
Tangisan menderai dari Khumairo tiada henti-hentinya ketika menemui fakta jika pujaan hatinya sudah menikah, ia bahkan terasa mimpi sat ini. Sampai-sampai ibunya mengusap kepala anaknya dan juga ikut bersedih.”Tenanglah nak. Kita tungguh ayahmu pulang terlebih dahulu yah, nanti bisa kita bicarakan dengan beliau. Ayahmu pasti memiliki rencana yang lebih baik.”Ujarnya disana menenangkan.
“Tapi ayah pulang lima bulan lagi mam.. nanti bagaimana jika wanita itu hamil? Vio tidak mau dia dinikahi oleh Habib hiks hiks.”Tangisanya maish pecah mengingat hal itu. Ia tak mau orang yang ia sayangi menikah dengan orang lain.
“Vio yakinkan sama papa dan juga mama. Kita bakal cari solusi terbaik buat Vio.”Ujarnya. Khumairo Vionalitasya. Dipangil Vio oleh orang terdekat itu mengusap air matanya. Yah. waktu lima bulan itu bukanlah waktu yang lamakan? Dan ia harus mencari cara supaya nayya tidak hamil atau apapun itu. Mengenakan apa? Akhh ia punya solusinya, yaitu Aiisya..
atau ulah lain?
. . ....
Seiring berjalannya waktu. Benar, sekarang usia pernikahanya Nayya dan Habib sudah memasuki 6bulan.. waw?
Iya. Mereka menjalaninya sebagaimana sharusnya. Nayya sekarang sudah bisa berjalan loh, ia sudah bisa berjalan meski mengenakan tongkat dan tangan mengenakan tongkat untuk menunjuk arahnya, ia tak lagi mengenakan kursi rida... hal itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri untuk Nayya,
Habiub semakin lama semakin mengagumi sosok Nayya yang bisa menerima takdirnya begitu muda. Ia juga sudah menyayangi Nayya. Haya saja ia belum Unboxing yah Giuys sebab Nayya sendiri belum bisa memberi. Bukan karena perasaan. Hanya saja Nayya belum siap lahir batin. Entah sampai kapan, tapi ia yakini nanti jika semuanya sudah siap dan sudah ada jaminan. Sebab Habib masih saja suka berbicara tentang Khumairo dan Aisya yang suka membandingkanya.
Setelah kejadian itu Khumairo selalu datang kepesantren dengan cara yang beda, memberikan makanan dan juga mengatakan jika dirinya tak apa menikahi Habib dan menjadi yang kedua, dia akan membantu mengurusi Nayya dna menyayangi Nayya sebagai istri pertama. Sungguh Nayya tidak suka, memangnya dirinya hanyalah beban Habib apa? Padahal sekarang ia tidak lagi membebankan seperti dulu.
Lag pula kan Habib sendiri yang mau menikahinya.?
Apakah Nayya mencintai Habib? Seiring berjalanya waktu ia mencintai Habib, hanya saja ia tak begitu meyakininya. Masih ada Khumairo dan masih ada cinta diantara mereka. Habib juga tidak pernah mengusir Khumairo disini membuat ia yakin jika Habib menunggu dirinya merestui hubungan mereka. Sedangkan Nayya sendiri sudah mengatakan matipun ia tak mau dimadu. Jika mau memadu tunggu jasadnya sudah dikubur.. nayya memang jahat jika mengenai perasaan dirinya.
Egois?
__ADS_1
terkadang kita memang harus egois untuk kebahagiaan diri sendiri. Sebab tak semua orang memikirkan kebahagiaan kita.. hanya diri kita yang menentukan bagaimana hidup kita...
Nayya jahat?
Oh maaf Nayya tidak peduli.... Selagi ia tidak kenyakiti orang lain ia tak akan gentar.
...***...
“Nayya mau keluar bareng aku nggak? Aku mau beli staobery loh diluar. Soalnya lagi banjir Staobery dna harganya jauh lebih murah..”Itu suara Khumairo yang baru saja keluar bersama Habib dari kamar. Suara itu Nampak lembut dan tulus tapi tidak dengan Nayya.
Nayya disana mengerjab saja.”Boleh nih Nay. Setidaknya kalian bisa mengakrabkan diri dan kamu bisa memiliki teman.”Ujarnya umi Ana disana dengan senyum menyetujuinya.
Disana juga ada Asiya yang menatap Nayya dengan sinis.”Nanti juga ada Asiya dan Habib kok. Kalian ikut yah sesekali kalian bersama keluar.”Lanjutnya.
"Masa kalian enggak mau si? "Tanya Khumairo sendu bi dewi yang sedang bersedih....
“Yaudah kalo gitu kita pergi. Biar nanti Nayya bisa beli stobery dan nyetok dikamar,. Lagipula Nayya tidak pernah keluar yah kan?”Tanya Habib terkekeh disana. Nayya tetap diam tak menjawab. Ia hanya malas untuk berkata-kata disana, jika ia bicara maka nanti akan menimbulkan fitnah.
“Yaudah kalo gitu ayok.”Ujarnya Khumairo semangat bagaikan dewi yang rupawannya. Menarik tangan Nayya.”Biar aku saja yang bantu. Kamu duluan saja.”Ujarnya kepada Habib. Ia menarik Nayya dan membantunya.
Nayya langsung melepaskan diri dan tersenyum.”Tidak usah. Aku bisa sendiri.”Ujarnya lalu langsung berjalan maksi mengenakan dua tongkat. Nayya sosok yang tak suka memelihara Ular. sebab sebaik apapun kita kepada ular... Ular tetaplah siluman dan ular tetaplah berbisa dan berbayaya,.
Khumairo disana menatap Nayya dengan tatapan sendunya. Ia menghela nafas. Sedangkan Habib langsung menghampiri Nayya.”Biar aku saya yuk yang bantu..”Ujarnya. barulah Nayya disana mnau.
__ADS_1
Habib menatap Khumairo dengan tatapan merasa bersalahnya akan sikap nayya. Namun Khumairo hanya tersenyum tulus dan bergumam tidak masalah. Padahal ini bukan salah Nayya kan?
“Haiss,... udah dibantuin eh malah nolak. Kan sok bisa.. Padahal buta dan cacat.”Suara Aisya disana sangatlah menyikut hati Nayya. Ia menatap khumiro dan menatap Nayya.”Kurang apa si khumairo? Udah mau jadi yang kedua dan mau bantuin Nayya buat sembuh. Tapi tidak mau cih.. Seraka.” Gumamnya disana.
“kamu tidak tau saja Aisya.. semoga nanti kamu tidak dimadu yah oleh suamimu.”Jawabnya Nayya lalu langsung pergi meningalkan Habib. Ia tak suka dibicarakan.
”Lagipula lebih baik manusia cacat kaki dibandingkan cacat hati. Dan lebih baik buta mata dibandingkan buta hati. Karena cacatnya hati itu tandanya manusia tanpa akhlak. Dan manusia tanpa akhlak adalah manusia terendah yang ada.”Gumamnya lagi. Hal itu membuat habib tertegun.
Nyatanya Nayya memanglah pedas dalam ucapanya. Nayya tidak mau dihina kah? Tentu bukan? Ia tak mau direndahkan dihina lain ceritanya, tapi dibandingkan itu namanya merendahkan. Ia tau Khumairo itu sempurna dimata Aisya. Tapi kenapa harus dibandingkan didepan wajahnya.
“Sudah Aisya. Kamu tidak boleh seperti itu..”Ujar Khumairo disana menahan Aisya.
Aisya memainkan bibirnya saja tak terima lalu pergi mendahuli semua orang. Habib membantu Nayya untuk duduk dibagian depan disampingnya. Habib akan menyetir mobilnya saja dan Khumairo dan Aisya duduk dibelakangnya. Yah. Mereka satu mobil mengendarai mobilnya Khumairo kok.
“Nay mau beli makanan dulu tidak selama diperjalanan, setidaknya Nay tidak bosan.”Ujarnya Habib sembari mengeluarkan mobilnya. Kebiasan Nayya jika menunggu itu makan., sudah beberapa kali si mereka menunggu. Contohnya makan malam diluar sering Habib ajak.
Nayya disana mengangguk penuh binar,.” Minuman Itu juga yah.. yang asam asam gitu yang kemarin iota minum terus keripik kentang dan ubi.”Ujarnya binar membuat Habib mengusap kepalanya sayang.
“Ayay tuan putri.”Ujar Habib mencium tangan Nayya. Nayya disana tersenyum saja karena Habib memang suka menciumnya.
Bagi Habib mencium istri itu pahala, berprilaku baik dengan istri itu semuanya pahala.
Sedangkan dibelakang ada Khumairo yang menahan mati matian untuk tidak menangis dan rapuh menatap habib yang sangat menyayangi Nayya. Tak lupa pula si Aisya yang mengusap pundak Khumairo. Khumairo terlalu baik bagi Aisya..
__ADS_1
Bagi Aisya... Ingat...