
Maaf aku engak bisa Up beberapa hari ini. Ini masalahnya aku harus kulia dan bentar lagi aku bakal UAS Jadi ada bnyak tugas, baik catatan, makalah dan juga tugaas yang harus aku kerjakan.. bahkan aku bentar kagi KKN dan ada beberapa tes yang harus aku persiapkan. Jadi kita bagi waktu ya.. dan aku bakal usaha kok buat lanjut bikin novel ini karena ini salah satu hobby aku.. dan tidak lupa untuk melakukan kewajibanku sebagai mahasiswa.. dan terimakasih buat yang selalu support dan bisa memahami keadaan dalam kesibukan aku...
Tapi kak kenapa novel lain tetap jalan tiap hari? Itu karena itu novel yang udah mau tamat dan tinggal beberapa aja lagi,. Dan tinggal tungu END, Dan iya. Aku juga nunggu kontrak, soalnya kemarin ini Novel tidak lulus kontrak karena katanya ada yang sama dengan novel ini dipeltom lain, jadi harus aku urus dulu.. jadi nanti kalo ini udah diACC kontrak dan semua novel udah tamat insyallah akan jalan terus kok. Karena memang aku lebih mentingin novelku yang udah lama dan udah jalan. Maaf ya jika kalian tidak setujuh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jalan jalan dipagi hari dipesantren itu memanglah sangat bagus, ditambah dibelakangnya pesantren ini itu ada kebun teh yang cukup luas miliknya gus Habib.. akh iya,, hanya saja itu dipagari dan Habib berniat untuk membawa Nayya melihat dari belakang asrama saja. Dibelakang sana ditutup kok, disana itu ada jaring jaring terbuat dari besi dan tingginya lima meter jadi tidak akan bisa kabur jika tidak ada niat yang besarnya.
Nayya pun sekarang merasakan angin yang menerpa wajahnya yang sangat segar membuat ia tersenyum. Meski matanya tak mampu melihat tapi ia mampu merasakan.. ada beberapa saatnya yang menegur dan juga menyapa gus Habib membuat habib disana mengangguk dan tersenyum.
”Ini dimana Gus?”Tanyanya Nayya menarik ujung baju Habib membuat Habib menatapnya. Gus? Bukanya Mas? Akhh entahlah..
“ini ada dibelakang asrama putri dipertengahan asrama para putra juga.. dan didepan kamu ada kebun teh dan juga kebun staubery. Akh ada juga beberapa buah dan sayuran milik kita..”Ujarnya membuyat Nayya disana tersenyum. Gus hanya diam menahan kursi roda Nayya menatap kedepan.
Nayya disana diam dan memejamkan matanya membayangkan apa yang ia dengar tadi... disana ia membayangkan jika diirnya ada ditengah kebun teh dan ada stroberi yang bisa ia ambil dengan berlari kesana sini dan tersenyum bahagia, merasakan masam manisnya straubery. Akh semuanya membuat ia tersenyum dan bahagia.. Jangan lupakan ia duduk disatu pohon besar untuk menyegarkan dirinya ditengah terik matahari dan meminum es.. itu adalah mimpi dimata Nayya.
Habib yang melihat itupun menatapnya dan bertanya.”Kau? Nayyya kenapa? Apa matamu kelilipan? Dan kenapa tersenyum?” Tanya Habib disana dengan gugupnya menyentu pipi Nayya gugup, meski sudah sering namun ia tetap belum terbiasa.
__ADS_1
Nayya membuka matanya dan berkata.”Aku hanya membayangkan saja apa yang kau bicarakan. Akh pasti disini sangat indah ya, aku yang tidak bisa melihat saja bisa merasakan rasa yang sungguh indah. Terimakasih Gus sudah membawaku kemari..”Ujarnya tulus disana.
Habib disana menatap Nayya gugup. Semudah itukah ia bersyukur dengan keadaannya? Bukankah seharusnya ia disana bersedih tak mampu melihat dunia yang indah ini? Mungkin jika orang lain ia pasti sangatlah marah saat ini.
“Kau bahagia? Bukankah kau hanya mampu merasakan bukan melihatnya Nay? Bisa jadi apa yang kau bayangkan itu salah karena itu hanyalah suatu hal yang semu? Kau tidak bersedih tak bisa melihatnya?” Tanya Habib disana dengan heran.
Nayya malah terkekeh dibuatnya,”Kenapa aku harus bersedih hanya karena aku buta dan tak mampu berjalan? Kau tau Habib, diluar sana ada yang harus membeli oksigen hanya untuk bertahan hidup.. Dan akh iya.. Aku selalu bergikir jika hidup itu adalah suatu kebahagiaan yang harus kita puji dan apresiasi.. karena setiap incinya itu adalah hal yang diberi oleh Tuhan.”
”Kau tau? Aku pernah membaca buku, isinya seperti ini... ' Bagimu.. Tuhan itu siapa?' Itu pertanyaan dari temannya,,. lantas ia menjawab. 'Tuhan itu adalah ketika aku yang tidur disatu bilik yang tertutup. Namun ia memberikan udara dan oksigen disetiap cela cela kamar untuk kita bernafas.' “ dan itu membuat aku sangat bersyukur dan sangat berterimakasih pada Tuhanku..”Ujar Nayya disana semangat.
“Tapi jika kamu berfikir hal sedemikian maka kau akan membuat kamu rendah.. Karena itu, coba kau lihat didalam dirimu (bumi), ada banyak kehidupan yang kau hidupkan dan kau tempatkan, ada ribuan nyawa yang berharap kamu baik baik saja dan mampu melindungi mereka.. Kamu berharga... Dan kamu mampu mendapatkan kebahagia jika kamu mampu memahami diri kamu, dan kamu mampu meyakinkan jika sekecil apapun kamu ditengah orang-orang yang jauh lebih besar dan sempurna. Kamu tetap punya sisi yang harus membuat kamu perjuang dan kamu Syukuri.. "
"Makanya jangan menyerah dan merendah hanya karena kamu sedang dibawa. Kadang kalah Allah membuat posisi kita dibawa supaya sadar jika kita tidak boleh sombong dan sadar jika mendongak akan membuat lehermu sakit dan jika kamu selalu menunduk pun lehermu akan nyeri. Hiduplah dengan apa adanya bukan dengan ada apanya. . “Ujarnya Nayya diisana semangat membuat Habib menatap arah lain.
Entah kenapa jika berhadapan dengan Nayya ia hanya bisa menangis. Nayya terlalu suci untuk ia sakiti seperti ini. Andai ia tak membuat Nayya buta pasti tak akan seperti ini.
" Diduniapun ada banyak orang yang harus minum obat tidur hanya untuk tidur sebentar saja, ada juga yang harus pergi kedokter dan membeli alat untuk kencing. Kau tau? Satu kali buang air kecil itu jika didokter sebesar 150k dan BAB tu 250k. nah bayangkan jika satu hari itu kita buang air kecil itu berapa banyak? Dan berapa banyak yang harus kita keluarkan kedokteran? Nah Nayya pun harus bersyukur. Karena Nayya tidak bayar dan Nayya tidak perlu khawatir akan hal itu. Karena Allah beri semuanya secara gratis untuk Nayya.. bahkan saking baiknya Allah sama Nayya. Nayya bisa tidur dimana saja Nayya inginkan tidak seperti orang lain yang harus minum obat hahaha.”Ujar Nayya tertawa menggibur dirinya sendiri. Haruskan?.
__ADS_1
“JHahaha..”Habib tertawa sembari menghapuskan air matanya dan menghela nafas.”Kamu bisa saja..”Gumamnya membuat Nayya mengangkat bahu acuh..”Hm sepertinya kita harus kekantin, kamu mau kesana kan? Disana ada jual es krim loh.. kamu suka? Soalnya Khumairo suka..”Ujarnya disana membuat Nayya tertegun.
Khumairo?
Hal itu membuat Gus Habib mengerutu dan menepuk bibirnya sendiri, ia keceplosan sungguh, ia terlalu suka mendengar cerita Khumairo yang suka makan es krim membuat ia tak ingat jika Nayya istrinya.
“ Hm memangnya disini ada es krim rasa apa saja? Soalnya Nayya suka rasa leci.. tidak suka rasa lain, Nayya lebih suka yang rasanya masam..”Ujar Nayya tak menunjukan ekspresi marah.
“Nayya aduh.. say saya minta maaf, saya tidak bermaksud menyakiti kamu Khu... Khumairo itu hanya Teman saja kok di--”Ujar Hbaib gugup.
”Jadi Gus hanya nawarin enggak mau beli Es krim?” Tanya Nayya sok tidak mengerti.
“Aduh bukan itu Nay itu kata kata saya yang tadi..”Ujar Habib gugup disana, ia sangat merasa bersalah
“Lantas tunggu apa lagi kalo gitu.. GoGoGo.. beli es krim.. Go Go Go Go.. kalo engak manti kita beli es rasa mangga saja ya.”Ujarnya mengalihkan pembicaraan membuat habib terdiam dengan mata yang dalam menatap Nayya.
Nayya hanya tau yang mana yang harus ia jauhi atas dasar sakit hati....
__ADS_1