Istri Butaku

Istri Butaku
Masakan


__ADS_3

Sebenarnya ini mau lanjut sejak beberapa bulan kemarin tapi ruh nggak taunya banyak tugas dan ujian ngebut waktu aku terbagi lagi.. Dan Unsyallah akan lanjut jika ada yang baca dan yang suka... Soalnya novel sebelah udah mau tamat jadi y lanjut yang disini lagi hehe... Tapi kalo enggak banyak paking bikin judul lain deh...


Sedangkan Nayya masih saja diam tak bergemim. Mau melawan? Mulihat saja ia tak mampu. Tapi perhatian mereka teralih kepada didepan pintu..


Toktoktok... Assalamu’alaikum...


“Waalaikum salam..” Jawab Habib dan Nayya hampir serentak. Habib berdiri dan mendorong kursi roda Nayya menuju pintu.


Cblek.


“Ada apa ?” Tannyanya saat pintunya terbuka. Menampilkan sosok yang tersenyum sopan kepada mereka berdua..


Wajah mbok Sumi wanita paru baya muncul didepan Habib dan Nayya. “Maaf gus. Tadi kyai sama Nyaik memanggil gus dan Bing Nayya buat makan mlam. Monggo...” Ucapnya sopan.


Habib tersneyum “Iya. Sebentar, nanti kami kesana ya.” Jwaabnya lembut dan penuh dengan kesopanan.


Mbok Sumi pun mengangguk dan melangkah pergi. " Baik Gus , jika begitu saya pergi dapur duluan... assalamualaikum... " Ujarnya sopan.


" Waalaikum salam mbok ... Terimakasih ya.... " Ujarnya membuat si mbok mengangguk dengan senyuman karena hanya memang lah sangat sopan kepada orang yang lebih tua...


Prinsipnya adalah sopan kepada orang tua karena berfikir mereka lebih memiliki banyak ilmu dan tak memandang remeh anak kecil karena belum tentu dia lebih baik dari anak kecil tersebut...


Sedangkan Habib membawa Nayya kembli masuk. Ia melepaskan mukena Nayya lembut. “Mas pakek ini jilbab Ya..” Izinnya kepada Nayya santun dan segan.. maklum lah kan mereka baru kali ini sedekah ini dengan lawan jenis..


Nayya mengangguk patuh. Habib menatap wajah Nayya sebagai istrinya lekat. Ia mengikat rambut panjang Nayya lembut. ia menyisirnya, mengikatnya pelan yang nyaris tidak kusut dan sangat wangi dan kembut itu.


Setelahnya, ia memakaikan jilbab parktis yang panjangnya menutupi tubuh Nayya rapi.


“Cantiknya istriku.” Ucap Habib kecceplosan. Ia bahkan terkejut akan ucapannya yang keluar. Ia bahkan menggigit bibirnya sendiri dibuatnya...


Wajah Nayya tersenyum malu, jantungnya olaraga saat ini. ia tak menjawab dan tak membantah.


Habib segera berdiri dan mendorong kursi Nayya, entah mengapa. Wajahnya yang memerah malu akan ucapannya. Ia bahkan tersenyum sendiri dijalan menuju ruang makan.


Boleh tidak si malu dengan istri sendiri?

__ADS_1


Saat ia sudah sampai didepan meja makan. Disana sudah ada kyai Abu, umi Ana, Fatih dan juga Aisya...


Wajah Nayya hanya biasa saja. Sedangkan Habib tersenyum lembut. “Ni udah dateng pengantin baru.... Ayoo duduk.” Ucap umi Ana lembut.


“Terimaksih mii.” Jawab Habib. Sedangkan Nayya hanya diam dan mendengar.


Habib mendorong kursi Nayya didekat meja makan. Ia duduk disamping kanan Nayya. Sedangkan kyai Abu disisi kiri Habib. Disampingnya ada ummi Habib yah... Didepan Aisyya adalah Fatih.


Aisya adik perempuan Habib menatap Nayya dengan tatapan permusuhan. Ia duduk siamping Fatih. Umi Ana yang duduk disisi kanan kyai Abu menatap Aisya sabar.


“Kamu mau makan apa dek?” Tanya Habib lembut kepada Nayyya. ia harus memperlakukan Nayya sebaik mungkin karena memang ini tugas dan amanah yang harus ia embani.


Nayya diam sesaat. “Apa aja kok.” Jawabnya. Ia cukup tau diri untuk minta apa maunya. Ditambah ia tak dapat melihat menu makanan membuat ia takut salah bicara.


Habib tersenyum miris. Sama halnya dengan kyai Abu dan umi Ana. Setelah kyai Abu menyendoki makannya. Baru lah Habib mengambil nasi dan lauk pauk Nayya.


“Nay makan yang banyak ya.” Sahut abi Abu sambil tersenyum lembut.


Nayya tersenyum manis. Fatih yang menatap Nayya buru-buru menundukkan kepalanya. Jantungnya berdegup kencang. Senyumnya sangat manis. Ia beristigfar berkali-kali.


“Abi aja ni. Umi enggak?” Tannya Umi Ana bercanda dan merasa cemburu jika hanya suaminya yang diperhatikan. ia memasang wajah sedih meski Nayya buta sekalipun.


Nayya terkekeh geli. “Umi juga. Biar tambah gendut.” Jawab Nayya juga bercanda.


Umi Ana cemberut. “Kok umi disuruh gendut sii. Nanti abi nggak sayang lagi sama umi.” Jawabnya bercanda.


“Siapa bilang? Cinta abi itu karena hati dan Allah. bukan karena pisik umi.” Jawab kyai Abu.


"Cere Umi sama Abbi swiet banget ...." Ujar Nayya menggoda mereka berdua membuat semua tertawa bahagia Disana.


Wajah umi Ana memerah malu dibuatnya . Ia menyenggol bahu kyai Abu. “ Abi mah bisa aja.” Jawabnya malu.


Nayya yang tak dapat melihat saja terkekeh geli. Begitu juga Habib dan lainnya.


“Loh. Kan abi jujur, emang umi nggak mau gitu?” Jawabn kyai Abu sambil menghindar pukulan lagi.

__ADS_1


“Ya. Ya bukan gitu...” Jawab umi Ana masih dalam mode malu.


“Tuh bi. Liat Uminya udah malu. Jangan digoda terus dong.” Ucap Nayya Menggoda meski tak dapat melihat sekalipun.


“Iya ni Nay. Wajah umi merah kayak tomat. “ Sahut kyai Abu.


“Abi....” Ucap umi Ana bagaikan ABG jatuh cinta.


Nayya terkekeh gelih saat mendengar desahan umi Ana. Yang lainpun juga begitu.


Tapi tidak dengan Aisya ia hanya makan dengan kesal. Ia mentap Nayya tajam setajan silet.


" sudah Nay .. Jangan digoda mulu Umminya nanti ummimu bisa enggak bisa tidur malam ini... " Ujar Abbi Abu dengan gelaknya..


"Iya Nay.. Yuk sini aku suapan makannya, nanti enggak kudu jadi makannya kalo kayak gini terus... " Ujar Habib Disana mengarahkan sendok berisi makanan Disana kepada Nayya. " Buka mulutnya... aaa... " Ujarnya memangapkan mulutnya bagaikan menyuap bayi saja.


Nayya membuka mulutnya dan menerima makanan itu, Namun ia tertegun dikalah merasakan makanan itu... Ini asing.. Apa ini...?


wuuukekek...


" Asstaghfirullah Nay... ada apa ini? " Tanya Abbi Abu dikalah Nayya memuntahkan makanan yang ia makan Disana.


" Yaampun nak kamu enggak apa apa? " Tanya Ummi Ana lalu mendekati Nayya untuk membantunya membersihkan susah makanan yang berantakan.


Nayya Disana menggeleng " Maa maafin Nay.. Nayya cuma enggak suka bauk ikannya.. Ini ikan tongkol ya? "Tanyanya Disana dengan gugup karena tak enak.


"Iya iya... Iya Nay.. kenapa? kamu enggak suka ikan tongkol? " Tanya Habib Disana takut...


" Tampung udah buta kamu berbohong aja ya... .akan ikan tongkol aja kamu kek gitu... Bikin selera makan orang hilang aja... " Ujar Aisya Sinis disana dan tajam...


" Aaii... Kamu kok ngomongnya kayak gitu sih? "Tanya Fatih dingin pada adiknya membuat Aisya memutar bola mata malas dibuatnya.


Nayya diam disana merasakan hatinya sakit lalu tersenyum. "Nay enggak apa apa kok.. Mari makan lagi.. Nay makan ikan tongkol.. Cuma sedikit enggak suka aja.. Masin Nayy ya udah bikin selera makan kalian hilang... " Ujarnya Disana dengan senyum piluhnya membuat suaranya kan merakan sakit didada....


Habib menatap tajam adik perempuannya lalu menghela nafas.. " Yaudah Yuk makan lagi... "

__ADS_1


__ADS_2