
Of flashback..
Itu kisah dimana Aron yang menyekap Nayya diwaktu SMA Dulu. Dikalah Nayya berkali-kali menolaknya untuk memutuskan Bintangnya. Ketika Aron sudah tak memiliki kesabaran lagi dan akhirnya menculik Nayya. Nayya tetap tegar dan berusaha dan akhirnya pergi..
Baru satu langkah ia masuk dimana tempat Nayya disekap...
Duoar...
“Polisi..!!” Teriakan dari luar membuat ia membulatkan mata dan mendadak panic. Dimana opolisi? Dengan cepat berlari mencari Nayya dan ingin memnbawanya pergi.. disana ia pergi kelorong namun nyatanya disana sudah sangat ramai hinga berantakan dengan beberapa orang..
Brak.. “ Mau kemana? Ada polisi Anjing..!!” Teroak Edward disana menarik tangan Aron untuk pergi. didedepannya ada temannya dan juga Keyna yang membawa Lisa, iya dia yang membeli Lisa.
Namun Aron menarik kembali tangannya.” Gue mau cari Nayya.. dimana Nayya..!” Ujarnya tegas membentak disana.
“Ada polisi.. loe mau masuk penjara?!!” Tanya Ed malah membuat Aron diam dan ikut pergi dari sana menggunkan jalan yang mereka ketahui.. Ia akan mencari Nayya lagi nanti.. jika polisi yang menangkapkan berarti Nayya akan masuk kedalam pengawasan polisikan??? Yah begitulah bayanganya hinga ia tak perlu waswas lagi...
Disisi lain ada Nayya yang sudah kabur dari sana.. ia dibantu oleh Abel.. Abel bahkan disana mengendong Nayya meski kaki dan inti tubuhnya sakit. Dan diturunkan disaat sudah aman... tak berselanglama..
Duarhh..
Gedung itu runtuh membuat kaki Lisa dan Nayya terkulai lemas... lemas memikirkan Lisa... "Si suara apa itu Be? "Tanya Nayya nanar.
Gedung itu runtuh karena dibom besar besaran oleh Edgard yang mengawas ditempat lain..!!
Itu adalah tempat persembunyian penjual manusia, jika mereka ada yang selamat pasti mereka akan ketahuan, dan jika ada barang bukti. Maka pasti mereka akan bisa ditemukan.. mangkanya gedung serta para polisi harus dimusnahkan hingga habis..!!
“Lisa..!” Gumam Lirih Nayya dan Abel..
Abel disana mengusap punggung Nayya dan berkata. “Tenanglah.. Dia pasti baik-baik saja.. “Gumamnya lirih meski air matanya kembali jatuh. “Kita harus cepet pergi dari sini Nay..”Gumamnya lirih Abel membawa Nayya terlatih latih hingga terjatuh jatuh.. Nayya disana berjalan dengan Abel yang membantunya ditengah malam gelap gulita..
Nayya lelah dan Nayya butuh makan saat ini.. apa yang harus ia makan?
...----------------...
Tangisan Aron terdengar nyaring dikalah melihat gedung itu diledakkan..
Edgard setan..!! usahanya semuanya sia-sia sekarang dan Nayya meninggal???? Itu membuat ia meradang dan juga nyaris membunuh manusia manapun yang ada dihadapanya.
__ADS_1
Ditempat lain ada Habib yang terbangun ditengah malam karena mimpi buruk..
“ Astaghfirullah..”Gumamnya lirih, nafasnya naik turun dengan keringat dipelipisnya padahal disini sangat dingin.. mimpi dikalah ia ditimpa oleh gunung membuat ia merasakan sesak didadanya. Rasa pikirannya keoada Nayya membuat ia sangat cemas, ia melirik foro Nayya disisi kamarnya dengan miris.. ia merindukan Nayya hingga tak terasa air matanya jatuh..
Ia mendekati foto Nayya san menciumnya mesra "Nay saya tau kamu masih hidup, kamu bukan pergi tapi pasti ada sesuatu kan? Nay saya janji akan selalu setia sama kamu sampai kapanpun... " gumamnya lirih
Ia memilih bangun dan sholat tahajud, meminta kepada sang kuasa untuk melindungi Nayya. ia jika sudah sehat nanti akan mencari Nayya. ia akan akan mengelilingi dimanapun Nyaya berada...! sungguh ia merasa paling berdosa..
Namun ketika sesudah sholat ia merasa ingin makan rujak..!! air liurnya bahkan berkali kali terjatuh dan terasa bertamba banyak. Bayangan rujak itu melintas lintas dikepalanya membuat ia bangkit dan mencari uminya. Yah, semenjak Nayya tidak ada dirumah ia memilih tidur dirumah orang tuanya lagi.
“Assalau’alaikum ummi. Umi.”Teriak Habib mengetok kamar umminya..
Dorrr.... Dor... Dor.... Ia bagai rampok saja..
“Umi.. bangun dong..” Teriak Habib heboh dipagi itu hingga membangunkan siapapun yang ada dirumah itu. Bahkan bik Nur dan bik Loli bangun dibuatnya menatap Habib.
“Aduh bib kenapa si bangunin??? Umi capek ini.”Ujar umi Anna yang bangkit dengan baju daster panjang dan jilbab simple milikknya, matanya bahkan masih menyipit, diikuti oleh abinya Habib dengan sarung dan baju dalam putih polos. Ia mengarut pipi melihat Habib.
Habib memberikan senyum manisnya. “Umi Habib pengen rujak.. tapi rujak masakan Umi.. itu loh yang tadi mangga punya pak RT kita ambil, itu dibikin rujak pakek mangga muda, jambu muda yang Habib beli tadi, nanas muda. Pakek kuah kacang dan gula merah. Pedes pedes...” Ujarnya disana. “Habib pengen umi yang masak.”Ujar Habib memelas.
“ Besok aja yah Bib. Umi lagi ngantuk ini.”Ujarnya umi Anna disana capek. Tadi saja ia kelelahan dibuatnya dengan tingkah Habib., meminta ditemani sebelum tidur, diminta menyuapinya makan dan semuanyalah..
Habib menggeleng leleh.”Engak mau ummi. Habib maunya umi yang masaakin yang ngelupasnya kulit buahnya Abi.. dimasak berdua gitu.. kalian tega liat cucu kalian ngeces? Mereka aja engak ada disini Umi.. Abi.”Gumamnya disana liirih. Matanya bahkan berkaca kaca mengingat hal itu. Hal bahagia dan juga sakit baginya...
Umi Anna melihat Habub kasihan, semua ini salah mereka, andai saja mereka tak menyuruh Habib menikah lagi. Pastilah Nayya tidak akan kabur yah mereka pikir Nayya itu kabur dan pergi hanya karena Habib menikah lagi...
Waw engak tu? Dan mereka sudah melapor kepolisi sayangnya polisi tidak menemukan Nayya.
“Yaudah.. kita buat.”Ujar kyai Abu disana mengusap kepala anaknya dan disambut helaan nafas pasrah oleh umi Anna.
"Asyikk. sayang umi abi," Ujarnya memeluk keduanya.”Ayo kita lest goooo..”Ujarnya membuat mereka menggeleng memasuki dapur dimana tempat yang sangat tidak diisukai oleh seorang wanita yang tidak bisa memasak...
Ummi Anna mulai mengambil bahan bahannya dan menyiapinya, ada abi yang sudah mengelupas mangganya. Jujur saja keduanya sudah mesem-mesem melihat bahan bahan yang sudah mereka kelolah itu. Bahkan biji mangga masih terpisah... Masam kali..
Habib? Ia merasakan perutnya sudah lapar membuat ia melihat lemari makanan.”Makan aja lah sambil nunggu selesai.”Ujarnya mengusap perutnya dan mengambil makanan disana..
Ada susu coklat yang ia ambil, susu kesukaan Nayya membuat ia tersenyum dan mengambil dua kotak lagi, ia jga mengambil wafer, dua buah Pir dan juga sosis, ada juga camilan kering lainnya membuat ia memeluknya menuju ke meja makan. Ia diam tersenyum melihatnya.. ia segera mengambil gelas dan menaruhnya diatas meja, menuangkan susu dan mulai meminumnya..
__ADS_1
Sudah hampir se jam bergulat didapur abi dan umi sudah `selesai membuat rujak dan Habib selesai memakan semua makananya. Mata Umi Anna membulat melihat banyaknya bungkusan makanan diatas meja dnegan Habib yang memakan ciki-ciki dan juga keripik2 singkong.. dan itu juga sudah habis.
“ Sudah jadi rujaknya Habib. Ini makan,”Ujarnya umi Anna menaruh rujak itu didepan Hbaib.
Habib menatapnya dengan binar dan menatap umi Anna.”Yaampun makasih ummi.. Tapi Habib sudah kenyang.”Ujarnya tanpa dosa dan menatap kyai Abu yang sudah lelah` dan ngantuk akibat kurang tidur saat ini..
“Maksudnya gimana? Terus iini gimana? Mubazir Habib, mana kita capek butinnya.. tadikan katanya kamu mau makan rujak.”Ujarnya umi Anna disana nanar,.
Lumayan mubazirkan? Pakek gula, cabe dan buah buah, pakek kacang lagi. “Iya. Abi udah capek-capek buat kamu. Kan tau mau makan rujak ngapain makan ini lagi.”Ujarnya disana nanar menunjukan makanan yang sudah habis.
“Kata siapa Habib mau makan rujak?”Tanya Habib mendelik tak terima.” Habib itu mau rujak bukan mau makan rujak abbi.. Dan lagi Habib itu maunya abi dan umi yang makan bukan Habib.. Dari tadi Habib malah bayangin kalian makannya dan saling suap-suapan pasti romantis .. Ayo dong abi umii..”Ujarnya merujukkan makanan itu.
Mata umi Anna kian membesar dan kyai abu yang tak terima., namun mata Habiub yang polos membuat ia merutuki itu.
”Tapi Habi—“
“Engak ada tapi-tapi ummi.. Harus dimakan habis., kalo engak nanti anak Habib ngiler gimana, cucu kalian itu? Habib tidak mau gara gara mengidam ini anak Habib ileran.”Ujar Habib disana menahannya dan mendorong piring itu lagi.
“Habib itu ma—“
“Iya ummi rujaknya manis.. Ayoo makan, abi umi. Kalo abi dan umi tidak mau, itu tandanya kalian tidak sayang Habib dan cucu kalian.”Ujarnya pura pura merajuk membuat ayah dan ibunya memjit pelipis sakit. Demi apa Habib seprti anak kecil? Dan lihgatlah sekarang matanya bagaikan leser yang siap menikam mangsa..
“Hmm..”Gumam kyai Abu menatap rujak itu, tak ada satupun yang manis, semuanya masam..!
bahkan bengkoang saja tidak ada..!! Bolehkah ia tak bersyukur saat ini? Namun dnegan lapang dada ia memakan makanan masam itu ditengah malam, dan pilihan pertamanya jatuh kepada jambu boll.
Uh.. ketika gigitan pertama sudah membuat giginya nyilu dan mata yang merem melek akibat masamnya dan kelat yang ada.. Untung ada sambalnya yang menetralisir rasa masam. Tapi tetap saja masam...
Hal yang juga dirasakan umi Annna dan tetap tersenyum memejamkan matanya, mana pedas lagi...
”Yey.. habisi yah umi abi.”Ujar Habib menatap mereka nyaman. “Abi suapin umi doang biar romantis giitu.. Pokonya harus habis, bila perlu piringnya dijilatin biar bersih.”Ujarnya polos mengundnag pelototoan ayahnya. Habib hanya tercengir melihatnya..
Habibslah umi Anna dan kyai Abbu..!! bisa dipastikan besok pagi mereka akan bolak balik kamar mandi karena ulah si anak kurang ajarnya satu ini..!!
Eh apa ulah cucunya?
.
__ADS_1
.
...Jangan lupa tinggalkan jejak yah.. ...