Istri Butaku

Istri Butaku
SAH


__ADS_3

Dada Nayya bergemuru ketika Habib menggenggam hangat tangannya, sangat erat dan terasa tak ingin terlepaskan. Jujur saja Nayya mencintai habis sangat dalam, bahkan lebih Dalam dari cinta pertamanya. Ia tau jika cinta ia an Habib bagaikan rindu tak berujung. Yang hanya menimbulkan rasa sakit.


Rindu disana tersenyum melihat mereka berdua. Hingga suara penghulu menginstruksi mereka.”Baik dari keluarga Acha. Siapa yang akan menjadi wali nikahnya? Ayahnya masih ada?”Tanyanya disana ketika semuanya sudah duduk ditempat akad yang sudah disiapkan.


Acha disana diam menatap Rey dan habib bergantian. Acha bingung jika begini, ia tahu jika dalam agama harus nya menjadi wali nikah itu adalah ayah kandung, tapi disisi lain hatinya ia ingin Rey yang menjadi wali nikahnya. Sebab ia sudah sejak dulu bersama Rey. Ia selalu bermimpi Rey yang menjadi wali nikahnya. Disisi lain ia tak bisa membantah takdir jika ayahnya Habib dan harus Diwali nikahkan Habib.


Habib disana diam karena tak bisa berkata apa-apa. Baginya Rey lebih pantas, tapi disegi agama ialah yang diharuskan. Rey yang sudah membesarkan dan juga menemani Acha tidak kah begitu sakit ketika Acha menikah malah di nikahkan oleh ya yang sudah melukai Acha dan juga Nayya?


Hingga suara Rey yang menjawab. ”Habib..” Ujarnya disana membuat Habib dan Acha menatapnya. Rey disana tersenyum dengan mata yang tak bisa dibohongi jika ia sedih.” Habib ayah kandungnya dan dia yang akn jadi wali nikahnya..” Ujarnya.”Habib ayo silahkan .”Ujarnya mengiringi Habib. Habib menatapnya dengan mata yang memohon permintaan maaf. Rey disana mengangguk dan tersenyum.


Habib disana segra memeluk Rey dan berbisik"Terimakasih’’’ Rey disana terkekeh dan mengangguk. Habib segera duduk ditempat sebagaimana yang disuru oleh penghulu.. Acha tidak duduk didekat Rian yah. ia duduk dibelakang bersama Nayya dan Rindu. Dibelakang Riana da Rey juga yang mendampinginya,


Rey disnaa tersenyum mengedipkan satu mata pada Acha disisi lain. Disisi hati Rey memang tak bisa mengelak jika ia ingin menjadi wali nikah, sebab sedari bayi dialah yang mengasuh, mengendong, bahkan menemani Acha tidur dan sebagaimana lainnya. Bukan apa-apa.


Acha itu minum asi dari Rindu, jadi setiap malam ia tidur dengan Rindu, jadi mau tiak mau ia juga akan bersama Acha. Jadi sedih pasti ada namun ia tak boleh egois. Ia sudah memilih kenangan dengan Acha begitu banyak berbeda halnya dengan Habib. Habib kan tidak punya momen bersama anaknya sendiri. Ia harus mengalah.


Disisi lain ada Rian yang merasakan dadanya mendadak beredar kencang. Ia mendaak linglung., ia bahkan tak tahu dimana otak pintarnya, dan sekarang ia mendadak bodoh dan lupa apa yang harus dibicarakan. Tangannya bahkan gemetar dengan kuat. penghulu dan Habib disana bahkan menahan tawa melihat wajahnya yang begitu merah dan pucat.


Ia bahkan mengucapkan beberapa kali akad yang salah hingga ia diberikan kata-kata oleh Rey untuk focus. Ia pun bisa melaksakan hingga kata sah meluncur dari beberapa saksi.


Yang tak lain adalah Fatih dan juga Abinya Rindu, ada Rasyid juga disana membuat air mata Habib disana jatuh dan segera memeluk Rian. Rian disana pun memeluknya balik.”Jaga anak saya baik-baik yah, jangan sakiti diacukup saya saja tolong.”Ujar Habib disana. Rian disana mengangguk dengan mata berkaca-kacanya.


Ketika Habib melepaskannya ada Rey juga dibelakangnya. Rian disana menepuk pundaknya dnegan mata yang memerah.”Sekarang kamu bukan lagi bersetatus anak. Tapi suami nak.”Ujar Reu bergetar.


“Tapi Rian masih anak ayah.”Ujarnya disana tersenyum.


Rey disana terkekeh dan mengangguk. Ia menangkup pipi Rian dan berkata.”Jadilah suami yang bertanggung jawab. Kamu sudah pasti tau semua kekuranganya Acha. Cintai semuanya hingga kamu lupa jika itu kekurangan, jangan pernah membentaknya, jika marah kamu lebih baik diam..”Ujarnya disana membuat Rian disana mengangguk.”Karena kamu tahu kan? Hati wanita itu lembut, dengan kata-kata saja kamu bahkan mampu menghancurkannya. Wanita bisa memaafkan kita tapi tidak dengan lukanya. Bahkan dengan kata-kata kita rasa cintanya bisa memudar begitu cepat dan diganti dengan hambar. Kamu tidak mau kan hal itu terjadi? hormat dan hargai mereka yah sayang.”Ujarnya.


Rian mengangguk disana dan memeluk Rey dengan erat... wejangan dari ayahnya memang harus ia dengar. Sedangkan disisi lain Achapun dipeluk oleh Nayya dengan tangisnya. Acha disana pun ikut menangis karena Haru.”Ingat yah nak... jangan egois seprti Umi. Jika ada masalah hadapi jangan pergi, sebab pergi bukan berarti hilang dari masalah. Melainkan pergi kamu sedang menumpuk masalah. “Ujarnya membuat Acha mengangguk.


“Hargai suami kamu, hormati dan layani dia. Sebab syurga berada pada suami..”Ujarnya lagi.


Acha mengangguk lagi.”Dan ingat bahkan satu langkah kamu keluar dari suami kamu harus mendapatkan izin darinya. Menerima tamu yang bukan mahrom pun harus izin sayang yah.. ingat jika fitnah sesudah menikah bukan berarti sudah tiada, melainkan fitnahnya sudah berebda yah.”:Ujarnya. Acha mengangguk lagi disana dan memeluk ibunya sayang.

__ADS_1


Rindu disana menatapnya saja dalam. Acha disana pun menarik tangan Rindu membuat Rindu tersadar, acha menciumnya dan menatapnya dalam. Pesan dari Rindu sudah tadi membuat ia memeluk Rindu juga. Rindu memeluknya sayang dan mengusap kepalanya sayang.


“Acha.. itu suami kamu.”Ujar Rindu ketika Rian mendekati Acha. Acha disana merasakan dadanya bergemuru, ia tak tahu harus apa membuat ia mendongak dan menatap Rian. Rian disana mengarahkan tangannya pada Acha untuk disambut. Acha malu dan bergetar. Rindu dan nayya Disana terkekeh melihat mereka berdua.


Tangan Rian memanas ketika tanganya disambut oleh Acha. Ini pertama kali ia bersentuhan dengan wanita yang bukan mahrom sungguh..!!! disana Acha bangkit dan menunduki membuat ia Disana tersenyum.


“Cium tangan suaminya.”Ujar dari Nayya membuat Acha disana menatapnya malu. Semua tertawa meliuhat tingkah menggemaskan Acha saat ini.


Acha disana mencium tangan Rian dan juga Rian pun mengusap kepala Acha mendoakan supaya menjadi istri sholeha dan membina rumah tangga yang sakina, mawadah warohma..


pipi Nayya basah melihatnya. Baginya ACha masih anak bayi yang mungil, yang baru ia lahirkan kemarin. Tapi sekarang? Ia bahkan sudah menikah meninggalkan dirinya. Ia tak kuat ternyata ia sudah setua itu. Dan anaknya sudah sebesar itu. Ia pun segera dipeluk oleh Rindu yang disisi nya. Ia terenyum dan mengusap kepala Nayya. Nayyapun memeluknya dan menangis sendu.


Sorak sorakan terdengar ketika Rian mencium keningnya Acha. Acha disana merasakan sengatan dikeningnya sungguh. Dadanya bagaikan didobrak paksa oleh jantungnya yang meminta keluar dari sangkarnya. Benda lembut dan basah itu adalah pertama kali dari Rian orang yang ia cintai. Begitu juga Rian, ria disana hanya memejamkan mata dan menahan dadanya yang bergemuruh.


Habib disana mendekati Nayya dan juga menggenggam tangannya lagi. Nayya yang kaget pun menatapnya. Habib pun berkata.” Semoga kita juga bisa bersatu yah Nay. Saya janji jika didunia kita tak mampu bersama saya minta sama Tuhan supaya nanti disyurga kita dipertemukan dan dijodohkan.”Ujarnya berbisik.


Nayya menatap lain arah dan menjatuhkan air matanya. Dadanya sesakbsekali Karena ucapan Habib yang seakan-akan ia dan dirinya tak akan bisa bersatu sampai kapanpun.


Semuanya senang hingga tak menyadari jika disisi lain ada sosok yang sudah bebas itu mengepalkan tangan.. Mata nanarnya menatap Habib dan Nayya Penuh dendam. Ia juga menatap Acha dan juga Rian dengan mata memerah. Rasa iri dan benci membunca hingga ia menjadi iblis dari segala iblis.


Kepala yang biasanya mengenakan hijab itu sudah lepas dan menampilkan rambut yang bagaikan singa. Bajunya compang camping akibat dicambuk oleh ayahnya Rindu yang kejam membuat daninya hanya terisi kebencian. Dia Khumairo..


Dan dimana Aron? Entah dimana tapi yang ia tahu kakaknya sedang mencari cara untuk keluar ditengah banyaknya penjaga. Melihat semua yang ada didepannya membuat ia mendekat dengan mata yang menuju kepisau tempat buah. Dengan terlatih ia mendekat, matanya menjatuhkan air mata dan juga menatapnya nanar.


Flashback...


Khumairo dan Aron ditempat tahanan ini sudah dua minggu, tak pernah disiksa lagi setelah Abu yang meminta dengan Rindu dan Rey. Ia masih diberi makan dan di obati karena permintaan Abu. Namun kesaalahan fatal kali ini adalah penjaga milik Rindu ada yang berkhianat.


Ia diiming-imingkan oleh Khumairo dan Aron akan mendapatkan uang yang berlimpah jika melepaskannya. Apa lagi penjaga itu sedang membutuhkan uang untuk pacarnya yang matre dan memintanya berlian. Ia sudah meminjam kepada keluarga Rindu dengan jumah yang cukup besar membuat ia tak bisa diberi pinjaman lagi. pacarnya mengancam meminta putus jika tidak diberikan berlian yang ia inginkan.


Hinga ia menyanggupinya. Ia membuka ikatan Khumairo dan Aron, namun sayang, Aron dan Khumairo itu ibaratkan iblis, ia membunuh penjaga itu dengan pisau yang membantunya membuka ikatan itu dari tubuhnya. Dua-duanya dibunuh dengan cara ditusuk dijantungnya dan juga ditusuk didua bola matanya hingga ia terkapar.


Khumairo dan Aronpun memilih kabur dari sana, diluar ada banyak penjaga hingga Aron memilih mencari jalan terlebih dsahulu dan Khumairo mencari jalan lain. Mereka berdua diterahkan ditenpat yang berbeda hinga Khumairo melihat pesta ini. itu membuat hatinya sakit menatap kebahagiaan ini. ia pikir Nayya dan Habib sudah bersatu dan menikah.

__ADS_1


Of Flashback.


Tangan Khumairo terkepal menggeam erat pisau ditangannya menatap keluarga ini. ingatannya yang bersama Habib saling mencintai dan akan menikah membuat ia tambah sakit. Kedatangan nayya yang menghancurkan mimpinya dna mengambil miliknya, cintanya.. hingga Habib melupakannya.


Ia berusaha tegar dan memilih menjadi yang kedua yang penting Habib tetap bersamanya. Namun Nayya egois, ia ingin memiliki Habib sendirian dan tak mau berbagi. Ia tak habis fikir hingga ia diberi kesempatan memiliki Habib ketika hamil. Sejujurnya dikalah itu ia itu tak inin merebut Habib tetapi ia tak punya pilihan sebab Nayya tidak mau berbagi dan memilih egois.


Lagi dan lagi ia kalah. Nayya pergi dan ia bersama Habib. Ia sudah berusaha mencintai Habib dan juga berusaha supaya cinta itu kembali. Tapi Habib bagikan ruangan yang tertutup, terkunci kokoh dan ia tak memiliki kuncinya, ia mencoba mendobrak tetapi kunci itu terlalu kuat. ia melakukan bebagai cara supaya pintu hati Habib terbuka untuknya. Namun sia-sia. Ia malh mendapatkan banyak bekas luka baik batin maugun fiskis..


Ia hancur hinga tak punya harapan. Bahkan apa yang ia lakukan tak pernah habis lirik, setiap nafas Habib hanya ada nama Nayya. bahkan ketika tidur hanya nama Nayya yang ia sebut ketika sakit, itu adalah sakit karena rindu kepada Nayya. ketika sehat itu hanya karena ada surat berisikan foto Nayya dan anak-anaknya. Ia sakit. Ia terluka hingga mendarah daging. Ia melupakan dirinya, ia melupakan tujuan hidupnya. Yang ia ingat hanya rasa sakit dan juga Habib. Ia berusaha untuk mengembalikan Habib seperti ia kenal dulu meksipun bagaimana caranya.


Disini,, dimana keluarga bahagia dimatanya itu ia menggenggam erat pisau itu dan berlari. Ia berlari dan mengarahkan pisau itu pada wanita yang menjadi tujuannya menjadi sakit, wanita yang telah membuat hati dan hidupnya hancur. semua tak ada yang tau sebab semuanya terlalu merasa haru dan bahagia satu sama lain.


Suasana yang ramai dan penuh dengan tawa itu lenyap seketika ketika Khumairo berlari menuju Nayya dan mengajukan pisau pada dadanya. Matanya yang merah, tubuh yang penuh darah membuat ia berfikir ia adalah setan..!! Nayya dan semuanya tak sempat tahu hingga.


Clap... Argh... srakkkk... Darah disana keluar kemana-mana ketika pisua itu ditangkap paksa oleh Rindu yang ada disisinya Nayya. tangannya dengan erat menggeam pisau itu hingga darah keluar mengalir deras ditangannya. pisau itu sangat tajam dan bayangkan bagaimana ketika ditahan dan digengggam erat olehnya. Sangat nyilu.


Rindu memiliki refleksi yang Sangat bagus..!


Khumairo diam menatapnya dan menatap Rindu. Rindu disana menjulak pisua itu dan Bugh. Ia menedang Khumairo kasar dan menatapnya dengan tajam. Rey disana menatap istrinya sesak akibat darah yang menetes ditangannya. Semua orang bahkan merasakan dadanya sesak.


“Haa... siapa kau.. beraninya kau..!” Teriak Khumairo...


Rey disana mencoba menarik Khumairo yang ingin menyakiti Rindu lagi. rindu disana diam dengan sensasi sakit ditangannya. Nayya disana terdiam kaku menatapnya. Ia sangat takut melihat darah sungguh..!! ia merasa ingatan kembali pada masa dimana Acha ditusuk. Ia disana mendadak sakit kepala dan habib disana menatap Nayya nanar.


“Siapa kau..!! berani-beraninya merusak kebahagiaan keluarga kamu ha..!!!” Teriak Rey disana hingga ia disana menarik paksa rambut itu dan bugh.. ia menamparnya kuat tak tahu dia perempuan atau laki-laki. Ia sangat taut.


“Rindu.. yaampun nak. Sini kita obatin lukanya.”Teriak ayahnya dan keluarganya.


Namun Rindu disana menggeleng dan tersenyum. Tangannnya ditahan oleh ayahnya yang membuka jasnya dan membuka bajunya.


Ia melilit tangan Rindu dengan baju putihnya nanar.rindu disana terdiam merasakan kepalanya sakit.


“bunda..” Gumam Acha mendekati Rindu. Rian disana membantu ayahnya yang diserang balik oleh Khumairo yang mendadak gila. Keadaan kacau dan keluarga Rundu yang tak menyiapkan senjata itu segera menyuruh penjaga untuk menembak mati Khumairo saat itu juga.

__ADS_1


__ADS_2