Istri Butaku

Istri Butaku
Mau


__ADS_3

“Ka,u bjara dari mana Nay ngomong gitu? Keren-keren hahhha.”Rindu tertawa didalam mobil menatap Nayya yang nyetir mobil. Ia ingat sekali bagaimana wajahnya Nayya bicara begitu kepada sang istri ‘mantan suaminya itu’ ia jadi tak bisa menahan tawa.,


Nayya disana menatap mbak Rindu dengan delikan. “Oh jelas Nayya gitu loh. Kan Nay sudah bilang Nay itu wanita mandiri dan juga kuat. kemarin-kemarin Nay lemah karena kendala, sekarang Nay enggak ada alasan buat lemah. “Ujarnya disana sembari focus pada jalanan. Ia pun masih memikirkan Khumairo. Ternyata Khumairo itu sangat cantik. wajar saja Habib mencintainya dulu, bahkan sekarang wajahnya terllihat masih mudah. Lalu apa katanya tadi? Berarti Habib masih belum menceraikanya kan?


Senyum sinis Nayya terbit mengingatnya. Bisa-bisanya Habib mengatakan jika ia masih mencintainya sedangkan Khumairo belum ia ceraikan juga. Apa itu yang dinamakan cinta? Kurang ajar memang yah. Nayya jadi benar-benar menutup hati dibuatnya.


“ Nay-nay.”Gumam Rindu disana mengangguk.”Mbak suka liat kamu gini. Pertahanin, jangan sampai kamu terlihat lemah yah. Kalo Habib ganjen tending saja adiknya biar dia kapok. Kalo Aron gangu kamu dan Khumairo ganggu kamu bilang saja sama kami, biar nanti kami yang hadapin.”Ujarnya Rindu mengangguk.


Nayya mengangguk.”ay-ay captain.”Ujharnya Nayya. Rindu disana tertawa dengan ulah Nayya. Hingga mobil yang Nayya kendarai memasuki perkarangan perumahan mereka.


Sangat sepi dan juga terkendali, ada banyak penjaga yang menjaga diperbatasan untuk memasuki kawasan. Karena mobil Nayya sudah terdaftar dan sudah dikenalli maka mereka tidak perlu lagi memasuki karrtu identitas kepada penjaga. Mereka segera membuka ketika tau itu Nayya dan Rindu.


Disana Rindu bisa melihat dibelakangnya mobil mereka ada mobil lain yang ingin masuk. Ia baru sadar membuat ia menatap tajam sepion mobilnya itu. Dan ia kaget ketika kepala seseorang menyembul dari balik sepion ketika berbicara kepada penjaga disana. Itu bukanya Aron? Ia pernah melihat Aron dari foto yang diberi oleh Rey saja. Kalian tidka lupakan jika Rindu itu pengingat yang handal? ia kembali menatap dan disana ternyata benar. Lihatlah Aron mengajak berkelahi penjaga itu hinga mengeluarkan pistol.


Apa dia mengikuti mereka sedari tadi.?


Untungnya penjaga disana kuat dan juga menyiapkan senjata tak kalah bagus. Aron yang sendiri pun melihatnya kaget. Rindu tersenyum dibuatnya dan menatap Nayya.”Kamu hat-hati yah kedepannya. Aron ada disini.”Ujarnya Rindu.


Nayya mendadak ngerem mobil padahal rumah mereka masih cukup jauh.”serius mbak? Mbak tau dari mana?”Tanyanya Nayya disana cukup kaget dan juga panik.


Rindu menepuk pundaknya.”Mbak cuma ngingetin. Karena ada Khumairo pasti ada Aron. Mbak hanya takut saja. “Ujar Rindu. Ia tak mau menyakiti dan membuat Nayya khawatir,


Nayya menghela nafas dan menjalankan lagi mobilnya.”Mbak bikin Nay kaget aja..”Ujarnya. Rindu hanya tersenyum dan melirik kebelakang. Ternyata mobil Aron sudah melaju dan pergi dari sana. Ia bisa melihat para penjaga sibuk mengabarkan kepusat akan kejadian ini. kalian tau? Perumahan ini elit dan sangat terjaga, bahkan sangat diminati banyak orang, sayangnya penduduk didalam harus terbatas, dan juga sangat sedikit. Tidak boleh lebih dari beberapa ratus rumah dengan jarak yang ditentukan. Supaya tak terjadi polusi dan sebagainya. Dan jikapun dalam satu keluarga itu banyak bukan berarti mereka bisa membangun rumah lagi. Tidak..!! karena mereka memang sangat dikekang dan dibatasi.


Mangkanya Nayya dan anak-anaknya hanya satu rumnah dengan Rindu. Lagian disini sangat aman terkendali, bahkan mobil saja itu dibuat perauran, semakin banyak mobil maka semakin besar pajak yang harus mereka bayar perbulannya, jharus selalu dirawat dan tidak boleh berpuolusi udara. Harus bersih. buang sampah sembarangan akan terkena denda dan sanksi. Bahkan sanksinya itu bisa berupa masuk penjara. Ikan-ikan disana sangat banyak dan juga sehat boleh dipancing tapi tidak boleh direnggut dan diambil untuk jual. Enak bukan?


Tapi yah itu, isinya orang kaya semua. Paling sedikit tabungan dari satu kepala rumah tangga itu sekitar 20triliun. Itu paling kecil...


Sesampainya Nayya dan Rindu dirumah mereka segera turun dan dibantu oleh penjaga disana menurunkan belanjaan yang ada. Rindu dan Nayya memilih masuk dan juga mengambil alih bantuan. Disana mereka bisa melihat ada Acha yang menunggu didepan rumah. Nayya melirikklnya yang diam menunduk bersama arga disisinya


“Kalian ngapain disini?”Tanya Nayya disana kepada anak-anakmnya. Rindu hanya diam dan melewatinya secara biasa saja bagai tak Ada manusia. Bibir Acha turun dibuatnya menatap punggungnya berkaca kaca.


Nayya yang pahampun mengusap kepalanya.”Kejar.. “Ujarnya. Acha mengangguk membawa barang-barang disisnya. Argapun disana mengikuti adiknya bersama ibunya dibelakang. Acha berlari menghampiri Rindu yang menyiapkan banyak makanan dikulkas dan juga belanjaannya tadi.


Rindu terhenti ketika Acha mendadak berhenti didepanya dengan nafas naik turun., aliansya terangkat menapanya. Acha menundukdan menunjukan kertasnya ditanganya, tanganya gemetar dan meremas kerta situ. Dengan Tulisan. “ Bunda Acha minta maaf.” Ujarnya disana..


Lalu ACha disana merujukkan bunga mawar hitam kesukaanya Rindu dengan surat. Rindu mengamblnya dna membacanya. “ Bunda maafin Acha. Acha sayang bunda.”Ujarnya lagi disana. Disanapun Rindu diam menatapnya.


Acha menarik ingusnya yang sudah turun, ia menunjukan satu gambar yang tak lain lukisan Rindu. Rindu disana pun menatapnya. Sangat cantik, apalagi disana ada Rey disisinya dan ada Acha ditengahnya. “Keluarga bahagia. Acha minta maaf bunda.”Ujarnya lagi disana.

__ADS_1


Rindu menatap langit-langit dengan helaan nafas. Acha menatap bundanya dengan mata lirih dan tulusnya. Riundu jadi tak bisa berkata kata. “ Bunda pinta kertas permintaan maafnya Acha sini.”Ujarnya Rindu kepada ACha. Acha segera memberikannya.


Ia memampangkanya kepada Acha dengan lebar.”Coba Acha ucapkan perkataan yang jelek-jkelek dna menghina sebanyak mungkin untuk seseorang. Teman atau siapapun itu.”Ujarnya Rindu kepada sang anak. Arga dan Nyaya menatap saja.


Acha menatap Rindu lirih.”Kamu jelek.”Ujar Acha disana mengikiti arahan.


Dan dikalah itu pula Rindu meremas sisi kertas.


“Lagi.”Ujar Rindu.


“ Kmau hitam..”


Rindu meremas sisi kertas. “Lagi.”Ujar Rindu lagi.


“ Kamu miskin.”


“Kamu jahat”


“Kamu kumuh.”


“Kamu bodoh.”


“Kamu anak penjahat.”


Rindu tersenyum dan berkata.”Coba acha bilang minta maaf atas kesalahan yang telah Acha katakana tadi.”Ujar Rindu.


“Acha minta maaf.,," Cicit ACha polos.


Hidungnya memerah mengusap air matanya yang selalu jatuh. Dan Rindupun melebarkan kembali kertas yang ia remuki tadi hingga menampilkan kertas yang kunyu dan juga kertas yang seperti dikunya sapi.


“Lihatlah apa yang terjadi pada kertas ini. apakah sama dengan kertas sebelumnya?”Tanya Rindu.


Acha menggeleng.”Kertasnya jadi helek.”Ujar Acha polos.


“Yha gitulah ketika Acha bicara kasar dan acha bicara tak sopan. Ketika Acha sudah minta maaf akan kesalahan yang telah Acha katakan atau perbuat. Semuanya tak akan bisa kembali seprti semula.”Ujar Rindu.


“Mau acha gimanapun kertasnya tidak akan sama. Mangkanya ada istilah jika lidah lebih tajam dari pada pednag samurai. Karena pedang samurai jika membunuh maka ia hanya meningalkan rasa skait. Tapi jika mulut? Tak perlu luka fisik, kadang tanpa Acha sadar ucapan Acha membuat orang lain sakit.”Ujarnya Rindu lagi.


Ia mendekat dan mengusap kepala Acha.”Enak kalo Acha bilang ucapan kasar begitu kepada Bunda. Mungkin bunda hanya sakit hati, tapi bagaimana dengan orang lain? Teman atau saudara? Bagaimana jika dia dendam dan tidak terima? Bagaimana jika ia mau balas dendam? Acha tau diluar sana ada banyak kasus, teman membunuh temanya sendiri akibat temanya mengatakan ia gendut. Ada juga yang membunuh temannya sendiri karena temanya berkata kasar. Ada banyak kasus pembunuhan yang terjadi karena kata-kata kasar yang membuat sang pelaku sakit hati.”Ujarnya lagi.

__ADS_1


Acha menatap bundanya lirih. Rindu mengusap kepala Acha sayang.” Bahkan ada juga yang namanya membunuh tanpa menyentuh, ada semua Acha, dan yang paling rugi siapa? Yah Acha. Ucapan harus dikontrol mangkanya, lebih baik diam dari pada menyakiti hati orang lain, lebih baik diam ketika marah. Karena apa? Ketika marah itu sebenarnya yang bicara bukanlah kita. Tapi nafsu kita, nafsu untuk dbilang jika kita lebih baik, nafsu ketika kita tidak mau disalahkan. Dan akhirnya satu. Timbulnya hanya penyesalan. Enak kalo permintaan maaf Acha diterima kalo engak? Acha tidak akan bisa hidup tenang semasa acha hidup dan mati dalam keadaan rugi.”Ujar Rindu.


Acha disana semain menitihkkan air mata. Acha mengangguk dan jatuh.”Iya bunda maafin Acha hiks hiks. Acha salah hiks hiks. Maafin Acha... Acha janji tidak akan melakukan hal itu lagi. Acha janji akan menjadi lebih baik lagi.”Ujar Acha disana berteriak menangis.


“Bunda tidak suka janji.”Ujar Rindu lagi.”Bunda maunya Acha bilang dan janji pada diri acha sendiri. Bukan sama bunda, sebab nanti ketika kamu melakukan kesalahan dan melangarnya maka kamu akan mendapatkan dosa dua kali lipat. Satu karena menyakiti prang lain, dan yang kedua karena Acha ingkar janji. Bunda maunya Acha berubah karena Acha sadar jika apa yang Acha perbuat itu salah. Dan acha tidak mau mengulanginya lagi.”Ujar Rindu.


Acha diam disana mengelus kaki Rindu. Ia paham, ia sangat paham bahkan membuat ia nanar. Ucapan Rindu semuanya benar membuat ia sangat menyesal. Rindu memang paling bisa mengajarkan Acha membuat ia menatap bundanya.


"Jadi bunda maafin Acha kan?’"Tanyanya polos. “Acha tidka janji tidak mengulanginya lagi. tapi Acha akan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dna meninggalkan kebiasaan buruk acha.”Ujarnya polos.


Rindu disana mengangguk menatap Acha membuat ACha memeluknya sayang.”Huaa hiks hiks. Makasih bunda.”Ujarnya disana.


Nayya menatap anaknya tersenyum. Mungkin beberapa skenario disini ada banyak peran Rindu yang ia taro. Bukan karena Rindu lebih unggul, tapi karena memang Rindu sudah menjadi sosok kedua dari Nayya. sosok yang meluruskan dalam masalah yang terlalu rumit ini. banyak yang membenci Rindu, tapi pada dasarnya disini ia berperan memberi ilmu agama bukan tokoh utama.


Arga? Inilah yang ia kagumkan dari Rindu. Mungkin Rindu terlihat keras dan juga tak selembut uminya. Tapi dengan beginilah semua orang takut padanya, dan apa yang ia ajarkan memang benar-benar masuk dan tersampaikan. Tak ada yang berkurang dan membuat orang paham kesalahan dan paham apa yang harus ia lakukan.


Ia menatap Uminya dan berkata.”Umi..”Nayya menatapnya dan menatap dengan tanda Tanya.”Arga mau ketemu sama ayah.”Itu membuat kedua manusia yang berpelukan itu menatap Arga juga..


Arga tersenyum dan berkata.” Bagi Arga sudah tidak ada yang Arga takutkan dan Arga khawartirkan, karena selama ini tidak ada kekurangan bagi Arga dan Acha. Kita punya keluarga lengkap meski bukan ayah kandung kami. Kami bersyukur karena jauh dari ayah kami memiliki ayah Rey yang menjadi ayah terbaik dan bund Rindu yang mengajarkan kami ilmu agama secara baik dan umi yang memberi kami kasih sayang yang berlipat ganda., kami tak merasa kekurangan apapun. bahkan kami merasa jika apa yang ada dikami adalah suatu anugerah terindah.”Ujarnya.


Nayya mengusap kepala anaknya. Dan arga pun tersenyum.”Tapi tolong jangan pisahkan kami dengan bunda Rindu dan ayah Rey yah mi. soalnya kami sangat menyayangi mereka. Bahkan sudah kami anggap ayah dan ibu kandng kami sendiri.”Ujarnya menggengam tangan sang ibu.


“Tapi jika ayah kalian mau kalian tinggal denganya dan dekat denganya bagaimana?”Tanya Nayya.”Kalian sudah lama tak bertemu pasti ia mau kenal kamu dan acha lebih dalam.”Ujarnya disana dengan lirih kepada sang anak.


“Tidak masalah, selagi dia tidak meminta lebih dan memisahkan kita. Dan dia tak boleh menyuruh kami memilih antara dia dan juga kita. Sebab Arga tidak rela jika keluarga kita hancur dan tak sama. Arga tidak bisa.”Ujar arga disana menahan tangisnya.


Nayya menatap Rindu dan acha. Acha disanapun diam menatap uminya. “Acha mau memaafkan ayahnya acha?”Tanyanya Rindu kepada anmak didepanya itu.


Acha mengangguk.” Acha mau ketemu, tapi tidak untuk bersama. Acha mau tau tapi tidak untuk meninggalkan. “Ujarnya lirih. “Bener kata abang. Kita terlalu nyaman dirumah sama kalian. tidak mungkin kami harus kembali membiasakan diri dengan hal baru.”Ujarnya lirih lagi.


Nayya tersneyum dan mengangguk.”Setidaknya kalian mau ketemu dan kenal saja dulu, kalian akrab dan juga kalian bisa mengagap dia ayah. Seburuk-buruknya dia, dan sebagaimanapun dia, dia tetap ayah kalian sampai kapanpun kelak. Acha jika nanti mau menikahpun dia yang harus jadi wali kamu.”Ujarnya Nayya.


“Memangnya Acha bukan anak haram?”Tanya Acha polos. Nayya membulatkan mata dibuatnya. ACha menatap ibunya polos.”soalnya kata bunda kalo anak haram yang hamil diluar nikah tidak bisa dinikahi oleh ayahnya. Dan anak laki-laki tak dapat ahli waris kan?”Tanyanya lagi polos. Ia pikir ibunya hamil dilar nikah dan ayahnya tak mau tangung jawab.


“Sembarangan kamu.”Ujar Nayya Disana mendelik.”Umi sama ayah kalian itu sudah menikah baru dapet kalian.”Ujarnya. Acha dan arga membulatkan mulutnya mengangguk.”Dan umi akan cerita semua masalahnya supaya kalian tau kenapa kita pisah yah. Mau?”Tanya Nayya. keduanya mengangguk dan Nayya tersenyum. Anaknya memang baik yah penurut sekali.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak yah...


__ADS_2