
...Pergi bukan untuk meninggalkan tapi hanya untuk membuat diri kamu sadar jika kamu itu berharga atau tidak dimata mereka.. Nvs31.......
.
.
” Makan saya terlalu banyak namun satu rasa. Kekecewaan, rasa sakit, dan ketidak ada harapan hingga diberikan satu, ketulusan “Ujarnya Rindu tersenyum.”sebab ketika orang yang terbiasa minum pill pahit akan menjadi manusia kebal dengan pil pahit biasa.” Ujarnya.”Dan saya tidak sebaik itu, saya hanya manusia biasa.”lanjutnya. Habib mendengarnya diam. Apaah sesakit itu? Rasanya seperti ada bagian hati yang tersakit mendengarnya.
Btw jika Rindu bukan orang baik dia apa.. Jahanam? ' Batin Habib meringis.
Rindu kembali tersenyum menatap kedepan mengingat masalalunya yang kelam dan juga menyakitkan, jika ingat ingat lagi. bagaimana bisa bertahan dikalah itu? “Habib..”Gumam Rindu lemah.
Habib diam menatapnya.” Aku mengalami masa sulitku sendirian, Tapi semua orang percaya bahwa aku baik-baik saja, sedangkan saat orang lain menghadapi masalah atau masa sulitnya aku berada disisi mereka sebagai penguat. Tanpa mereka sadari, bahwa sebenarnya akulah yang lebih butuh dikuatkan.” Ujar Rindu. Habib menatapnya memanas, karena kata-kata itu bagai menyayat dadanya.
Rindu kembali tersenyum.”Saya selalu menguatkan mereka sampai saya melupakan jika saya sangat lemah. Saya harus berjuang sampai saya lupa jika dikalah itu umur saya sudah menyempit. Yang saya tau saya harus berjalan sendirian dan berjuang tanpa batasan.”Ujarnya Rindu mengusap teteasan air matanya. “Dan akhirnya perjuangan saya tidak sia-sia. Saya harap kamu juga bisa yah. “Ujarnya melirih.
Habib mengangguk yakin. Rindu menganguk.”Kamu harus kuat. jangan mudah menangis, berdiri tegap dan lindungi keluarga kamu. Kamu harus bisa terbiasa akan semua luka sampai kamu lupa luka mana yang paling berat kamu rasakan. Sampai kamu sadar jika sebenarnya luka yang kamu dapatkan adalah obat untuk menjadikan kamu lebih kuat bukan alat membuat kamu tabah lemah.” Ujarnya lagi.
Habib mengangguk semangat lagi. rindu tersenyum dan menatap lain arah. “Teroimakasih.”Gumam habib lirih. Ia mengangguk.”Aku akan berusaha seperti kamu. Terimakasih.”Gumamnya Habib melirih. Rindu mengangguk dan tersenyum mengusap air matanya.
“Sayang..” tak berselang lama, hanya beberapa menit mereka sudah mengobrol saja Rey dan Raja segera sampai membawa makanan untuk mereka.” Ayo kita makan.”Ujarnya menarik tangan Rindu untuk berdiri dan menjauh dari habib. Sungguh ia tak ikhas melihatnya. Apalagi dari kejahuan tadi ia melihat keduanya saling berbicara.
Rindu tersenyum.”Habib kalian belikan juga kan makanan?"Tanya Rindu lemah.
Rey disana mendengus namun meski begitu ia mengangguk.”Yah aku tidak sejahat itu untuk membedakan kita. lagipula kan meski dia salah dia juga harus makan.”Ujarnya Rey melirik Habib.
“Tidak usaha.. maaf merepotklan.”Ujar Habib dengan meringis. Ia juga tak enak mendengar suara ketusan itu.
Rundu mengusap tangan Rey. Rey diam menatapnya.” Dia tidak bersalah. Kita sama-sama salah, kamu salah tak memberi tahu ia jika Nayya dalam masalah, aku salah karena disaat itu tak mengajaknya, dan yang terkahir yang paling salah adalah Khumairo. Tidak ada yang menginginkan masalah itu. Karena itu tak ada yang harus disalahkan. Saat ini yang kita butuhkan hanya berdoa untuk mereka berdua, selebihnya biar Tuhan yang menentukanya. Sebab mau kita membenci dan menjauhi Habib sampai mati sekalipun Nayya dan Acha akan tetap begini, mereka tak akan kembali bukan?”Tanya Rindu,
Rey disana menatapnya dan mengangguk. Rindu tersenyum.”Aku dulu pernah mendengar satu kisah. Kalian mau dengar?”Tanya Rindu kepada Rey. Rey yang duduk disisinya Rindu mengangguk dengan lemah. Habibpun meliriknya.
__ADS_1
“Dulu ada temanku yang menabrak seseorang kakek-kakek yang jualan didekat jalan, sebab dikalah itu temanku sibuk melihat mab untuk penunjuk arah jalan. Namun karena kelalaian dia ia menbarak kakek-kakek tersebut. Karena ia merasa bersalah ia membawa sang kakek itu kerumah sakit.”
“Ia panic dikalah itu, ia pun menghubungi keluarga dari sang kakek dan juga keluarga dari dirinya sendiri. Ia duduk sembari menunggu keluarga siapa yang paling cepat datang. Ia mendekati sang kakek dan menangis merasa bersalah. Ia meminta maaf berkali-kali dan sang kakekpun bicara karena menatapnya tak tega. “Jangan menangis nak, sebab jika melihat kamu menangis kakek teringat cucu kakek. Jangan menangis kakek tidak apa-apa.”Ujarnya. padahal dikalah itu kaki sang kakek itu patah dan juga tubuhnya banyak luka membuat temanku semakin menangis tak tertahankan. Bukankah seharusnya sang kakek marah karena sudah menabraknya? Ini malah menenangkan dirinya...! "
"Tak berselang lama sang kakek ditangani dan ada sesoerang yang datang, dan ternyata itu dari pihak keluarga sang kakek. Ia datang mengenakan baju kumuh dan dia seorang perempuan. Temanku sudah pasrah dikalah itu, dia siap jika dijambak, dipukul, ditampar atau dimaki-maki. Karena ia sdara jika dia salah saat itu. Ia tau jika ia lalai dan ia merasa pantas mendapatkanya.”Ujar Rindu membuat mereka mengangguk memahami.
“ Dan ternayata temanku salah, dia tidak dijambak, tidak ditampar atau dimaki. Dan yang datang itu ternyata cucu dari si kakek itu. Dan ia tersenyum. Temanku hanya diam dan meringis menatapnya. Perempuan itu cucu dari kakek itupunmendekatinya, temanku siap-siap kan takut kena marah. dan ternyata ia salah. Cucu dari kakek itu ternyata datang membawa roti didalam kresek hitam dan tersenyum sembari berkata.”Kakak pasti belum makan kan? Makan saja dulu kak nanti kakak sakit.”Ujar dari si cucu sembari memberikan satu roti itu..”Ujar Rindu tersenyum menjatuhkan air matanya. Habib dan Reypun diam merenung kesalahan mereka.
Rindu tersenyum.”Iya dia tidak marah, dia malah memberikan satu satunya roti yang ia miliki kepada temanku yang salah dan telah menabrak sang kakek. Dan itu membuat temanku semakin menangis dan semakin merasa bersalah. Dari cerita ini kita sadar dan kita tau, jika sesungguhnya kesalahan tidak meski dibalas dengan kesalahan, kemarahan tidak harus dibalas dengan pukulan. Dengan memberikan kebaikan kepada yang salah sesungguhnya adalah pukulan talak bagi pelaku. Jadi kamu pahamkan mas?”Tanya Rindu pada Rey.
Rey mengangguk dan mengusap air matanya, ia menatap Habib yang diam menatapnya. Ingin meminta maaf. Namun habib langsung memeluknya dan berkata.”Kamu tidak salah. Saya yang salah karena gagal menjaga istri dan anakku. Terimakasih karena sudah berjuang untuk mereka.”Ujarnya lirih. Rey pun menangis dan berpekukan. Ia juga tau jika ia salah dan ia sadar ika apa yang dikatakan istrinya benar. Jika sesungguhnya kesalahan tak selalu dibalas dengan kesalahan.
Rindu hanya tersenyum menatapnya.
(Suer deh aku kalo cerita masalah kek gini, cerita msalah orang baik jadi mangis dna enggak nahan,s ebab aku hanya nulis dan belum bisa sebaik orang-orang yang aku tulis disini hik hiks- semoga sama-sama bisa jadi sa;ah satu orang yang baik kek gini yah.. ammin, btw ini kisah nyata yang aku ambil dari cerita orang.- Author-)
Setelahnya Rindu dan lainnya memilih makan dan membicarakan niat Rindu yang akan pulang kampung merawat sang Abi dan Umi yang merawat nya sejak bayi. Rey ikut saja dan mereka sepakat jika mereka akan menjenguk Acha sesekali.
Sedangkan nayya? keadaanya sudah membaik, hanya saja ia belum bisa ditemui karena lukanya cukup menghabiskan banyak darah. Hal itu juga yang membuat Habib disana cukup bersyukur. Ditambah mereka bingung siapa yang mendonorkan Nayya darah sebagaimana Rani ceritakan tadi. Tapi mereka cukup berterimakasih sebab ada orang baik yang ingin membantu mereka.
Acha sudah dirawat. Rindu dan anak-anaknya sudah pulang. Hanya ada Rian dan Rajja disini menemani Habib.
Habib menatap sang dokter yang keluar dari ruang Acha yang sudah sejak dua jam dari tadi. "Bagaimana keadaan anak saya dok?”Tanya Habbib lirih mendekati Abg dokter.
Sang dokterpun menatap habib dengan helaan nafas,.”Puji syukur detak jantung anak bapak sudah ada kebali, namun kabar buruknya itu sangat lemah sehingga memicu kekurangan oksigen dibagian otaknya kembali meradang., bagian kanan jantung juga bocor dan itu membutuhkan pemulihan. Serta kami tidak bisa memastikan sampai kapan anak bapak bisa kebali sadar dan membaik.”Ujarnya sedih.
“Jadi maksud bapak anak saya koma? Tidak sadar?”Tanya Habib dengan nanar.
Dokter menepuk pundaknya.”Saya harap bapak bisa kuat yah pak. Kami akan memindahkan anak bapak keruang khusus sebagaimana yang diperintahkan tuan Rey. dan doakan saja untuk anak bapak supaya bisa sadar kembali dan kembali normal.”Ujarnya lirih.
Habib melemah dan memegang dadanya. Raja menahan tubuhnya dan mengusap pundaknya. Arga dimana? Ia dibawa Rindu pulang sebab keadaanya yang melemah, Habib menatapnya dokter lagi.”Saya boleh masuk dok?”Tanyanya lelah..
__ADS_1
Dokter mengangguk.”Boleh, hanya saja nanti ada jamnya dan juga harus mengenakan peralatan yang sudah disiapkan yah pak. Jika begitu saya permisi.”Ujarnya. Habib disana mengusap dadanya. Anaknya koma dan tidak tau kapan sadarnya.
“Sabar.”Gumam raja kepada Habib. Habib mengusap air matanya dan jatuh kelantai karena lemah “Jangan duduk disisini, kita kemasjid saja yuk. Disana ada bang Rian dan kita sama-sama berdoa, sebntar lagi azan subuh.”Ujarnya Rajja kepada Habib. Ia sudah memaafkan Habib Karena mendengar cerita dari ibunya.
Habib mengangguk, melnagkah nanar menuju kemasjid, langkahnya lemah menuju kemasjid dan ternyata disana ia bertemu dengan Rian yang mengaji didalam masjid, wajar saja sedari tadi ia tak melihat Rian sejauh Acha dirawat. Bahkan batang hidungnya. Ternyata dia disini.”Kenapa bi?”Tanya Rajja kepada Habib. Matanya menatap tatapan Habib saat ini.
Dan itu tertuju pada Rian yang mengaji dengan khususknya dimasjid “Oh bang Rian, dia sudah sedari tadi disini hehe.”Ujarnya dengan senyum.”Baguskan suaranya dia?”Tanyanya Rajja menghiburnya.
“Kenapa dia tidak mau didekat kita? bukankah dia mencintai Acha? Apakah dia tidak mencemaskan Acha?”Tanyanya disana lemah dan juga sayu.
Raja pun mengangguk.”Karena itu, karena dia mencintai Acha mangkanya dia disini mendoakan dan juga meminta kepada Allah supaya Acha baik-baik sajabbukan Disana menangis dan meratapi nasib.”Ujarnya dengan jujur.
Nyuut... seperti ada yang disabit tapi bukan padi, seperti ada luka namun tidak berdarah. Itulah yang Habib rasakan mendengarkannya.
Ia merasa tersindir akan hal itu. “ Kenapa Rian tidak berani mengungkapkan cintanya pada Acha dan terlihat tidak menyukai ACha selama ini? kemarin Acha bercerita jika Rian sangat cuek bahkan menatapnya saja tidak mau.”Ujarnya lirih. "Apa dia membenci Acha??"
“Dulu aku pernah bertanyakan hal itu pada kak Rian.”Ujarnya Rajja .”dan aku pikir juga samma, dia membenci acha dan Umi Nayya. tapi jawabanya membuat aku terdiam dan tak tau harus jawab apa. Dan jawabanya adalah ‘ Wanita itu fitnah dan ujian, sedangkan laki-laki adalah batasan dan juga penutupan. Saya mencintai Acha dan ketika saya mendekatinya dan juga menatapnya dengan tatapan sayang. Saya takut jika itu akan mendekatkan diri saya pada zina dan juga melupakan harkat cinta itu sesungguhnya, sebab cinta sesungguhnya itu artinya suci dan dirusak dan dinodai oleh manusia yang mengikrarkan karena nafsu. dan kau tidak mau ikatan aku dan Acha ada hanya karena ikatan nafsu.”
“Dia bukan mahromku, dan ketika dia menatapku lama maka ia akan berdosa, ketika aku tatap dia malah maka ia akan berdosa, yang paling rugi siapa? Dia.. sedangkan aku mencintai dia, mana mungkin aku mau dia merugi hanya karena cintaku? Aku mau mendekatinya tapi mendekatinya sama halnya mendekatkan diriku pada kenafsuan untuk memilikinya padahan itu belum saatnya. Aku mencintainya karena hati bukan karena harapan, aku menginginkanya karena Allah. Bukan karena nafsu. Jadi aku akan memperlakukanya dengan cinta nanti ketika kami ditakdirkan bersama.”Ujarnya tersenyum.
Habib mendengarnya tersenyum mengusap pipinya, ia terkekeh dibuatnya dan Rajja tersenyum. "Dan Abi tau kenapa dia disini tidak mau didkeat acha?”Tanyanya. Habib diam menatapnya dan Rajja tersenyum berkata.”Karena dia mau mendekatkan pencipta Acha dan membujuknya supaya jangan ambil Acha, ia mau membahagiakan Acha. Dan dia tidak mau menangis dihadapan acha. Sebab ia berjanji jika ia hanya ingin memberikan Acha kebahagian bukan tangisan, dan jika acha harus menangis karenanya. Maka itu hanya tangis kebahagiaan.”Ujarnya lagi.
“Hmm.”Hbaib jadi terhharu mendengarnya. Ia terkekeh dan mengusap pipinya basah. Dalam hatinya menjerit.’ Nak kau dengarkan? Kau dengarkan jika cintamu terbalaskan? Bangun yah nak. Bangun, jangan buat ayah kacau. Jangan buat dia menunggu kamu lagi. kami menyayangimu.”
“kenapa bi? Baper sama kisah cintanya bang Rian?”Tanya Rajja membuat Hbaib menatapnya dan terkekeh mengangguk.
Raja tergelak dan mengangguk.”Abi yang mendengar dariku saja baper. Apalagi aku yang mendengar cerita dari mulutnya sendiri sembari melihat senyum tulus diwajahnya. Akhhh ABi tidak tahu saja hatiku.”Ujar raja tergelak. “Tapi ada lagi nih yah Bi yang lebih mengejutkan. Nichol mau nikah muda dan dia lebih memiliki nyali jika dicinta.”Ujarnya.
“Nichol anaknya Rindu adik kalian?”Tanya Habib kaget. Raja mengangguk.”Iya dia. Tapi dilarang bunda, kata bunda bunda beri dia satu tahun untuk menamatkan sekolah dulu, lalu belajar mencari uang dan juga menafkahi diri seniri tanpa meminta lagi dengan bunda serta tidak boleh menghubungi si gadis selama itu. Jika ia berhasil maka dia boleh menikah muda.,”Ujarnya tersenyum.
“Rindu membolehkan? Bukanya umur dia 16tahun?”Tanya Habib kaget...
__ADS_1
“Kan satu tahun lagi 17tahun bi. “Ujarnya membuat habib menatapnya tak percaya. “Kata bunda tidak apa, sebab itu pilihanya. Selagi positif dan ia mampu maka lakukan, haha kita lihat saja dia sanggup atau tidak jika ia yah aku kalah dengan adikku.”Ujar raja miris. Habib tergelak dibuatnya. Raja tersenyum melihatnya. Beryuskur bisa membuat Habib tertawa dan tersenyum bukan?