
Acha menatapnya dengan tatapan tak percaya dibuatnya.”Maksud abang menikah gitu?”Tanyanya disana dengan tatapan menuntut. Jantungnya kembali terpacu dengan pertanyaan itu.”kamu bukan bang Rian kan? ini acha belum bangun kan?” Gumam Acha disana dengan lirih. Jujur ada rasa senang didadanya ketika mendengars emuanya. Siapa si yang tidak senang ketika dilamar oleh orang yang selama ini kita kagumi dan kita sayangi? Yah dia mengagumi sang kakak sedari kecil, ditambah ia yang dipisah dari semua kasih sayang sering kali membuat ia iri dan juga ingin seperti yang lain.
Rian disana tersenyum dan menggeleng.”Saya bicara sejujurnya.”Ujarnya disana pelan. Acha mengerjab disana menatap Rian lalu menatap kedua orang tua Acha.”Saya ingin melakukan semua hal itu jika ada ikatan dinantara kita.”Ujar Rian lagi.
Nayya dan Habib saling tatap dan juga tersenyum. Rian disana berbalik dan menatap Habib, ia mendekat dan tersenyum.” Saya tau ini sedikit lancang.”Ujarnya menunduk.”Saya lancang ketika saya membenci anda sebagai ayahnya Acha.,”Ujarnya Rian lirih membuat habib diam.”Saya tau rasanya bagaimana tanpa ayah. Bagaimana diejek tak punya ayah. Mangkanya saya tau bagaimana sakit ya menjadi Acha kecil, dan jika saya bisa bertukar posisi dengan Acha saya ingin menukarnya. Saya membenci semua orang yang menyakiti Acha.” Ujarnya disana pelan. Hanya mereka yang dengar, acha tidak sebab Acha sedikit tuli.
Habib menatap nayya yang disampingnya. Habib tau ia salah dan ia tau ia tak pantas berada disisinya mereka bertiga disini. Namun tangannya digenggegam erat oleh Nayya dan menggeleng.”Tak semua salah kamu, aku juga salah karena menjauhkan kalian dari kenyataan.”Ujarnya disana mengakuhi kesalahannya.
Habib disana tersenyum dan memeluk Rian.”Saya ikut Acha saja. Saya sebagai ayahnya pasti ingin anaknya bahagia dan juga ingin sebagaimana keinginan dia. “Ujar Habib.”Masalah membenci saya janji akan berusaha membuat Nayya dan anak-anak saya bahagia. Saya janji.”Ujarnya disana.
Rian disana pun tersenyum disana. Acha diam menatapnya dan ibunya.” Jadi menurut Acha gimana? Acha mau tidak?”Tanya Nayya disana, mendekati anaknya. Rian dan Habib melepaskan pelukan dan menuatap Acha dengan tatapan menuntut jawaban.
Acha cengo disana dan menatap keduanya.”Ini beneran Acha dilamar sama bang Rian?”Tanyanya disana dengan tak percaya.
“Acha pasti lagi mimpi kan?”Ia memukul pipinya pelan namun segera ditahan oleh Habib dan mengusapnya.
“Ini bukan mimpi sayang. Ini kenyataan, jangan sakitin diri kamu yah. abi tidak mau kamu terluka barang seujung kuku sekalipun.” Ujarnya disana dan menarik tangan Acha untuk ia kecup. Acha diam menatap mata tulus ayahnya. Habib mengusap pipi anaknya dengan sayang.”jika acha mau ayah pasti nerima keputusan Acha.”Ujarnya disana.
__ADS_1
“Acha...” Acha ragu, ia takut diprank, ia melirik Rian yang diam lagi dan Uminya.”Acha mau tapi boleh enggak nikahnya sekarang aja biar abang Rian cuma kening Acha kayak ayah cumi Umi tadi?”Tanyanya polos membuat ayahnya cengo. Acha disana mengerjab.”Tadi Acha iri liatnya boleh yah Bi.?”Tanyanya disana polos.
“Tidak boleh lah.”Ujar Habib disana dengan tatapan tak terima. Rian? Ia tersenyum itu tandanya ia diterima dan tidak ditolak kan? Habib menatap anaknya kesal.”Mau dicium dimana biar abi yang cium?” Tawar Habib.
Habib membuat Acha disana menggeleng.”Ciuman abi udah serring. Acha maunya bang Rian.”Ujarnya membuat Rian disana menahan nafas.
Acha menatap Rian dan tersenyum.”Pasti beda sama yang lain yah kan? Ayok nikah sekarang biar kita bisa pelukan..”Ujarnya lagi polos.
“Eh-ehh siapa yang ngajarin ha?”Tanya Nayya disana dengan mata melotot.
Acha disana menatap kedua orang tuanya.”Umi Abi lah. Tadi mesra-mesrah dihadaopannya Acha bikin Acha iri. Memang kenapa si enggak boleh sekarang?”Tanya Acha disana kesal.
”Acha sehat kok. Liat nih.”Ujar Acha mau bangun namun segera ditahan oleh Habib karena kaget. “Ih abi Acha mau nikah.”Teriaknya disana.
“Ih acha enggak boleh gitu sayang.. nikahnya nanti pas Acha sembuh terus ada lamaran dan juga maharnya nanti kita bikin pesta dan ACha pakai gaun yang cantik kayak prinses.”Ujarnya Nayya membujuk sang anak.
Acha menggeleng.”Engggak mau aa. Acha mau nikah biasa aja dan tidak ada resepsi. Kalo kata ajaran kita tu kan nikah tu tidak boleh mewah-mewah, mubazir sayang duitnya mending buat tabungan aja. Acha mau yang sederhana dan asal ada keluarga saja gitu.”Ujarnya Acha polos.”Acha tidak mau ada pesta dan juga ada acara besar-besaran.”Ujarnya Acha mengeleng. Ia tau jika pernikahan itu tidak boleh terlalu mewah nanti jatuhnya foya-foya dan mubazir. Hal yang sangat tak disukai Allah. Ia mau yang sederhana saja.
__ADS_1
Rian disana tersenyum mendengarnya.”Bener kok.”Ujar Rian disana membuat Acha mengangguk percaya diri.”Tapi Acha, pernikahan itu adalah suatu hal yang sakral. Saya mau menikah sekali dalam seumur hidup saya, karenanya saya mau momen itu menjadi momen paling berharga dalam hidup kita kelak. Ketika kamu dan saya yang sedang tidak sejalan tentang pemikiran saya mau kita duduk bersama-sama dan membuka album pernikahan kita ketika kamu yang mengenakan gaun yang cantik dan juga wajah yang dipercantik. Kita tertawa dan juga saling memeluk satu sama lain mengingat betapa bahagianya kita hari itu.” Ujar Rian membuat hato Acha disana bergetar baper.
Rian kembali bicara.”Ketika kita punya keturunan akan saya beri tahu mereka betapa cantiknya ibu mereka yang mengenakan gaun pengantin. Jika dibilang foya-foya atau tabungan, bukankah rezeky sudah ada Tuhan yang mengatur? Saya mau yang terbaik untuk kamu bukan karena saya tidak mau sederhana. Tetapi hubungan kita istimewa yang harus diawani dengan istimewa juga. Tidak meski megah. Tetapi kita harus punya momen yang bisa membuat kita mengenang satu sama lain untuk hari tua kelak.”Ujarnya disana dengan pelan dan yakin.
“Tapi jika nanti acha sakit apakah abang abakal nikah lagi kayak Abi? Nanti acha ditinggalin terus besarin anak sendiri kayak Umi? Acha bahkan tidak pernah bisa membayangkan bagaimana hidup kami jika tidak ada bunda Rindu yang membantu Umi dulu? Mungkin sampai sekarang kami dikatakan anak haram. Acha tidak mau hal itu terjadi dengan anak-anaknya Acha.”Ujarnya lagi. ”Acha juga tidak mau dimadu. Bukan karena Acha membenci sunnah itu. Hanya saja Acha hanya manusia pendosa yang memiliki hati yang mudah hancur. Acha tidak mau.”Ujarnya Acha disana dengan sendu.
Habib menatap anaknya sendu. Ia sakit mendengar semuanya, apakah anaknya trauma dan membencinya? Rian disana mengangguk.”Bahkan jika sekalipun kamu mendahuluiku pergi dari dunia ini. saya tidak akan pernah menikah lagi, karena merpati hanya punya satu cinta dan tidak dapat dimonopoli.”Ujarnya.
Acha diam mendengarnya. Rian mengeluarkan gelang dari kantongnya tadi. Acha diam menatapnya dan meliriknya.”Saya tidak pernah bisa meyakinkan seseorang tapi saya selalu percaya dengan keyakinan saya. Jika kamu mau besok saya akan membawa Bunda dan ayah untuk kesini. Kita akan melakukan khidbah dan lamaran minggu mendatang terus pernikahan diminggu kamu sudah sembuh.,”ujarnya disana.
Acha disana menatap gelang itu lucu.”Uhhhmmm Acha baper hua.. jantung Acha mau meledak Umi.”Ujarnya malu kepada Nayya. nayya terkekeh dibuatnya. Acha melirik lagi gelangnya.”Cantik banget,. Itu kita samaan gitu kayak orang pacaran?”Tanya Acha semangat.,
Rian mengangguk.”Nanti kita pacaran kalo udah nikah. Kita naik menara, ancol dan semuanya berdua, makan es krim dans emuanya.”Ujarnya.
“Beneran?”Tanya Acha berbinar. Rian mengangguk.
“Asiiik.. acha mau dong..”Ujarnya. Rian menghela nafas dan terasa beban menghilang.
__ADS_1
Acha disana menatap lain arah dan berkata.”Gelangnya pasangin dong..”Itu membuat Nayya mengelus dada.
“Jadi acha harus panggil abang apa? Suami atau mas?”Tanya Acha polos....