
..."Manusia memang wajib berusaha, namun bukan wajib berhasil. Manusia bisa berencana, namun hasil akhir adalah hak Sang Pencipta."...
.... "Takdir setiap manusia memang telah ditentukan sejak mereka lahir, tetapi dengan kerja keras, kita dapat mengalahkan takdir."...
.
.
.
“Ihh ayah..!!” Ujar Acha merengek disana membuat Rey tergelak. Dan tanpa mereka sadari jika suara mereka itu terdengar hingga dur, sebab acha itu tadi tidur dibawah dekat ruang dapur jadi yah terdengar jelas bahkan ketelinganya habib.
Kamar disini belum diatur secara baik karena baru, jadi yah beginilah jadinya. Acha tidur yang penting ada kasur haha.
“Yaudah cepetan kebawah bareng ayah nanti biar ayah yang bilang ke bunda kalo kamu kecapean.”Ujarnya Rey mengusap pipi putrinya Nayya itu sayang.
Acha menunjukan wajahnya.”Bersihin terus gendong.”Ujarnya. Rey hanya mengeleng menatap anaknya yang manja itu dan mengangguk saja. Acha memeluknya bahagia dibuatnya,.
...----------------...
Dugh.. Habib kaget ketika mendengar suara keras yang manja dari dalam, siapa itu? Suara wanita? Apakah suara Nayya? tapi sepertinya bukan.
Tapi ia merasa sangat kenal dengan suara itu membuat ia menatap Fatih. Fatih menyabarkanya dan tersenyum . Ada yang bertanya Abu? Habib tak membawanya karena tak mau menambah masalah, cukup masalah ini saja. Kalian bisa bayangkan jika Abu ada.? Habib mau selesai masalah yang terlalu rumit ini.
“Eh mas udah sampek?”Tanya dari dalam yang ternyata Nayya yang datang. Habib terdiam menatapnya. Nayya sangat cantik dengan gamis hitam dan hijab hitamnya yang panjang. Bahkan lebih panjang dari biasanya ia lihat. Dan Fatih? Ia tersneyum lebar menatap nayya.
Nayya disana menatap Fatih dengan tanda Tanya. “Kamu... bukannya temannya Bryan dulu yah? Kalian saling kenal?”Tanyanya menatap Fatih dengan tanda Tanya. “IIya kalo engak salah. “Gumamnya Nayya disana dengan heran kepada Fatih.
Glugh. Fatih terdiam menatapnya. Habib pun menatap adiknya menuntut penjelasan. Fatih disana hanya menatap Nayya gugup dan berkata.” Anu. Aku Fatih mbak.”Ujarnya disana dengan guguup dan juga dagdigdug seprrti menyembunyikan sesuatu.
Nayya menatapnya diam dan mengingat lagi masalalunya. Ia ingat wajah Fatih namun ia setelahnya tersenyum.”Owh gitu. Mungkin kalian mirip saja yah.. hehe “Gumamnya disana tersenyum.”Kamu apa kabar? ,aku kangen sama kamu ih.”Ujar nayya kepada Fatih gemes.
Faith disana menggigit bibir bawahnya dan tersenyum.”Allhamdulillah mbak. Aku baik kok.”Ujarnya. Nayya disana mengangguk dan membulatkan bibirnya.”Oh kamu yang diperbelanjaan kemarin bukan? Yang ngajak mbak debat itu? Iya kamu kan?”Tanyanya heboh.
Faith disana membulatkan matanya.”Jadi itu beneran mbak? Yaampun Fatih engak salah orang berarti.”Ujarnya disana tak kalah heboh mengabaikan Habib yang memanas akibat semeburat cemburu didadanya dan merah diwajahnya. “Mbak sekarang kok engak tua tua yah. Tambah cantik saja malah.”Ujarnya disana.
Ayya tergelak dibuatnya.”Kamu bisa aaja. Betewe kamu ternyata lebih tampan dari mas Habib yah.”Ujarnya membuat Fatih tertawa dan Habib yang menatapnya suram.”Yaudah yuk masuk, dimeja makan sudah ada anak-anak sama suami saya juga ayok. Anak kangen sama kamu. ”Ujarnya disana dengan senyum manis.
Wajah Habib semakin suram mendengarnya, apa Nayya benar-benar sudah menikah? Mereka segera menuju keruang makan dibelakang. Fatih dan Habib menatap tumah inio, ternyata sangat salah jika bilangnya sederhana. Sederhana dari hongkong..!rumahnya sangat megah dan nyaman, bersih dan tentram. Sungguh Nayya orang kaya..!!
Habib tetap diam tak banyak bicara hingga ia dan lainnya sampai dimeja makan, disana ada sosok yang ia kenal membuat ia mnengernyit dan maju. Sosok yang ia juga tak kalah kaget dan mereka pun bangkit menatap satu sama lain.,” Arga.. Bapak..!” Mereka saling menyapa.
“Loh kalian saling kenal?”Tanya Nayya kepada keduanya melirik secara bergantian.
__ADS_1
“Dia dosen arga. Dia anak didik saya.” Ujarnya mereka kembali serentak. Nayya disana menatapnya dengan mengangguk dan Fatih yang ikut diam menatapnya bungkam.
“Sempitnya ternyata dunia.”Ujarnya terkekeh.
“Dia siapa Nay?”Tanyanya Habib dengan nanar. Nayya disana menatap Arga dan Habib diam tak bisa bicara banyak.
“Ummi.. cara sampai piuuu..!” Acha berteriak layakny anak kecil digendongan Rey. Ia mengenakan baju piama yang berwarna pink cerah itu dan menatap semua orang.”Loh kok ada pak Resek si?”Tanyanya disana.
“Acha siapa yng ngajarin manggil orang tua gitu?”Tanya Rey membuat Acha meringis.
“maaf.”Gumam Acha.
”Jangan diulangin yah. Berdosa tauk,”Ujarnya. Acha mendengus namun tetap saja mengangguk. Ia pun mendekat dan melirik Habib dengan senyum,
Habib menatapnya bingung. Matanya berkaca—kaca ada rasa bahagia namun ada rasa sesak ketika melihat Acha bicara degan orang lain.”Jad-jadi anakku yang mana Nay?”Tanyanya lirih disana mentap Arga.”dia anak kita?”Tanyanya.
Nayya mengangguk membuat habib maju dan memeluknya Arga. Arga diam merasakan pelukan hangat dari Habib. Habib tak salahkan mengira Arga? Yang namanya ikatan darah tak akan ernah salah.”Sedari awal saya sudah merasa jika kamu anak saya hiks hiks. Apa kabar nak?”Gumamnya disana. Arga disana diam mendengarnya, ada rasa hangat didadanya mendengar ayahnya yang memanggilnya nak.
Ternyata dosennya sendiri ayahnya..!
Arga menatap uminya dan uminya mengangguk. Arga tetap diam membuat Habib melepaskan pelukanya, ia sadar jika ia bukan siapa-siapa. Acha disana menatap Arga lirih. Habib mengusap pipi anaknya sayang dan terkekeh.”Maaf.”Gumamnya tulus hingga tak terdengar dibuatnya.
Nayya disana tersenyum.”Dan ini anak kamu juga mas”Ujarnya menunjukan Acha yang memilin ujung hijabnya, ia tak menyangka dosen nyebelin itu yah kandungnya..! Bisa dirombak tidak si.?
Habib menatap Acha terdiam. Apa gadis resek ini anaknya juga? Kok bisa? ia menatap Nayya menuntut kenapa bisa dua? Nayya tersenyum dan berkata.”Mereka kembar.”Ujarnya.
Dan segera bangkit memeluk Acha hinga ia angkat anaknya. Acha disana pun kaget namun ia diam saja tak tau berekpresi seperti apa untuk ayahnya. Namun ia meletakkan kepalanya dipundak Habib menbuat Habib mengusap kepalanya sayang.”Enggak nyangkah kita ayah dan anak.”Gumamnya dan Acha mengangguk.
Rey dan Fatih menatap kearah lain karena suasana haru ini. Habib yang sudah 17tahun tak bertemu anak-anaknya yang merindukan anak-anaknya dan anak-anaknya Habib menerimanya. Rasanya seperti mimpi bagi semua orang. Jujur ada rasa takut dihati Rey tapi ia tak boleh serakah, ia harus bisa berbagi karena memang kedua anak ini bukan anak kandungnya.
“Udah azan. Acha laper.”Ujarnya Acha mendengar Azan yang selesia barulah Habib melepaskan pelukanya dan mengusap air matanya lirih. Ia menduduki Acha dikursi dan mengusap air matanya.”Minum nak.. baca doa.. Arga juga duduk minum.”Ujarnya Habib disana bersyukur dan segera membantu acha minum dengan lirih dan juga harunua. Ia tak mampu menghentikan air matanya jatuh. Semuanya diam menatap habib yang masih menangis dan haru.
Acha dan Arga menurut saja akan ulah ayahnya. Habib tersenyum dan memberi kurma kepada mereka.” Jangan lupa makan kurma supaya bisa menjalankan sunnahnya rosul. Dimulai dengan yang manis-manis.”Ujarnya memberi keduanya. Ia bakan belum berbuka dan merasa dunianya sudah kembali. Ia terus saja mengusap air matanya dan mencium kepada keduanya sayang.
Nayya disana menangis dalam diam dibuatnya. Ia merasa berdosa sudah memisahkan kedua anaknya dengan ayahnya. Habib tersiksa karenanya, ia tak tau jika hal ini terjadi. Ia mengusap air matanya membuat Fatih dan Rey menatapnya lirih. “ACHA SAMA ARGA MAU MAKAN APA SAYANG? BIAR AYAH SIAPKAN.”Ia memegang dadanya menatap kedua anaknya.
Acha dan Arga diam saling tatap, mereka ta tau harus apa. Arga menatap uminya namun uminya menatap lain arah. Ia menatap yang lain namun yang lain pun menatap lain arah. “Hmm.. kita mau makan es buah saja.”Ujarnya Acha lirih.
Arga disana menatap ayah kandungnya.”Hmm Risol.”Gumamnya. karena mema mereka makan masakan Indonesia hari ini.
Habib segera memberinya dna menyiapkannya. Acha disana menatap Habib dengan tatapan nanar.,”bapak tidak makan? Kata bunda menunda berbuka itu tidak baik loh. Ini buka dulu.”ujarnya memberi minumanya kepada Habib.
Habib bergetar mengambil sisa minum itu dan meminumnya ditangan Acha. Acha disana terdiam dan segera melepaskan tanganya.
__ADS_1
Karena ia tak terviasa memegang tangan seseorang yang asing. Habib menatapnya nanar dan juga sakit. Apa acha jijik? Namun segera dilurusi.”Maaf. Acha tidak terbiasa. Kata umi memegang yang bukan mahrom itu dosa, tapi ayah kan ayah kandung kami. Acha tidak tau karena kita baru bertemu jadi Acha tidak tau dosa atau tidak.”Ujarnya acha polos.
Nayya menatap Acha menggeleng.”Enggak kok. Enggak apa-apa.”Ujarnya. Acha mengangguk dan Habib mengusap pipinya yang basah.
Anaknya tidak ada yang gagal. “ Hmm ayah. Umi dan om tampan tidak makan?”Tanya Arga memecahkan kecanggungaan. Habib terdiam malu, bisa-bisanya ia lupa jika ia hanya tamu. Dan apa tadi? Ayah? sakit yah..
Jadi dia suami da ayahnya dari Nayya dan anak anaknya... Ganteng sih... ia akui itu.
Rey dan lainnya berdehem dan duduk.” Iy-iya.”Ujarnya dan mulai berbuka.”Nanti makan yang berat yah, kita sholat berjamaah dulu lalu sholat tarawi baru makan dan bicarakan masalah ini lagi. ingat yang utama itu adalah ibada,nnati kalo kekenyngankalian ngantuk terus capek.”Ujarnya Rey. Semuanya mengangguk dan mulai makan mengisi perut supaya kenyang. Lagian membuat perut kenyang mendadak itu tidak baik.
Habib diam mendengarnya. Rey dan habib saling tatap namun Rey abaikan saja. “Assalamu’alaikum.. maaf telat,duhh tadi tu buk Mirna malah nahan bunda nanya resep rendang jengkol..”Ujarnya Rindu sampai. Habib dan Fatih terdiam. Siapa dia?
Rey tersenyum menatap Rindu dan mengambil kursi paling hujung dan menaruh disisinya.”Sini buka dulu.”Ujarnya. Rindu mengangguk dan mengambil sisa miinum Rey dna meminumnya.
Rey disana tersenyum dan mulai memberinya makanan dan minuman. Fatih dan Habib saling tatap dibuatnya lalu menatap Nayya. Nayya malah sibuk dengan minum dan makananya sembari menunduk. Ada apakah gerangan?
Setelah semuanya usai mereka segera melaksakan sholat, disini ada musholanya namun masih ada salip akibat peninggalan orang lama, Nayyapun segera membereskanya dan mulai melaksakan sholat berjamaah.
” Hmm kamu saja yang imam.”Ujar Rey kepada Habib. Habib canggung namun menerima saja. Rindu dan lainya melaksanakan sholat saja disana.
Ah ralat. Rindu tidak, sebab ia mengenakan niqob jadi ia memilih solat sendiri karena rukun solat hidung dan kening itu harus menyatuh dengan sejaddah.ia tak mau orang melihat wajahnya
Ada yang bertanya kenapa mereka tak sholat dimasjid? Jawabanya disini sangat jauh masjidnya. Bisa sampai setengah jam, nah jika mau kenaan pastinya menghabiskan waktu kan? Belum lagi waktu yang mepet. Mangkanya mereka selalu sholat dirumah, hanya beberapa kali saja mereka melakukannya diluar seperti sholat jum’at gitu.
Sholat magrib diimami oleh Habib, sholat isya diimami oleh Fatih dan Tarawe oleh Rey. Mereka bergantian supaya tidak capek pun, mereka juga tadarusan dan satu fakta tak bisa Habib kata-kata lagi jika suara Acha mengaji sangat merdu, suaranya Arga pun sama.
Katanya acha itu salah satu qori’ diwaktu kecil karena suaranya yang bagus dan Arga sang pemenang kompetisi pengajian karena pembacaannya yang fasih dan jelas. Satu hal yang yang membuat habib dan Fatih kagum dan juga terkesan jika keluarga Rey itu semuanya Hafiz Qur’an termasuk Rey dan Rindu. Dan keempat anaknya dan mereka semuanya terkenal dan pintar. Jelas membuat Habib insekcure.
Setelah ibada selesai mereka kembali kemeja makan dan makan malam yang tertunda. Setelah makan barulah mereka keruang tengah. Rindu memiliki uzur karena lelah dan sakit memilih pulang dan meninggalkan Rey dan lainya. Arga melihatnya tak enak dan meminta ikut tapi Rindu menolak. karenanya Rindu disuruh tidur disini saja diruang tengah. Rindu kekeh pulang membuat mereka tak bisa apa-apa.
Suasana cangung terjadi hingga Nayya angkat bicara. “ Jadi disini Nay beri kesempatan buat mas jelasin semua tentang mas kepada mereka dan kenapa kita bisa pisah diposisi mas.. Nay tidak mau berlarut-latu dan Nay mau kita hidup damai. Mas bisa bersama anak-anak dan Nay bisa menebus dosa Nay kepada mas. Nay sadar jika Nay salah selama ini, menjadi istri yang tidak baik, memilih pergi tampa izin, Nay durhaka dan juga pembangkang padahal Nay tau surga istri ada dengan suaminya, Nay sadar. Bahkan nay memisahkan kalian sebagai ayah dan anak.”Ujarnya jujur.
Nayya itu tidak egois ketika tau ia salah, ia selalu berani minta maaf akan kesalahanya. Hanya saja kadang keadaan yang membuatnya egois., habib menatap nayya dan Rey.”Kalian sudah menikah?”Tanyanya.
Nayya diam. Rey disana menatap nayya dan menatap Habib. Rey tau jika mata itu sangat tulus dan juga sangat bersih dari kebohongan.
“Saya dan nayya.”Ia menatap nayya yang diam. Rye menghela nafas.”Selesaikan masalah kalian, jika kau mau bersama Nayya. saya tidak bisa berbohong ditengah kebohongan kalian.”Gumamnya. Rey benci bohong.
Nayya menatap Rey lirih. Lalu Habib menatapnya tak paham. Rey disana kembali angkat bicara.”Bicaralahlah apa yang mau kau bicarakan Habib. Masalah status kau akan tau sendiri nanti, dan ku harap kau bisa selesaikan masalahmu dengan wanita serakah dan keluarganya itu. Jika tidak kamu akan kehilangan anak-anakmu dan juga harapan.”Ujarnya menekan kata-katanya tajam.
.
.
__ADS_1
.
... Kakak dengerin kok masalah Khumairo. Intinya Khumairo bakal kita singkirkan di masa ini. setuju.? Bila perlu kita hempas sampai kesasar dasarnya hahha... Waktunya pembalasan untuk Nayya dan keluarga...! ...