jalan yang baik mengapa Nabi Muhammad meminta pada Ali bin Abi Talib untuk berjanji tidak akan mempoligami Fatimah dikalah itu? Itu syarat yang harus dijalankannya..! Karena ia takut ali Bin Abi talib tidak bisa adil dan menyakiti hati anaknya.. Ali bin Abi Talib saja ditakutkan tak bisa adil. Apalagi kita? ” Ujarnya disana sinis.


” Ingat nabi tidak pernah menganjurkan poligami. Jangan menjadikan poligami menjadi jalan utama menyatuhkan mereka. Mereka saling mencintai dan jika mereka bersama itu sama saja menjadikan aku tanggul dalam pernikahan mereka. Aku buta dan aku tidak tau apa-apa, mereka punya anak dan aku belum punya anak. “ Ujarnya melemah. Lagi lagi karena terdiam.


“Jika mereka menikah itu sama saja menyelamatkan nama baik Khumairo dan itu sama saja memburukkan namaku. Aku yang buta saja di cap tak pantas untuk Habib. Apa lagi jika mereka bersama. Pasti semua orang akan mengatakan jika aku adalah orang ketiga yang buta dan tak tahu apa-apa. Semua orang akan mengatakan aku parasit dan penghancur hubungan mereka. Aku wanita yang rapuh dan tidak akan mau dimadu. Aku egois untuk diriku dan kalian semua.”


“Kalian pikir menikahi dua wanita itu lebih baik? Ingat nanti akan ada anak yang harus kita jaga,, Apa kata mereka ketika mereka ditanya kenapa memiliki dua ibu, dan bagaimana menjelaskanya? Apalagi nanti akan ada yang menjadikan mereka ejekan dan olog-olokan. Semua pilihan kalian sekarang itu menyangkut masa depan. Bukan hanya aku dan Khumairo atau Habib. Tapi tentang keluarga anak dan juga masa depan mereka. Aku tidak mau ada persenjangan diantara anak anak kita nanti. Ada yang merasa iri dan tak adil dan sebagainya. “Ujarnya lagi dengan tegar disana.


“ Khumairo tidak akan merebut milik Nay..” Ujar umi Anna disana membujuk Nayya. ia kasihan pada Khumairo. Nayya Nampak menyedihkan .


“Yah Khumairo tak akan menuntut tapi bagaimana dengan anaknya?” Tanya Nayya membuat semua orang diam menatapnya nanar.


Nayya Nampak mengangguk.”Anak tak akan mengerti hingga usianya lebih dari 17tahun keatas, dan apakah aku harus menunggu 17tahun baru kalian berpisah.? Lantas bagaimana tanggapan orang lain untukku? Semua orang akan mengangap aku jahat jika kalia berpisah, semua orang mengangap aku salah dan aku yang menjadi bahan olok-olokan.. Kalian hanya memikirkan diri kalian saja. “Ujarnya nanar lagi.


“Kamu terlalu jauh berfikir Nay.” Ujar suara tak asing lagi ditelinga Nayya.


Nayya Disana terkekeh. “Bukan aku yang terlalu jauh berfikir. Tapi kalian saja yang terlalu sempit dalam berfikir. “Ujarnya disana dengan helaan nafas.


Nayya mengeleng. “Mungkin kata bodoh tidak pantas. Sebab orang bodoh tidak memiliki IQ yang cukup untuk berfikir. Tapi kalian tidak. Aku pikir kalian memiliki IQ yang cukup untuk berfikir kedepannya. Namun kalian menolak untuk berfikir supaya mendapatkan apa yang kalian inginkan.” Ujarnya membuat semua orang terdiam..


“Nay kamu tidak memikirkan anaknya Khumairo?”Tanya Habib disana menatap Nayya nanar. ia tak tau jika Nayya seegois ini. .


Nayyapun menggeleng. “Itu bukan urusanku. Dia bukan anak yatim, orang tuanya banyak harta dan mampu membeli nama untuk ayahnya jika mereka butuh. Aku tidak sebodoh kamu mas.”Ujarnya disana datar.


“Kamu egopis Nay.”Ujar Habib disana kecewa.


“Aku sudah tak mencintai Khumairo sungguh, aku hanya tak ingin dia dihina. Ini adalah salah satu cara untuk menebus kesalahanku. “Ujarnya lagi disana tanpa berfikir jika ucapanya itu adalah salah satu cara meminta izin.


Nayya disana mengangguk. “iya, aku egois.”Ujarnya datar disana. “ Tinggalkan aku dan menikahlah. Aku tidak peduli jika kau mengangap aku egois barang sedikitpun. Aku jadi ingat perjuangan Inggit si wanita kuat istri dari Suekarno yang membantunya dari semua perjuangan namun soekarno malah mengkhianatinya dan menikahi madu lain. Hingga Inggit meminta pergi dan bercerai.. Habib kamu hanya manusia biasa. Dan aku tau kalian saling mencintai. Aku tidak akan mau menjadi korban akan perasaan. Aku bukan wanita bodoh.” Ujarnya.


“Nay..” Habib menyentuh tangan Nayya. namun Nayya menepisnya dengan kasar.


“Tangan yang sudah mengkhianatiku tidak akan ku biarkan menyentuku. Sungguh aku sangat jijik dengan lelaki yang sudah campur dengan perempuan lain. “Ujarnya Nayya disana dengan wajah masamnya.. sungguh Nayya membenci itu.” Dan asal kau tau. Dengan pilihanmu itu membuat rasa yang baruku bangun untukku langsung hancur dan memburuk. Bahkan rasa cinta itu hilang.. maaf. Aku memang bukan wanita baik.” Ujarnya lalu pergi dari sana..


"Nay.... "Gumam Habib lirih..

__ADS_1


“ Kau wanita serakah..!”Teriak Anwar menatap Nayya nanar dan Habib yang terasa terkulai lemas disana ingin memeluk Nayya namun dihadang putri menatapnya benci.


Nayya disana malah menyeringai. “Jika aku wanita serakah maka kau adalah manusia tak berakal..”Ujarnya lalu pergi dari sana.


Semua diam melihatnya nanar. Habib disana menutupi wajahnya. Entah kenapa rasanya sangat sakit melihat penolakan Nayya. sungguh ia sangat sakit, ia tak mau Nayya meninggalkannya sungguh ia tak mau.. mengingat sentuhanya tak diterima saja hatinya terasa ingin hancur. lebay mungkin mamun itu faktanya.


Hingga air matanya jatuh. “Umi Nayya mau bercerai.. aku tidak mau umi hiks hiks.” Entah bagaimana bisa Habib menangis bagai anak gadis disana memeluk uminya.. semua orang cengo melihatnya. “Habib tidak mau Nayya pergi umi hiks hiks.. dia tidak cinta Hbaib lagi.”Ujarnya menangis. Ibunya bahkan menatap anaknya cengo. kenapa Habib bagaikan anak kecil begitu?


“Nak sabar. Kamu tidak malu dilihat orang orang?”Tanya nya disana menatap habib. Habib malah semakin menangis dipelukan ibunya bagaikan anak kecil yang sedang mau ditinggal jauh dari orang tuanya.


Khumiaro menatap Habib dengan mata merahnya. Apa segitu cintanya Habib pada Nayya.


Habib disana menatap semua keluarga Khumairo. “Kalian cari lelaki lain saja untuk Mira hiks hiks. Aku tidak mau..”Ujarnya disana dengan nanarnya..


“jika kau menolak maka aku akan benar-benar mengambil saham kami dipesnatren ini.”Ujarnya Aron mengepalkan tangannya menatap Habib.


Habib pun menatapnya tajam. “Ratakan saja sekalian biar kalian puas..!!” Ujarnya disana sinis lalu mengusap pipinya. Lalu pergi meninngalkan semua orang. Ada rasa kasihan pada Khumairo,.tapi ada rasa sakit diingatnya jika Nayya mau pergi darinya. Ia tak akan mau.. tapi ia harus apa?


"Nanti kami bicarakan lagi pada Habib... "Gumam Umi Aba Lirih. Ia sungguh kasihan pak Khumairo saat ini. Bagaimanapun Khumairo adalah seseorang yang pernah ia hadapkan menjadi menantu.


Di sisi lain Aron melirik dimana Nayya pergi tadi.. ia menghela nafas dibuatnya lalu pergi meningalkan semua orang disana. Khumairo kemballi memeluk sang ibu dan ayah tak tega.


.


.


.


Ingatlah jika orang berilmu belum tentu beriman...!


Jangan mensucikan seseorang hanya karena ilmunya saja yah.


Jika yang nampak baik belum tentu baik... Calm yah Guys.. Kita memang harus melati hati untuk menerima pilihan.


.


...Terimakasih orang baik yang selalu mendukung karya kecil ini. 🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


__ADS_2