
Menjadi buta bukanlah keinginan Nayya.. makan disuapi,. Kaki yang patah, tangan yang patah.. bukan hanya itu.. hidup dengan orang yang tidak ia kenali dan mendadak menjadi suaminya.. rupanya ia tak tau.. Bahkan bicara saja ia tak tau harus apa?
Ia hidup dengan orang orang yang saka kali tak ia kenali... Bagaikan mimpi membawanya menuju dunia fantasi bahwa sekarang ia sudah menikah.
Nayya mengunyah makanan yang diberi Habib disana dengan mengulum bibirnya. Ingin sekali rasanya ia berteriak, ia tak suka ikan tongkol.. ia alergi, tapi mendengar ucapan Aisya tadi rasanya ada jarum menyelinap didadanya, terasa sesak dan menyakitkan.. apakah ia boleh sedikit menentang takdir dirinya. Apakkah boleh ia memberontak dan mengatakan apa yang ia suka dan apa yang tidak ia suka?
“Kamu makan telur dan ayam kan?” Tanya Habib membuat Nayya diam dan mengunya makananya dalam diam saja.. Habib disana menghela nafas dikalah melihat mata Nayya yang jerni itu.. mata kosong namun penuh dengan luka dikalah Aisya mengatakan hal begitu tadi..
Ummi Ana dan Kyai abbu disana diam melihat Nayya yang makan dengan diamnya tak seperti tadi. Lalu menatap Aisya tajam yang baginya keterlaluan.. bagaimana bisa Aisya berkata begitu.. namun Aisya disana hanya mengangkat bahu acuh saja tidak mau melihat abi dan uminya yang Nampak memarahinya itu,, apa salahnya? Ia kan bicara benar?
Nayya menunjukan gigi putihnya dan tersenyum ramah.” Ak aku kenyang.. sudah, kamu saja yang makan lagi.. kam kamu lapar kan mas..?!” Ujar Nayya bohong. Bohong sekali ia mengatakan ia kenyang, hanya saja ia tau Habib belum makan namun menyuapinya terlebih dahulu.
“Tapi kamu baru makan sedikit..” Ujar Habib disana kepada Nayya dan memberikan Nayya minum.”Aku akan makan tapi jika kamu udah makan kok..”Ujar Habib disana lembut.
Nayya menggeleng lalu merabahkan tangannya kekanan dan kesampingkiri.. itu membuat Habib melihat apa yang Naya amibil. Dan ternyata Nayya mengambil sendok disana dan memberikanya kepada Habib..” Makan aja.. enggak apa-apa. Aku memang udah kenyang. Aku mau makan buah saja jika ada.. jika tidak juga tidak apa-apa..”Ujarnya membuat Habib mengangguk dan mau memberikanya buah..
__ADS_1
Nayya disana diam mengambil buah yang diberi seseorang. Tangan kananya patah membuat ia mengambilnya ditanganinya kiri dan mengunyah buah tersebut. "Terimakasih.... "Ujar Nayya tulus
Buah Yang tak lain buah bengkoang .. “Maaf ya.. disini tidak ada buah selain buah bengkoang dan buah pepaya.. buah nanas juga ada tapi belum ada yang dikupas.. jika besok Nay suka abbi yang bakal bukain yang banyakbbuat Nay.”Ujar Kyai abbu lembut kepada Nayya memberikan bengkoang miliknya yang ia buka tadi.
Naya menerbitkan senyumnya tanpa tau siapa yang memberi. ,.” Makasih Abbi... Tapi Dulu Nay juga suka makan bengkoang. Nay dulu punya kebun bengkoang malah hehe.. dan Nay sendiri yang tanam abbi.. kata abi Nay, tangan Nay itu dingin, jadi kalo nanem apa-apa gampang subur,.,”Ujarnya bercerita cerita,
Kyai abbi disana menatap Nayya disana semangat.”Oh ya? Beda sama abbi ya hehe. Soalnya kalo abbi yang nanem apapun itu enggak berhasil. Jadi Nayya orang yang cukup beruntung loh.. karena tidak semua orang yang bisa kayak Nay..”Ujarnya membuat Nayya disana tersenyum dan memakan bengkoangnya lagi. Meski tak terlalu manis namun segar dan bisa menambah kadar kekenyangan perutnya ..
Faith diam melihat Nayya yang bicara smeangat begitu bagaikan anak kevilcil tampah dosa. Padahal matanya sedang buta.. apakah ia sebodoh dan segila itu sampai sampai bisa tertawa dikalah semua orang sedang melihatnya dengan rasa ibah.. bahkan Nampak Nayya masih bisa tersenyum disepanjang makannya membuat siapapun akan terpanah..
Setelah acara makan itu Habib memilih mengajak Nayya untuk keluar dari ndalem … ia mengajak Nayya menuju ketaman yang ada didepan ndalem(Rumah) itu… ia mau Nayya rilek disini..
“Ini dimana? Kok ramme?”Tanyanya disana. Masa iya dikalah banyak orang dan banyak santri? Itu membuat ia bingung..
Habib terkekeh dibuatnya lalu mendudukan dirinya dikursi disana dan menaruh kursi roda Nayya didepanya. Jadi dia dan Nayya berhadapan..”Ini tuh taman.. enak dan dingin disini. Aku suka kesini jika sesudah makan buat bngadem..”Ujarnya membuat Nayya mengangguk.
__ADS_1
Nayyla menatap kelain arah meksi gelap tapi ia kepo.”Coba kamu ceritain gima tempatnya supaya aku bisa bayangin hehe. Kayaknya enak ya kalo aku bayangin.. “Ujarnya disana membuat Habib tertegun..
Habib menatap wajah Nayya yang penuh dengan kepolosan dan senyuman.. “ Disini itu taman ndalem.. banyak bunga, ada bunga kertas, bunga kembang sepatu dan bunga keladi.. ada lagi bunga apa tu aku enggak hafal hehe.”Ujar Habib terkekeh membuat Nayya tersenyum.” Dan disini ada buah mangga tapi belum mateng, baru sedikit tua kayaknya. Mungkin beberapa minggu lagi bisa mateng..”Ujarnya bercerita.”Oh ya disini itu juga banyak kelinci loh.. kamu mau liat?” Tanyanya kepo dan polos.
Nayya tersenyum saja lalu mengeleng. Habib baru sadar membuat ia mengutuk dirinya sendiri lalu menepuk bibirnya sendiri.. ia melihat tangan Nayya yang menggaruk kebagian pahanya membuat ia mengerut..” Maaf aku lupa ..”Ujarnya membuat Nayya tersenyum saja..
“ Kam kamu kenpa dek?” Tanyanya disana melihat Nayya yang Nampak pucat dan juga cemas.,
Nayya mengeleng membuat Hbaib takut.. Nayya tersenyum dan melambaikan tangan.”Engak apa-apa.. Cuma gatel aja kok..” Ujarnya disana lalu menggaruk kelain tempat.. itu membuat Habib takut dan juga khawatir kepada Nayya.. Naya berdoa Dalam hatinya supaya ia tak kena penyakit itu. alergi.
Habib diam melihat wajah Nayya.. wajah dimana yang sangat cantik dna juga polos, suci dan juga bersih.. wajah itu memucat sebagaimana yang ia lihat sedari awal.. lalu tangan Naya tetap saja menggaruk lengannya.. ia khawatir tapi ia harus apa?
“Nayyy kamu engak apa-apa? Mau aku bantu garuk atau gimana? Ak aku engak tau lohh.. jangan buat aku khawatir..” Ujarnya disana cemas..
Nayya disana mengeleng dengan lemahnya.. dadanya sesak disana membuat ia tak bisa menjawab.. matanya bagaikan mata teler karena memang begitu besar dampak ikan tonglol itu.. “ Nayy kamu engak apa-apa Nay?” Tanya Habib menenepuk pipi Nayya. ”Asstaghfirullah.. kamu panas banget.. Nay..?” Tanya Habib..
__ADS_1
“ Nay Astaghfirulah.. kamu kenapa..!” Habib terkejut dikalah Nayyya pingsan disana membuat ia bangkit dan memegang kepala Nayyla.. “Nay..” Gumam Habib khawatir lalu membawa Nayya kerumah.. Tubuh Nayya sangat panas membuat ia takut. Takut Nayla kenapa-napa..
Dan ia dibantu oleh beberapa Sandri yang ia panggili